cover
Filter by Year
JURNAL GALUNG TROPIKA
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Articles by issue : Vol 5, No 2 (2016)
8
Articles
PENINGKATAN PERTUMBUHAN VEGETATIF PADI AROMATIK LOKAL ENREKANG MENGGUNAKAN CENDAWAN ENDOFIT

Syamsia, Syamsia ( Fakultas Pertanian Univeritas Muhammadiyah Makassar )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.541 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cendawan endofit terhadap pertumbuhan vegetatifpadi aromatik lokal Enrekang. Metode yang digunakan adalah penyelubungan benih padi dengan tepung cendawan endofit. Cendawan endofit yang digunakan yaitu Penicilliumsp, Aspergillus sp dan Aspergillus niger. Pembanding (kontrol) adalah tanaman yang tidak diberi perlakuan cendawan endofit. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok, terdiri atas 8 perlakuan yang diulang 3 kali.  Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang akar, berat kering tajuk, dan berat kering akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA pada taraf 5% dan uji lanjut Duncan. Ketiga cendawan endofit  yaitu Penicillium sp, Aspergillus sp dan Aspergillus niger berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang akar, berat kering akar dan berat kering tajuk padi Pulu Lotong dan Pulu Mandoti. Penicillium sp memberikan hasil terbaik terhadap jumlah anakan, panjang akar dan berat kering akar. Aspergillus niger memberikan hasil terbaik terhadap tinggi tanaman, berat kering tajuk.syamsiatayibe@yahoo.co.id

ANALISIS MARGIN PEMASARAN SAPI BALI PADA KELOMPOK TANI RAMAH LINGKUNGAN DI DESA GALUNG KECAMATAN BARRU KABUPATEN BARRU

Pabbo, Baharuddin ( Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.807 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui saluran pemasaran Sapi Bali di kelompok tani Ramah Lingkungan Kecamatan Barru Kabupaten Barru, dan mengetahui margin pemasaran pada setiap lembaga pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Ramah Lingkungan di Kecamatan Barru Kabupaten Barru dengan jumlah sampel responden sebanyak 25 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berdasarkan survei dan pengamatan yang dilakukan, serta dengan menghitung share margin untuk setiap saluran pemasaran. Hasil data menyatakan bahwa Ragam saluran pemasaran sapi pada kelompok tani Ramah Lingkungan di Kabupaten Barru dibagi menjadi tiga, yaitu: Saluran I, Anggota Kelompok ke Pedagang Pengumpul; Saluran II, Anggota Kelompok ke Pedagang Pengecer; dan Saluran III, Anggota Kelompok ke Konsumen. Pola distribusi ternak sapi pada Kelompok Tani Ramah Lingkungan di Kabupaten Barru secara umum masih panjang dan melibatkan banyak pelaku pasar, sehingga mengakibatkan adanya beban biaya pemasaran yang menjadi beban konsumen semakin tinggi. Saluran pemasaran yang panjang menyebabkan meningkatnya margin pemasaran, sehingga harga akhir yang harus dibayar oleh konsumen menjadi lebih tinggi dan bagian harga yang harus diterima oleh peternak sebagai produsen menjadi semakin kecil.

PENGARUH SALINITAS TERHADAP SINTASAN DAN PERTUMBUHAN LARVA UDANG WINDU (PENAEUS MONODON)

Syukri, Muhammad ( Universitas Sulawesi Barat ) , Ilham, Muhammad ( Universitas Sulawesi Barat )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.962 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pengaruh salinitas terhadap sintasan dan pertumbuhan larva udang Windu (Penaeus monodon). Diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perbenihan larva udang windu khususnya pada stadia post larva.Rancangan percobaan yang digunakan adalah  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, tiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdiri atas 12 satuan percobaan. Perlakuannya adalah salinitas a) 25 ppt,b) 30 ppt (Kontrol), c).35 ppt dan d).40 ppt. Peubah yang diamati adalah sintasan dan pertumbuhan larva udang windu mulai  post larva 1 (PL 1) sampai pada stadia post larva 15 (PL 15). Selain itu dilakukan pengukuran parameter kualitas air lainnya seperti suhu, pH dan oksigen terlarut sebagai data pendukung penelitian.Hasil penelitian menunjukkan tingkat sintasan post larva udang windu tertinggi diperoleh pada salinitas 25 ppt sebesar 84,67 % dan terendah pada salinitas 40 ppt sebesar 49,33 %.Pertumbuhan post larva udang windu tertinggi juga diperoleh pada salinitas 25 ppt sebesar 0,44 g dengan laju pertumbuhan 14,15% dan terendah pada salinitas 40 ppt sebesar 0,20 g, dengan laju pertumbuhan sebesar 9,83%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa salinitas 25 ppt adalah salinitas yang menghasilkan tingkat sintasan dan pertumbuhan post larva udang Windu yang terbaik. Sedangkan salinitas 40 ppt menghasilkan tingkat sintasan dan pertumbuhan yang lambat dan kematian yang tinggi.

FORMULASI BARUASA KAYA GLUKOMANAN BERBASIS UMBI UWI (DIOSCOREA ALATA L.)

Yusuf, Muhammad ( Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Ujung Pandang ) , Arfini, Fifi ( Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Attahmid, Nur Fitriani Usdyana ( Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.541 KB)

Abstract

Baruasa merupakan produk pangan lokal Sulawesi yang dibuat dari tepung beras. Baruasa dibuat dengan mensubstitusikan tepung beras oleh tepung umbi Dioscorea alata L.(tepung uwi) yang memiliki kandungan serat pangan total yang tinggi. Baruasa dibuat dengan substitusi tepung beras oleh tepung uwi yang difortifikasi dengan tepung glukomanan yang berperan sebagai serat larut yang dapat menurunkan indeks glikemik. Penelitian ini bertujuan menentukan variasi komposisi baruasa terbaik dari substitusi tepung beras oleh tepung umbi Dioscorea alata L. dan menganalisis pengaruh penambahan tepung glukomanan terhadap kualitas baruasa. Pembuatan baruasa menggunakan variasi komposisi tepung beras dan tepung uwi (%) dengan perbandingan yang digunakan berturut-turut 0:100, 20:80, 40:60, 60:40, 80:20 dan 100:0. Selain itu dibuat pula baruasa dengan komposisi tepung yang sama namun ditambahkan tepung glukomanan dalam jumlah yang sama untuk tiap variasi. Parameter yang diukur pada kualitas baruasa yang dihasilkan adalah kadar abu, air, protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, nilai aw, tekstur serta uji sensorik. Hasil penelitian menunjukkan tepung uwi dapat dijadikan sebagai pengganti tepung beras pada pembuatan baruasa dalam semua perbandingan, bahkan dapat dibuat dari 100% tepung uwi. Segi sensorik perbandingan yang paling baik adalah 20% tepung uwi dan 80% tepung beras. Baruasa dengan adanya penambahan tepung glukomanan dapat menurunkan kadar lemak, kadar air, dan sedikit aw, tetapi tidak mempengaruhi kadar karbohidrat, kadar protein, kadar abu, dan kadar serat baruasa.

SISTEM BAGI HASIL NELAYAN PUKAT CINCIN DI KOTA PAREPARE

Indahyani, Fitri ( Program Studi Budidaya Perikanan Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Khairuddin, Khairuddin ( Program Studi Budidaya PerikananFakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan merupakan salah satu sub sektor yang diharapkan mampu menjadi penopang peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Sub sektor perikanan dapat  berperan dalam pemulihan dan pertumbuhan perekonomian karena potensi sumberdaya ikan yang besar dalam jumlah dan keragamannya.Indonesia sebagai negara maritim, sebagian besar memperoleh nafkah dari laut. Ada yang berusaha dengan mengandalkan modal dan kemampuan orang lain atau secara bersama-sama antara nelayan pemilik (punggawa kapal) dengan nelayan penggarap (sawi) mengoperasikan alat tangkap ikan ataupun dengan menyerahkan sepenuhnyakepada orang lain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem bagi hasil dan pendapatan nelayan Pukat cincin (Purse Seine) di Kota Parepare. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer (nelayan) dan data sekunder (DKP dan BPS). Analisis data dilakukan dengan menghitung jumlah hasil tangkapan dan keuntungan dari usaha yang dilakukan. kemudian dibagi menurut sistem bagi hasil yang berlaku dikelompok nelayan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan Sistem bagi hasil yang dilakukan oleh nelayan pukat cincin di PPI Cempae Soreang kota Parepare adalah dengan cara mengurangi semua hasil penjualan ikan selama satu bulan dengan semua biaya yang dikeluarkan dalam satu bulan. Hasil bersih tersebut dibagi dua dengan pemilik kapal dan sawi. Selanjutnya bagian untuk sawi dibagi lagi berdasarkan tugas dan tanggung jawab dari sawi yaitu untuk punggawa sawi, pabbuang batu, pabbuang pelampung masing-masing mendapat tambahan 0,5 lebih besar dari sawi biasa, pendapatan yang diperoleh nelayan pukat cincin khususnya untuk sawi masih rendah yaitu rata-rata per bulan sebesar Rp 671.875,-.

ANALISIS BERBAGAI KADAR PROTEIN TERHADAP KONSUMSI DAN EFESIENSI PAKAN PADA BUDIDAYA IKAN SIDAT (ANGUILLA MARMORATA)

Sari Idris, Andi Puspa ( Jurusan Budidaya Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.868 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai kadar protein terhadap konsumsi dan efesiensi pakan pada pemeliharaan ikan sidat (Anguilla marmorata).Penelitian dilaksanakan pada Oktober-Desember 2013. Ikan uji  adalah ikan sidat yang berukuran rata-rata 70±1,53 g/ekor. Pakan berbentuk pellet, dan menggunakan air sumur yang disaring dengan menggunakan filter bag. Penelitian ini  berbentuk eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL),  denganperlakuan kadar protein pakan, yaitu: A = kadar protein 35%,  B =40%, C = 45%, dan D = 50%. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, efisiensi pakan, Hepato Somatik Indeks, dan kualitas air. Analisis data yang digunakan adalah analisis ragam, dan deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan jumlah konsumsi pakan ikan sidat pada penelitian ini,  tertinggi pada perlakuan pakan dengan kadar protein 50% sebesar 844,48 g, namunjumlah pakan yang dikonsumsi relatif sama untuk semua perlakuan. Selanjutnya, efesiensi pakan tertinggipada perlakuan pakan dengan kadar protein sebesar 45% dengan rata-rata sebesar 16,01%.

ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR TONGKOL JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK ALTERNATIF DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA

Semaun, Rahmawati ( Program Studi Peternakan, Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Novieta, Intan Dwi ( Program Studi Peternakan, Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Abdullah, Mu’tia ( Program Studi Peternakan, Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.973 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pakan alternatif yang berkualitas untuk ternak ruminansia dengan memanfaatkan limbah pertanian yaitu tongkol jagung. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui kandungan nutrisi tongkol jagung setelah difermentasi dengan Aspergillus niger. Penelitian ini merupakan teknologi pakan dengan teknik fermentasi menggunakan mikroorganisme yang selanjutnya dilakukan analisis proksimat, meliputi kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), Kalsium, dan Fosfor. Penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, dengan 4 perlakuan yang diulang 3 kali, sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Keberhasilan penelitian ini diharapkan akan dapat diperoleh informasi perlakuan yang paling baik dalam fermentasi pakan dengan Aspergillus niger, dan tersedianya pakan ternak ruminansia dengan memanfaatkan limbah-limbah pertanian untuk menunjang program penyediaan pakan lokal. Selain itu meningkatnya profesionalisme dalam penelitian, pengembangan ilmu dan teknologi serta publikasi ilmiah serta menemukan inovasi teknologi yang dapat dengan mudah diaplikasikan kepada petani dan peternak. Hasil penelitian menunjukkan pemberian 1% Aspergillus niger dengan fermentasi 8 hari menghasilkan kandungan protein kasar terbaik, yaitu 4,95%. Sedangkan kandungan serat kasar terbaik pada perlakuan fermentasi 4 hari + 1% Aspergillus niger.

PENGEMBANGAN BIOPROSES JAGUNG PULUT MENJADI PRODUK OLAHAN BREM CAIR

Tartar, Sri Udayana ( Program Studi Agroindustri Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Malle, Sriwati ( Program Studi Agroindustri Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.937 KB)

Abstract

Brem merupakan olahan  lanjutan dari hasil fermentasi tape yang dibuat dari beras ketan. Bahan baku dalam pembuatan tape diperlukan kandungan amilopektin yang tinggi, jagung pulut sebagai bahan pangan yang mempunyai amilopektin  tinggi yaitu  74-76% yang diharapkan dapat menghasilkan produk olahan  brem cair. Tujuan khusus penelitian adalah untuk mengkaji kandungan kimia mutu  brem cair jagung pulut dengan perlakuan persentase penambahan ragi dan  waktu fermentasi yang  berbeda.Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan dua faktor .Masing – masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan.   Data hasil pengamatan dilanjutkan  dengan analisis sidik ragam (analysis of variance) menggunakan software SPSS V. 19. Hasil penelitian disimpulkan bahwa  perlakuan penambahan ragi dan lama fermentasi  didapatkan hasil yang terbaik adalah perlakuan penambahan ragi (A1) = 0,5 persen dan lama fermentasi (B1) = 5 hari dengan kadar gula 35,5 persen, kadar total asam 2,61, kadar alkohol 6,04 serta uji organoleptik warna , aroma dan rasa mendapat penilai  suka oleh panelis.