cover
Filter by Year
Jurnal Dedikasi Masyarakat
Articles by issue : Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Dedikasi Masyarakat
7
Articles
UPAYA PENDAMPINGAN WANITA TANI DALAM PENGEMBANGAN PRODUK KUNYIT ORGANIK DI KECAMATAN BACUKIKI KOTA PAREPARE

Akib, Muh. Akhsan ( Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Haniarti, Haniarti ( Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Nurjannah, Desi ( Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

Jurnal Dedikasi Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Dedikasi Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dan target yang dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skim Ipteks bagi Masyarakat (IbM) adalah (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mitra dalam melakukan kegiatan usaha tani kunyit, (2) Menyediakan alat pengemas dan kemasan produk yang lebih baik (3) Menyediakan produk bubuk kunyit yang telah dikemas dalam kemasan yang baik dan menarik serta mempunyai merek produk yang menjadi ciri khas desa Ceddie, (4) Menjalin kerjasama antara mitra dengan pihak TOSERBA dalam sistem manajemen pemasaran produk dan (5) Membentuk kelompok usaha tani kunyit yang mempunyai sistem manajemen yang baik. Metode pendekatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan dan target adalah metode pendekatan perorangan yang dijabarkan dalam: (1) Metode demontrasi/praktikum, (2) Metode partisipasi, (3) Metode anjangsana, dan (4) Metode kekeluargaan. Hasil yang telah diperoleh antara lain (1) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani mitra dalam melakukan kegiatan usaha tani kunyit melalui kegiatan penyuluhan dengan melibatkan penyuluh dari dinas ketahanan pangan dan penyuluhan dan melakukan ancangsana ke pasar-pasar modern, membuka wawasan mitra untuk berwira usaha dengan produk yang berbeda, (2)Tersediaya alat pengemas yang praktis dan efisien, (3) Tersedianya produk bubuk kunyit yang telah dikemas dalam kemasan plastik dengan ketebalan 0.06 mm dan memiliki merek “Kunyit Organik Instant ‘ASHLIYYUN” dalam berbagai ukuran yang disertai P-IRT No. 2.12.7372.01.0090-22 dari Pemerintah Kota Parepare Dinas Kesehatan, (4) Terjalinnya kerjasama pemasaran dengan berbagai TOSERBA dengan sistem titip jual, (5) Terbentuknya kelompok wanita tani Ar-Rahman dan Ar-Rahim Desa Ceddie.

INOVASI KEAKSARAAN UNTUK PEMBERDAYAAN DAN PEMBERANTASAN BUTA AKSARA DI KABUPATEN ENREKANG

Patahuddin, Patahuddin ( Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Syawal, Syawal ( Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Arham, Arham ( Universitas Muhammadiyah Parepare )

Jurnal Dedikasi Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Dedikasi Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan program Inovasi Keaksaraan untuk Pemberdayaan dan Pemberantasan Buta Aksara dilaksanakan untuk: a. Mencapai target percepatan penuntasan buta aksara sesuai target Inpres Nomor 5 tahun 2006, sehingga proporsi penduduk buta aksara berusia 15 tahun ke atas adalah paling banyak 5 persen. b. Meningkatkan perluasan akses pendidikan keaksaraan (tingkat dasar) bagi penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan, sehingga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraannya. c. Memberikan penguatan keaksaraan bagi sasaran program pendidikan keaksaraan. d. Meningkatkan indeks pembangunan  manusia Indonesia secara nasional, melalui peningkatan angka melek aksara penduduk di setiap kabupaten/kota. e. Meningkatkan motivasi dan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program pendidikan keaksaraan dengan mengembangkan inovasi keaksaraan sesuai potensi dan karakteristik daerah setempat. Hasil yang didapatkan dalam pelaksanaan program ini adalah: (1) Tercapainya target percepatan penuntasan buta aksara sesuai dengan  target Inpres Nomor 5 tahun 2006 melalui dukungan perguruan tinggi dan lembaga/organisasi mitra; (2) Meningkatnya akses pelayanan program pendidikan keaksaraan bagi penduduk buta aksara usia 15 tahun ke atas khususnya bagi perempuan, sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraannya; (3) Menguatnya keberaksaraan penduduk melalui penyelenggaraan program pendidikan keaksaraan; (4) Meningkatnya angka melek aksara penduduk di Kabupaten Enrekang, sehingga menyumbang peningkatan indeks pembangunan manusia Indonesia; dan (5) Meningkatnya motivasi dan komitmen lembaga/organisasi penyelenggara di Kabupaten Enrekang untuk mendukung program pendidikan keaksaraan, dan berkembangnya layanan program berupa inovasi keaksaraan sesuai potensi dan karakteristik daerah.

PENGOLAHAN SAYUR BAYAM MENJADI ES KRIM: PENGEMBANGAN KREATIVITAS MASYARAKAT DESA

Antong, Antong ( STIE Muhammadiyah Palopo ) , Maharani, Astrina ( STIE Muhammadiyah Palopo )

Jurnal Dedikasi Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Dedikasi Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan program ini adalah mengolah sayur bayam menjadi es krim sekaligus membina petani sayur bayam dan masyarakat agar lebih inovatif dan kreatif dalam memberikan nilai tambah hasil pertanian mereka yang melimpah dan mudah didapatkan sehingga lebih berdaya guna dan bernilai ekonomis. Pembuatan es krim sebenarnya sederhana saja, yakni mencampurkan bahan-bahan dan kemudian mendinginkan. Es krim yang biasanya terdapat di pasaran biasanya terbuat atau berbahan dasar susu cair. Metode yang digunakan dalam program ini yakni dengan melakukan penyuluhan sekaligus pelatihan kepada masyarakat setempat tentang pengolahan sayur bayam menjadi sebuah produk yang lebih menarik dan berniali ekonomis yaitu es krim bayam yang selanjutnya akan dipasarkan oleh BUMDes sebagai lembaga bisnis kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan dukungan dari pemerintah setempat serta mahasiswa STIE Muhammadiyah Palopo. Selain itu masyarakat Desa Burau, Kecamatan Burau khususnya para petani serta kelompok kelompok masyarakat sekitarnya diberdayakan dalam kegiatan ini. Hingga saat ini program pelatihan kepada masyarakat mengenai pembuatan es krim bayam telah dilakukan, selain itu pengetahuan mengenai pemasaran dan perhitungan harga pokok juga diberikan kepada masyarakat. Monitoring terhadap kegiatan masih akan terus dilakukan sebagai rencana tahapan selanjutnya.

IbM PENGUASAAN PRACTICAL ENGLISH DENGAN MEMFASILITASI “A SELF STUDY BOOK OF ENGLISH DAILY CONVERSATIONS AND WORDS” KEPADA SISWA-SISWI DI KELURAHAN LAPADDE KOTA PAREPARE

Maming, Khadijah ( Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas MUhammadiyah Parepare ) , Maryam, St. ( Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Parepare )

Jurnal Dedikasi Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Dedikasi Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti berfokus pada kosakata dan kemampuan berbicara sebagai salah satu komponen bahasa yang sangat penting dan merupakan pendukung untuk menguasai skill berbahasa lainnya. Hal tersebut juga yang menjadi permasalahan bagi kedua mitra IbM, dimana siswa-siswi memiliki kemampuan yang rendah dalam hal perbendaharaan kata-kata dan kemampuan berbicara. Olehnya itu, siswa-siswi tingkat sekolah dasar sampai menengah harus dapat menguasai Practical English, dalam hal ini pengembangan kosakata dan kemampuan berbicara. Kemampuan untuk bisa fasih bercakap-cakap dalam bahasa Inggris yaitu bahwa itu perlu dilatih setiap hari. Untuk dapat aktif dan lancar dalam berbicara bahasa Inggris, pembelajar tidak boleh hanya mengandalkan buku-buku ataupun bentuk-bentuk tertulis semata. Oleh sebab itu, pembelajar harus mengetahui banyak kumpulan kosakata yang memadai dan konteks bahasa serta yang terutama penggunaannya. Peneliti memfasilitasi sebuah materi-materi dasar bahasa Inggris yang sifatnya materi tambahan berupa materi petunjuk “Self Study Book of Daily Conversation and Words”. Mereka difasilitasi teks-teks bacaan yang sederhana dengan judul yang bervariasi kemudian siswa-siswi diminta untuk membaca dan menterjemahkan dengan bantuan kamus bahasa Inggris serta daftar kosakata yang kemudian dihapal sekitar 10-20 kata perhari. Selian itu, disiapkan juga topik-topik percakapan beserta contoh-contoh ungkapan yang menarik serta mudah dikomunikasikan. Dengan dasar kosakata dan ungkapan bahasa Inggris yang diketahui, mereka mengaplikasikannya dalam bentuk praktek berkomunikasi. Hasil kegiatan ini siswa mampu membedakan jenis-jenis kata yaitu kata benda, kata sifat, kata kerja, kata keterangan, kata ganti diri, kata depan, dan beberapa kata tambahan (addition). Perbendaharaan kosakata mereka juga meningkat secara perlahan-lahan, dalam hal ini mereka mampu mengingat kata-kata Bahasa Inggris sebagaimana yang tertera pada Self Guide Book tersebut. Selanjutnya, pada aspek kemampuan berbicara, mereka sudah mampu memanfaatkan kata-kata dan kalimat-kalimat dasar yang mereka telah pahami dan hapal yang kemudian mereka gunakan dalam bercakap-cakap dan berinteraksi dengan teman-temannya. Ditambah juga aspek mental, yaitu keberanian dan kepercayaan diri mereka meningkat khusunya dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

PEMBERDAYAAN PETANI DALAM PENGGUNAAN AGENS HAYATI UNTUK PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT SAYUR DI KAB. ENREKANG

Syatrawati, Syatrawati ( Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Inderiati, Sitti ( Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

Jurnal Dedikasi Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Dedikasi Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan agens hayati sangat memungkinkan untuk diterapkan bagi petani sayur dataran tinggi karena mikroba antagonis mudah dikembangkan dengan media dari limbah pertanian, mudah diaplikasikan, dan biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan pestisida sintetik. Melalui program pemberdayaan masyarakat ini akan mengedukasi petani tentang pengembangan agens hayati dalam skala petani untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi petani sayur yang mandiri dalam pengendalian hama penyakit tanaman, meningkatkan keterampilan petani dalam produksi agens hayati, menerapkan teknologi produksi dan aplikasi agens hayati skala petani di pertanaman sayur. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah Penyuluhan, Pelatihan, Demonstrasi Pendampingan dan pembinaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani sangat antusias belajar dan mempraktekan cara produksi dan aplikasi agens hayati dipertanaman sayuran. Petani telah dapat memperbanyak agens hayati dengan media kompos kemudian diaplikasikan langsung ke pertanaman.

PEMBINAAN LIFE SKILL ANAK MUDA PUTUS SEKOLAH

Nasrullah, Nasrullah ( Universitias Muhammadiyah Parepare ) , Fatimah, Fatimah ( Universitas Muhammadiyah Parepare )

Jurnal Dedikasi Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Dedikasi Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia sesuai dengan maklumat UUD 1945. Pemerintah juga telah melakukan berbagai terobosan untuk para puta-putri bangsa Indonesia yang ingin terus untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi melalui pembinaan beasiswa berprestasi dan sekolah gratis, mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertama bahkan sampai ke Perguruan tinggi. Namun, tidak semua anak muda memiliki minat yang begitu tinggi dalam melanjutkan pendidikannya demi masa depan, beberapa dari mereka justru memililih untuk berhenti dan mencari kerja demi melanjutkan hidup dan membiayai keluarga. Fenomena seperti ini terjadi pada beberapa anak muda yang masih produktif di Dusun Rante Limbong Desa Buntu Barana Kabupaten Enrekang. Mereka memilih untuk tidak melanjutkan sekolah dan memilih untuk tinggal bertani dan melakukan kerja-kerja lainnya. Lucky Ceria 23 Motor Rante Limbong merupakan salah satu bengkel yang bekerjasama untuk membina para anak muda tersebut agar memiliki keterampilan. Bengkel ini berperan sebagai mentor yang membekali mereka dengan keterampilan menganalisis permasalahan pada motor dan melakukan perbaikan sesuai dengan tingkat kerusakannya. Pada pelatihan tersebut, para anak muda terlebih dahulu diberikan pembekalan dan pengetahuan awal tentang motor dan berbagai permasalahannya. Setelah itu, mereka langsung terjun ke praktik dan didampingi oleh para tentor yang telah professional dibidangnya. Setelah 3 bulan pelatihan, anak muda putus sekolah tersebut sudah mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan mereka sudah mampu berpenghasilan melalui kegiatan tersebut.

MANAJEMEN PENGELOLAAN TERNAK KAMBING DI DESA BATU MILA SEBAGAI PENDAPATAN TAMBAHAN PETANI LAHAN KERING

Suherman, Suherman, Kurniawan, Edi ( Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

Jurnal Dedikasi Masyarakat Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Dedikasi Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan program kegiatan pengabdian secara umum telah memberikan hasil melalui implementasi teknologi manajemen kandang dan pengelolaan limbah ternak berupa feses. Metode yang digunakan sebagai solusi permasalahan mitra adalah dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan.Pola manajemen kandang yang dilakukan adalah sistem panggung baterai. Dimana setiap baterai diisi satu ekor ternak. Pakan hijauan cenderung diberikan adalah daun gamal, meskipun gamal memiliki kandungan nutrisi baik, namun masih terdapat beberapa hijauan yang tersedia dan cukup baik diberikan pada ternak kambing, salah satunya adalah daun jati putih yang cukup tersedia di lokasi mitra.Untuk pengembangan usaha ternak yang lebih baik dibutuhkan setidaknya 1 ekor pejantan untuk merangsang peningkatan siklus masa birahi ternak. Pengolahan limbah ternak kambing berupa feses lebih berpotensi untuk dijadikan sumber penghasilan. Feses kambing tersedia dan tidak dimanfaatkan oleh mitra dengan baik. Penggunaan feses tanpa adanya pengolahan (fermentasi) dapat merugikan tanaman karena kandungan amoniak dan tekstur feses yang dapat berpengaruh ke tanaman.