cover
Filter by Year
BIOMA
Published by Universitas Diponegoro
BIOMA (ISSN 1410-8801) adalah Majalah Ilmiah Biologi yang bertujuan mewadahi semua informasi hasil penelitian, telaah pustaka, makalah teknis, dan kajian buku, dari berbagai cabang ilmu Biologi. Diharapkan penerbitan ini dapat berkontribusi dalam penyampaian informasi ilmiah yang merupakan mata rantai proses kegiatan ilmiah. Terbit sejak tahun 1999.
Articles by issue : Vol. 11, No. 2, Tahun 2009
7
Articles
‚Äč
Analisis Derajat Ploidi dan Pengaruhnya Terhadap Variasi Ukuran Stomata dan Spora pada Adiantum raddianum

Perwati, Lilih Khotim

Bioma Vol. 11, No. 2, Tahun 2009
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.826 KB)

Abstract

Polyploidy is a common phenomenon in plants, especially on the species of ferns. The objectives of thisresearch are to find out the variation of the ploidy levels, to know the effects on the stomata index and size ofstomata and spore in Adiantum raddianum. The materials used to conduct this observation of chromosomes numberwere made from root tips or young leaf tips (croziers). The modified squash method was used in microscopicpreparation. The result of the observation showed that there was a variation in ploidy levels from 2n = 2x (diploid) to2n = 7x (septaploid). It appeared to be general trend that the higher level the ploidy causes the lower the indexstomata but the bigger the stomata and the spore size.

Isolasi dan Identifikasi Jamur Indigenous Rhizosfer Tanaman Kentang dari Lahan Pertanian Kentang Organik di Desa Pakis, Magelang

Purwantisari, Susiana -, Hastuti, Rini Budi

Bioma Vol. 11, No. 2, Tahun 2009
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3261.717 KB)

Abstract

Jamur rhizosfer merupakan salah satu faktor biotik yang dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadappenyakit. Jenis tanah yang mengandung mineral organik dan anorganik mempengaruhi jenis jamur yang ada. Jamuryang ada di rhizosfer dapat melindungi tanaman terhadap patogen dan meningkatkan kesuburan pertumbuhantanaman sehinggga digolongkan sebagai jamur pemacu kesuburan tanaman (biofertilizer). Dengan demikian isolatjamur yang diisolasi dari rhizosfer tanaman sehat berpeluang besar menjadi alternatif penting bahan bakubiofertilizer tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus-genus jamur tanah indigenous di lahanpertanian kentang organik di Desa Pakis Magelang. Isolasi jamur menggunakan metode pengenceran berseri (SerialDilution Method ) hingga 10-5 pada medium PDA (Potato Dextrose Agar). Isolat jamur yang didapatkandiidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis menggunakan buku identifikasi Domsch, et al., (1980). Dari hasilisolasi diperoleh 8 (delapan ) isolat jamur yang termasuk ke dalam genus Trichoderma (2 isolat), Penicillium (1isolat), Phytophthora (2 isolat), Mucor (1 isolat) dan 2 isolat jamur yang belum teridentifikasi sehingga belumdiketahui genusnya.

Kemelimpahan Jenis Gulma Tanaman Wortel pada Sistem Pertanian Organik

Utami, Sri -

Bioma Vol. 11, No. 2, Tahun 2009
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.344 KB)

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan alami yang mengganggu tanaman budidaya. Keberadaan gulma yang dibiarkantumbuh pada tanaman budidaya akan menurunkan hasil panen. Penurunan hasil panen oleh gulma disebabkanadanya kompetisi yang terjadi antara gulma dengan tanaman budidaya.. Didalam upaya meningkatkan produksipertanian, umumnya petani menggunakan berbagai bahan agrokimia, bahan ini akan menyebabkan lingkunganmenjadi rusak. Agar lingkungan tetap terpelihara baik digunakan sistem pertanian organik yaitu suatu sistempertanian tanpa menggunakan bahan kimia yang bisa meracuni lingkungan. Salah satu jenis tanaman sayur yangbanyak dibudidayakan adalah tanaman wortel. Wortel sangat diperlukan karena banyak mengandung vitamin yangsangat bermanfaat untuk kesehatan manusia. Gulma yang tumbuh di lahan wortel dapat menurunkan produksiwortel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis gulma wortel dan kemelimpahannya pada sistempertanian organik. Lahan yang ditanami wortel gulmanya dibiarkan tumbuh sampai umur 3 bulan. . Dilakukan 4macam perlakuan pemupukan organik yaitu pupuk kandang, pupuk hijau, EM-4 dan tanpa dipupuk Dilakukansampling gulma dengan mencatat jenis-jenis gulma dan menghitung jumlah individunya. Plot yang digunakanberukuran 1 m x 1 m, dan dilakukan 3 kali ulangan. Dilakukan juga pengukuran faktor lingkungan. Dari hasilpenelitian diperoleh gulma yang dominan dan kemelimpahannya tinggi pada semua perlakuan adalah Drymariavillosa dan Vernonea cinerea. Jumlah individu gulma paling tinggi didapatkan pada lahan yang dipupuk denganpupuk kandang, sedang paling rendah pada lahan tanpa dipupuk.

Mortalitas dan Pertumbuhan Larva Nyamuk Anopheles aconitus kerena Pemberian Ekstrak Daun Selasih Oscimum basilicum

-, Istimuyasaroh -, Hadi, Mochamad -, Tarwotjo, Udi -

Bioma Vol. 11, No. 2, Tahun 2009
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.183 KB)

Abstract

Nyamuk Anopheles aconitus merupakan vektor penyakit malaria. Penyakit malaria merupakan penyakitinfeksi yang sering terjadi di daerah tropis, salah satunya Indonesia. Pengendalian nyamuk Anopheles aconitussebagai vektor perlu dilakukan secara tepat dan ramah lingkungan. Tanaman selasih (Oscimum basilicum) diketahuimempunyai potensi sebagai sumber bahan insektisida botani karena kandungan metabolit sekundernya, antara laineugenol, linalool, dan geraniol yang diketahui tidak disukai oleh nyamuk. Tujuan penelitian adalah mengkajimortalitas dan pertumbuhan larva nyamuk Anopheles aconitus akibat pemberian ekstrak daun selasih Oscimumbasilicum serta mengetahui konsentrasi efektif ekstrak daun selasih dalam meningkatkan mortalitas sertamenurunkan pertumbuhan larva nyamuk Anopheles aconitus. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ekologi danBiosistematik Jurusan Biologi F MIPA UNDIP. Data mortalitas diperoleh dengan uji hayati yang selanjutnya diujidengan analisis probit untuk mengetahui efektifitas bahan uji. Sedangkan data pertumbuhan diolah dengan rumusZhang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas larva meningkat sejalan dengan meningkatnya konsentrasiekstrak. Efektifitas ekstrak terhadap larva uji ditunjukkan dengan tingkat toksisitas ekstrak (LC50-48 jam) adalah5,01%. Pertumbuhan larva juga menurun sejalan dengan meningkatnay konsentrasi ekstrak, nilai GI (Growth index)berkisar antara 1-0, dan nilai RGI (Relative growth index) berkisar antara 100-81%.

Pengaruh Ekstrak Daun dan Ranting Aglaia odorata terhadap Parasitasi dan Enkapsulasi Eriborus argenteopilosus pada Inangnya, Crocidolomia binotalis

Tarwotjo, Udi -

Bioma Vol. 11, No. 2, Tahun 2009
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.955 KB)

Abstract

Pengaruh ekstrak daun dan ranting A. odorata terhadap parasitasi dan enkapsulasi Eriborus argenteopilosuspada Crocidolomia. binotalis telah diteliti di laboratorium Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)toksisitas ekstrak daun dan ranting A. odorata terhadap C. binotalis, (2) mortalitas Eriborus argenteopilosus, (3)tingkat parasitasi dan enkapsulasi E. argenteopilosus Metode yang dipergunakan disusun berdasarkan RAL dengan 3kali ulangan data dianalisis dengan sidik ragam (varians) dan perbedaan nilai tengah antar perlakuan diuji denganDMRT. Toksisitas ekstrak daun dan ranting A. odorata terhadap larva C. binotalis instar satu menyebabkankematian yang tinggi dengan meningkatnya konsentrasi dimana nilai LC50 sebesar 657,2470 mg/L, sedangkan LC90sebesar 3353,6799 mg/L Tingkat parasitasi E. argenteopilosus terhadap C. binotalis pada konsentrasi 81,1485 mg/L(LC5) ataupun 278,7482 mg/L(LC25) tidak berbeda nyata dengan kontrol. Sedangkan perlakuan ekstrak padakonsentrasi 278,7482 mg/L (LC25) mampu menekan tingkat enkapsulasi.

Pengaruh Dosis Kompos dengan Stimulator Trichoderma terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (zea mays l.) Varietas Pioner -11 pada Lahan Kering

Afitin, Retno -, Darmanti, Sri -

Bioma Vol. 11, No. 2, Tahun 2009
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.765 KB)

Abstract

Lahan kering di Indonesia sangat luas. Sifat lahan kering yang kurang subur dengan tingkat erosi yang tinggidan rendahnya pasokan air menyebabkan pemanfaatan lahan kering belum optimal. Kompos sebagai salah satupupuk organik dengan bahan baku yang tersedia cukup banyak merupakan alternatif yang tepat untuk digunakandalam memanfaatkan lahan kering sebagai lahan pertanian. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkapdengan 4 perlakuan berupa dosis pemupukan , yaitu : D0 : 0 ton / Ha (kontrol), D1 : 15 ton / Ha, D2 : 30 ton / Hadan D3 : 45 ton / Ha. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis of Varians (Anava), bila terdapat beda nyatadilanjutkan dengan uji Beda Nyata terkecil (BNT) pada taraf kepercayaan 95%. Dari hasil penelitian dapatdisimpulkan bahwa kompos dengan stimulator tricoderma berpengaruh meningkatkan pertumbuhan dan produksitanaman jagung pada lahan kering dan dosis 3 kg / m2 merupakan dosis optimal untuk pertumbuhan dan produksijagung.

Struktur Komunitas Plankton di Inlet dan Outlet Danau Rawa Pening

Hariyati, Riche -, Wiryani, Erry -, Astuti, Yunita Kus

Bioma Vol. 11, No. 2, Tahun 2009
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.661 KB)

Abstract

Rawa Pening is a natural lake that has 17 inlet (rivers thats lead water into lake) and one outlet Tuntang RiverInlet and outlet of Rawa Pening Lake have differences in physico-chemistry factor and covering of plant water.Plankton is one of organism that influenced by this condition.The aim of this research is to establish structure community of plankton in inlet and outlet Rawa PeningLake. Sample was taken from 7 inlet (the downstream of Segalok, Torong, Panjang, Galeh, Rengas, Kedungringisand intercourse of Parat, Legi and Muncul downstream). Sample of outlet taken from upstream of Rawa PeningLake, around of port and before bridge. Sample then analyzed by diversity index, similarity index, equaliy index,and total individu per liter. Seventy seven plankton were found in inlet and outlet Rawa Pening Lake. Sixty fivespecies are phytoplankton and contains of 22 species Chlorophyceae, 38 species Bacillaryophyceae, 2 speciesCyanophyceae, 2 species Euglenophyceae and one species of Chrysophyceae. 12 species are zooplankton andcontains of 10 species Rotifera also one species Sarcomastigophora and one species of Copepoda. Based on diversityindex, equality index, and total individu the community structure of plankton in inlet is relatively stabil than in outletRawa Pening Lake.The similarity index showed that the level of species similarity is low. This is indicated thatstructure community of plankton in inlet and outlet is different.