cover
Filter by Year
JURNAL GALUNG TROPIKA
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Articles by issue : Vol 6, No 1 (2017)
8
Articles
KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR PAKAN KOMPLIT BERBASIS TONGKOL JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN AZOLLA SEBAGAI PAKAN RUMINANSIA

Fitriani, Fitriani ( Prodi Peternakan Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Asyari, Hasyim ( Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.278 KB)

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendapatkan pakan alternatif yang berkualitas dan mengandung protein tinggi untuk ternak ruminansia dengan memanfaatkan limbah-limbah pertanian yaitu tongkol jagung. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui kandungan protein kasar dan serat kasar pakan komplit bebasis tongkol jagung dengan penambahan Azolla sebagai sumber parotein bagi pakan ternak ruminansia. Penelitian ini akan dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap 3 x 3 yaitu 3 perlakuan dan perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali sehingga terdapat 9 satuan percobaan. Peubah yang diamati untuk melihat respon terhadap perlakuan yang diberikan adalah kandungan protein kasar dan serat kasar yang dianalisis menggunakan metode analisis proksimat. Hasil analisis ragam kandungan protein kasar pakan komplit berbasis tongkol jagung dengan penambahan azolla sebagai pakan ternak ruminansia berpengaruh sangat nyata (P>0,05) terhadap kandungan protein kasar. Nilai kandungan protein kasar yang diperoleh berkisar antara 9,45% sampai dengan 10,50%. Hasil analisis ragam kandungan serat kasar pakan komplit berbasis tongkol jagung dengan penambahan azolla sebagai pakan ternak ruminansia berpengaruh sangat nyata terhadap kandungan serat kasar. Nilai kandungan serat kasar yang diperoleh berkisar antara 20,79% sampai dengan 21,01%.

KAJIAN UJI KONFRONTASI TERHADAP BAKTERI PATHOGEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEBAR, METODE TUANG DAN METODE GORES

Seniati, Seniati ( Jurusan , Politeknik Negeri Pangkep Jl. Poros Makassar-Parepare Km.83. Kec. Mandalle Kab. Pangkep 90655 ) , Marbiah, Marbiah ( Jurusan , Politeknik Negeri Pangkep Jl. Poros Makassar-Parepare Km.83. Kec. Mandalle Kab. Pangkep 90655 ) , Nurhayati, Nurhayati ( Jurusan Budidaya Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Jl. Poros Makassar-Parepare Km.83. Kec. Mandalle Kab. Pangkep 90655 )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.226 KB)

Abstract

Peningkatan kualitas hasil pengujian konfrontasi terhadap bakteri pathogen maka dianggap perlu melakukan suatu penelitian di laboratorium untuk mengkaji lebih mendalam pengujian dengan metode sebar, metode tuang atau metode gores dengan menggunakan bahan serapan paper disk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan yaitu : (A) Uji konfrontasi dengan metode tuang, (B) Uji konfrontasi dengan metode sebar dan (C) Uji konfrontasi dengan metode gores, masing-masing perlakuan dilakukan tiga kali pengulangan.  Peubah yang diamati meliputi (1) Kerataan pertumbuhan bakteri pathogen di permukaan media, (2) Lama waktu mengkultur dan (3) Resiko kontaminasi dari setiap metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji konfrontasi dengan metode tuang adalah yang terbaik, dengan keunggulan sebagai berikut; permukaan bakteri lebih halus dan merata di seluruh permukaan media sehingga zona bening nampak lebih jelas dan pengukuran diameter lebih mudah, durasi waktu yang digunakan untuk mengkultur satu cawan petri lebih singkat dan resiko kontaminasinya lebih sedikit apabila dibandingkan dengan kolaborasi metode sebar dan gores.  Dengan demikian metode tuang merupakan metode terbaik yang dapat diterapkan di laboratorium dalam melakukan uji konfrontasi terhadap bakteri pathogen.

ANALISIS KETERSEDIAAN NITROGEN PADA LAHAN AGROFORESTRI KOPI DENGAN BERBAGAI POHON PENAUNG

Harsani, Harsani ( Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Suherman, Suherman ( Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.118 KB)

Abstract

Sistem budidaya petani dalam menerapkan agroforestri telah dipengaruhi oleh budaya dan sosial ekonomi setempat. Selain tanaman legum, keberadaan tanaman kayu seperti suren, mahoni, jati, serta tanaman perkebunan lainnya yaitu cengkeh sering dijumpai di lahan pertanian kopi sekarang ini. Keragaman pohon penaung memberi dampak ketersediaan hara akibat kemampuan masing-masing tanaman dalam penyerapan hara. Sistem campuran dari berbagai jenis tanaman atau mixed cropping dapat mengubah lingkungan agroforestri dengan caranya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan nitrogen pada lahan berbasis agroforestri kopi dengan berbagai pohon penaung di lahan petani. Penelitian dilaksanakan di Desa Benteng Alla Utara, Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang. Perlakuan  berupa petak sistem penggunaan lahan (SPL) yaitu tanpa naungan (P0), multistrata Dadap (Erythrina subumbrans), Suren (Toona sinensis), Lamtoro (Leucaena glauca) dan Sengon (P1), dan SPL kopi naungan Gamal (Gliricidia sepium) dan Lamtoro (Leucaena glauca) (P2). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa sistem penggunaan lahan P1 merupakan model dengan kandungan nitrogen tertinggi dengan 0,24% dibandingkan dengan SPL P0 dan P2 hanya 016%. Hal ini menunjukkan ketersediaan unsur hara dalam tanah khususnya nitrogen dipengaruhi oleh sistem penggunaan lahan.

PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa) SEBAGAI BAHAN ABRASIF DALAM PASTA GIGI

Ahmad, Ilham ( Program Studi Agroindustri, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Jl. Poros Makassar-Parepare Km.83. Kec. Mandalle Kab. Pangkep 90655 )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.422 KB)

Abstract

Kerang darah (Anadara granosa) terdiri dari cangkang kerang dan daging kerang. Proses penanganan kerang menghasilkan produk ikutan (limbah) yang berupa cangkang kerang. Cangkang kerang mempunyai kandungan kimia yaitu kalsium karbonat (CaCO3). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh penambahan bubuk cangkang kerang terhadap mutu dan karakteristik pada gigi yang dihasilkan serta mencari formulasi penambahan bubuk cangkang kerang yang terbaik. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah pemanfaatan limbah cangkang kerang dengan konsentrasi 50% dan 25% ke dalam pasta gigi. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi bubuk cangkang kerang terbaik pada uji organoleptik adalah aroma A (50%) dengan nilai 4, warna B (25%) nilai 4.11, kekentalan A (50%) nilai 3.83, busa B (25%) dengan nilai 3.7 dan rasa A (50%), B (25%) sama-sama bernilai 3.5. Jumlah mikroba terbaik yaitu B (25%) dengan jumlah 5,4x105 koloni, dan kadar karbohidrat pada sampel A (50%) dengan nilai 0,009 dan sampel B (25%) dengan nilai 0,007. Nilai pH kedua pasta gigi adalah A (50%) dengan nilai 8.37 dan B (25%) dengan nilai 8.69. Nilai tersebut berada dalam kisaran nilai pH yang terdapat pada SNI 12-3524-1995, yaitu 4.5 – 10.5 sebagai syarat mutu pasta gigi sehingga pasta gigi eksperimen yang dihasilkan relatif aman digunakan.

STRATEGI PENGEMBANGAN KETERKAITAN KEBUN INTI PLASMA DENGAN KAPASITAS PABRIK KELAPA SAWIT PADA PERKEBUNAN PT. KURNIA LUWUK SEJATI BANGGAI SULAWESI TENGAH

Sudarmaji, Iwan ( Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Luwuk ) , Hasan, Wahyudi ( Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Luwuk )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.027 KB)

Abstract

Posisi Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar kedua saat ini dan menuju produsen utama di dunia perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Perencanaan sampai upaya menjaga tetap bertahan pada posisi sebagai a country leader. Tuntutan akan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan perlu juga menjadi pertimbangan. Peluang untuk pengembangan agribinis kelapa sawit masih cukup terbuka bagi Indonesia, karena ketersediaan sumberdaya alam/lahan, tenaga kerja, teknologi, maupun tenaga ahli. Penelitian bertujuan mengetahui  strategi produksi kelapa sawit dari kebun inti – plasma secara kuantitatif dapat memenuhi kebutuhan Pabrik Kelapa Sawit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan unit analisis Manager PT. Kurnia Luwuk Sejati dan petani plasma di Kecamatan Toili dan Kecamatan Luwuk Timur. Responden 31 di Kecamatan Toili dan 11 orang di Kecamatan Luwuk Timur. Data dianalisa menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan Strategi hasil produksi kelapa sawit kebun inti – plasma hingga dapat memenuhi kebutuhan Pabrik Kelapa Sawit adalah pemeliharaan kebun secara rutin dan terjadwal, pelaksanaan pemupukan berimbang terutama pada fase pertumbuhan buah. Selain itu, pemetikan/pasca panen kelapa sawit tepat waktu, tenaga kerja memiliki pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan di bidang pasca panen, kelancaran pengangkutan hasil serta tercukupi alat pengangkutan menuju lokasi Pabrik Kelapa sawit. Manager harus mampu membuat managemen kebun baik. Strategi mempertahankan kualitas produksi kelapa sawit berkualitas tinggi dari kebun inti – plasma sampai di pabrik kelapa sawit adalah pemetikan/pasca panen kelapa sawit harus tepat waktu dan cara yang benar, Tandan Buah Segar (TBS) setelah dipanen segera diangkut menuju pabrik agar kandungan Asam Lemak Bebas (ALB) tidak meningkat. Perusahaan harus memiliki tenaga ahli dalam pascapanen, tenaga ahlinya harus mengikuti pelatihan dan seminar dalam rangka penanganan pascapanen. Strategi kontinuitas kebun inti–plasma  kelapa sawit mampu menyediakan bahan  baku  untuk  keberlangsungan  aktivitas  pabrik kelapa sawit, yaitu mengatur waktu panen dalam satu site menjadi 7 bagian dan menambah luas areal pertanaman. 

EVALUASI KECERNAAN IN VITRO BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK FERMENTASI RUMPUT TAIWAN DAN KULIT PISANG DENGAN MENGGUNAKAN TRICHODERMA SP.

Bahri, Bahri ( Program Studi Ilmu , Fakultas , dan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Nurhaeda, Nurhaeda ( Program Studi Ilmu Peternakan, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Semaun, Rahmawati ( Program Studi Ilmu Peternakan, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.921 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh fermentasi rumput taiwan dan kulit buah pisang dengan penambahan Trichoderma sp. terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan dan empat taraf perlakuan, yaitu 100% rumput taiwan, 90% rumput taiwan + 10% kulit buah pisang, 80% rumput taiwan + 20% kulit buah pisang, 70% rumput taiwan + 30% kulit buah pisang. Hasil analisis ragam daya cerna bahan kering secara in vitro fermentasi rumput taiwan dan kulit buah pisang dengan menggunakan Trichoderma sp. menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata. Nilai rata-rata daya cerna bahan kering secara in vitro rumput taiwan dan kulit buah pisahan dan bahan organik adalah yang tertinggi adalah perlakuan 70% rumput taiwan + 30% kulit pisang, yaitu 39.61%. Perlakuan yang sama juga memberi perlakuan daya cerna tertinggi, yaitu 30.99%.

TEPUNG UBI JALAR SEBAGAI BAHAN FILLER PEMBENTUK TEKSTUR BAKSO IKAN

Fitriyani, Evi ( Perikanan polnep ) , Nuraenah, Nani ( Perikanan Polnep ) , Nofreena, Andri ( Perikanan Polnep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.712 KB)

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini adalah melihat formulasi terbaik tepung ubi jalar untuk membentuk tekstur bakso ikan. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap yaitu (1) pembuatan tepung ubi jalar; (2) pembuatan bakso ikan dengan penambahan tepung ubi jalar (0%, 4%, 6% dan 10%); (3) Pengujian bakso ikan meliputi uji Texture Profile Analysis (TPA), uji sensori, uji lipat (folding test) dan uji gigit. Hasil formulasi bakso ikan yang terbaik akan dianalisa kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar lemak. Analisis data dari hasil uji fisik (uji lipat dan uji, gigit) dilakukan dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA), hasil data pengujian organoleptic ditabulasi sesuai hasil rerata pada taraf kepercayaan 95% dan hasil texture profile analysis (TPA) secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis statistik Uji ANOVA pada bakso ikan dengan penambahan tepung ubi jalar tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,05) terhadap uji lipat, sedangkan uji gigit bakso ikan memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05). Hasil Analisa uji TPA pada Bakso ikan dengan penambahan tepung ubi jalar (0%, 4%, 6% dan 10%) memberikan nilai hardness (202.75 - 319.75 N), Cohesiveness (0,51 – 0,75), adhesiveness (6,60 – 7,87 mJ), fracturability (62 - 233.25 N), chewiness (24.69 - 42.96 mJ), Springiness (21.13 - 23.09 mm), Gumminess (119.05- 194.25 N). Berdasarkan hasil indeks efektivitas didapat bahwa perlakuan terbaik yaitu dengan penambahan tepung tapioka 6% dan tepung ubi jalar 4%, ini dilihat dari parameter kenampakan, bau, tekstur, warna, rasa, uji TPA, uji lipat dan uji gigit. 

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG PADA LAHAN SAWAH DAN TEGALAN DI KECAMATAN ULAWENG, KABUPATEN BONE SULAWESI SELATAN

Tahir, Abd. Gaffar ( Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Sulawesi Selatan Jl. Perintis Kemedekaan Km. 17,5 Makassar ) , Suddin, Andi Faisal ( Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan Jl. Perintis Kemedekaan Km. 17,5 Makassar )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.588 KB)

Abstract

Jagung (Zea mays) merupakan salah satu komoditas strategis karena merupakan bahan makanan penghasil karbohidrat kedua setelah padi. Permasalahan utama dalam usahatani jagung adalah rendahnya produksi jagung. Ini disebabkan kepemilikan luas lahan yang terbatas oleh petani serta penggunaan benih dan pupuk yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pendapatan petani dari usahatani jagung, baik yang di lahan sawah maupun di lahan tegalan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mulai Oktober sampai Desember 2016. Penentuan responden dilakukan secara acak sederhana sebanyak 64 orang petani dari populasi petani jagung sebanyak 186 orang. Responden dibagi menjadi dua kategori yaitu petani lahan sawah dan tegalan yang masing-masing berjumlah 32 orang. Data terdiri dari data primer dan sekunder yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui kegiatan yang berkaitan dengan usahatani jagung diuraikan secara deskriptif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan analisis fungsi produksi dan efisiensi penggunaan faktor produksi, analisis pendapatan usahatani dan analisis imbangan penerimaan dan biaya (R/C ratio analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani jagung di lahan sawah relatif lebih besar dibandingkan lahan tegalan. Analisis rasio R/C, usahatani jagung lahan sawah maupun lahan tegalan menguntungkan (rasio R/C > 1). Namun demikian, rasio R/C lahan tegalan lebih tinggi dibandingkan rasio R/C lahan sawah.