cover
Filter by Year
JURNAL GALUNG TROPIKA
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Articles by issue : Vol 3, No 2 (2014)
12
Articles
SISTEM INFORMASI IDENTIFIKASI PENYAKIT PADA TANAMAN KEDELAI BERBASIS WEB

Kumalasari, Tien ( Jurusan Agribisnis Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene dan Kepulauan )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.579 KB)

Abstract

Penyediaan informasi tentang penyakit kedelai masih bersifat manual sehingga tidak berfungsi secara maksimal dalam penyebaran informasi baik ke petani, penyuluh, dan pengguna lainnya.Gangguan penyakit merupakan masalah penting yang dihadapi petani dalam usaha tani kedelai, selain menurunkan hasil produksi serangan penyakit juga menurunkan kualitas hasil.Oleh karena itu untuk mengetahui penyakit apa yang menyerang tanaman kedelaimaka dibutuhkan suatu  sistem informasi  identifikasi  penyakit pada tanaman kedelai  berbasis web. Metode pengembangan sistem  yang digunakan mengacu pada  systems development life cycle  (SDLC), mulai dari  investigasi, analisis,desain,  dan implementasi  sistem.  Hasil yang diperoleh adalah sebuah sistem informasi  identifikasi penyakit pada tanaman kedelai berbasis web.

ANALISIS KECERNAAN DAN PEMANFAATAN NUTRIEN PAKAN YANG MENGANDUNG TEPUNG KEPALA UDANG PADA KERAPU BEBEK (CROMILEPTES ALTIVELIS)

Ridwan, Ridwan ( Jurusan Budidaya Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Puspasari, Andi Idris ( Jurusan Budidaya Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.813 KB)

Abstract

This research was aimed at finding out the effect of the shrimp head meal (SHM) content found in the feed on the nutrient digestibility and utilization of humpback grouper.  The research was conducted in floating net cages, and it was arranged in a completely randomized triplicate designs.  The treatments in this research were the SHM contents (0 %, 10 %, 20 %, 30 %, and 40 %) found in isonitrogenous and isocaloric diets.  The data of each observed variable were analysed by using a one-way analysis of variance (ANOVA) in order to identify the effects of treatments on the   nutrient digestibility and utilization.  The difference in the treatment effects were determined by Duncan’s multiple range test at significance level of 0.05.The result of the research revealed that  the protein digestibility in control diet was not significantly different from that of the diet containing SHM 10%. The protein digestibility decreased in the diets containing SHM of 20% to 40%. Meanwhile, the highest lipid digestibility was resulted from the control diet, and it decreased when SHM contents of the diets increased. The protein utilization (the protein retention and the protein efficiency ratio) and the feed efficiency (the feed conversion ratio) in the fish fed with control diet were not significantly different from those in the fish fed with the diet containing SHM of 10%. The decrease of the protein utilization and feed efficiency started to appear when the diet content of SHM had reached the level of 20%. The highest lipid retention was resulted from the control diet. The decrease of lipid retention started to appear when the diet content of SHM had reached the level of 10%.  Based on the results, 10% of SHM could be included to the diet without any reduction in the protein digestibility and utilization  and feed efficiency of humpback grouper.

STUDI LAMA PENYIMPANAN GABAH ORGANIK TERHADAP MUTU BERAS ORGANIK DI PPLH SELOLIMAN MOJOKERTO

Laylah, Nur ( Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Samsuadi, Samsuadi ( Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.117 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh lama penyimpanan gabah organik  terhadap mutu fisik beras organik. Metode yang dilakukan dalam penelitian adalah menimbang berat gabah organik sebelum penggilingan untuk mengetahui berat beras kepala, pecah, menir, dedak dan sekam yang diperoleh setelah proses penggilingan pada lama penyimpanan 4 – 9 bulan. Hasil penelitian menunjukkan, lama penyimpanan 4 bulan memberikan persentase beras utuh paling tinggi yaitu  51,1%. Meningkatnya persentase menir pada penyimpanan 6 bulan (1,6%) akibat jumlah persentase beras patah yang meningkat. Penyimpanan 9 bulan persentase sekam semakin tinggi akibat terjadi penurunan berat gabah karena terjadinya perubahan fisik sehingga pada proses penggilingan kulit biji gabah sulit terkelupas.

KAJIAN EFEKTIFITAS MIKROBA AZOTOBACTER SP. SEBAGAI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.)

Rahmi, Rahmi ( Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan rhizo-bakteri pemacu  pertumbuhan tanaman atau plant growth promoting rhizobacteria(PGPR) sebagai pupuk hayati merupakan satu sumbangan bioteknologi dalam usaha peningkatan produktivitas tanaman.Bakteri  Azotobacter spmerupakan  salah satu  rhizobacteri yang    terdapat ditanaman    perkebunan.  Bakteri ini mempunyai kemampuan dalam memproduksi  vitamin dan zat pengatur tumbuh seperti IAA, kinetin dan giberelin (Tang et al.,1983: Glick, 1995).  Selain ituBakteri inidapat memfiksasi  Nitrogen secara  nonsimbiotik dan juga  menghasilkan   polisakarida ekstraseluler,  seperti alginat dan polimer. Alginat   berfungsi melindungi nitrogenase sehingga meningkatkan fiksasi Nitrogen  (Sabra et al., 2000).Menurut Holt, et al., (1994) dan Cowan  et al. (1993) genus  Azotobacter  termasuk bakterigram  negatif, berbentuk batang, bersifat motil dannon motil. Sifat hidupnya aerob tetapi juga dapattumbuh secara anaerob fakultatif jika kelarutanoksigen menurun.Dari beberapa hasil kajian    terlihat bahwa efektifitas  bakteri azotobacter  tidak hanya dalam meningkatkan fiksasi Nitrogen tapi juga mempunyai    kemampuan  dalam meningkatkan ketersediaan P dan  berperan sebagai biokontrol yang dapatmeningkatkan kesehatan akar dan pertumbuhan tanaman melalui proteksinya terhadap  beberapa  penyakit    (Arshad dan Frankenberger,1993), Azotobacter  sp.  juga dikenalsebagai pengendali penyakit tanaman karena kemampuannya menghasilkan senyawa anti antibiotik dan antifungi  (Shende et al., 1977).Demikian pula dalam proses perkecambahan benih, tidak hanya dipengaruhi oleh  IAA tetapi juga adanya pengaruh  senyawa lain yang disintesisoleh  Azotobacter  sp.  Menurut Rao (1982), Azotobacter  sp. juga menghasilkan senyawa thiamin,riblovaflavin, pridoksin, sianokobalamin,nikotin, asam pentotenat, asam indol asetat, dan giberelin yang   berperan dalam perkecambahan biji.

EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI TEPUNG LEMPUYANG (ZINGEBER AROMATICUM VAL) DALAM RANSUM TERHADAP BERAT DAN KUALITAS KARKAS AYAM PEDAGING

Dollah, Zainab ( Program Studi Ilmu Peternakan Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Semaun, Rahmawati ( Program Studi Ilmu Peternakan Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Amin, Nurul ( Program Studi Ilmu Peternakan Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.782 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas suplementasi tepung lempuyang  (zingiber aromaticum val)  dalam ransum terhadap berat dan kualitas karkas ayam pedaging. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak  Lengkap  (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan  tiga taraf perlakuan yaitu P0 = kontrol, P1= 0,5% tepung lempuyang, P2 = 2,5% tepung lempuyang, P3 = 4,5% tepung lempuyang dan P4 = 6,5% tepung lempuyang. Berat Karkas perlakuan P3 lebih tinggi, perlakuan P3 berbeda sangat nyata dengan perlakuan P0, P1, P2 dan P4 namun perlakuan P2 tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan P1 dan P4. Perlakuan P0 tidak berbeda sangat nyata dengan perlakuan P1 dan P4. Berat rata-rata karkas ayam pedaging tertinggi ke terendah diperoleh dari perlakuan P3 sebesar (1,07 Kg),  P2 (1,03 Kg), P4 (0,96 Kg), P1 (0,94 Kg) dan P0 (0,91 Kg).  Suplementasi tepung lempuyang (zingiber aromaticum val) dalam ransum, berbeda sangat nyata pada taraf  1% terhadap kualitas karkas ayam pedaging.  Perlakuan P3 berbeda sangat nyata dengan P0, namun tidak berbeda sangat nyata dengan P1, P2 dan P4. Perlakuan P0 tidak berbeda sangat nyata dengan P4 dan P1.   Nilai rata – rata kualitas karkas tertinggi ke terendah adalah P3 (74,54 %), P2 (74,36 %), P4 (72,35 %), P1 (72,28 %) dan P0 (71,14%). Kualitas karkas terdiri dari persentase dan komposisi karkas (lemak sub kutan, serat dan daging).  Perlemakan dibawah kulit relatif sedikit, aroma daging tidak amis, serat daging halus, padat, mengkilat dan karkas berwarna putih kekuning-kuningan.  Hati nampak mengkilat, utuh (perototan kompak) dan berwarna coklat kemerah-merahan.

PENGARUH PENGGUNAAN JENIS SHELTER YANG BERBEDA PADA BUBU DASAR TERHADAP HASILTANGKAPAN DI PERAIRAN KABUPATEN BARRU SULAWESI SELATAN

Hadi, Syamsul ( Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.528 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan shelter yang berbedapada bubu dasar terhadap jumlah dan jenis hasil tangkapan. Penelitian dilakukan Mei sampai Oktober 2013.Penelitian lapangan serta analisis data dan penyusunan laporan, dengan lokasi fishing base research di kawasan perairan Kabupaten Barru.Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode observasi lapangan dengan menggunakan Experimental fishing. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui kegiatan penangkapan setiap hari sebanyak satu kali setting, setiap perlakuan dengan ulangan sebanyak 9 kali secara acak begantian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan shelter dari lamun berbeda nyata terhadap jumlahdanjenishasil tangkapan.

FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN EKSPOR IKAN HIAS INJEL NAPOLEON POMACANTHUS XANTHOMETAPON DI SULAWESI SELATAN

Kasmi, Mauli ( Jurusan Agribisnis Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.124 KB)

Abstract

Indonesian ornamental fish export growth between 1987 to 2010 are likely to continue to rise. According AKKII and AKIS (2008), data obtained from the International Trade Center (ITC) shows the average growth of import demand for the country to reach 15% per year. Destination country or the world ornamental fish market, among others the European Union, the USA, Japan, Singapore and Taiwan. The purpose of the study was to determine the factors that affect the demand and supply of ornamental fish exports injel napoleon and to determine the level of supply and demand injel napoleon fish and its relation to the level of utilization. The analysis used is multiple linear regression models of log-log / double logarithmic models or also called constant elasticity using descriptive method. The data in this study based on the dimension of time, namely the time-series data (time series) derived from primary and secondary data from company exporters ornamental fish and ornamental fish business associations. Ornamental fish export price injel napoleon significant negative effect on the demand for ornamental fish export injel napoleon. Ornamental fish export price injel pajamas significant positive effect on the demand for ornamental fish export injel napoleon. The rupiah exchange rate against the dollar has no significant effect terhada p number injel napoleon fish export demand. Ornamental fish export price injel injel napoleon and pajamas as well as the exchange rate against the dollar significantly influence the number of ornamental fish export demand injel napoleon. Napoleon injel supply curve curved reverse (backward bending supply curve) shows that the supply is declining despite rising prices for suspected fish stock decreases.

KANDUNGAN KALSIUM (Ca) DAN FOSPOR (P) KACANG KORO PEDANG (CANAVALIA ENSIFORMIS ) SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN KONSENTRAT PADA RANSUM TERNAK DENGAN MENGGUNAKAN LAMA PERENDAMAN NaCl YANG BERBEDA

Nur, Eva Melani ( Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Munir, Munir ( Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare ) , Novieta, Intan Dwi ( Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.975 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman NaCl terhadap kandungan kalsium (Ca) dan Fospor (P)pada kacang koro pedang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu . TO= kontrol, TI=  perendaman 1 hari, T2= perendaman 3 hari, T3= perendaman 5 hari.  perendaman kacang koro dengan menggunakan lama perendaman NaCl yang berbeda sangat nyata pada taraf 1% (P<0.01). Pada perlakuantanpa perendaman menghasilkan rata-rata kandungan kalsium 0,90%.  Adapun perlakuan padaperendaman 1 hari  dengan rata-rata kandungan kalsium 0,59%. Hal ini menunjukkan adanya penurunan jumlah kadar kalsium sebanyak 0,31%. Pada hasil perlakuan selanjutnya yaitu perlakuan  perendaman 3 hari dengan rata-rata kandungan kalsium 0,61% . Hal ini menunjukkan penurunan kandungan kalsium sebanyak 0,29% dari perlakuan  tanpaperlakuan. Adapun perlakuan perendaman 5 hari menghasilkan rata-rata 0,52%. Hal ini menunjukkan penurunan  kandungan  kalsium sebanyak  0,38%  dari perlakuan T0. perendaman kacang koro dengan menggunakan lama perendaman NaCl yang berpengaruh sangat nyata. Pada T0 tanpa perlakuan menghasilkan rata-rata 1,10%.  Perlakuan perendaman 1 hari rata-rata kandungan fospor 0,83%, ini menunjukkan adanya penurunan jumlah kadar fospor sebanyak 0,27%. Pada hasil perlakuan selanjutnya yaitu perlakuan perendaman 3 hari dengan rata-rata kandungan kalsium 0,78%,. Hal ini menunjukkan penurunan kandungan fospor sebanyak 0,32% dari  tanpaperlakuan. Adapun perlakuan perendaman 5 hari, penurunan  kandungan  fospor  sebanyak  0,33%  dari perlakuantanpaperlakuandengan nilai rata-rata kandungan fospor 0,77%.

PENGARUH PARTIKEL LUMPUR TERHADAP TINGKAT KONSUMSI PAKAN UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) DALAM WADAH TERKONTROL

Hasniar, Hasniar ( Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.447 KB)

Abstract

Udang windu merupakan salah satu sumber daya perikanan yang potensial untuk dikembangkan karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.  Kekeruhan air tambak merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan udang windu. Kekeruhan air  dapat menutupi insang udang windu sehingga mengganggu pernapasan dan dapat menghalangi masuknya sinar matahari di dalam tambak yang dibutuhkan oleh fitoplankton untuk proses fotosintesa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi partikel lumpur terhadap konsumsi pakan alami udang windu di dalam tambak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan hewan uji benih udang windu kisaran berat 0,04 – 0,13 g/ekor , jumlah udang uji setiap wadah 10 ekor dengan kepadatan 5 ekor/liter. Pakan yang diberikan adalah Artemia salina dengan kepadatan 20 ekor/ml air. Konsentrasi partikel lumpur yang digunakan adalah 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm dan 75 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah pakan yang dikonsumsi oleh  udang windu pada setiap perlakuan. Konsentrasi partikel lumpur yang lebih tinggi mengakibatkan tingkat konsumsi pakan  udang windu lebih sedikit.  Hasil pengamatan konsumsi pakan setiap perlakuan adalah : A (rata-rata 9,5 ekor/ml/hari), B (rata-rata 9,2 ekor/ml/hari), C (rata-rata 8,7 ekor/ml/hari) dan D (rata-rata 7,9 ekor/ml/hari). Konsentarsi partikel lumpur 0  –  75 ppm yang dicobakan hanya berpengaruh negatif terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan tapi tidak berpengaruh pada tingkat kelangsungan hidup udang windu.

MODEL PEMBINAAN TENAGA KERJA WANITA PRODUKTIF PADA RUMAHTANGGA NELAYAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

Sugiarti, Asti ( PoliteknikPertanianNegeriPangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.778 KB)

Abstract

This research  was  aimed  to obtain the  empowering  model of productive womenlabour as  an  effort  to  improve coastal society economics  sustainability. Research was carried out for six-month from June to November 2012 in coastal and small islands of Pangkep Regency, South Sulawesi, using elaboration of data and information of field (explored field research). Each district residing in the small island and seaboard taken as a  sample of household fisherman.There were50  household in total  as responders.  The purpose  of this research is to  create  a model  programmeof  economical developmentfor society in the small islands and coastal region in term of  improving their economical sustainability that are vulnerable in today’s world.Other than that, its also meant to create a development pattern of society’s alternative living source, especially for the future women’s generation in the coastal household that are still productive and has the sparetime that could be used to do much needed economical activities. The early data shown that the education level of the responders are averagely low, with majority of zero educational background or have not completed the elementary school level. And so does the variety of job that are limited to become a labour fastener of sea grassor managing the household activities only. Even on some of the other, 14% of them are still unemployed and did not have sufficient source to support their lives.  Byapplicating the development programme to achieve economical sustainability, there are promising chances to explore other alternative living source in non fishery sector, with the final result of empowered women and coastal society.