cover
Filter by Year
JURNAL GALUNG TROPIKA
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Articles by issue : Vol 5, No 3 (2016)
8
Articles
KUALITAS TAIWAN GRASS (PENNISETUM PURPUREUM CV. TAIWAN) PADA UMUR DEFOLIASI DAN KONSENTRASI EFFECTIVE MICROORGANISMS 4 (EM4) YANG BERBEDA

Novieta, Intan Dwi ( Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.734 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pemeliharaan Taiwan grass dan tahap penentuan kualitas Taiwan grass.  Kualitas hijauan berdasarkan hasil analisa dengan menggunakan analisis proksimat meliputi kadar protein kasar, serat kasar, kalsium dan fosfor. Dilaksanakan dalam bentuk percobaan eksperimen menggunakan Rancangan Faktorial dua faktor dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK).  Faktor pertama yaitu adalah umur defoliasi (P) yaitu 35 hari (P1), 45 hari (P2), dan 55 hari (P3). Faktor kedua adalah konsentrasi EM4 (M) yaitu tanpa pemberian EM4 (M0), 5cc EM4 /liter air (M1), dan 10 cc EM4/liter air (M2). Hasil penelitian menunjukkan umur defoliasi yang baik dilakukan adalah pada umur  55 hari dengan konsentrasi EM4 10 cc. Pada perlakuan tersebut, kandungan protein kasar 11.42; serat kasar 29.41; kandungan Ca (0,37%) dan P (0,29%).  Interaksi antara umur defoliasi (pemotongan) dan konsentrasi EM4 tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas Taiwan Grass.

SISTEM PEMASARAN DAN NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN UBI JALAR KECAMATAN POLONGBANGKENG UTARA KABUPATEN TAKALAR

Arwati, Sitti ( Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Makassar ) , Syarif, Asriyanti ( Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Makassar )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menganalisis sistem pemasaran ubi jalar, meliputi lembaga dan fungsi pemasaran,saluran pemasaran, struktur pasar, perilaku pasar, analisis margin pemasaran, farmer shares, serta ratio keuntungan dan biaya. Selain itu untukmenghitung nilai tambah bakwan dan pastel ubi.Penelitian ini dilakukan di Desa Lassang Barat dan Desa Timbuseng Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Bantaeng. Sampel pada penelitian ini adalah petani dan pedagang yang terlibat dalam pemasaran ubi jalar, untuk mengetahui sistem pemasaran ubi jalar yang di lakukan secara teknik snowball sampling. Nilai tambah jumlah industri skala rumah tangga yang mengelolah bakwan dan pastel ubi adalah 10 buah yang diambil secara sengaja. Diharapkan memberi kontribusi bagi sistem pemasaran komoditas ubi jalar yang melibatkan lembaga pemasaran dalam menjalankan fungsi pemasarandan pemanfaatan ubi jalar menjadi produk aneka kue yang memberikan nilai tambah.Hasil penelitian adalah (1) Fungsi pertukaran (pembelian dan penjualan) dilakukan oleh petani, sedangkan pada fungsi fisik dan fungsi fasilitas tidak dilakukan oleh petani. Pedagang melakukan semua fungsi pemasaran, kecuali sortasi. Ubi jalar yang telah dipanen dimasukkan langsung kedalam karung, padahal sifat produk ubi jalar tergolong mudah rusak. Selain itu hambatan keluar masuk pasar kecil dan akses informasi pasar pada tingkat petani cukup rendah. Hal ini menyebabkan dari 20 orang petani, 100% menjual langsung hasil panen mereka kepada pedagang pengumpul. Para Pedagang pengumpul mendatangi petani dengan membawa karung ukuran 60 kg. (2) Farmer’s sharedan ratio keuntungan pada saluran I lebih besar dibandingkan saluran II dan III, ini disebabkan karena hanya melibatkan sedikit lembaga pemasaran dibandingkan pada saluran II dan saluran III. Margin, biaya, dan keuntungan saluran III lebih besar dibandingkan dengan saluran I dan II. (3) Pengolahan ubi jalar menjadi bakwan memberikan nilai tambah sebesar Rp. 53.483, sedangkan menjadi pastel memberi nilai tambah Rp.75.890.

PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD AGRICULTURAL PRACTICE (GAP) UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN TINGGI MONCONG KABUPATEN GOWA

Sari, Dewi Puspita ( Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar ) , Syafruddin, Reni Fatmasari ( Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah makassar ) , Kadir, Muhammad ( Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.968 KB)

Abstract

Pertanian berkelanjutan dengan pendekatan prinsip-prinsip Good Agricultural Practice (GAP) sangat sulit diterapkan secara komprehensip pada suatu area atau wilayah pertanian, meskipun upaya kearah pendekatan tersebut terus dilakukan. Untuk terus menggiatkan prinsip pertanian berkelanjutan, maka dilakukan penelitian yang bertujuanuntuk mengetahui tingkat pemahaman petani tentang prinsip-prinsip GAP dan pengaruhnya terhadap nilai ekspektasi manfaat GAP untuk pertanian berkelanjutan pada usaha taninya, serta tingkat implementasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tinggi Moncong Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan sebagai sentra produksi tanaman sayuran. Pada petani yang mengusahakantanaman sayuran. Sampel petani dipilih secara acak sederhana (simple random sampling) dari desa yang dipilih secara sengaja. variabel ekosistem adalah lahan miring dan lahan datar. Data ditabulasi dan dianalisis sesuai tujuan penelitian menggunakan analisis data kuantitatif, Analisis regresi berganda dan Independent sampel t test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemahaman petani hortikultura di kecamatan Tinggi Moncong Kabupaten Gowa tentang prinsip-prinsip dan manfaat penerapan GAP masih sangat kurang, dimana aspek yang paling dipahami hanya aspek Lingkungan. Pemahamanpetani mengenai Prinsip-prinsip GAP yang rendah menyebabkan nilai ekspektasi manfaat penerapan prinsip-prinsip GAP untuk mendukung Pertanian Berkelanjutan diyakini hanya berpengaruh menghasilkan produk pertanian yang aman dikonsumsi dan bermutu lebih baik, sementara aspek berkurangnya serangan OPT, jaminan keselamatan petani dankepastian keberlangsungan usaha tani diyakini tidak banyak pengaruhnya. Tingkat penerapan prinsip-prinsip GAP petani pada Usahataninya pada dua ekosistem lahan miring maupun lahan datar berbeda tidak nyata. Adapun Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat Implementasi prinsip-prinsip GAP adalah Luas lahan dannilai ekspektasi terhadap manfaat penerapan prinsip-prinsip GAP

TINGKAT PENERAPAN AGRIBISNIS PADA USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA SIPATUO KECAMATAN PATAMPANUA KABUPATEN PINRANG

Muhdiar, Muhdiar ( Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.883 KB)

Abstract

Kabupaten Pinrang salah satu sentra pengembangan tanaman jagung hibrida di Sulawesi Selatan. Tahun 2014 mampu menyumbangkan produksi sebesar 29.723 ton jagung pipil yang tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya adalah Kecamatan Patampanua yang berdasarkan data mampu memproduksi jagung pipil sebesar 90.119 ton, setiap tahunnya meningkat 3.35 ton. Sementara peningkatan tersebut belum mampu menutupi laju permintaan. Ini menunjukkan produksi jagung hibrida  perlu ditingkatkan. Terutama dalam hal penerapan pola agribisnis yang berhubungan dengan penyiapan dan pengadaan sarana produksi, proses produksi, proses pasca panen, proses pemasaran dan kelembagaan pendukung. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat penerapan agribisnis jagung Hibrida sebagai pedoman para petani jagung hibrida dalam mengelola usahataninya di Desa Sipatuo Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang. Penentuan responden adalah 10 % yang dipilih dari total populasi 210 petani, yaitu 21 orang yang dipilih dengan acak sederhana. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan sistem agribisnis dalam usahatani jagung hibrida yang meliputi subsistem faktor penyiapan dan pengadaan sarana produksi, faktor produksi, proses pascapanen, dan proses pemasaran hasil produksi. Berdasarkan  penelitian yang termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 13 orang atau 61,90% dan termasuk dalam kategori rendah sebanyak 8 orang atau 38,10%. Nilai skoring responden yang diperoleh adalah kategori tinggi sebesar 426 dan kategori rendah sebesar 194. Hal ini menujukkan bahwa pada umumnya petani responden melakukan penerapan agribisnis pada sub-sub sistem tersebut sesuai dengan anjuran karena beberapa factor penghambat misalnya kurangnya modal usahatani, masih rendahnya tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap dan akses Pasar. Rata-rata jumlah produksi dan usahatani jagung hibrida responden sebesar 5.766 kg.ha-1, dengan total biaya produksi yang dikeluarkan Rp.5.516.000 ha-1. Harga jagung hibrida pipil kering yang berlaku pada saat penelitian berlangsung adalah 2.900 kg.

PEMANFAATAN LIMBAH BATANG PISANG SEBAGAI SUMBER MIKROORGANISME LOKAL (MOL) UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABE

Sapareng, Sukriming ( Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Andi Djemma Palopo ) , Arzam, Taruna Shafa ( Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Andi Djemma Palopo )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.38 KB)

Abstract

Masalah yang dihadapi dalam peningkatan produksi pertanian adalah semakin berkurangnya lahan yang subur, penggunaan benih lokal yang terus menerus, dan serangan hama dan penyakit. Hal ini disebabkan karena meningkatnya pencemaran akibat penggunaan bahan kimia yang berlebihan. Pemakaian pupuk anorganik dan pestisida kimia yang tidak sesuai dengan anjuran, pemakaian pestisida selalu diikuti dengan pertimbangan ekonomi dan berdampak pada lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif yang aman bagi lingkungan dan konsumen. Salah satu alternatif adalah penggunaan mikroorganisme lokal (MOL) limbah batang pisang yang digunakan sebagai starter dalam pembuatan bokashi dan kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi MOL batang pisang dan bahan organik terhadap pertumbuhan dan produksi cabe merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Pattimang Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara, dengan menggunakan Rancangan Faktorial dua faktorial. Faktor pertama yaitu bahan organik, meliputi tanpa bahan organik, bokashi, dan kompos. Faktor kedua adalah dosis MOL batang pisang meliputi tanpa perlakuan MOL, dosis MOL 0.5 ml.l-1 air, dan dosis MOL 1.0 ml.l-1 air. Parameter pengamatan yaitu pertambahan tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kompos dan dosis MOL batang pisang 1 ml.l-1 air dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabe merah.

MODEL PENGELOLAAN PERIKANAN RAJUNGAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN NELAYAN DI KABUPATEN PANGKEP

Adam, Adam ( Penangkapan Ikan, Politani Negeri Pangkep ) , Firman, Firman ( Penangkapan Ikan, Politani Negeri Pangkep ) , Anwar, Anwar ( Penangkapan Ikan, Politani Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.439 KB)

Abstract

Permintaan akan kebutuhan pangan protein rajungan yang sangat tinggi, baik untuk kebutuhan lokal maupun untuk kebutuhan perdagangan regional dan antar negara, menyebabkan eksploitasi penangkapan rajungan pada hampir semua wilayah perairan di Indonesia.  Bahkan di beberapa wilayah perairan tertentu, seperti di perairan pantai Kabupaten Pangkep, telah memperlihatkan ancaman yang serius. Baik terhadap stok sumberdaya rajungan maupun terhadap tingkat pendapatan nelayan yang semakin menurun akibat rendahnya hasil tangkapan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Maksimum Sustainable Yield (MSY) dan Total Allawble Catch (TAC), tekanan eksploitasi setiap alat tangkap rajungan, hubungan jarak daerah penangkapan dari garis pantai dan CPUE. Penelitian ini merupakan penelitian lapang  (experimental fishing) yang menggunakan 3 (tiga) jenis alat penangkap rajungan, yakni bubu lipat, gillnet, dan dogol/cantrang.  Data hasil tangkapan (rajungan) setiap alat dan lokasi penangkapan dikumpulkan dan dicatat jumlah (ekor), berat (gr), lebar karapaks (cm) dan panjang karapaks (cm).  Data statistik sebagai data sekunder berupa produksi tahunan rajungan, produksi rajungan tiap alat tangkap, serta jenis dan jumlah alat tangkap diperoleh dari Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Pangkep. Alat tangkap yang digunakan memiliki kesamaan di hampir semua wilayah sentra penghasil rajungan, yaitu bubu, gill net, dan dogol. Jarak dari pantai berpengaruh terhadap ukuran dan berat tubuh rajungan, sehingga sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai upaya penentuan zonasi dalam penangkapan rajungan yang berkelanjutan. Musim puncak penangkapan rajungan pada periode April sampai Juli dan periode Oktober sampai Nopember. Hasil analisis potensi lestari rajungan periode tahun 2010 sampai 2014 di perairan Pangkep diperoleh Emsy sebesar 768,90 trip, Cmsy sebesar 2963,75 ton/tahun sehingga diperoleh TAC sebesar 2371 ton/tahun dengan tingkat pemanfaatan (Fmsy) sudah mencapai 85%. Tingkat pemanfaatan sebesar 85% yang dihasilkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh nelayan rajungan di Kabupaten Pangkep telah berada pada ambang batas maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian terhadap upaya penangkapan rajungan.

OPTIMASI PROSES EKSTRAKSI MINYAK IKAN METODE SOXHLETASI DENGAN VARIASI JENIS PELARUT DAN SUHU BERBEDA

Sahriawati, Sahriawati ( Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Daud, Ahmad ( Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.961 KB)

Abstract

Lipid merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air. Lipid larut pada pelarut organik non polar, seperti aseton, alkohol, eter, benzena, dan kloroform. Keberadaan lemak dalam suatu bahan pangan perlu dipertimbangkan konsentrasinya. Selain memiliki fungsi yang penting bagi tubuh, lemak juga memiliki efek negatif. Reaksi oksidasi dan hidrolisis hingga menyebabkan ketengikan pada ikan dan bahan pangan lainnya adalah efek negatifnya. Ekstraksi dilakukan untuk mengetahui konsentrasi lemak bahan pangan. Ekstraksi dengan soxhlet merupakan cara ekstraksi yang efisien dan efektif untuk menentukan kadar minyak atau lemak suatu bahan. Proses ekstraksi dipengaruhi oleh metode, pelarut, suhu, serta waktu ekstraksi yang akan berpengaruh terhadap konsentrasi serta kualitas ekstrak minyak yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah penggunaan beberapa jenis pelarut dan suhu ekstraksi yang berbeda dengan menggunakan metode soxhletasi. Untuk mendapatkan konsentrasi minyak ikan yang optimal serta kualitas minyak ikan terbaik berdasarkan kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida. Variabel pada penelitian ini adalah jenis pelarut (n-heksan, dietil eter, kloroform dan benzen) dan suhu ekstraksi (50oC, 60oC, 70oC, 80oC, 90oC). Hasil penelitian menunjukkan pelarut dietil eter pada suhu 80oC adalah perlakuan terbaik, yang menghasilkan konsentrasi minyak ikan sebesar 18,27%, bilangan peroksida 0,200 mek/kg, dan kadar asam lemak bebas 0,07% b/b.

SKREENING BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) BERSIFAT AMILOLITIK DARI GASTROINTESTINAL LOBSTER AIR TAWAR (CHERAX QUADRICARINATUS)

Hasniar, Hasniar ( Jurusan Budidaya Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Dahlia, Dahlia ( Jurusan Budidaya Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Seniati, Seniati ( Jurusan Budidaya Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan ini adalah untuk mengisolasi bakteri asam laktat dari gastrointestinal lobster air tawar (Cherax quadricarinatus), yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan mempercepat pertumbuhan bakteri menguntungkan yang menghasilkan lebih banyak jumlah enzim kontribusi dalam penyerapan nutrisi. Isolasi bakteri dilakukan dengan pembiakan bakteri di MRS dan MRSA media dan digojok selam 24 - 48 jam. koloni yang berbeda dipindahkan ke MRSA media isolasi. bakteri terisolasi secara fisik dan kimia dianalisis. Konfirmasi koloni terisolasi dilakukan dengan menggunakan CaCO3 dan analisis ketahanan pada kondisi asam (pH 2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 9 spesies bakteri yang diisolasi dari gastrointestine yang memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda. Enam dari mereka adalah bakteri asam laktat benar. Setelah analisis resistensi yang dilakukan pada asam lambung, ada 3 isolat resisten pada pH 2. isolat ketiga kemudian disimpan sebagai laktat kandidat bakteri asam. Untuk mengkonfirmasi isolat ketiga sebagai bakteri asam laktat, diperlukan analisis lebih lanjut terdiri dari analisis perekat, analisis tahan suhu, analisis antagonis dan analisis fakultatif.