cover
Filter by Year
JURNAL GALUNG TROPIKA
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Articles by issue : Vol 6, No 3 (2017)
9
Articles
INFEKSI PARASIT ANISAKIS PADA IKAN TUNA DAN CAKALANG DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR

Yani, Fitri Indah ( Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Susaniati, Warda ( Prodi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu-ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Gorontalo )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.962 KB)

Abstract

Anisakis spp. merupakan endoparasit yang bersifat zoonosis (penyakit pada ikan yang dapat ditularkan ke manusia). Infeksi pada manusia bersifat insidental, berdampak terhadap kesehatan manusia dan menyebabkan beberapa gejala seperti nyeri perut, mual, muntah dan reaksi alergi. Peningkatan produksi perikanan tangkap terutama ikan tuna dan cakalang memerlukan informasi mengenai food safety (keamanan pangan) ikan-ikan tersebut, metode pengolahan, dan orientasi ekspor. Hal inilah menjadi dasar dilakukan penelitian kajian prevalensi parasit Anisakis pada ikan tuna dan cakalang di Selat Makassar guna menunjang keberhasilan dunia perikanan baik dalam bidang penangkapan maupun budidaya tahun 2020 mendatang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis mikrohabitat parasit Anisakis dalam tubuh ikan (usus, hati, otot, dan jantung) pada ikan tuna dan cakalang di Selat Makassar. Pengambilan sampel dilakukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kasiwa Mamuju dan dianalisis di Laboratorium Parasit SKIPM Mamuju-Sulawesi Barat. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa jenis parasit Anisakis spp. yang menginfeksi ikan Cakalang dan ikan Tuna tergolong dalam Anisakis tipe I yang ditandai dengan adanya boring tooth pada bagian ujung anterior dan mucron pada bagian ujung posterior.

KONTRIBUSI PENERAPAN SISTEM TANAM LEGOWO TERHADAP PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI DI KECAMATAN TANETE RIATTANG KABUPATEN BONE

Darwis, Khaeriyah ( Fakultas pertanian universitas muhammadiyah makassar ) , Rahmawati, Rahmawati ( Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.408 KB)

Abstract

Teknologi jajar legowo 2:1 adalah teknik rekayasa tanam antar rumpun dan antar barisan. Teknik ini menyebabkan pemadatan rumpun padi dalam barisan dan melebar antar jarak barisan. Rumpun padi pada barisan pinggir memperoleh manfaat sebagai tanaman pinggir. Kabupaten Bone adalah salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki potensi lahan sawah yang luas. Kecamatan Tanete Riattang adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bone dengan luas panen 2.089 Ha dan luas produksi sebesar 13.258 Ha dengan Indeks Pertanaman (IP) mencapai 200-300. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Ta’, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. Jumlah sampel sebanyak 30 orang petani yang terdiri dari 15 orang petani sistem tanam legowo dan 15 orang petani sistem tanam non legowo. Untuk mengetahui tingkat keuntungan menggunakan teknologi jajar legowo digunakan analisis pendapatan, analisis R/C ratio, dan analisis komparatif. Rata-rata produktivitas lahan untuk sistem tanam jajar legowo 1.436 ton/ha dengan total rata-rata pendapatan petani sebesar Rp 3.366.885,-. Rata-rata produktivitas untuk tanam non jajar legowo 0,566 ton/ha dengan total rata-rata pendapatan petani sebesar Rp 2.726.759,-. Nilai R/C ratio sebesar 2.61, yang berarti bahwa usahatani dengan pola tanam jajar legowo layak untuk diusahakan.

POLA DISTRIBUSI DAN MARGIN PEMASARAN BAWANG MERAH DI KOTA PAREPARE

Mayasari, Resky ( Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Parepare ) , Sjamsir, Zulkifli ( Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian, Yayasan Pendidikan Islam Maros Maros, Sulawesi Selatan ) , Nurhapsa, Nurhapsa ( Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare Parepare, Sulawesi Selatan )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.063 KB)

Abstract

Permintaan dan kebutuhan bawang merah yang tinggi menyebabkan komuditas ini memberikan keuntungan untuk diusahakan. Fluktuasi harga bawang merah cenderung mengikuti jumlah produksi, apabila produksi meningkat harga cenderung turun. Rendahnya produksi bawang merah di Kota Parepare menyebabkan pedagang harus mendatangkan dari luar kota untuk memenuhi kebutuhan konsumen, sehingga dibutuhkan pola distribusi pemasaran yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola distribusi pemasaran bawang merah di Kota Parepare, menganalisis margin pemasaran pada setiap pola distribusi pemasaran bawang merah di Kota Parepare. Data penelitian menggunakan37responden, yang terdiri dari6 pedagang besar bawang merah di Pasar Lakessi dan 31 Pedagang pengecer bawang merah sebagai sampel yang dipilih, dengan metode penelitian langsung kelapangan dengan mengambil semua populasi yang ada dengan memakai kuisioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis margin pemasaran pada masing-masing saluran distribusi pemasaran.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi bawang merah yang berasal dari Kab. Enrekang terdiri atas 3 pola distribusi pemasaran sedangkan bawang merah yang berasal dari Kab. Bantaeng terdiri atas 2 pola distribusi pemasaran.Pada distribusi pemasaran bawang merah yang berasal dari Kab. Enrekang margin pemasaran tertinggi pada pola distribusi pemasaran I yaitu sebesar Rp6.250,-dan terendah pada pola distribusi pemasaran II sebesar Rp3.000,-  sedangkan pada distribusi pemasaran bawang merah yang berasal dari Kab. Bantaeng margin pemasaran tertinggi pada Pola distribusi pemasaran I yaitu sebesar Rp7.438,-dan terendah pada pola distribusi pemasaran II sebesar Rp7.000,-.

KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA SIRUP MANGROVE PIDADA DENGAN PENAMBAHAN CMC DAN LAMA PEMANASAN

Deviarni, Ika Meidy ( Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak ) , Warastuti, Sri ( Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.245 KB)

Abstract

Sirup adalah sari buah pekat yang diperoleh dengan cara pengepresan daging buah dan dilanjutkan dengan pemekatan baik dengan cara pendidihan biasa maupun dengan cara lain seperti penguapan dengan hampa udara. Kelemahan dari pembuatan sirup buah pidada yaitu mudah terbentuknya endapan pada dasar sirup. Salah satu upaya untuk memperbaiki mutu sirup pidada tersebut adalah dengan cara menambahkan bahan penstabil seperti CMC dan kombinasi lama pemanasan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh CMC terhadap karakteristik mutu sirup pidada, menganalisa lama pemanasan terhadap karakteristik mutu sirup pidada dan menjabarkan analisa kombinasi CMC dan lama pemanasan terhadap karakteristik mutu sirup pidada. Berdasarkan pengujian secara statistik menggunakan ANOVA, menunjukkan bahwa penambahan CMC memberikan pengaruh terhadap pH, dan viskositas sirup mangrove pidada. Sedangkan perubahan lama pemanasan berpengaruh nyata terhadap kadar air dan viskositas sirup mangrove pidada. Kombinasi antara penambahan CMC dan lama pemanasan berpengaruh nyata terhadap viskositas sirup mangrove pidada.

PENGARUH PEMBERIAN PACLOBUTRAZOL TERHADAP INTENSITAS SERANGAN PENGGEREK BUAH KAKAO

Firmansyah, Amanda Patappari ( Universitas Muhammadiyah Makassar ) , Arwati, Sitti ( Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Makassar )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.853 KB)

Abstract

Penggerek Buah Kakao (PBK) merupakan salah satu hama penting pada tanaman kakao di Indonesia yang  menyebabkan kehilangan hasil produksi hingga 80%. Penggunaan zat pengatur tumbuh yaitu paclobutrazol dapat digunakan untuk meningkatkan ketebalan sel-sel tanaman. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai pengendalian. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian paclobutrazol pada intensitas serangan penggerek buah kakao. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan pemberian zat pengatur tumbuh dengan bahan aktif paclobutrazol pada buah kakao dengan konsentrasi yaitu kontrol, 10 ppm, 30 ppm, 50 ppm, dan 70 ppm. Evaluasi dilakukan dengan menghitung jumlah buah terserang untuk mengetahui besarnya tingkat serangan melalui metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dilanjutkan dengan uji BNT. Intensitas serangan PBK yang paling rendah terlihat pada perlakuan 70 ppm dengan rata-rata buah terserang sebesar 41.33 buah, diikuti perlakuan 50 ppm sebesar 55.33 buah, perlakuan 30 ppm sebesar 65.33 buah, 10 ppm sebesar 82 buah, dan kontrol sebesar 95.33 buah.

PEMANFAATAN AGENSI HAYATI DALAM MENGENDALIKAN PERTUMBUHAN PERAKARAN DAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM CABAI BESAR (Capsicum annum L)

Musdalifa, Musdalifa ( Prodi Agroteknologi, Peternakan, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Ambar, Abdul Azis, Putera, Muh. Ikbal ( Prodi Agroteknologi, Peternakan, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.551 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan perakaran dan intensitas layu fusarium pada tanaman cabai besar yang diberikan perlakuan agensi hayati. Penelitian dilakukan berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK). Setiap percobaan diulang sebanyak 3 kali yang terdiri atas 12 unit percobaan. Penelitian terdiri dari empat perlakuak, yaitu kontrol (tanpa agensi hayati), pemberian Pseudomonas flourescens, pemberian Trichoderma sp., dan kombinasi P. flourescens dengan Trichoderma sp. Hasil rata-rata persentase serangan layu fusarium tertinggi pada perlakuan kontrol sebesar 21,19% dan terendah pada perlakuan P. flourescens sebesar 2,32%. Untuk pertumbuhan perakaran diperoleh panjang dan berat akar tertinggi pada perlakuan Trichoderma sp. Penggunaan agensi hayati dapat menekan penyakit layu fusarium dan meningkatkan pertumbuhan perakaran tanaman. Untuk menekan serangan penyakit layu fusarium sebaiknya menggunakan P. flourescens, sedangkan untuk meningkatkan pertumbuhan perakaran tanaman menggunakan Trichoderma sp.

OPTIMASI BAHAN PENUTUP BENIH DALAM BUDIDAYA TANAM LANGSUNG TRUE SHALLOT SEED (TSS)

Sopha, Gina Aliya ( Balai Penelitian Tanaman Sayuran ) , Basuki, Rofik Sinung ( Balai Penelitian Tanaman Sayuran )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.475 KB)

Abstract

Benih botani bawang merah atau True Shallot Seed (TSS) merupakan bahan tanam alternatif dalam budidaya bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pembuatan pelet TSS serta mengetahui pengaruh penutup benih terhadap pertumbuhan dan hasil umbi bawang merah yang ditanam langsung di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kersana Brebes dengan ketinggian 10 m dpl pada bulan Juni – September 2010. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan berupa kombinasi bahan tanam yaitu biji TSS tunggal dan pelet TSS dengan berbagai bahan penutup tanah yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelet TSS memiliki tingkat daya kecambah serta hasil yang rendah dibandingkan TSS tunggal, namun ukuran umbi tidak berbeda. Sedangkan bahan penutup, tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil TSS. Perlakuan terbaik diperoleh pada bahan tanam berupa TSS tunggal dengan penutup benih berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang.

KARATERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK INSTAN SAGU (Metroxylon SP) SEBAGAI MAKANAN BERKALORI TINGGI

Kiay, Nancy ( Universitas Gorontalo ) , Abdullah, Sofyan ( Universitas Gorontalo )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.299 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk instan sagu yang memiliki kandungan kalori yang tinggi dan diterima oleh konsumen dan menghasilkan informasi profil produk (Karateristik kimia/nutrisi produk dan organoleptik). Formula dibuat dengan menambahkan beberapa bahan lain sehingga diperoleh bentuk pangan instan dengan jumlah kalori yang memenuhi syarat sebagai pangan tinggi kalori. Penelitian tahap pertama dilakukan optimasi proses dengan Pembuatan pati sagu, pembuatan tepung kacang merah,  dan tepung kedelai, selanjutnya penyusunan formula dan pembuatan instan sagu dan dilakukan analisis kimia yaitu analisis kadar air, kadar abu dan analisa proksimat (Protein, Lemak dan Karbohidrat), Penentuan Nilai Kalori Makanan serta Uji Organoleptik tingkat kesukaan panelis terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur  instan sagu.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), sehingga data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik. Perbedaan yang signifikan antar kelompok dianalisis menggunakan ANOVA dengan p <0,05. Jika ada perbedaan yang signifikan antar kelompok, data dianalisis dengan uji Duncan multiple range test (DMRT). Hasil analisis menunjukkan bahwa formula sagu instan mempunyai kadar air berkisar antara 4,47 – 5,29% (bb), kadar abu 1,90 – 2,61% (bk), protein 8,18 – 13,40% (bk), lemak 7,66 – 11,03% (bk), dan karbohidrat 77.77 – 67,35% (bk). Dari data tersebut diperoleh nilai kalori produk sebesar 412,71– 422,24 kkal per 100 g bahan (% bk). Nilai kalori tersebut memenuhi standar pangan berkalori menurut BPOM (2004), yaitu minimal harus mempunyai 300 kkal per 100 g bahan. Hasil uji organoleptik terhadap parameter warna, aroma, citarasa dan tekstur menunjukkan rata-rata panelis memberikan penilaian suka terhadap produk instan sagu yang dihasilkan dari semua formula. Kesimpulan dari penelitian ini adalah  formula dengan komposisi 45% pati sagu, 10% tepung kacang merah dan 10% tepung kedelai, 20% skim, 10% gula, dan 5% minyak nabati merupakan formula terbaik. Dari penilaian organoleptik terhadap warna, aroma, citarasa dan tekstur diperoleh kriteria suka  sampai sangat suka dan memenuhi standar sebagai makanan instan.

ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK OLAHAN AYAM DI KOTA MAKASSAR

Aisyah R, St. ( Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar ) , Yahya Hiola, Sitti Khadijah ( Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.842 KB)

Abstract

Preferensi masyarakat akan konsumsi produk perunggasan khususnya daging ayam mulai bergeser. Hal ini dapat terlihat dari meningkatnya permintaan produk olahan daging ayam yang diikuti dengan ketersediaan ragam bentuk olahan dari para produsen.  Tujuan penelitian ini yaitu menentukan tingkat kepentingan relatif atribut yang mencerminkan kesukaan konsumen terhadap produk olahan ayam, menentukan utilitas masing-masing level atribut produk olahan ayam dan menganalisis preferensi konsumen terhadap produk olahan ayam.  Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu mulai bulan Juli sampai Agustus 2017 di Kota Makassar.  Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang berkunjung di  pasar modern yang ada di Kota Makassar. Penarikan sampel pada penelitian ini ditetapkan sebanyak 100 responden.  Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Accidental sampling.  Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan  atribut-atribut produk olahan ayam yang menjadi preferensi konsumen atau yang lebih disukai oleh konsumen yaitu harga > Rp. 40.000,- dengan aroma yang dominan ayam dan bumbu, berlabel SNI dan memiliki kemasan ukuran sedang. Serta yang menjadi pertimbangan utama sampai terakhir oleh konsumen pada saat membeli produk olahan ayam adalah dimulai dari faktor harga, kedua faktor kemasan, ketiga faktor aroma dan faktor label menjadi faktor terakhir dalam penelitian ini.