Jurnal Medik Veteriner
Published by Universitas Airlangga
urnal Medik Veteriner (JMV) publishes high quality and novelty papers focusing on Veterinary and Animal Science. The fields of study are anatomy, pathology, basic medicine, veterinary public health, microbiology, veterinary reproduction, parasitology, animal husbandry and animal welfare. Food animals, companion animals, equine medicine, aquatic animal, wild animals, herbal medicine, acupuncture, epidemiology, biomolecular, forensic, laboratory animals and animal models of human infections are considered. Jurnal Medik Veteriner (JMV) published two times a year: April and October.
Articles by issue : Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Medik Veteriner
5
Articles
Identifikasi Limbah Pertanian dan Perkebunan Sebagai Bahan Pakan Inkonvensional Di Banyuwangi

Agustono, Bodhi, Lamid, Mirni, Ma’ruf, Anwar, Purnama, Muhammad Thohawi Elziyad

Jurnal Medik Veteriner Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Medik Veteriner
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data bahan pakan inkonvensional dari limbah pertanian dan perkebunan di Kabupaten Banyuwangi. Pakan merupakan aspek terpenting dalam pengelolaan peternakan. Ketersediaan pakan baik di musim hujan maupun musim kemarau harus tetap ada. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sehingga sampel diambil di Kecamatan Kalibaru, Genteng, Purwoharjo, Songgon, Banyuwangi, Licin, Glagah dan Wongsorejo. Sampel bahan selanjutnya dianalisis proksimat untuk mengetahui kadar serat kasar (SK), protein kasar (PK), lemak kasar (LK), bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) dan kadar abu. Hasil menunjukkan bahwa limbah jerami padi, jerami kedelai, nanas, rumput gajah, alang-alang, rumput lapang, kaliandra, turi dan lamtoro memiliki dominasi kandungan gizi yang bervariasi. Simpulan penelitian bahwa bahan limbah dapat diformulasikan sebagai pakan ternak inkonvensional.

Malnutrisi dapat Menurunkan Frekuensi Libido Mencit Jantan (Mus musculus)

Fadilah, Bintang Cahyo, Khozin, Faris Amsyari, Purnama, Muhammad Thohawi Elziyad

Jurnal Medik Veteriner Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Medik Veteriner
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrisi merupakan suatu kejadian kekurangan sumber nutrisi minimum untuk mencukupi kebutuhan hidup. Salah satu dampak malnutrisi adalah perubahan keseimbangan hormonal tubuh yang mencakup sumber pembentukan hormone steroid yang menunjang organ reproduksi. Malnutrisi selanjutnya dapat menurunkan kualitas seksual yang diawali oleh libido. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh malnutrisi terhadap mental libido mencit jantan. Penelitian menggunakan 20 ekor mencit jantan galur balb/c yang dibagi menjadi P1 mendapat perlakuan control dan P2 mendapat perlakuan malnutrisi selama 24 jam. Penelitian diawali adaptasi selama tujuh hari kemudian perlakuan pada hari kedelapan dan diamati frekuensi libido melalui metode single mating pada hari kesembilan. Frekuensi libido diamati selama 60 menit dengan kriteria mencit jantan menaiki mencit betina. Data dianalisis dengan uji T independen dan didapatkan hasil frekuensi libido pada P2 mengalami penurunan disbanding P1. Simpulan penelitian bahwa malnutrisi selama 24 jam dapat menurunkan frekunsi libido mencit jantan.

Uji Organoleptis, pH, Uji Eber dan Cemaran Bakteri pada Karkas yang Diisolasi dari Kios di Banyuwangi

Fikri, Faisal, Hamid, Iwan Sahrial, Purnama, Muhammad Thohawi Elziyad

Jurnal Medik Veteriner Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Medik Veteriner
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food borne disease merupakan isu bagi dunia kesehatan karena masih belum bisa dikendalikan secara tuntas. Daging merupakan salah satu agen tempat berkembangnya mikroba infeksius, cemaran kimia dan fisik yang memungkinkan timbulnya food poisoning. Penanganan masalah food borne disease melalui penatalaksanaan penyediaan pemotongan melalui Rumah Potong Hewan (RPH) menjadi salah satu kunci untuk mengendalikan bahan pangan. Kualitas daging menjadi prioritas penting dalam menjamin mutu pangan. Penelitian menggunakan kajian cross sectional study dengan metode sampling purposive. Pengujian sampel di wilayah Kecamatan Banyuwangi, Genteng dan Kalibaru menjadi subjek utama dimana terdapat kios daging yang mensuplai kebutuhan konsumen sehingga akan diketahui kualitas daging yang dipotong melalui RPH. Penelitian ini menunjukkan hasil uji organoleptis warna 37% kelainan, bau normal, tekstur konsistensi keras 0,05%, uji pH 50% diatas ambang normal, uji Eber 45% positif mengalami awal kebusukan. Semua sampel daging negative Salmonella spp dan 50% melebihi ambang batas Standart Nasional Indonesia cemaran Escherichia coli.

Isolasi Dan Identifikasi Aspergillus Spp pada Paru-Paru Ayam Kampung Yang Dijual di Pasar Banyuwangi

Praja, Ratih Novita, Yudhana, Aditya

Jurnal Medik Veteriner Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Medik Veteriner
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Aspergillus Spp pada paru-paru ayam kampung. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 paru-paru ayam kampung yang diambil secara acak dari Pasar Banyuwangi yang terletak pada wilayah tengah Kota Banyuwangi, Jawa Timur. Sampel dicuci dengan aquades steril yang berisi antibiotik selanjutnya ditanamkan pada media spesifik Sabouraud’s Dextrose Agar (SDA) kemudian diinkubasikan pada suhu kamar selama 3-7 hari. Pertumbuhan morfologi Aspergillus diamati secara makroskopis. Koloni yang diduga Aspergillus Spp diperiksa secara mikroskopis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Aspergillus Spp dapat diisolasi pada 9 dari 20 sampel paru-paru. Dapat disimpulkan bahwa 45% sampel paru-paru yang diperiksa positif terinfeksi Aspergillus Spp dan 55% bebas dari infeksi Aspergillus Spp.

Prevalensi Parasit Cacing Saluran Pencernaan Pada Kucing Liar di Kota Banyuwangi

Yudhana, Aditya, Praja, Ratih Novita

Jurnal Medik Veteriner Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Medik Veteriner
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka prevalensi kasus infeksi cacing saluran cerna dan mengidentifikasi jenis cacing pada kucing liar di wilayah Kota Banyuwangi. 126 sampel feses kucing yang berasal dari wilayah Kota Banyuwangi dikoleksi dan disimpan dalam larutan formaldehide 10%. Seluruh sampel feses tersebut diperiksa dengan dua metode berbeda yaitu metode natif dan metode pengapungan untuk mengidentifikasi telur cacing yang terdapat pada feses kucing. Pada penelitian ini teridentifikasi tiga genus cacing yang menginfeksi kucing liar di wilayah Kota Banyuwangi yaitu Toxocara, Ancylostoma, dan  Diphyllobothrium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi kasus infeksi cacing saluran cerna pada kucing liar wilayah Kota Banyuwangi masih tinggi, yaitu Toxocara Spp (43,65%), Ancylostoma Spp (3,96%), dan Diphyllobothrium Spp (52,38%). Untuk itu diperlukan program pengendalian yang tepat terhadap kasus infeksi cacing saluran cerna pada kucing liar di wilayah Kota Banyuwangi.