cover
Filter by Year
BIOMA
Published by Universitas Diponegoro
BIOMA (ISSN 1410-8801) adalah Majalah Ilmiah Biologi yang bertujuan mewadahi semua informasi hasil penelitian, telaah pustaka, makalah teknis, dan kajian buku, dari berbagai cabang ilmu Biologi. Diharapkan penerbitan ini dapat berkontribusi dalam penyampaian informasi ilmiah yang merupakan mata rantai proses kegiatan ilmiah. Terbit sejak tahun 1999.
Articles by issue : Vol. 10, No. 1, Tahun 2008
6
Articles
Kapasitas Penyerapan dan Penyimpanan Air pada Berbagai Ukuran Potongan Rumput Laut Gracilaria verrucosa sebagai Bahan Dasar Pupuk Organik

Haryanti, Anik Muji, Darmanti, Sri -, Izzati, Munifatul -

Bioma Vol. 10, No. 1, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.144 KB)

Abstract

Gracilaria verrucosa merupakan salah satu dari 555 jenis rumput laut yang ditemukan di perairanIndonesia. Merupakan alga merah yang thalusnya mengandung gel sehingga mempunyai kemampuan mengikat airyang cukup tinggi. Besarnya air yang dapat diserap dan disimpan tergantung dari luas bidang penyerapan. Selain haltersebut, Gracilaria verrucosa seperti rumput laut umumnya mengandung makro mineral, mikro mineral, protein,karbohidrat dan vitamin A dan C. Karena hal tersebut, maka Gracilaria verrucosa mempunyai potensi yang tinggiuntuk diamanfaatkan dalam bidang pertanian khususnya pada lahan dengan partikel tanah yang besar seperti lahanpasir yaitu sebagai bahan penyerap dan penyimpan air sekaligus sebagai sumbur pupuk organik. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui kapasitas penyerapan dan penyimpanan air oleh Gracilaria verrucosa pada berbagaiukuran potongan. Penelitian menggunakan RAL, dengan perlakuan tunggal, terdiri dari 3 taraf perlakuan ukuranpotongan yaitu 0,25 cm, 0,5 cm dan 1 cm. masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan. Kesimpulannya adalahbahwa ukuran potongan berpengaruh terhadap kapasitas penyerapan dan penyimpanan air, kapasitas penyerapantertinggi pada potongan 0,25 x 0,25 cm dan kapasitas penyimpanan tertinggi pada potongan 1x1 cm.

Pembentukan Cabang Lateral Jarak Pagar (Jatropha curcas) Setelah Perlakuan Girdling

Darmanti, Sri -

Bioma Vol. 10, No. 1, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.48 KB)

Abstract

Jarak Pagar (Jatropha curcas) merupakan tanaman yang pontensial sebagai sumber BBM yang terbarukan.Oleh karena itu peningkatan produksi biji jarak diperlukan untuk mendukung produksi BBM ini. Karena buah JarakPagar hanya terbentuk pada ujung batang dan ketiak daun yang dekat dengan ujung batang, maka jumlah cabangyang banyak diperlukan untuk mendapatkan produksi biji jarak yang tinggi. Pembentukan cabang lateral dipengaruhioleh keseimbangan fitohormon antara lain sitokinin dan auksin. Girdling merupakan teknik untuk mengaturkeseimbangan kedua fitohormon tersebut. Pada penelitian ini, perlakuan girdling dilakukan terhadap tanaman jarakdari stek yang berumur 5 bulan. Setiap perlakuan dengan 5 ulangan. Pengamatan dilakukan setiap satu bulan dandiakhiri setelah 6 bulan. Dari hasil pengamatan diperoleh hasil bahwa perlakuan girdling berpengaruh memacupembentukan cabang lateral sedangkan tanaman control tidak membentuk cabang lateral sampai akhir perlakuan.

Pembuatan Kertas Anti Rayap Ramah Lingkungan dengan Memanfaatkan Ekstrak Daun Kirinyuh (Eupatorium odoratum)

Hadi, Mochamad -

Bioma Vol. 10, No. 1, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.375 KB)

Abstract

Jumlah kertas yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia, memacu industri kertas untuk meningkatkanproduksinya. Hal ini mengakibatkan timbulnya masalah berupa penebangan pohon untuk pembuatan kertas, dimanadalam industri kertas selalu melakukan proses bleaching (penggunaan bahan pemutih) serta penggunaan timbaldalam pembuatan kertas yang tahan terhadap serangga (rayap), tetapi kertas yang mengandung timbal mempunyaitoksisitas tinggi sehingga tidak baik untuk kesehatan tubuh manusia. Cara yang paling efektif adalah melakukanproses daur ulang kertas anti rayap dengan menggunakan pestisida botani. Tumbuhan tersebut adalah tumbuhankirinyuh (Eupatorium odoratum) yang memiliki kandungan sesquiterpen mampu mengendalikan tingkat mortalitaspada rayap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui, mengkaji toksisitas dan sifat antimakan ekstrak daunkirinyuh sebagai bahan pengendali rayap pemakan kertas, serta mengetahui tingkat konsentrasi ekstrak daunkirinyuh yang efektif sebagai bahan pengendali rayap. Cara kerja yang dilakukan adalah dengan Pembuatan ekstrakdaun Kiriyu (Eupatorium odoratum), yang di masukan pada saat pembuatan kertas. Pada uji toksisitas, ujipendahuluan untuk menentukan LC5 dan LC90 konsentrasi yang digunakan yaitu 0, 0.5, 1, 2, 4 dan 8 persen (b/v).Hewan uji yang digunakan pada uji pendahuluan sebanyak 20 ekor dengan satu kali ulangan. Uji pendahuluandigunakan sebagai acuan untuk uji sesungguhnya. Uji sesungguhnya yaitu uji untuk menentukan konsentrasi yangefektif (LC50), konsentrasi yang digunakan yaitu 0, 0.76, 1.15, 1.74, 2.63, 3.95 persen (b/v). Hewan uji yangdigunakan pada uji sesungguhnya sebanyak 15 ekor dengan 3 kali ulangan. Nilai mortalitas rayap dianalisis denganmenggunakan analisis probit. Hasil penelitian konsentrasi ekstrak daun kiriyuh yang efektif untuk mengendalikanrayap yang membunuh 50 % hewan uji (LC-50) yaitu pada konsentrasi 2.50 persen. Pada LC-50 menunjukan bahwaekstrak daun kiriyuh bersifat toksik dan pada konsentrasi 2.50% efektif memberikan pengaruh mortalitas terhadaprayap Coptotermes

Pertumbuhan dan Biomassa Spirulina sp dalam Skala Laboratoris

Hariyati, Riche -

Bioma Vol. 10, No. 1, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.931 KB)

Abstract

Spirulina is unicelular algae used as a natural food of brawn shrimp and fish larval that has high nutritionalvalve. The aims of this research is to asses growth and biomass of spirulina sp at laboratorium scale. Method wascarried out by culturing Spirulina sp using walne culture media.The density of Spirulina sp was conuted for 9 days . The result of this research shows that optimal densitycuhich was 11.698.103 unit/ml occurred on the day 7th with wet weight was o,042 gr/l and dry weight was 0,0375gr/l. Spirulina biomass an increased as a responsive of their growth at a certain level

Pola Aktivitas HarianPasangan Burung Serak Jawa (Tyto alba) di Sarang Kampus Psikologi Universitas Diponegoro Tembalang Semarang

Hadi, Mochamad -

Bioma Vol. 10, No. 1, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.651 KB)

Abstract

Burung serak jawa (Tyto alba) merupakan hewan nocturnal. Burung T. alba biasanya bersarang padabangunan tua dan gedung yang tinggi dengan menempati sarang yang sudah ada atau mengambil alih sarang yangditinggalkan burung lain. Kemampuan bersarang pada gedung dan bangunan ini menyebabkan T. alba mampumenempati gedung di kampus Psikologi Universitas Diponegoro Tembalang Semarang. Sifat T. alba untukmenempati gedung kampus Psikologi Universitas Diponegoro dapat mempermudah perkembengbiakan, namunpotensi untuk perjumpaan dengan manusia juga sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui poladistribusi waktu yang digunakan oleh Tyto alba untuk aktivitas hariannya. Teknik pengamatan scaning samplingdigunakan sebagai dasar penentuan alokasi waktu untuk aktivitas burung hantu T. alba seperti, terbang, bertengger,berburu, istirahat, bercumbu dan bertarung. Pengamatan dilaksanakan selama 14 X 24 jam, dengan 12 jam hariterang dan 12 jam hari gelap. Penentuan pola aktivitas harian dengan menghitung rata – rata total aktivitas T. albaselama 24 jam. Aktivitas harian yang paling banyak dilakukan oleh pasangan T. alba adalah aktivitas istirahat (14jam 44 menit) dengan puncak waktu istirahat pada siang hari. Waktu yang dihabiskan untuk istirahat T. alba betinalebih tinggi (15 jam 53 menit). Alokasi waktu yang digunakan untuk bertengger T. alba betina (2 jam 56 menit)sebagai bentuk proteksi terhadap sarang. T. alba jantan bertanggung jawab memberikan kebutuhan nutrisi pada T.alba betina waktu yang digunakan untuk berburu (7 jam 40 menit). Pasangan T. alba melakukan aktivitas bertarungsecara bersamaan (5 menit) dan waktu untuk bercumbu (4 menit).

Uji Ketahanan Bakteri Dehalogenasi pada Subtrat Herbisida KMCPA Formula.

Hayati, Nur -

Bioma Vol. 10, No. 1, Tahun 2008
Publisher : Bioma

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.178 KB)

Abstract

Herbisida 2-metil-4-klor fenoksi asetat formula (KMCPA) merupakan salah satu jenis herbisida yang toksikdan tahan di tanah sampai 1 tahun. Stabilitas dan toksisitas KMCPA mengakibatkan senyawa ini berpotensi sebagaipolutan. Polutan yang masuk ke tanah dan badan air sangat berbahaya bagi lingkungan. Mikrobia memilikiserangkaian enzim yang dapat mengakatalisis senyawa toksik ini. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan isolatbakteri dehalogenasi dan untuk menguji ketahanan isolat dalam menggunakan KMCPA sebagai sumber karbondengan variasi konsentrasi 1,1 g/L; 2,2 g/L; 3,3 g/L . Parameter yang diamati adalah uji kualitatif pada tahapskrining menggunakan medium minimal Solution base salt (SBS) dan indikator BTB dan pengamatan kurvapertumbuhan berdasarkan pertambahan biomassa yanag diukur dengan spektrofotometer pada l = 600 nm. Isolatyang tahan sampai dosis 3 kali aplikasi di lapangan ( 3,3 g/L) adalah isolat M, sedangkan isolat P1, P2, P3; B1, B2,B3 tidak tahan terhadap KMCPA dengan dosis 3 kali dosis aplikasi di lapangan tidak dilanjutkan . Isolat Mdiharapkan dapat digunakan sebagai agen pembersih lingkungan namun konsentrasi KMCPA yang digunakansebaiknya tidak lebih dari 1,1 g/L.