cover
Filter by Year
BIOMA
Published by Universitas Diponegoro
BIOMA (ISSN 1410-8801) adalah Majalah Ilmiah Biologi yang bertujuan mewadahi semua informasi hasil penelitian, telaah pustaka, makalah teknis, dan kajian buku, dari berbagai cabang ilmu Biologi. Diharapkan penerbitan ini dapat berkontribusi dalam penyampaian informasi ilmiah yang merupakan mata rantai proses kegiatan ilmiah. Terbit sejak tahun 1999.
Articles by issue : Vol. 11, No. 1, Tahun 2009
5
Articles
Efek Rebusan Daun Tapak Dara pada Dosis dan Frekuensi yang Berbeda terhadap Kerusakan dan Akumulasi Glikogen pada Hepar Mencit (Mus musculus)

Dewi, Utari Kusuma, Saraswati, Tyas Rini

Bioma Vol. 11, No. 1, Tahun 2009
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3282.795 KB)

Abstract

The aim of this research was to investigate the effect of boiled -Vinca rosea leaf for hepar and glycogenaccumulation in Mus musculus hepatocyts on several dosages, frequencies and the interaction of dosagesfrequencies.The research used factorial experiment with Complete Randomize Design and continued with Duncan test at5% level. The result of this experiment indicated that there was significant by different of dosage treatment. Thehigher dosage boiled- Vinca rosea leaf that given into Mus musculus, the more hepatocyts damage. Hepatocyt injurywas indicated by swollen until atrophy cell with glycogen accumulation in the cytoplasm of hepatocyt.

Eksplorasi Kandungan Klorofil pada beberapa Sayuran Hijau sebagai Alternatif Bahan Dasar Makanan Tambahan

Setiari, Nintya -, Nurchayati, Yulita -

Bioma Vol. 11, No. 1, Tahun 2009
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.214 KB)

Abstract

Chlorophyll is a plant pigment which recently have been popular as food supplement. The source ofchlorophyll consumed now are alfalfa’s leaves algae such as Spirulina and Chlorella.. Chlorophyll content find in allkinds of plant especially vegetables so that have potent to be source of chlorophyll. The aims of this research are toexplore alternative source of chlorophyll aside of Leguminosae, from vegetables such as sweet basil, spinach, waterspinach, cassava leaves, pegagan, and papaya’s leaves and to study the vegetables potent to be food supplement.The experiment has been conducted by extracting 0,1 g each leaves in 10 mL acetone 85%. The extract was filteredwith Whatman paper No. 1, thus record the absorbance by using spektrofotometer UV Vis. Statistical analysis wasused to analyze chlorophyll content is Analysis of Variance (ANOVA) with Randomized Complete Design (RCD) in95% significancy. If the ANOVA showed significantly different, the analysis were continued with Duncan’s test.The result showed that the highest content of chlorophyll-a, b, and total found in papaya’s leaves. However thelowest one was found in sweet basil. Papaya’s leave potential as food supplement.

Optimalisasi Pembukaan Porus Stomata Daun Kedelai (Glycine max (L) merril) Pada Pagi Hari dan Sore

Haryanti, Sri -, Meirina, Tetrinica -

Bioma Vol. 11, No. 1, Tahun 2009
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.398 KB)

Abstract

Kedelai merupakan tanaman palawija sumber protein nabati. Tanaman ini lebih kaya kadar proteinnya jikadibandingkan dengan sumber protein nabati lainnya. Peningkatan produksi kedelai memerlukan pemupukan yangmaksimal yaitu melalui daun. Stomata merupakan salah satu alat transpirasi melalui daun, sehingga perlu dilakukanpengukuran panjang dan lebarnya untuk mengetahui pembukaan stomata maksimal. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui perbedaan ukuran panjang dan lebar porus stomata daun kedelai pada pagi, siang dan sore hari.Penelitian ini menggunakan rancanag acak lengkap (RAL) dengan perlakuan penyiraman tanaman kedelai pagi,siang dan sore hari. Tiap perlakuan diberi perulangan 3 kali. Setelah tanaman umur 30 hari dilakukan pembuatanpreparat dengan metode replika/cetakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penyiraman dengan waktuyang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap panjang porus stomata, tetapi berpengaruh terhadap lebar porusstomata. Pembukaan porus stomata maksimal terjadi pada pagi hari (jam 9.00)

Struktur dan Perkembangan Daun Acalypha indica L yang Diperlakukan dengan Kombinasi IAA dan GA Pada Konsentrasi yang Berbeda

Darmanti, Sri -

Bioma Vol. 11, No. 1, Tahun 2009
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.369 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pegaruh IAA, GA dan kombinasi keduannya pada berbagai tingkatkonsentrasi terhadap perkembangan daun Acalypha indica L. Rancangan acak lengkap pola faktorial digunakandalam penelitian ini. Faktor pertama berupa variasi konsentrasi IAA (0, 10, 30 dan 50 ppm), faktor kedua berupavariasi konsentrasi GA (0, 10, 30 dan 50 ppm). Data kwantitatif diuji dengan ANAVA, dilanjutkan dengan DMRTpada taraf uji 5 %. Struktur anatomi didiskripsikan dari preparat penampang lintang lamina daun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan IAA, GA dan kombinasinya tidak mempengaruhi strukturanatomi daun Acalypha indica L. Tebal helaian daun Acalypha indica L. turun dengan perlakuan IAA, GA dankombinasinya. Penurunan tebal daun pada perlakuan dengan GA disebabkan oleh penurunan tebal jaringan palisadedan jaringan bunga karang, sedang pada perlakuan kombinasi IAA dan GA sebagian besar disebabkan olehpenurunan panjang sel palisade.

Viabilitas Rhizobakteri Bacillus sp. DUCC-BR-K1.3 pada Media Pembawa Tanah Gambut Disubstitusi dengan Padatan Limbah Cair Industri Rokok

Noviana, Lailia -, Raharjo, Budi -

Bioma Vol. 11, No. 1, Tahun 2009
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.781 KB)

Abstract

Pemotongan subsidi pupuk oleh pemerintah Indonesia membuat petani mencari alternatif pupuk yang relatiflebih murah yaitu pupuk hayati. Pupuk hayati merupakan pupuk yang diinokulasi dengan mikroba yang bermanfaatbagi tanaman. Penelitian sebelumya melaporkan bahwa Bacillus sp. DUCC-BR-K1.3 telah terbukti dapat melarutkanfosfat, yang berperan dalam pertumbuhan tanaman, sehingga bakteri ini dapat dimanfaatkan sebagai agen yangdiinokulasikan dalam pupuk hayati. Pupuk ini dapat diformulasi dengan memodifikasi media pembawa yangberpotensi yaitu tanah gambut dan padatan limbah cair industri rokok, yang mana memiliki kandungan bahanorganik pendukung viabilitas bakteri tersebut Penelitian ini bertujuan mengetahui viabilitas bakteri pada mediapembawa dan formula yang efektif sebagai dasar pembuatan pupuk hayati. Metode penelitian dilakukan denganRancangan Acak Lengkap, di mana terdiri dari lima perlakuan yaitu F1 (100% tanah gambut), F2 (75% tanahgambut & 25% padatan limbah), F3 (50% tanah gambut & 50% padatan limbah), F4 (25% tanah gambut & 75%padatan limbah), dan F5 (100% padatan limbah). Variabel yang diukur adalah jumlah populasi bakteri per gramdalam media pembawa selama masa penyimpanan 30 hari. Hasil penelitian dianalisis variansinya dengan ANOVAkemudian uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuanF5 pada T1 (masa penyimpanan 10 hari), berbeda signifikan dengan perlakuan yang lain dengan viabilitas bakteritertinggi (2.30 x 1011 CFU). Viabilitas bakteri pada akhir masa penyimpanan tidak berbeda signifikan pada kelimaperlakuan, dan jumlah ba