Jurnal Medik Veteriner
Published by Universitas Airlangga
urnal Medik Veteriner (JMV) publishes high quality and novelty papers focusing on Veterinary and Animal Science. The fields of study are anatomy, pathology, basic medicine, veterinary public health, microbiology, veterinary reproduction, parasitology, animal husbandry and animal welfare. Food animals, companion animals, equine medicine, aquatic animal, wild animals, herbal medicine, acupuncture, epidemiology, biomolecular, forensic, laboratory animals and animal models of human infections are considered. Jurnal Medik Veteriner (JMV) published two times a year: April and October.
Articles by issue : Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Medik Veteriner
5
Articles
Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Sapi Rambon di Desa Kemiren Banyuwangi

Prastika, Zeni, Susilowati, Suherni, Agustono, Bodhi, Safitri, Erma, Fikri, Faisal, Prastiya, Ragil Angga

Jurnal Medik Veteriner Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Medik Veteriner
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapi Rambon merupakan salah satu sapi lokal Indonesia. Tahun 2017 populasi sapi Rambon mengalami penurunan. Salah satu upaya pelestarian sapi lokal adalah melalui peningkatan populasi sapi dan inseminasi buatan. Faktor penentu keberhasilan perkawinan salah satunya adalah libido tinggi dan kualitas semen. Motilitas spermatozoa dan viabilitas spermatozoa adalah salah satu indikator fertilitas spermatozoa dan kualitas semen. Penelitain ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motilitas dan viabilitas semen segar sapi Rambon di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Semen pada penelitian ini di tampung menggunakan vagina buatan dari 6 ekor sapi Rambon jantan. Pemeriksaan motilitas spermatozoa dan viabilitas spermatozoa dilakukan di klinik Linawati Banyuwangi. Hasil pada penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel. Parameter penelitian ini adalah motilitas dan viabilitas spermatozoa sapi Rambon. Hasil pemeriksaan motilitas spermatozoa sapi Rambon 83,3±4,1% dan viabilitas spermatozoa sapi Rambon 86,7±2,3%. Kesimpulan dari penelitian menunjukan bahwa motilitas dan viabilitas spermatozoa sapi Rambon baik dan memenuhi syarat semen beku untuk inseminasi buatan.

Isolasi dan Identifikasi Jamur pada Cangkang Telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Gagal Menetas di Pantai Boom Banyuwangi

Praja, Ratih Novita, Yudhana, Aditya, Haditanojo, Wiyanto

Jurnal Medik Veteriner Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Medik Veteriner
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyuwangi sebagai Kabupaten terluas di Jawa Timur memiliki kawasan konservasi dan tempat penangkaran penyu, salah satunya adalah penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) yang sering ditemukan bertelur di kawasan pantai Boom Banyuwangi. Infeksi jamur merupakan salah satu faktor yang menyebabkan telur penyu gagal menetas, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk isolasi dan identifikasi jenis jamur yang terdapat pada cangkang telur penyu Lekang yang gagal menetas. Sampel cangkang telur penyu Lekang dengan kriteria gagal menetas diambil secara acak dari sarang. Isolasi dilakukan di kawasan penangkaran penyu di pantai Boom Banyuwangi dan identifikasi dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Prodi Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga, PSDKU Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan dua jenis jamur yang teridentifikasi, yaitu Fusarium spp. dan Aspergillus spp. dari cangkang telur penyu Lekang yang gagal menetas.

Hidroponik Fodder Jagung sebagai Substitusi Hijauan Pakan Ternak Ditinjau dari Produktivitas Susu Kambing Sapera

Saputro, Amung Logam, Hamid, Iwan Sahrial, Prastiya, Ragil Angga, Purnama, Muhammad Thohawi Elziyad

Jurnal Medik Veteriner Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Medik Veteriner
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik adalah sistem bercocok tanam menggunakan media cair dan nutrisi-nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Keuntungan bercocok tanam dengan hidroponik yakni tanaman tidak merusak tanah, tidak membutuhkan tempat yang luas, tanpa pestisida atau obat hama yang merusak tanah, mempercepat pertumbuhan dan menjaga kualitas tanaman. Penelitian ini menggunakan perbandingan konsentrat dan fodder jagung yakni P1 (100:0), P2 (60:40), P3 (75:25) dan P4 (0:100). Hasil penelitian menunjukan bahwa kuantitas susu pada hari ke-1, ke-2 dan ke-3 menunjukkan P4 berbeda nyata (p<0,05) dengan P1, P2, dan P3. Hal ini menunjukkan penurunan kuantitas susu pada P4 dan kuantitas susu terbanyak pada P1 dan P3. Simpulan penelitian perlakuan pemberian fodder jagung 25% dan konsentrat 75% serta perlakuan konsentrat 100% dapat meningkatkan kuantitas susu kambing Sapera.

Laporan Pertama Spesies Kutu Craspedorrhynchus platystomus dari Elang Ular Bido (Spilornis cheela bido) di Banyuwangi

Yudhana, Aditya, Praja, Ratih Novita

Jurnal Medik Veteriner Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Medik Veteriner
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ectoparasit seperti kutu dapat memainkan peran penyebaran penyakit antar hewan, ini bisa lebih buruk jika ektoparasit bertindak sebagai vektor. Hilangnya mulai dari penurunan berat badan, penurunan produksi, rambut rontok atau bulu, trauma, iritasi, anemia, hingga kematian dan sering terjadi pada hewan liar di hutan. Belum ada penelitian yang menjelaskan sebelumnya tentang infestasi kutu pada elang ular bido (Spilornis cheela bido) di Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan infestasi kutu yang dikumpulkan dari elang ular bido di Banyuwangi. Elang ular bido diperiksa dengan hati-hati untuk mengambil kutu pada permukaan tubuh, hanya satu spesies kutu yang diamati yaitu Craspedorrhynchus platystomus. Spesies lain dari ektoparasit tidak diisolasi dari elang yang terinfestasi selama periode penelitian.

Perbedaan Sarang Alami dengan Semi Alami Mempengaruhi Masa Inkubasi dan Keberhasilan Menetas Telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Pantai Boom Banyuwangi

Samosir, Sabrina Hatoguan, Hernawati, Tatik, Yudhana, Aditya, Haditanojo, Wiyanto

Jurnal Medik Veteriner Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Medik Veteriner
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kondisi lingkungan dalam aspek pH, suhu dan kelembaban antara sarang alami dengan sarang semi alami terhadap presentase daya tetas dan masa inkubasi telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di kawasan Pantai Boom Banyuwangi. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling berupa 20 telur Penyu Lekang yang berasal dari satu induk yang sama. Telur Penyu Lekang yang di inkubasi pada sarang alami dan sarang semi alami masing-masing berjumlah 10 butir. Rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif, dengan melakukan observasi terhadap kondisi lingkungan antara sarang alami dengan semi alami. Uji t independent digunakan untuk membandingkan presentase daya tetas. Analisis dilakukan dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan presentase daya tetas pada sarang alami berbeda sangat nyata dengan sarang semi alami, sedangkan masa inkubasi tidak dapat diambil data. Presentase daya tetas pada sarang alami lebih baik dibandingkan dengan sarang semi alami. Sarang semi alami memiliki pH yang lebih asam dibandingkan pH pada sarang alami. Simpulan penelitian ini terdapat perbedaan kondisi lingkungan pada aspek pH, suhu, dan kelembaban antara sarang alami dan sarang semi alami yang mempengaruhi masa inkubasi dan daya tetas telur Penyu Lekang.