cover
Filter by Year
BIOMA
Published by Universitas Diponegoro
BIOMA (ISSN 1410-8801) adalah Majalah Ilmiah Biologi yang bertujuan mewadahi semua informasi hasil penelitian, telaah pustaka, makalah teknis, dan kajian buku, dari berbagai cabang ilmu Biologi. Diharapkan penerbitan ini dapat berkontribusi dalam penyampaian informasi ilmiah yang merupakan mata rantai proses kegiatan ilmiah. Terbit sejak tahun 1999.
Articles by issue : Vol. 10, No. 2, Tahun 2008
6
Articles
Kandungan Chromium pada Perairan, Sedimen dan Kerang Darah (Anadara granosa) di Wilayah Pantai Sekitar Muara Sungai Sayung Desa Morosari Kabupaten Demak, Jawa Tengah

Suprapti, Nanik Heru

Bioma Vol. 10, No. 2, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.689 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Chromium pada perairan , sedimen dan Kerang darah(Anadara granosa) di sekitar muara sungai Sayung, Desa Morosari, Kabupaten Demak. Pengambilan sampelmenggunakan metoda acak sistematik. Analisa kandungan Chromium dilakukan berdasarkan kriteria kualitas air dariPedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan sesuai keputusan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia dan IndekFaktor Konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Chromium pada perairan tidak terdeteksi.Sedangkan kandungan Chromium pada sedimen dan Kerang darah (Anadara granosa) ditemukan 0,1278-0,1617ppmberarti telah melebihi batas ambang yang ditentukan (0,0500 ppm). Sifat akumulatif Chromium pada Kerang darahdi daerah penelitian termasuk dalam kategori sifat akumulatif tinggi.

Kejernihan dan Salinitas Perairan Tambak setelah Penambahan Rumput Laut Sargassum plagyophyllum dan Ekstraknya

Izzati, Munifatul -

Bioma Vol. 10, No. 2, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.529 KB)

Abstract

Penambahan rumput laut kedalam ekosistem perairan tambak dimaksudkan untuk menciptakan teknikbudidaya udang yang berkelanjutan. Keberadaan rumput laut diharapkan dapat meningkatkan kualitas perairantambak, sementara penambahan ekstrak dimaksudkan untuk menurunkan populasi bakteri patogen. Penelitian inibertujuan untuk menguji pengaruh penambahan rumput laut dan ekstraknya terhadap kejernihan dan salinitasperairan tambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan rumput laut Sargassum plagyophyllum kedalamperairan tambak dapat meningkatkan kejernihan hingga 20% lebih tinggi dari kontrol. Salinitas perairan tambaktidak dipengaruhi oleh penambahan Sargassum. Sementara itu, penambahan ekstrak Sargassum tidak berpengaruhterhadap kejernihan maupun salinitas air tambak.

Pengaruh Penambahan Biotin Pada Media Pertumbuhan Terhadap Produksi Sel Aspergillus niger

-, Wuryanti -

Bioma Vol. 10, No. 2, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.195 KB)

Abstract

Aspergillus niger is one of microorganisms which has potensial as L-asparaginase source. Biotin arevitamins soluble in water and have function to facilitate the increasing cell growth. The research has purposes todetermine the influences of adding biotin into growing medium of Aspergillus niger to its cell production. Theresults from research show that the optimum incubation time for producing biomass weight of Aspergillus niger wasat the 48th hour. Addition of biotin 0.1 mg/L into growing medium of Aspergillus niger might increase biomassweight of Aspergillus niger until 40.17 %.

Pengendalian Hayati Penyakit Hawar Daun Tanaman Kentang Dengan Agens Hayati Jamur-jamur Antagonis Isolat Lokal

Purwantisari, Susiana -, Ferniah, Rejeki Siti, Raharjo, Budi -

Bioma Vol. 10, No. 2, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1981.199 KB)

Abstract

Penyakit hawar daun tanaman kentang atau yang oleh petani di Kedu, Wonosobo disebut Lodoh merupakanpenyakit yang paling serius di antara penyakit dan hama yang menyerang tanaman kentang di Indonesia. Penyakitlodoh ini disebabkan oleh serangan jamur patogen ganas Phytophthora infestans yang dapat menurunkan produksikentang hingga 90% dari total produksi kentang dalam waktu yang amat singkat. Sampai saat ini kapang patogenpenyebab penyakit busuk batang dan daun tanaman kentang tersebut masih merupakan masalah krusial dan belumada fungisida yang benar-benar efektif terhadap penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan mengoleksi danmengidentifikasi jamur-jamur tanah isolat lokal yang bersifat antagonis terhadap patogen penyebab penyakit busukdaun dan umbi tanaman kentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab penyakit busuk daun dan umbitanaman kentang di daerah sentra pembibitan tanaman kentang di Kedu Temanggung Jawa Tengah adalahPhytophthora infestans. Terdapat 17 isolat jamur isolat lokal yang dapat diisolasi dari tanah di sentra pembibitantanaman kentang tersebut. Dari 17 isolat jamur ini dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok isolat yang berbedamorfologi koloninya. Pengamatan secara mikroskopis menunjukkan bahwa dari 4 kelompok jamur tanah tersebutadalah dari marga Trichoderma spp, Aspergillus sp, Penicillium sp dan Phytophthora infestans.

Produksi Inulinase Pichia alni DUCC-W4 pada Tepung Umbi Dahlia (Dahlia variabilis Willd) dengan Variasi Konsentrasi Ammonium Nitrat dan Waktu Inkubasi

-, Wijanarka -, Ferniah, Rejeki Siti, -, Salamah -

Bioma Vol. 10, No. 2, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.151 KB)

Abstract

Inulinase (E.C.3.2.1.7) merupakan kelompok enzim hidrolase yang mampu menghidrolisis inulin menjadifruktosa. Produksi fruktosa secara langsung dari inulin oleh enzim inulinase hanya memerlukan satu tahap reaksienzimatis dan menghasilkan 90% fruktosa sehingga lebih efisien. Optimasi perlu dilakukan untuk meningkatkanproduksi inulinase, antara lain dengan penambahan sumber nitrogen dan optimasi waktu inkubasi. Khamirmerupakan salah satu mikroba yang dapat memproduksi enzim. Salah satu khamir inulinolitik yang berhasil diisolasidari umbi dahlia yaitu Pichia alni DUCC-W4. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui variasi konsentrasi NH4NO3dan waktu inkubasi Pichia alni DUCC-W4 dalam memproduksi inulinase pada tepung umbi dahlia. Penelitian inidilaksanakan di laboratorium mikrobiologi, Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Diponegoro. Penentuanaktivitas inulinase dilakukan dengan metode DNS. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)faktorial dengan 2 faktor. Faktor I (P0, P1, P2, dan P3) berupa konsentrasi NH4NO3 yang berbeda yaitu 0,029mM;0,05 mM; 0,1 mM; 0,15 mM dan faktor II (H1, H2, dan H3) berupa waktu inkubasi (12 jam,18 jam, dan 24 jam).Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metodeANOVA. Aktivitas inulinase masing – masing perlakuan pada waktu inkubasi 12 jam yaitu 0,567 U/mL, 0,407U/mL, 0,304 U/mL, 0,486 U/mL, pada waktu inkubasi18 jam yaitu 0,761 U/mL, 0,644 U/mL, 0,543 U/mL, 0,554U/mL, sedangkan waktu inkubasi 24 jam yaitu 0,564U/mL, 0,567 U/mL, 0,529U/mL, 0,612 U/mL. Berdasarkanhasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi NH4NO3 pada medium produksi dan perbedaan waktuinkubasi tidak meningkatkan aktivitas inulinase Pichia alni DUCC-W4.

Struktur Komunitas Mollusca Bentik Berbasis Kekeruhan Di Perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Hidayat, Jafron Wasiq, Baskoro, Karyadi -, Sopiany, Rini -

Bioma Vol. 10, No. 2, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.554 KB)

Abstract

The breakwater of Tanjung Emas Seaport is designed to absorb seawave as well as increase ships stability.Such water stability will trigger the light and small particles to deposite onto the bottom of the water body,eventhough these are easily re-suspended and initiate to create turbidity. Turbididty is one factor affecting Mollusccommunity. In facing the global climate changes, there will be a seriuos problem triggering the turbidity of theseawater and so do the organims. Researh were aimed to study the benthic Mollusc community in different turbiditylevels. Justified ramdom sampling was applied in 14 stations. Community structure of the molluscs were analizeddiscriptively as well as through Shannon-Wiener (H’) and evenness (e) indeces.Result showed that turbidity in PTES varies between 06,750 – 45,250 NTU. Such qualities were relativelyhigh range and can be tolerated by several given species, mainly Gafrarium tumidum, Nuculana acuta and Pyrenesp. These three above species could live within such high turbidity levels, since some of material are part of theirdiets without disturbing their respiration fuction. The highest diversity index H’ was 1,68 and found in Station 5,which is in accordance with its highest turbididyt level 45,250 NTU. The smalest turbidity level occured in Station 8and it was related to smaller diversity index (0,24). There was a tendency, the smaller the turbidity levels the smallerthe diversity indices. Such relatonship was consistence to the other three stations, namely 9,10 and 11. Exceptionwas found in Station 1, where different dominant species occured and diversity index was relatively high. It isbelieved these are related to the presence of warm outlet of Indonesia Power sewage reaching 32,5 centdegree.