cover
Filter by Year
BIOMA
Published by Universitas Diponegoro
BIOMA (ISSN 1410-8801) adalah Majalah Ilmiah Biologi yang bertujuan mewadahi semua informasi hasil penelitian, telaah pustaka, makalah teknis, dan kajian buku, dari berbagai cabang ilmu Biologi. Diharapkan penerbitan ini dapat berkontribusi dalam penyampaian informasi ilmiah yang merupakan mata rantai proses kegiatan ilmiah. Terbit sejak tahun 1999.
Articles by issue : Vol. 20, No. 1, Tahun 2018
2
Articles
Perbandingan Karakter Ekologi OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) Dan Musuh Alaminya Pada Masa Tanam Yang Berbeda Di Sawah Organik Dan Anorganik

Hadi, Mochamad

Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 20, No. 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas dan kuantitas tanaman padi sebagai produsen dalam jaring makanan akan mengundang hadirnya serangga herbivore sebagai konsumen pertama. Hadirnya serangga herbivore atau sering disebut OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) di ekosistem sawah akan mengganggu produktivitas tanaman padi. Namun demikian hadirnya OPT di ekosistem sawah juga akan mengundang serangga musuh alaminya sebagai konsumen tingkat kedua, baik predator maupun parasitoiid, yang akan mengontrol keberadaan OPT. Pertanian organik adalah manajemen pertanian yang meniadakan  penggunaan bahan kimia sintetik sebagai sarana produksi, baik berupa pupuk maupun pestisida. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakter  ekologi serangga OPT dan musuh alaminya pada masa tanam yang berbeda yaitu padi dan palawija pada sawah organik dan anorganik. Karakter ekologi dianalisis dengan jumlah jenis, jumlah individu, indeks keragaman (H’), kelimpahan (Di) dan kemerataan (e). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum karakter ekologi OPT dan musuh alami di dua masa tanam yang berbeda hampir sama, baik di sawah organik maupun anorganik. Jumlah jenis maupun jumlah individu OPT dan musuh alaminya di sawah organik maupun anorganik pada dua masa tanam yang berbeda juga menunjukkan hasil yang hampir sama. Keragaman dan kemerataan persebaran OPT dan musuh alaminya juga tidak berbeda pada kedua masa tanam yang berbeda. Namun demikian pada kedua masa tanam menunjukkan perbedaan dalam jenis OPT maupun musuh alaminya yang hadir, namun antara sawah organik dengan sawah anorganik tidak menunjukkan perbedaan.            Kata kunci :  OPT, musuh alami, masa tanam, sawah organik dan sawah anorganik.

Struktur Komunitas Makrobentos Pada Kawasan Budidaya dan Non Budidaya Di Pulau Tembelas, Kabupaten Karimun Kepuluan Riau

Prahmawaty, Raden Faradhiva, Putro, Sapto punomo, Hariyati, Riche

Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 20, No. 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.617 KB)

Abstract

The macrobenthos community structure of living organisms in aquatic base, can function as a bioindicator of changes in aquatic environments, are sensitive to any disturbance of environmental changes within a waters. This research aims to determine the effect of different structures of macrobenthos communities in the cultivation environment and noncultivation environment. The research was conducted for 4 months on Tembelas island in 2 areas that were monoculture cultivation and reference area. Abiotic data obtained were substrate grain analysis and total organic analysis of carbon and nitrogen, as well as abiotic environmental parameters such as temperature, pH, salinity and dissolved oxygen. The biotic data obtained in the form of macrobenthos species that were found and the amount in the area was then calculated using non parametric index that were the level of diversity, eveness and abundance, and T test. The identification result showed the number of species found as many as 24 species in the monoculture location and 42 species at the reference location. Dominant species found in monoculture locations were Costoanachis sp and Anodontia sp. dominant species found in the reference sites were Nuculana sp and Ellobium sp. Shannon-Wiener (H) diversity index value at monoculture location was 2,43, while reference index value index had bigger index value 2,83. The abiotic quality of monoculture and reference aquatic environments was categorized as good. Based on the result of the research, it can be concluded that reference environment had better macrobenthos diversity value than monoculture environment. Keywords: Makrobenthos, Monoculture, Reference Environment