cover
Filter by Year
Articles by issue : Vol 5, No 1 (2013)
6
Articles
‚Äč
PENGARUH TOTAL ASSET TURNOVER DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP NILAI PERUSAHAAN TOBINS Q MELALUI RENTABILITAS EKONOMI PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG LISTING DI BEI PERIODE 2008-2011 TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUAN

Ningsih, Irma Yuliati, Zen, Fadia

Jurnal Kompilasi Ilmu Ekonomi (KOMPILEK) Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8497.856 KB)

Abstract

This research aimed to (1) determine the influence of total asset turnover on firm value of Tobins q and indirectly trough economic profitability, (2) determine the influence of debt-to-equity ratio towards the firm value Tobins Q and indirectly through economic profitability on mining companies during 2008-2011. The type of this study falls under the category of associative causality. The population used in this study is all member of miningcompanies listed in BEI during 2008-2011. Yet, the samples used are 11 mining companies obtained through purposife sampling technique. Meanwhile,the data analysis techniques is done through Path analysis in order to see the direct influence of exogenous variables, total asset turnover (X1) and debt-to-equity ratio (X2) toward edogenous variables that is firms value of Tobins q (Y), and the indirect influence through intervening variabel in form of economic profitability (X3). Futhermore, the result findings of this study state that total asset turnover has no significant effinfluence on Tobins Q firm value and total asset turnover as well as on economic profitabilty. Whereas, the debt-to-equity ratio has no influence on Tobins Q firms value but indirectly influence trough the economic profiyability on mining companies listed in BEI during 2008-2011. Besed on the analys of this study, the researcher suggest that: (1) the investor should keep on considering of the company, (2) for companies which are willing to increase its company value, it is necessary to play attention to other minor factors of the company such as the market condition and investor behavior, (3) for the further researchers should put in anotherv variable into the study both, increasing the number of samples and extending the observation period.Keywords: Total Asset Turnover, Debt to Equity Ratio, Economic Profitability, Firms Value of Tobins Q.

PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK (Studi pada Mahasiswa STIE Negara Blitar Pengguna Kartu Seluler IM3)

Suprajang, Sandi Eka

Jurnal Kompilasi Ilmu Ekonomi (KOMPILEK) Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6241.672 KB)

Abstract

IM3 merupakan salah satu kartu seluler dari indosat yang mempunyai banyak pelanggan. Karena nmemiliki banyak keunggulan dalam hal kinerja, keistimewaan, keandalan, kemampulayanan, dan kesan kualitas. Sebagai besar mehasiswa STIE kesuma Negara Blitar menggunakan kartu seluler IM3. Hal ini sesuai dengan tujuan kartu seluler IM3 yaitu sebuah layanan seluler pra-bayar untuk anak muda indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial, simultan, dan paling dominan kualitas produk kartu seluler IM3 terhadap keputusan pembelian konsumen yaitu mehasiswa STIE kesuma negara Blitar. Variabel yang diangkat dalam penelitian ini yaitu kualitas produk (X) yang terdiri dari kinerja (X1), keistemawaan (X2), keandalan (X3), kemampuan layanan (X4), kesan kualitas (Xs). Sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian (Y). Dalam penelitian ini populasinya adalah mehasiswa STIE kusuma negara Blitar. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara proportional startified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk memiliki prengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen dalam membeli produk, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini juga membuktikan bahwa sub variabel kinerja produk merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi responden mehasiswa STIE kesuma Negara dalam membeli produk kartu seluler IM3.Kata Kunci: Kualitas Produk, Keputusan Pembelian

KEMAMPUAN RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MEMPREDIKSI PERINGKAT OBLIGASI PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI

Ratnasari, Rosita, Sambharakreshna, Yudhanta

Jurnal Kompilasi Ilmu Ekonomi (KOMPILEK) Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7395.801 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan perusahaan yang memperoleh peringkat obligasi investment grade dan non-invesement grade,dan kemampuan rasio keuangan dalam memprediksi peringkat obligasi perusahaan manufaktur di BEI. Sampel penelitian ini yaitu perusahaan yang memiliki obligasi terdaftar pada agen pemeringkat PT PERINDO dan perusahaan tersebut terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008-2010. Variabel yang digunakan adalah debt ratio,current ratio,cash flow adequacy, operating profit margin, total asset turnover. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan Independent Sample t Test dan MDA (Multiple Diskriminan Analysis). Dari Hasil uji Independent sample t Test menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan mengenai kinerja keuangan perusahaan yang memiliki peringkat obligasi Invesment garde non -investment grade ditinjau Cash flow adequacy,Operating Profit Margin, dan Total Asset, Turover, sedengkan Variabel debt ratio, dan current ratio tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil analisis diskriminan dengan kategori investment garde dan non-investment grade menunjukajn bahwa penggunaan model rasio,keuangan memiliki ketepatan/kemampuan sebesar 92,3% dapat memprediksi peringkat obligasi perusahaan manufaktur. Kata Kunci. Obligasi,Investment,kinerja Keuangan

ANALISIS RASIO ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Studi Kasus pada Pemerintah Daerah Kota Blitar)

Muthmainah, Fajriya

Jurnal Kompilasi Ilmu Ekonomi (KOMPILEK) Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6298.948 KB)

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kota Blitar yang diukur dengan menggunakan analisis rasio APBD dan mengetahui posisi kinerja keuangan dengan metode kuadran. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data secara dokumentasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Laporan Keuangan pemerintah daerah Kota Blitar tahun anggaran 2005-2010. Sedangkan analisis rasio keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa rasio kemandirian keuangan daerah, rasio share, rasio efektivitas dan efisien PAD, rasio keserasian, rasio pertumbuhan (growth) dan pemetaan kinerja dengan metode kuadran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata RKKD selama kurun waktu 2005-2010 adalah 12,32% dan cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun, yang berarti ketergantungan pemerintah daerah terhadap bantuan dana ekstern masih tinggi. Rasio share rata-rata adalah 11,01%, namun rasio share cenderung mengalami penurunan, sehingga PAD belum memberikan kontribusi yang optimal terhadap total belanja. Kemampuan pemerintah daerah dalam merealisasikan PAD sudah bisa dikatakan efektif, karena rasio efektivitas rata-rata 111,27%. Secara umum upaya pemerintah daerah dalam menggali PAD secara efisien telah berhasil, karena selama kurun waktu 2005-2010 pada tahun 2007, 2008, 2009 dan 2010 rasio yang dicapai kurang dari 100% atau 1. Pada tahun 2005-2006 pemerintah daerah Kota Blitar lebih memprioritaskan alokasi belanjanya pada belanja pelayanan publik/belanja modal, sedangkan pada tahun-tahun setelah itu prioritas alokasi belanja pemerintah adalah pada belanja aparatur/belanja operasi. Tingkat pertumbuhan PAD rata-rata selama kurun waktu 2005-2010 adalah sebesar 14,68%, namun secara umum kenaikan realisasi PAD belum seimbang dengan pertambahan belanjanya. Peta kinerja keuangan pemerintah daerah Kota Blitar selama kurun waktu 2005-2010 masih berfluktuasi. Posisi kinerja pada kuadran IV terjadi pada tahun 2007 dan 2009. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan pemerintah daerah Kota Blitar belum dapat dikatakan baik.Kata Kunci : Rasio APBD, Kinerja Keuangan

ANALISIS SEBELUM DAN SESUDAH PERATURAN MENTERI KEUANGAN RI NO.43/PMK.010/2012 TERHADAP UANG MUKA, PENCAIRAN DAN PENJUALAN KENDARAAN BERMOTOR PADA PERUSAHAAN PEMBIAYAAN (Studi Kasus Pada PT. Sasana Artha Finance Cabang Blitar)

Sularso, Djoko

Jurnal Kompilasi Ilmu Ekonomi (KOMPILEK) Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5963.08 KB)

Abstract

Faktor eksternal yang sekarang sedang mempengaruhi PT. Sasana Artha Finance Cabang Blitar adalah Peraturan Menteri Keuangan RI Tentang Uang Muka Pembiayaan Konsumen Untuk Kendaraan Bermotor, khususnya dampak bagi penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui perbedaan uang muka, pencairan dan penjualan sepeda motor sebelum dan sesudah Peraturan Menteri Keuangan RI No. 43/PMK.010/ 2012 tentang uang muka pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor pada perusahaan pembiayaan. Setelah melalui uji normalitas dengan skewness dan kurtosis, berikutnya adalah analisa Crosstab atau tabulasi silang, teknik analisis data dalam penelitian ini adalah crosstab, yaitu analisis stastik dengan mambandingkan dua variabel untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan antara sebelum dan sesudah diberikan suatu aksi pada obyek penelitian. Diketahui bahwa hasilnya adalah t-hitung > -t-tabel (-1,020>-2,201), maka Ho diterima. Tingkat signifikansi 0,330>0,05 maka Ho diterima. Jadi kesimpulannya adalah: tidak terdapat perbedaan uang muka sepeda motor sebelum dan sesudah Peraturan Menteri Keuangan RI No. 43/PMK.010/ 2012 tentang uang muka pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor pada perusahaan pembiayaan. Diketahui bahwa t-hitung<-t-tabel (-2,920<-2,201), maka Ha diterima. Tingkat signifikansi 0,014<0,05 maka Ha diterima. Jadi kesimpulannya adalah: Terdapat perbedaan yang signifikan pencairan sepeda motor kepada dealer sebelum dan sesudah Peraturan Menteri Keuangan RI No. 43/PMK.010/ 2012 tentang uang muka pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor pada perusahaan pembiayaan. Diketahui bahwa t-hitung>-t-tabel (-2,035>-2,201), maka Ha ditolak dan Ho diterima. Tingkat signifikansi 0,067>0,05 ditolak dan Ho diterima. Jadi kesimpulannya adalah: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan penjualan sepeda motor sebelum dan sesudah Peraturan Menteri Keuangan RI No. 43/PMK.010/ 2012 tentang uang muka pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor pada perusahaan pembiayaan. Saran bagi penelitian berikut adalah untuk dapat memasukkan variabel lain seperti misalnya pengaruhnya terdapat kredit macet atau pada tingkat manajemen piutang, sehingga akan lebih banyak memberikan nuansa yang berguna bagi perusahaan.Kata Kunci : Uang muka, pencairan, penjualan

PENGARUH STOCK SPLIT, EARNING PER SHARE, DAN DIVIDEN PER SHARE TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di BEI)

Murnisari, Retno

Jurnal Kompilasi Ilmu Ekonomi (KOMPILEK) Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4554.334 KB)

Abstract

Di dalam Laporan Keuangan banyak sekali informasi yang bisa dianalisis, dicermati untuk suatu pengambilan beberapa keputusan. Keputusan yang diambil sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya Stock Split, Earning per Share, dividen per saham dan semua di kaitkan dengan perubahan harga saham yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial, simultan, dan paling dominan dampak implikasi nya terhadap potensi berubahnya harga saham. Variabel yang diangkat dalam penelitian ini yaitu Stock Split (X) yang terdiri dari kinerja Earning per share (X2), Dividen per share (X3) dan Perubahan harga saham (Y). Dalam penelitian ini populasinya adalah perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Proportional Startified Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stock Split, Earning per share, Dividen per share, memiliki pengaruh yang positif terhadap perubahan harga saham. Hal ini memiliki implikasi bahwa jika ada perusahaan yang melakukan pemecahan saham nya, maka perlu di waspadai pula pergerakan perubahan harga saham nya.Kata Kunci: Stock Split, Earning per Share, Dividen per Share, Harga Saham.