cover
Filter by Year
J Statistika: Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika
Merupakan Media Penerbitan Dan Pembahasan Karya Ilmiah Dalam Bidang Ilmu Statistika Beserta Aplikasinya, Baik Berupa Hasil Penelitian, Bahasan Tentang Teori, Metodologi, Komputasi, Maupun Aplikasi Statistika Dalam Bidang Lain.
Articles by issue : Vol 4 No 1 (2012)
4
Articles
PERBANDINGAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD ESTIMATION (MLE) DENGAN BAYESIAN PADA REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL

arieska, permadina kanah

J Statistika: Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika Vol 4 No 1 (2012)
Publisher : J Statistika: Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.33 KB)

Abstract

Regresi logistik multinomial klasik menggunakan metode Maximum Likelihood untuk mengestimasi parameter -parameternya. Sedangkan pada regresi logistik multinomial dengan menggunakan metode Bayesian, distribusiprior dipadukan dengan likelihood datanya  untuk mendapatkan distribusi posterior. Distribusi posterior tersebutakan digunakan untuk mengestimasi parameter – parameternya. Penerapan dua metode ini dilakukanpadapenelitian ini untuk mengklasifikasikan siswa SMAN 1 Grati Pasuruan pada 3 jurusan yang telah ditetapkan olehpihak sekolah yaitu jurusan IPA, IPS dan Bahasa. Variabel prediktor yang digunakan ada 5 yaitu tuntas IPA,tuntas IPS, tuntas Bahasa, IQ dan minat. Dari kelima variabel prediktor tersebut ternyata variabel yangberpengaruh secara signifikan pada penjurusan siswa adalah variabel tuntas bahasa dan IQ. Misklasifikasi padaregresi logistik multinomial klasik lebih besar dibandingkan pada regresi logistik multinomial metode Bayesian.Misklasifikasi dengan metode pertama adalah sebesar 46,1% sedangkan dengan menggunakan metode keduayaitu metode Bayesian, misklasifikasinya adalah sebesar 39,5%. Sehingga dalam penelitian ini, regresi logistikmultinomial dengan metode Bayesian lebih baik dalam pemodelan jurusan di SMAN 1 Grati Pasuruan jikadibandingkan dengan regresi logistik Multinomial klasik.

Tabel Kontingensi Untuk Mengetahui Hubungan Antara Jenis Penyakit, Jenis Kelamin, Usia, Lama Rawat dan Keadaan Keluar Pasien

pramesti, wara

J Statistika: Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika Vol 4 No 1 (2012)
Publisher : J Statistika: Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.07 KB)

Abstract

Tabel kontingensi dapat digunakan untuk melihat hubungan dua peubah kategorik. Dari tabel kontingensi ini dapat dibuat kesimpulan apakah ada hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Data jenis penyakit, jenis kelamin, usia pasien, lama rawat dan keadaan keluar pasien diambil dari rumah sakit Siti Khadijah Sepanjang yang selanjutnya dengan menggunakan uji Chi-Square pada table Kontingensi dapat diketahui hubungan antara jenis penyakit dengan jenis kelamin, jenis penuyakit dengan usia dan jenis penyakit dengan lama rawat serta jenis penyakit dengan keadaan keluar pasien. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis kelamin dan usia pasien rawat inap tidak saling bebas dan keduanya saling berkaitan. Ketergantungan antara jenis penyakit dengan jenis kelamin yang paling signifikan adalah jenis penyakit GE atau diare, gastritis dan diabetes mellitus. ada jenis penyakit tertentu yang tidak signifikan hubungannya dengan usia pasien yaitu untuk jenis penyakit gastritis pada usia remaja, penyakit hypertensi pada usia dewasa, penyakit pneumonia pada usia tua dan lansia, penyakit step pada usia anak – anak dan juga penyakit FUO (demam) pada usia dewasa. Untuk hal dependensi yang paling signifikan antara lama rawat dengan keadaan keluar pasien adalah lama rawat lebih dari 2 minggu dan keluar dalam keadaan di rujuk ke rumah sakit lain dan meninggal.

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Kualitas Hidup Penderita Stroke

wahyuni, sri

J Statistika: Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika Vol 4 No 1 (2012)
Publisher : J Statistika: Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.432 KB)

Abstract

Stroke atau gangguan peredaran darah otak (GDPO) merupakan penyakit neuorologik yang sering dijumpai di negara–negara maju maupun berkembang. Analisis diskriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik pasien stroke dilihat dari kualitas hidupnya, sedangkan regresi logistik dikotomus digunakan untuk mengetahui faktor terapi yang berpengaruh terhadap kualitas hidup penderita stroke.Dalam analisis deskriptif disimpulkan bahwa dari 151 penderita stroke yang diambil pada bulan Januari sampai dengan Juni tahun 2006 menunjukkan bahwa ada 92 orang (60,9%) yang kualitas hidupnya meningkat dari keadaan awal. Sedangkan sisanya 59 orang (39,1%) kualitas hidupnya tetap seperti keadaan awal masuk rumah sakit. Kondisi penderita stroke ditinjau dari masalah yang berhubungan dengan terapi obat–obatan menunjukkan bahwa 16 orang (10,6%) mengalami masalah ketidaktepatan obat, 31 orang (20,5%) mendapatkan ketidaktepatan saat pemberian obat, lama pemberian obat yang tidak tepat sebanyak 31 orang (20,5%), 29 orang (19,2%) yang gagal mendapatkan obat, hanya ada 4 orang (2,6%) yang mengalami interaksi obat, 35 orang (23,2%) yang menggunakan tidak sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Dengan mengunakan analisis regresi logistik terdapat 4 variabel yang berpengaruh terhadap usaha peningkatan kualitas hidup penderita stroke.

Penerapan Model Log Linear Untuk Mengetahui Hubungan Antara Status Sekolah, Jumlah Guru Berpendidikan S1 dan Angka Mengulang pada Siswa SD

pujianti, suhermin ari

J Statistika: Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika Vol 4 No 1 (2012)
Publisher : J Statistika: Jurnal Ilmiah Teori dan Aplikasi Statistika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.442 KB)

Abstract

Tabel kontingensi dan log linear dapat memberikan gambaran mengenai hubungan antara status sekolah, prosentase guru berpendidikan minimal sarjana dan angka mengulang pada siswa SD di Indonesia. Status sekolah merupakan variabel syarat dari hubungan ini, artinya ada pengaruh yang berbeda antara prosentase guru berpendidikan minimal sarjana dan angka mengulang pada siswa SD di masing-masing sekolah negeri dan swasta. Semakin banyak guru berpendidikan minimal sarjana dapat menghasilkan kualitas siswa lebih baik karena berpeluang lebih tinggi untuk menghasilkan angka mengulang kecil.