Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Journal of Applied Agricultural Science and Technology aims to publish original research results, reviews and policy papers written by researchers, experts as well as practitioners, in the field of Applied Agricultural Science and Technology. Journal of Applied Agricultural Science and Technology encompasses a broad range of research topics in in the field of Applied Agricultural covering process Science, technology and environmental management. Only the articles consist of novelty and excellent scientific contribution in Applied Agricultural Science and Technology fields can published in Journal of Applied Agricultural Science and Technology.
Articles by issue : Vol 2 No 2 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
7
Articles
‚Äč
Pengembangan Kapasitas petani dan Kelembagaan di Kawasan Pertanian melalui Pendekatan Pengelolaan Pengetahuan (Knowledge Management)

Veronice, Veronice, Helmi, Helmi, Henmaidi, Henmaidi, Arif, Ernita

Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 2 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Journal of Applied Agricultural Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.529 KB)

Abstract

Kegiatan Pengembangan Kapasitas petani kecil dan kelembagaannya merupakan bagian dari proses penyebaran tahapan inovasi, yang membutuhkan sumber daya yang memadai diperlukan untuk dapat menciptakan inovasi. Sumber daya ini dapat berupa teknologi, dukungan keuangan, pemimpin inovatif, termasuk sumber daya manusia dengan kompetensi yang sesuai. Kondisi ini menjadi ide untuk dieksplorasi dalam penelitian ini, "mengapa inovasi yang diberikan belum sepenuhnya diterapkan oleh petani kecil dan apa yang terjadi dengan pengembangan kapasitas petani kecil dan kelembagaan saat ini"?. Dalam hal ini, pendekatan manajemen pengetahuan dapat berperan dalam mendukung dan mempercepat proses inovasi di bidang pertanian Penelitian ini dilakukan melalui tinjauan jurnal terdahulu, data primer dan sekunder serta studi pendahuluan.Data primer diperoleh melalui informan kunci yang terdiri dari petani, penyuluh, pedagang input, pedagang hasil, tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah Data dikumpulkan dari Oktober2015 hingga Juni 2016.Studi pendahuluan ini mengidentifikasi kelompok petani dan kelembagaan penyuluhan di Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Hasil analisis menunjukkan masih banyaknya kelompok petani yang berada pada  kelas kelompok tani  pemula yaitu di Nagari Alahan Panjang (53 persen), nagari Salimpek  (64 persen), nagari  Sungai Nanam (61 persen), dan nagari Aie Dingin (62,5 persen) serta  jumlah  penyuluh yang belum ideal untuk Kecamatan Lembah Gumanti. Berdasarkan temuan di atas, kapasitas petani kecil dan  kelembagaandapat terwujud pada peningkatan usaha dan kehidupan petani di kawasan pertanian melalui pendekatan Manajemen Pengetahuan .

Konsep Rancangan Alat Pengaduk Rendang Portable

Arief, Rudi Kurniawan

Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 2 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Journal of Applied Agricultural Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.453 KB)

Abstract

Rendang adalah salah satu makanan terlezat didunia menurut versi CNN International. Proses pengolahan rendang memakan waktu 3 hingga 5 jam tergantung dari jenis rendang yang dibuat. Proses memasak dan mengolah ini memerlukan waktu, tenaga yang cukup besar. Penelitian ini membuat desain mesin pembuat rendang portable untuk proses pengadukan sehingga akan mempermudah usaha dalam proses memasak rendang. Konsep ini dirancang menggunakan model 3D dengan 3 kaki yang bisa dilipat serta menggunakan motor listrik yang bisa dikontrol.

Rancang Bangun Mesin Pengupas Dan Pencuci Singkong Tipe Horizontal

Womsiwor, Olla Ona Oktarian, Nurmaini, Nurmaini, Zikri, Afdal, Hendra, Hendra, Amrizal, Amrizal, Yudistira, Yudistira, Batubara, Fanny Yuliana

Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 2 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Journal of Applied Agricultural Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.769 KB)

Abstract

Singkong merupakan makanan pokok ketiga setelah padi dan jagung bagi masyarakat indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh sepanjang tahun di daerah tropis dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi berbagai tanah. Pada tahun 2011 produksi singkong di Indonesia mencapai 24.044.025 ton, sedangkan pada tahun 2012 meningkat menjadi 24.177.327 ton. Salah satu olahan pangan yang berasal dari singkong adalah keripik singkong. Keripik adalah jenis makanan yang sudah dikenal masyarakat indonesia, baik yang bersifat tradisonal maupun yang sudah berskala industri. Proses pengolahan singkong dimulai dengan proses pengupasan kulit dari singkong tersebut. Proses ini biasa dilakukan dengan cara tradisional. Cara ini mempunyai kelemahan yaitu: resiko kecelakan kerja yang tinggi, kapasitas yang kecil dan membutuhkan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat mesin pengupas dan pencuci singkong tipe silinder horizontal. Penelitian ini menghasilkan mesin pencuci dan pengupas kulit singkong dengan memiliki spesifikasi dimensi panjang 146 cm, lebar 113 cm dan tinggi 128 cm. Silinder mempunyai panjang 100 cm dan diameter 60 cm. Uji kinerja dan analisa ekonomi mesin memperlihatkan kapasitas sebesar 310 kg/jam, biaya pokok Rp. 45 kg/jam dan BEP (Break Even Point) sebesar 202.710  kg/tahun.

Telaahan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Dalam Pengelolaan Kawasan Daerah Aliran Sungai di Indonesia

Ekawaty, Reni, Yonariza, Yonariza, Ekaputra, Eri Gas, Arbain, Ardinis

Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 2 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Journal of Applied Agricultural Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.999 KB)

Abstract

DAS merupakan kawasan yang khas dan mempunyai fungsi yang sangat penting dalam hidrologi. Sekarang ini kawasan DAS di Indonesia telah mengalami kerusakan. Kerusakan ini telah menimbulkan berbagai bencana seperti longsor, erosi dan banjir. Hal ini umumnya disebabkan oleh terjadinya perubahan penggunaan lahan. Bencana alam serta aktivitas manusia juga telah menimbulkan pencemaran pada air sungai. Dewasa ini hampir sebagian besar sungai-sungai di Indonesia telah mengalami pencemaran, bahkan di pulau Jawa pencemaran sungai sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan. Perubahan penggunaan lahan dan pencemaran sungai telah melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan. Penyebab dari kerusakan ini antara lain disebabkan oleh pertambahan penduduk, kelembagaan, kemiskinan, pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat seperti sandang, pangan dan pemukiman, perkebunan, pertambangan dan partisipasi masyarakat yang sangat rendah dalam melakukan konservasi. Beberapa cara penanggulangan telah dilakukan mulai dari konservasi secara teknis yaitu teras dan guludan, agroforestri, pelibatan masyarakat serta harmonisasi kelembagaan. Namun masih terjadi kerusakan di dalam DAS. Perlu dikaji lebih lanjut akar permasalahan yang sebenarnya sehingga bisa dicari penanggulangan yang tepat.

Kajian Sosiologi Perilaku Konservasi dengan Wanatani Wilayah Semi Arid Khatulistiwa (Studi Kasus: di Kecamatan Amarasi, NTT)

Yanti, Rinda, Ibrahim, Hasan

Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 2 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Journal of Applied Agricultural Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.481 KB)

Abstract

Kecamatan Amarasi, NTT berdasarkan letak garis lintangnya terletak di daerah khatulistiwa beriklim tropis dengan tipologi lahan kering beriklim kering (ekosistem semi arid). Tulisan ini menganalisis pengelolaan wanatani di Amarasi dalam  perilaku konservasi lahan. Secara konvensional kajian sosiologi menjelaskan tentang hubungan antarmanusia, tetapi belum banyak memasukan variabel lingkungan sebagai bahan kajian. Minimnya kajian sosiologi lingkungan mendorong penulis untuk menghadirkan artikel ini. Tujuan penulisan adalah menganalisis aspek sosial, khususnya perilaku konservasi yang mendukung pengelolaan wanatani  berkelanjutan sehingga kesejahteraan petani meningkat dan lingkungan hidup tetap  lestari.  Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif  dan analisis deskriptif berdasarkan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 dari 7 indikator kelembagaan memiliki kategori kurang (85.71%). Hal ini menggambarkan  bahwa  belum optimalnya  dukungan  sosial khususnya aspek kelembagaan menyebabkan pengelolaan wanatani di Amarasi belum berkelanjutan. Perilaku konservasi (Y) secara nyata dipengaruhi oleh frekuensi penyuluhan (X2). Temuan ini mengindikasikan bahwa penyuluhan yang sering dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi masyarakat untuk melakukan konservasi lahan. Sedangkan pengetahuan (X1), dan motivasi (X3) tidak berpengaruh nyata, artinya kedua variabel bebas tersebut aktif jika adanya frekuensi penyuluhan yang intensif tentang wanatani.

Rancang Bangun Alat Panjat Kelapa Portable

Sardino, Sardino, Ilham, Hari Andi, Saputra, Adek, Syahta, Rully, Herdian, Fithra, Jamaluddin, Jamaluddin

Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 2 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Journal of Applied Agricultural Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.502 KB)

Abstract

Pemanjatan kelapa umumnya dilakukan secara tradisional yaitu dengan memanjat pohon kelapa secara langsung tanpa menggunakan alat. Pemanjatan secara langsung mempunyai resiko kecelakaan yang besar, karena tidak adanya pengaman saat memanjat. Untuk mengatasi masalah tersebut dirancang sebuah alat panjat kelapa portable yang aman, nyaman dan mudah dioperasikan karena dilengkapai dengan safety belt. Alat ini bekerja melalui efek jeratan pada pohon kelapa Berdasarkan pengujian yang dilakukan, didapatkan hasil kecepatan pemanjatan dengan alat panjat kelapa portable ini adalah 0.27 meter/detik, kecepatan pemetikan 3 detik/buah dan biaya pokok alat Rp. 8,02 /meter. Dengan alat ini pemanjat lebih bebas menggunakan kedua tangan dalam membersihkan tajuk kelapa dan pemetikannya karena tubuh kita ditopang/ditahan oleh safety belt. Secara umum alat ini efektif digunakan untuk melakukan pemanjatan kelapa.

Analisis Tingkat Produksi dan Tingkat Kelayakan Usaha Tani Tembakau (Nicotiana Tabacum) di Nagari Baruah Gunung Kecamatan Bukit Barisan Kabupaten Limapuluh Kota

Sefrimon, Sefrimon

Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 2 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Journal of Applied Agricultural Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.828 KB)

Abstract

Tembakau merupakan tanaman perkebunan jangka pendek, sehingga petani akan mudah beralih usahatani lain jika harga komoditi ini kurang menguntungkan.  Selain itu persoalan yang dihadapi petani tembakau adalah petani hanya bertindak sebagai price taker  (penerima harga) dalam pemasaran tembakau dan lemahnya konsolidasi kelembagaan yang ada sehingga tidak mampu untuk membantu petani merubah posisinya sebagai price maker (pembuat harga). Kecamatan Bukit Barisan adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki luas 394,85 km2 dan terdiri dari 5 nagari. Kecamatan Bukit Barisan merupakan salah satu sentra produksi tembakau jenis tembakau payakumbuh cukup tinggi yaitu 14,40 ton/ha dibandingkan kecamatan lainnya. Salah satu nagari penghasil tembakau terbesar di kecamatan Bukit Barisan adalah nagari Baruah Gunung. Pengelolaan tembakau rakyat kurang intensif dibandingkan penanganan oleh perkebunan besar swasta atau perkebunan negara.  Teknik budidaya dan teknologi tradisional, input tidak optimal dan sejumlah faktor tidak terkontrol lain seperti iklim, merupakan masalah utama peningkatan produksi tembakau rakyat seperti di nagai tempat penelitian. Produktivitas tembakau rakyat rendah disebabkan ketersediaan benih tidak murni dan manipulasi agronomis bersifat tradisional. Penelitian ini juga menggunakan metode survey, yaitu penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual tentang sosial ekonomi petani. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa: Rata-rata tingkat produksi  tembakau petani sebesar 308,38 kg. Tingkat kelayakan Usahatani tembakau : R/C = 329.705.000/232.381.657 = 1.42. R/C > 1, berarti  usahatani tersebut layak untuk dilanjutkan.