cover
Filter by Year
JURNAL GALUNG TROPIKA
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Articles by issue : Vol 4, No 2 (2015)
8
Articles
TINGKAT PENCAPAIAN SIKLUS BIRAHI PADA KAMBING BOERAWA DAN KAMBING KACANG MELALUI TEKNOLOGI LASER PUNKTUR

Fattah, Abdul Hakim

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.187 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pencapaian birahi pada kambing boerawa dan kambing kacang dengan penggunaan teknologi laser punktur. Penelitian dilakukan di VBC Kambing Boerawa, Lappa Cenrana Kecamatan Bulupoddo yang berlangsung pada Maret - Apri 2015. Pada penelitian digunakan 10 ekor kambing Boerawa dan 10 ekor kambing Kacang lokal, jenis kelamin betina, umur 10 – 12 bulan atau induk kambing yang telah melahirkan sedikitnya dalam waktu 1,5 bulan , kondisi sehat, tidak dalam keadaan bunting dan tidak dalam keadaan berahi. Untuk mengukur kualitas berahi yang timbul setelah pelaseran, digunakan 2 ekor kambing Pejantan Pengusik yaitu 1 ekor kambing pejantan Boerawa dan 1 ekor pejantan kambing Kacang lokal. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pencapaian siklus berahi melalui penerapan teknologi laser punktur menunjukkan kambing Boerawa memiliki respon lebih tinggi dari pada kambing Kacang, baik dari aspek persentase pencapaian berahi yang mencapai 90%, interval waktu munculnya berahi (onset) maupun kualitas berahi yang dinilai dari beberapa gejala estrus yang diamati.

EVALUASI LAHAN UNTUK DASAR PENGEMBANGAN PERTANIAN TANAMAN SEMUSIM (Kasus di Raumoco Lautem Timor Leste)

Da Costa, Antonio Joao, Sunarminto, Bambang Hendro, Gunawan, Totok, Utami, Sri Nuryani Hidayah

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.014 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menilai kualitas, karakteristik, potensi, kendala,  kesuburan dan kesesuaian lahan untuk tanaman padi (lahan kering) dan palawija (kedelai). Evaluasi lahan untuk tujuan ini telah dilakukan survei tanah dengan sistem satuan lahan di Raumoco (sub-distrik Lautem dan Luro) distrik Lautem Timor Leste sejak Oktober 2013 hingga Januari 2015. Luas lahan yang disurvei 4603,8 ha dengan 11 satuan tanah (SPT) yang peroleh melalui proses sistem digitasi overlay peta tanah, iklim dan litologi. Tiap SPT diwakili 1 profil tanah. Sampel tanah dianalisis di laboratorium Jurusan Tanah Fakultas Pertanian UGM. Hasil klasifikasi tanah berdasarkan Kys to Soil Taxonomy (SSS, 2010), sub-distrik Lautem dan Luro termasuk Haplustalf (10,7%),Ustipsament (11,1%), Ustifluvent (5,0%), Calsiustoll (14,0%), Haplustept (40,5%) dan Haplustoll (18,7%). Tanah-tanah tersebut berkembang di bawah curah hujan 1.044,7 mm/tahun, suhu udara rata-rata berkisar 22,1-30,9oC dengan regim suhu isotermik dan kelembaban tanah ustik. Aspek tanah dan iklim serta faktor lingkungan fisik lainnya (lereng, batuan, erosi dan banjir). Penilaian kesuburan tanah dengan sistem FCC, sub-distrik Lautem dan Luro tergolong rendah sampai tinggi. Persentasi luas lahan tergolong kesuburan tanah rendah (R)= 21,6%, sedang (S) = 37,9% dan tinggi (T) = 40,5%. Kendala utama kesuburan tanah adalah kekeringan kelengasan tanah; evaluasi kesesuaian lahan dengan sistem Sys dan LPT Bogor. Hasil penilaian kesesuaian lahan untuk padi, dan kedelai  dengan sistim Sys masing-masing 72,5% sesuai (S) dan 27,5% tidak sesuai (N) pada kondisi aktualdan potensial. Kesesuaian lahan untuk tanaman tersebut pada kondisi aktual terdapat 16,2% S dan 83,9% N berubah menjadi 25,3% S dan 74,7% N seetelah adanya perbaikan lahan (potensial). Usaha perbaikan lahan mampu meningkatkan kelas kesesuaian lahan sebesar 9,2%. Informasi kesuburan tanah dan kesesuaian lahan sebagai dasar dalam pengembangan tanaman terpilih dalam penilitian ini di Lautem dan Luroterutama di SPT-17 dan 18 dengan mempertimbangkan kendala utama kesuburan tanah. Perlu adanya irigasi tambahan dan penanaman  palawija di awal musim hujan dengan pola tanam tumpang sari.

POTENSI BIOMASSA TERUBUK (SACCHARUM EDULE HASSKARL) SEBAGAI PAKAN UNTUK PERTAMBAHAN BOBOT BADAN SAPI

Chaniago, Ramadhani

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.856 KB)

Abstract

Selain dikonsumsi sebagai sayuran, terubuk juga mempunyai potensi sebagai pakan. Diharapkan dapat mengatasi kendala utama yang dihadapi petani dalam meningkatkan produktivitas sapi. Ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan sistem usahatani terpadu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi biomassa tanaman terubuk, menganalisis pengaruh pakan dari  limbah terubuk terhadap pertambahan bobot badan sapi. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Universitas Tadulako Palu. Untuk mengidentifikasi potensi biomassa terubuk yaitu dengan cara menghitung biomassa basah dan kering dengan menghitung luas lahan x jarak tanam x berat segar. Sedangkan analisis laboratorium dilakukan untuk menghitung bahan kering, protein kasar, lemak kasar dan serat kasa. Pertambahan bobot badan sapi dihitung dengan cara menimbang bobot badan sapi sebelum dan setelah pemberian pakan ternak dari terubuk. Hasil penelitian menunjukkan jika ketersediaan limbah terubuk rata-rata sebanyak 11.300 kg/ha maka limbah terubuk mampu memenuhi kebutuhan ternak 4 ekor sapi selama 90 hari. Sedangkan potensi kualitas tanaman terubuk mengandung bahan kering 13%,  protein kasar 3,15% dan lemak kasar 1,28% serta mengandung serat kasar 41, 27% dan BETN 42,41%. Pertambahan berat badan ternak sapi yang diberi terubuk sebanyak 7,5 kg pagi dan sore memberikan pertambahan berat badan 0,03 kg/ekor/hari.

ANALISIS USAHA TANI PADI SAWAH MENGGUNAKAN SISTEM LEGOWO DI KECAMATAN KAMANG MAGEK KABUPATEN AGAM SUMATERA BARAT

Hafizah, Dian

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.9 KB)

Abstract

Salah satu subsektor pertanian yang dijadikan sebagai fokus untuk dikembangkan oleh negara adalah pada bidang tanaman pangan khususnya beras. Dalam pelaksanaannya untuk meningkatkan produktivitas padi sebagai mana yang direncanakan maka dilaksanakan intensifikasi lahan dengan menerapkan penemuan dari tehnologi baru. Pada penelitian ini pemerintah telah melakukan introdusir tehnologi baru dimana dibudidayakan varietas padi unggulan yang diusahakan dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dimana program ini bertujuan untuk mengenalkan sistem teknologi tanam yang baru yang dinamakan dengan sistem legowo. Berdasarkan hasil penelitian maka didapatkan hasil perhitungan pendapatan dan keuntungan. Dimana komponen biaya yang dibayarkan terdiri dari pembelian benih, pembelian pupuk, upah TKLK, dan sewa alat (traktor). Sedangkan biaya yang diperhitungkan adalah penyusutan peralatan tetap,  biaya TKDK dan bunga modal. Dari data didapatkan bahwa pendapatan petani yang menerapkan legowo adalah sebesar Rp14.322.183,33/luas lahan/MT dan keuntungan sebesar Rp 13.916.759,33 atau bila dikonversikan per hektar maka didapatkan pendapatan sebesar Rp 23.135.719,44/Ha dan keuntungan sebesar Rp 16.286.159,07/Ha.

PENGGUNAAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) SEBAGAI KOMPONEN PROBIOTIK UNTUK MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN IKAN SIDAT (ANGUILLA MARMORATA)

Nawawi, Nawawi, Sriwahidah, Sriwahidah

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.962 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh mikroorganisme lokal (mol) sebagai komponen probiotik terhadap pertumbuhan ikan sidat (Anguilla marmorata) pada stadium elver. Hasil yang didapatkan diharapkan dapat menjadi bahan informasi tentang pemanfaatan mikroorganisme lokal yang diperoleh dari limbah buah-buahan  dalam pakan untuk ikan sidat.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan rancangan percobaan pola Acak Lengkap. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan larutan MOL ke dalam pakan ikan sidat pada taraf 2 ml/100 gram pakan (A), taraf 4 ml/100 gram pakan (B) dan taraf 6 ml/100 gram pakan (C) dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Ikan Sidat  yang digunakan mempunyai berat rata-rata 46, 22 gram , dipelihara dalam waring  60 x 80 x 80 cm3sebanyak 9 buah dengan kepadatan 25 ekor/wadah dengan sistim air mengalir. Pemberian pakan dilakukan 2 kali setiap hari (pukul 08:00, dan 17:30 WITA).Penelitian berlangsung selama 6 minggu dan setiap minggu, ikan ditimbang untuk menyesuaikan jumlah pakan yang diberikan. Parameter yang diamati berupa pertambahan berat ikan sidat uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikroorganisme lokal (MOL) ke dalam pakan ikan sidat uji ternyata memberikan respon terhadap pertambahan berat ikan sidat uji.  Pemberian mikroorganisme lokal pada taraf 6 ml/100 gram pakan memiliki pertambahan berat tertinggi yaitu sebesar 166,74 gram, disusul perlakuan B (147,46 gram) dan terendah pada perlakuan A (119,23 gram ).

ANALISIS BUDIDAYA UDANG WINDU (PENAEUS MONODON FABR.) TEKNOLOGI SEDERHANA KE TEKNOLOGI MADYA DITINJAU DARI SEGI FINANSIAL

Yuliana, Yuliana, Fachry, Mardiana E, Fitriani, Fitriani

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.993 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Pangkep Maret sampai April 2009. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah teknologi yang digunakan untuk mengubah usaha budidaya udang windu dari teknologi sederhana ke teknologi madya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi penelitian adalah pemilik penggarap usaha budidaya udang windu teknologi sederhana dan teknologi madya. Analisis data yang digunakan adalah analisis keuntungan/pendapatan dan kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan keuntungan usaha budidaya udang windu petani teknologi madya sangat berbeda nyata dengan keuntungan usaha budidaya udang windu petani teknologi sederhana (hasil perhitungan uji-t ternyata t-hitung jauh lebih besar dari pada hasil perhitungan t-tabel). Keuntungan petani teknologi madya jauh lebih tinggi dibanding dengan keuntungan petani teknologi sederhana (hasil analisis keuntungan). Peningkatan teknologi yang digunakan untuk mengubah usaha budidaya udang windu dari teknologi sederhana ke teknologi madya adalah layak untuk diterapkan. Analisis kelayakan menunjukkan cash flow sebesar Rp. 81.838.817, pay back periodenya 1 tahun 5 bulan dan Net Present Value positif (Rp. 58.129.963), serta Benefit Cost Ratio lebih besar satu, yaitu 1,734.

ANALISIS BERAT DAN KUALITAS KARKAS AYAM BROILER YANG DIBERIKAN JAMU PROBIOTIK DAN TANAMAN HERBAL MELALUI AIR MINUM

Syam, Muliati

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.31 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok  dengan 4 taraf perlakuan. Perlakuan tersebut masing-masing sebagai berikut  (1) Probiotik (Kontrol), (2) Jamu Probiotik lengkap, (3) Jamu Probiotik lengkap + Daun katuk, (4) Jamu Probiotik lengkap + Daun sirih.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  penggunaan jamu probiotik dan tanaman herbal pada air minum terhadap berat dan kualitas karkas ayam broiler.Analisis keragaman memperlihatkan, pemberian ramuan jamu probiotik dan tanaman herbal memperlihatkan perbedaan yang tidak nyata terhadap semua perlakuan. Berat karkas yang tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian jamu Probiotik lengkap terdiri dengan berat rata-rata 1,25 kg/ekor. Begitu pula dengan kualitas perlemakan sub kutan yang relatif sedikit. Pemberian ramuan jamu probiotik dan tanaman herbal (probiotik lengkap) pada air minum dapat meningkatkan berat dan kualitas karkas ayam broiler melalui zat aditif yang dikandungnya.

ANALISIS KETERSEDIAAN C-ORGANIK DI LAHAN KERING SETELAH DITERAPKAN BERBAGAI MODEL SISTEM PERTANIAN HEDGEROW

Sukmawati, Sukmawati

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.435 KB)

Abstract

Lahan kering memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian baik tanaman pangan, hortikultura, maupun tanaman perkebunan. Bahan organik merupakan salah satu faktor pembatas yang sangat berperan untuk menambah hara dan sebagai penyangga hara di lahan kering. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis  kandungan C-organik tanah di lahan kering setelah diterapakan berbagai model sistem pertanian hedgerow. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada 4 sistem pertanian, yaitu: (S1) sistem monokultur rambutan; (S2) sistem pertanian terpadu hedgerow Rambutan – Gamal; (S3) sistem pertanian hedgerow terpadu Rambutan – Gamal – jagung; (S4) Sistem Pertanian hedgerow terpadu Rambutan – jagung – gamal – rumput gajah – ternak kambing dan biogas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tana Karaeng Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Analisis Tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar. Variabel pengamatan adalah kandungan C-organik tanah. Hasil analisis dinilai secara deskriptif dengan membandingkan hasil uji analisis tanah pada berbagai system pertanian hedgerow. Hasil penelitian menunjukkan perlakuansistem pertanian hedgerow rambutan – jagung – gamal – rumput – ternak dan biogas  dan system pertanian hedgerow rambutan – gamal – jagung memberikan hasil terbaik terhadap kandungan C–organik pada lahan kering.