cover
Filter by Year
JURNAL GALUNG TROPIKA
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Articles by issue : Vol 5, No 1 (2016)
8
Articles
KARAKTERISTIK SUBSTRAT UNTUK PENEMPELAN TELUR CUMI-CUMI DI PULAU PUTE ANGING KABUPATEN BARRU

Aras, Muhammad ( Jurusan Penangkapan Ikan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Hasmawati, Hasmawati ( Jurusan Penangkapan Ikan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.943 KB)

Abstract

Cumi-cumi adalah salah satu sumberdaya hayati laut yang bernilai ekonomis penting dan merupakan komoditi ekspor. Cumi-cumi biasanya memilih kedalaman dan berbagai tipe substrat untuk menempelkan telurnya. Letak substrat yang dipilih adalah pada tempat yang agak samar dan tersembunyi pada kedalaman 1-7 meter. Telur cumi-cumi di  Pulau Pute Anging Kabupaten Barru, ditemukan pada kedalam 5 dan 7 meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik substrat penempelan telur cumi-cumi di perairan Pulau Pute Anging Kab. Barru. Pengumpulan data dilakukan pada Januari hingga Juni 2013 dengan pengamatan langsung. Data dianalisis deskriptif dengan cara tabulasi berdasarkan karakteristiknya untuk memberikan gambaran situasi tentang substrat penempelan telur cumi-cumi yang sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik substrat penempelan telur yang mempengaruhi cumi-cumi untuk menempelkan telurnya adalah keadaan substrat  aman, terlindung dan tersamar, bentuk dan model substrat  bulat batangan. Faktor Oseonografi yang berpengaruh adalah suhu 29-30°C, salinitas 31-32 per mil, kecepatan arus 0.02-0.05 m/detik, jarak pandang 4-5 meter, kedalaman 3-7 meter dan dasar perairan berpasir sedikit lumpur.

PENENTUAN HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL) PADA BEBERAPA JENIS IKAN

Fitriani, Nur ( Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Politeknik Pertanian Pangkep ) , Yusuf, Muhammad ( Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Ujung Pandang )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.067 KB)

Abstract

Studi yang dilakukan pada tiga spesies ikan segar yang memiliki peran penting untuk mengembangkan metode cepat dan sederhana untuk ekstraksi. Salah satu metode kerja yang efisien, reprodusibel tinggi dan praktis telah digunakan dalam penelitian ini. Jaringan yang basah dihomogenisasi dengan campuran chloroform dan metanol dalam beberapa proporsi sistem campuran larut, dengan adanya air yang berasal dari jaringan. Pengenceran dengan chloroform dan air memisahkan homogenat kedalam dua lapisan, lapisan chloroform mengandung semua komponen lipid dan lapisan methanol mengandung semua komponen non-lipid. Ekstrak lipida murni didapatkan dengan memisahkan lapisan chloroform. Hasil analisa didapatkan kandungan kolesterol dari tiga jenis ikan yang telah dianalisis masing-masing, ikan cakalang 0,0425%, ikan mas 0,0315%, ikan bandeng 0,02475%. Kadar kolesterol diatas ditentukan dengan aspek spektrofotometer sinar tampak pada panjang gelombang 630 nm.

ANALISIS PENGARUH LIMBAH CAIR UREA YANG DIAPLIKASI SECARA LANGSUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI

Sushanti, Gusni ( Program Studi Agroindustri Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan Jl. Poros Makassar Parepare KM. 83 Mandalle Pangkep, Sulawesi Selatan )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.014 KB)

Abstract

Limbah cair urea adalah limbah buangan dari pabrik pembuatan pupuk urea dalam bentuk cair. Pupuk urea merupakan salah satu kebutuhan dalam jumlah yang cukup besar bagi petani. Berdasarkan survei lapangan sering ditemukan distribusi pupuk urea pada masa tanam biasanya menghilang dari pasaran, sehingga para petani bercocok tanam hanya mengandalkan unsur hara yang masih tertinggal di dalam tanah. Akibatnya produksi yang dihasilkan semakin berkurang. Selain itu, harga pupuk urea semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi limbah cair urea terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat untuk petani dimana limbah pupuk cair urea dapat dimanfaatkan secara langsung tanpa proses lebih lanjut sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan persediaan pupuk. Spesifikasi pupuk urea yang dipasarkan mengandung unsur hara nitrogen sebesar 46% dan merupakan pupuk yang mudah larut dalam air. Limbah cair urea masih mengandung urea sekitar 10%. Penelitian ini untuk melihat pengaruh pemanfaatan kembali larutan dengan kandungan urea 10% sebagai pupuk cair terhadap tanaman cabai dengan konsentrasi larutan; 0 g, 0.2 g, 0.35 g dan 0.5 g. Kemudian dilakukan pengamatan pada pertumbuhan dan jumlah cabai yang dihasilkan. Selain itu dilakukan analisis kandungan tanah. Hasil penelitian menunjukkan pemberian larutan urea pada konsentrasi 0.2 g memberi pengaruh terbaik terhadaptinggi tanaman dan jumlah buah cabai.

ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PEMANFAATAN RUANG TANAMAN KAKAO (THEOBRAMA CACAO L.) BERDASARKAN KELAS KESESUAIAN LAHAN EKONOMI DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG

Ali, Haikal ( Prodi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.702 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kelayakan usahatani dan kelas kesesuaian lahan ekonomi tanaman kakao. Analisis data menggunakan Sistem Otomatisasi Evaluasi Lahan (ALES)  untuk menentukan kelas kesesuaian lahan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang pada satuan lahan yang diteliti menguntungkan untuk pengembangan tanaman kakao yakni Satuan Lahan 1 dan 4 senilai Rp.58.220.670,-; Satuan Lahan 2 sebesar Rp.36.946.160,-; Satuan Lahan 5 dan 6 sebesar Rp.22.763.150,-; Satuan Lahan 3 sebesar Rp.13.657.900,-. Sedangkan nilai kelas kesesuaian lahan ekonomi tanaman kakao berdasarkan kelas kesesuaian lahan fisik dengan mempertimbangkan faktor pendukung dan faktor penghambat di masing-masing satuan lahan,  dengan menggunakan Automated Land Evaluation System, hasilnya yakni satuan lahan 1, 2 dan 4, nilai kesesuaian lahannya agak menguntungkan dengan batas minimal keuntungan antara Rp.8.000.000,- sampai dengan Rp.25.000.000,-/ha/tahun, Satuan lahan 3, 5 dan 6 nilai kesesuaian lahan marginal menguntungkan dengan batas minimal antara Rp.1.000.000,- sampai dengan Rp.8.000.000,-.

EFEKTIVITAS MOL DAUN GAMAL DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KANGKUNG DARAT (IPOMOEA REPTANS POIR)

Rianti Parawansa, Ismaya Nita ( Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.764 KB)

Abstract

Kangkung darat merupakan salah satu sayuran yang mempunyai potensi pemasaran yang luas. Tidak hanya dijual di pasar tradisional, akan tetapi sudah menembus pasar swalayan di kota-kota besar. Penelitian dilaksanakan pada Maret sampai Mei 2015, di lahan praktik Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu: P0 (Kontrol), P1 (Mol 5 mL/L air), P2 (Mol 15 mL/L air), P3 (Abu sekam padi 1.000 g/plot setara 5 ton/ha), dan P4 (Abu sekam padi 1.600 g/plot setara 8 ton/ha). Adapun parameter pengamatan, yaitu: (1) Tinggi tanaman (cm), diukur mulai dari permukaan tanah sampai pucuk tanaman, (2) Jumlah daun (helai), dihitung mulai dari terbentuknya daun pertama sampai panen, dan (3) Berat basah (kg), yaitu berat basah setelah panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian Mol daun gamal dan abu sekam padi memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah tanaman pada setiap waktu pengamatan. Perlakuan Mol daun gamal 15 mL /L air (P2) memberikan hasil yang terbaik pada setiap parameter pengamatan.

RESPON PERTUMBUHAN PADI (ORYZA SATIVA L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAUN GAMAL

Yasin, Sitti Mayam ( Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Andi Djemma Palopo )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.638 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di desa Olang, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu mulai Agustus sampai Desember 2015. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) dari Daun Gamal terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas 5 perlakuan yaitu Tanpa perlakuan (kontrol), 5 ml/liter air, 10 ml/liter air, 15 ml/liter air, dan 20 ml/liter air. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemberian Pupuk Organik Cair dari Daun Gamal dengan konsentrasi 10 ml/liter air menunjukkan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi pada semua parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman (37,83 cm), jumlah anakan (35,03), waktu keluarnya malai (71.36 hari), jumlah malai (20.72 bulir), berat gabah/rumpun (41.98 gram) dan berat gabah/hektar (6,2 ton).

KAJIAN PEMIJAHAN BERULANG TERHADAP KUALITAS TELUR KUDA LAUT (Hippocampus barbouri) DALAM WADAH TERKONTROL

Syukri, Muhammad ( Universitas Sulawesi Barat )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.269 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang perbedaan kualitas telur yang dihasilkan oleh induk kuda laut (H. barbouri) terhadappemijahan berulang di dalam wadah terkontrol. Hasilnya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perbenihan dan restocking. Indicator yang menunjukkan kualitas telur kuda laut antara lain diameter telur, jumlah telur matang dan komposisi kimia telur telah diamati selama penelitian berlangsung. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 12 satuan percobaan, menggunakan 36 buah akuarium dan mengorbankan 36 induk betina dengan ukuran 12 – 13 cm. pengamatan diameter telur dilakukan setelah induk betina mencapai TKG akhir (sebelum induk betina mentransfer telurnya ke dalam kantung pengeraman jantan), dan setelah induk betina memijah (memeasukkan telurnya ke dalam kantung pengeraman jantan). Diameter telur yang diperoleh sebelum memijah berkisar 0.05 – 2.875 mm dan diameter telur yang diperoleh setelah memijah berkisar 0.05 – 1.25 mm. Jumlah telur yang dihitung adalah jumlah telur yang sudah matang dan telah mencapai TKG IV ditandai dengan terbentukny kuning telur, terkumpulnya butiran minyak yang massanya semakin besar dan nucleus tepat pada sentral Oosit. Jumlah telur matang diperoleh dengan kisaran 32 – 148 butir. Pengukuran komposisi kima telur dilakukan setelah induk mencapai TKG IV dengan cara membedah kuda laut betina sebanyak 3 ekor untuk diambil gonadnya kemudian disimpan dalam freezer, selanjutnya dilakukan analisis proksimat guna melihat berapa besar kandungan asam lemak yang dikandung telur induk kuda laut (H. barbouri) yang terbaik diperoleh pada pemijahan IV berdasarkan rata-rata diameter telur, jumlah telur matang dan kandungan asam lemaknya. Meskipun demikian perlakuan pemijahan berulang samapai empat kali belum cukup untuk menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap diameter telur, jumlah telur matang dan kandungan asam lemaktelur kuda laut (H. barbouri) dibuktikan dengan adanya fluktuasi pada setiap gambar yang diperoleh.Kata kunci :      Pemijahan berulang, Diameter telur, Jumlah telur matang dan Kanduangan asam lemak.

PARTISIPASI PETANI DALAM PEMANFAATAN SUMBER PROTEIN DI AREAL TAMBAK SEBAGAI PAKAN KOMPLIT TERNAK ITIK DI KABUPATEN PANGKEP

Harifuddin, Harifuddin ( Jurusan Agribisnis Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Wadi, Ahmad ( Jurusan Budidaya Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.131 KB)

Abstract

Usaha ternak itik intensif mengalami kendala dalam penyediaan sumber protein yang berkelanjutan. Jika menggunakan pakan komersil, maka keuntungannya sangat sedikit utamanya pada skala usaha kecil. Penelitian ini bertujuan menemukan sumber protein alternatif di areal tambak yang dapat digunakan sebagai bahan pakan komplit dan untuk membuat formulasi pakan komplit ternak itik. Manfaat  penelitian ini adalah merekomendasikan formulasi pakan komplit untuk para peternak itik intensif. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif, melalui focus group discussion (FGD), survei ketersediaan dan keterjangkauan sumber protein di areal tambak, selanjutnya menyusun formulasi pakan itik dengan menggunakan metode bujur sangkar dengan target protein pakan minimal 18%. Hasil penelitian menunjukkan sumber protein di areal tambak untuk pembuatan pakan komplit ternak itik adalah rebon, udang laci-laci, kangkung, batang pisang dan daun pisang dengan kandungan protein masing-masing sebesar 54,16%, 50,48%, 16,27%, 3,26% dan 12,05%. Berdasarkan kebutuhan nutrisi ternak itik dengan harga murah maka formulasi pakan komplit adalah rebon 17%, udang laci-laci 10%, kangkung 14%, batang pisang 55% dan daun pisang 4%.