cover
Filter by Year
Articles by issue : Vol 2, No 2 (2010)
6
Articles
‚Äč
PENGARUH PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP POLA KONSUMSI MASYARAKAT DI KECAMATAN KEPANJENKIDUL KOTA BLITAR

Sunandes, Aris

Jurnal Kompilasi Ilmu Ekonomi (KOMPILEK) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family consumption is one of the economic activities of families to meet the various needs of goods and services. This research was conducted to determine the variables income, education, occupation and family size on consumption patterns in the District of Blitar. The method used in this study multiple regression analysis with validity and reliability test data and test the assumptions of classical statistics and hypothesis testing of the F test and t test by comparing the results of calculations with statistical tables. The results of the study proved there is an influence relationship between socio-economic conditions of families, including income, education, occupation and family size simultaneously on consumption patterns in the District of Blitar. In Partial turns out there is an influence relationship between socio-economic conditions of families that include income, occupation and family size are partial to the consumption patterns in the District of Blitar. While education does not significantly influence the consumption patterns in the District of Blitar. Socioeconomic factors influence a familys most dominant effect on consumption patterns in the District of Blitar is family size. With more families or large, hence its need for basic things just to be increasing, household size may indicate of household expenses.Keyword : Family Income, consumption pattrern

DINAMIKA PERKEMBANGAN EKONOMI GLOBAL DAN TUNTUTAN KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA

-, Pudjihardjo

Jurnal Kompilasi Ilmu Ekonomi (KOMPILEK) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekonomi global pada saat ini mengalami kemajuan yang cukup pesat, yang mengakibatkan persaingan semakin ketat. Tajamnya persaingan diberbagai aspek kehidupan menuntut peningkatan kemampuan daya saing, khususnya bagi bangsa bangsa di negara sedang berkembang yang pada umumnya kemampuan daya saingnya masih lemah khususnya pada bidang kualitas sumber daya manusia.Kata Kunci: pertumbuhan ekonomi, daya saing ekonomi, sumber daya manusia

PERANCANGAN SISTEM LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENGENDALIKAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH YANG EFEKTIF

Putra, Iwan Setya

Jurnal Kompilasi Ilmu Ekonomi (KOMPILEK) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.063 KB)

Abstract

Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat utama untuk dapat mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-citanya. Dalam rangka itu, diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan nyata sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat dilakukan secara berdayaguna dan berhasilguna. Perlunya sistem pertanggungjawaban daerah atas segala proses tindakan-tindakan yang dibuat dalam rangka tata tertib menuju instrumen akuntabilitas daerah. Inilah bagian terpenting untuk ditata, yang pada akhirnya menjadi instrumen good governance. Selama ini pengukuran keberhasilan maupun kegagalan dari instansi pemerintah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sulit untuk dilakukan secara obyektif. Pengukuran kinerja suatu instansi hanya lebih ditekankan kepada kemampuan instansi tersebut dalam menyerap anggaran. Suatu instansi dikatakan berhasil melaksanakan tugas pokok dan fungsinya apabila dapat menyerap seratus persen anggaran pemerintah, walaupun hasil maupun dampak dari pelaksanaan program tersebut masih jauh di bawah standar. Untuk dapat mengetahui tingkat keberhasilan suatu instansi pemerintah, maka seluruh aktivitas instansi tersebut harus dapat diukur, dan pengukuran tersebut tidak semata-mata kepada input (masukan) dari program akan tetapi lebih ditekankan kepada keluaran, proses, manfaat dan dampak. Sistem pengukuran kinerja yang merupakan elemen pokok dari laporan akuntabilitas instansi pemerintah akan mengubah paradigma pengukuran keberhasilan. Melalui pengukuran kinerja, keberhasilan suatu instansi pemerintah akan lebih dilihat dari kemampuan instansi tersebut, berdasarkan sumber daya yang dikelolanya sesuai dengan rencana yang telah disusun. Pengukuran Kinerja ini diwujudkan dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).Kata Kunci : efektifitas, laporan keuangan daerah, sistem informasi manajemen, LAKIP

ANALISA PENERAPAN PENGGUNAAN METODE PENYUSUTAN AKTIVA TETAP TERHADAP LAPORAN KEUANGAN

Sunrowiyati, Siti

Jurnal Kompilasi Ilmu Ekonomi (KOMPILEK) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penyusutan yang dipakai oleh suatu perusahaan sangat berpengaruh terhadap laporan keuangan,baik itu dalam Laporan Laba Rugi maupun Neraca. Metode yang dipakai berbeda akan menghasilkan laba rugi yang berbeda dan posisi keuangan yang berbeda pula. Seringkali perusahaan belum menerapkan penilaian aktiva tetap dengan benar, karena masih belum mengertinya cara-cara penyusutan dan metode-metode yang dipakai. Seperti yang terjadi pada UD Sumber Alam Blitar yang belum menerapkan penyusutan aktiva tetap, sehingga akibatnya laporan keuangannya tidak menunjukkan yang sebenarnya. Untuk itu penulis memberikan masukan tentang penerapan penggunaan metode penyusutan aktiva tetap terhadap laporan keuangan Sumber Alam Blitar dengan menggunakan metode metode antara lain: Metode Garis Lurus, dan Metode Jumlah Hasil Produksi. Dari hasil pengamatan dan perhitungan data dapat disimpulkan bahwa Perusahaan Sumber Alam Blitar mengalami peningkatan, hal ini dilihat dari: Modal bertambah besar, dilihat dari tahun yang mengalami peningkatan dan Laba UD Sumber Alam meningkat, dilihat dari laporan rugi laba yang makin besar. Sebagai langkah terakhir maka penulis memberikan kesimpulan bahwa penggunaan metode penyusutan aktiva tetap sangat penting bagi kelancaran suatu usaha dan agar tidak mengalami kesulitan keuangan maka laporan keuangan diperhatikan dan diawasi dengan baik.Kata kunci : Metode penyusutan, aktiva tetap, laporan keuangan

LAPORAN DAN ANALISIS RASIO KEUANGAN

Asprino, Tedy

Jurnal Kompilasi Ilmu Ekonomi (KOMPILEK) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.301 KB)

Abstract

Ciri keuangan perusahaan adalah penggunaan laporan keuangan yang disusun berdasarkan prinsipprinsip akuntansi. Seringkali manajemen perlu memahami kondisi keuangan suatu perusahan sebelum mengambil keputusan-keputusan penting yang akan berpengaruh terhadap kondisi perusahaan di masa yang akan datang.Neraca adalah laporan keuangan yang melaporkan jumlah kekayaan, kewajiban keuangan, dan modal perusahaan pada waktu tertentu. Jumlah kekayaan disajikan pada sisi aktiva, sedangkan jumlah kewajiban dan modal disajikan pada sisi pasiva. Adapun Laporan rugi laba menunjukkan pendapatan dari penjualan, berbagai biaya, dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu. Dengan demikian maka laporan rugi laba menunjukkan laporan selama suatu periode waktu.Pada laporan keungan yang sebenarnya tentu sangat banyak rekening yang dicantumkan di dalamnya. Karena itu seringkali disederhanakan. Penyederhanaan pertama dilakukan dengan menggunakan metode teknik common size, sedangkan yang kedua dilakukan dengan analisis indeks.Analisis commons size merubah angka-angka yang ada dalam neraca dan laporan rugi laba menjadi presentase berdasarkan dasar tertentu. Analisis indeks merubah semua angka dalam laporan keuangan pada tahun dasar menjadi 100.Salah satu cara melakukan analisa keuangan adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan, maka diperlukan perhitungan rasio-rasio keuangan yang mencerminkan aspek-aspek tertentu. Rasio-rasio keuangan dihitung berdasarkan atas angka-angka yang ada dalam neraca, laporan rugi laba atau kombinasi dari keduanya. Secara keseluruhan aspek-aspek yang dinilai biasanya diklasifikasi menjadi aspek leverage, aspek likuiditas, aspek profitabilitas atau efisiensi, dan rasio-rasio nilai pasar.Pada umumnya digunakan dua cara untuk menafsir rasio-rasio keuangan. Dengan menggunakan asumsi bahwa metode akuntansi yang dipergunakan oleh perusahaan konsisten dari waktu ke waktu, dan sama dengan yang dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan lain. Jika ada perbedaaan maka perlu dilakukan penyesuaian dengan standar/metode yang berlaku umum.Rasio-rasio keuangan yang dihitung bisa ditafsirkan dengan membandingkan rasio-rasio keuangan perusahaan di masa yang lalu, dan membandingkan dengan rasio-rasio keuangan perusahaan-perusahaan lain dalam satu industri.Kata Kunci: laporan keuangan, neraca, laporan rugi laba

PENGARUH KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN (Studi pada Pasien Rawat Inap BPK RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar)

Suprajang, Sandi Eka

Jurnal Kompilasi Ilmu Ekonomi (KOMPILEK) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor jasa dewasa ini telah mengalami peningkatan yang dramatis dibandingkan dengan dekade sebelumnya. Perusahaan jasa perlu memahami ketentuan penting yang harus dipatuhinya supaya bisa melayani jasa sesuai pengharapan pelanggan, dengan mengidentifikasikan kegagalan pelayanan jasa yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien, serta untuk mengetahui variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan pasien. Variabel yang diangkat dalam penelitian ini adalah variabel bebas dimensi kualitas pelayanan yang meliputi bukti langsung (X1), keandalan (X2), daya tanggap (X3), jaminan (X4), dan empati (X5) serta variabel terikat yaitu kepuasan pasien (Y). Untuk mengetahui kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien dengan cara menggali informasi dari para konsumen atau pengguna jasa melalui pengisian angket atau kuesioner dan pertanyaan terbuka. Penelitian ini bersifat deskriptif korelasional. Populasi sebanyak 116 pasien yang terdiri dari ruangan anggrek terdapat 6 pasien, cempaka 24 pasien, bougenville 15 pasien, dahlia 14 pasien, melati 18 pasien, nusa indah 26 pasien, dan mawar 13 pasien. Sampel sebanyak 93 orang. Sedangkan teknik pengambilan sampel dilakukan secara Proportional Startified Random Sampling. Analisis hasil penelitian yang dipakai analisis regresi berganda dengan uji hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positip. Berdasarkan hubungan yang terjadi maka: (1) nilai a1 = 0,462; nilai t = 2,753 dan nilai signifikansi t = 0,007 SE = 28,8% membuktikan bahwa pengaruh variabel bebas X1 (bukti langsung) terhadap variabel terikat Y (kepuasan pasien) signifikan atau dapat dipercaya , (2) nilai a2 = 0,135; nilai t = 2,188 dan nilai signifikansi t = 0,031 SE = 12% membuktikan bahwa pengaruh variabel bebas X2 (keandalan) terhadap variabel terikat Y (kepuasan pasien) signifikan atau dapat dipercaya, (3) nilai a3 = 0,448; nilai t = 2,354 dan nilai signifikansi t = 0,021 SE = 37,6% membuktikan bahwa pengaruh variabel bebas X3 (daya tanggap) terhadap variabel terikat Y (kepuasan pasien) signifikan atau dapat dipercaya, (4) nilai a4 = 0,666; nilai t = 2,162 dan nilai signifikansi t = 0,033 SE = 36,6% membuktikan bahwa pengaruh variabel bebas X4 (jaminan) terhadap variabel terikat Y (kepuasan pasien) signifikan atau dapat dipercaya, (5) nilai a5 = 0,829; nilai t = 4,248 dan nilai signifikansi t = 0,000 SE = 46,2% membuktikan bahwa pengaruh variabel bebas X5 (empati) terhadap variabel terikat Y (kepuasan pasien) signifikan atau dapat dipercaya.Kata kunci: kualitas layanan, kepuasan pasien