cover
Filter by Year
JURNAL GALUNG TROPIKA
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Articles by issue : Vol 3, No 1 (2014)
11
Articles
ANALISIS PENDAPATAN PETANI TAMBAK IKAN BANDENG DI DESA BULU CINDEA BIRINGKASSI KECAMATAN BUNGORO KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN

Asriany, Asriany ( Jurusan Agribisnis Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani tambak ikan bandeng, berapa besar tingkat keutungan, faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan, dan upaya yang dilakukan petani tambak dalam mempengaruhi pendapatan . Adapun kegunaanya yaitu diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan suatu usaha. Bahwasanya suatu usaha yang dijalankan tentunya diharapkan dapat memberi keuntungan sehingga diperlukan adanya analisis pendapatan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu usaha.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan bandeng di Desa Bulu Cindea Biringkassi Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan merupakan daerah potensial untuk ikan bandeng, khususnya daerah Pangkep itu sendiri  merupakan salah satu usaha yang menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pendapatan/ha/siklus yaitu sebesar Rp 5.657.318 yang tentunya memberi keuntungan karena berdasarkan hasil perhitungan R/C Ratio menunjukkan 2,11 > 1. Selanjutnya faktor – faktor  yang mempengaruhi tingkat pendapatan meliputi : luas lahan, jumlah penebaran, tingkat kematian, harga beli bahan baku (nener) serta alat dan bahan, harga jual, jumlah siklus per tahun, dan jangka waktu budidaya per siklus. Upaya yang dilakukan petani tambak yaitu dengan memperbaiki pengelolaan lahan tambak setelah panen dan mempertahankan kualitas ikan bandeng serta melakukan proses budidaya ikan bandeng sebaik mungkin.

TINGKAT KONSUMSI BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PADA SAPI BALI YANG DIBERI PAKAN FERMENTASI JERAMI JAGUNG DENGAN MANURE DAN JERAMI KACANG TANAH

Amin, Nurul ( Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.541 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh pemberian kombinasi silase jerami jagung dengan manure ayam dan jerami kacang tanah yang akan berdampak terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik sapi Bali. Dilaksanakan pada Januari sampai Mei 2010. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima kombinasi perlakuan, yaitu100% silase jerami jagung +    0 % jerami kacang tanah, 80%  silase jerami  jagung  +  20% jerami  kacang  tanah, silase  jerami  jagung  + 40%  jerami  kacang  tanah, 40%  silase  jerami  jagung  + 60%  jerami  kacang tanah, dan  20 % silase jerami jagung  +    80 % jerami kacang tanah. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi ransum silase jeramijagung yang diberi manure dan jerami kacang tanah (40 :60%) memperlihatkan pengaruh terbaik dibanding ransum lainnya. Ini tergambar dari daya cerna bahan kering, daya cerna bahan organik lebih tinggi pada ternak sapi yang diberi ransum tersebut.

KANDUNGAN KALSIUM DAN POSPOR KOMBINASI PAKAN RUMPUT GAJAH DAN TUMPI JAGUNG YANG TERFERMENTASI

Widyawati, Fitri, Nohong, Budiman ( Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin ) , Noevita, Intan Dwi ( Ilmu peternakan Fapetrik Umpar )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.712 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengaruh fermentasi kombinasi rumput gajah dan tumpi jagung dengan Trichoderma sp. terhadap kandungan  kalsium (Ca) danPospor (P).Penelitian ini dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, 3 ulangan (Gazperz, 1991), sehingga ada 12 satuan percobaan, adapun susunannya sebagai berikut :R0  =  100% Rumput gajah, R1  =  (90% Rumput gajah + 10% tumpi jagung) Terfermentasi, R2  = ( 80% Rumput gajah + 20% tumpi jagung) Terfermentasi danR3  =  (70% Rumput gajah + 30% tumpi jagung) Terfermen. Trichoderma sp yang akan diberikan diaktifkan dulu dengan melarutkannya ke dalam air yang steril dengan volume yang disesuaikan dengan kadar air pakan yang akan difermentasi. Rumput gajah + tumpi jagung dicampur dengan Trichoderma sp sampai merata sesuai perlakuan, lalu difermentasi selama 4 hari. Sampel dari masing-masing perlakuan diambil sebelum dan setelah fermentasi untuk dilakukan analisa kualitas dan  nutrisi fermentasi di laboratorium. Perlakuan fermentasi rumput gajah dan tumpi jagung R0 menghasilkan rata-rata kandungan kalsium (Ca) tertinggi (1,16%) dan (R3) menghasilkan rata-rata kandungan kalsium (Ca) terendah (0,90%). Dari hasil tersebut menunjukan bahwa bahan tanpa perlakuan lebih tinggi   kandungan kalsium (Ca) dibandingkan dengan bahan yang diberikan perlakuan, tetapi hasil tersebut sudah memenuhi kebutuhan pada ternak ruminansia.  Kebutuhan kandungan kalsium (Ca) untuk ternak ruminansia terendah mencapai 0,5%, sementara kandungan fospor (P) fermentasi rumput gajah dan tumpi jagung memperlihatkan rataan tertinggi pada (R0) yaitu (0,68%) dan terendah pada R3 (0,42%), maka dengan pemberian Trichoderma sp. Belum dapat meningkatkan kandungan fospor (P) secara optimal, tetapi Ini sudah dapat memenuhi kebutuhan ternak ruminansia dengan rasio kandungan Ca : P adalah 2 : 1  (Parakkasi 1999).

ISOLASI BAKTERI RHIZOSFER PADATANAMAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGEA)ASAL BANTIMURUNG

Abri, Abri ( Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas 45 Makassar ) , Alamsyah, Aylee Christine Ch. ( Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas 45 Makassar )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.319 KB)

Abstract

Upaya mengatasi masalah kesuburan tanah dapat dilakukan dengan meningkatkan peran mikroba tanah yang bermanfaat melalui upaya peningkatan kandungan beberapa unsur hara di dalam tanah, peningkatan efisiensi penyerapan unsur hara, pengendalian patogen tular tanah melalui interaksi kompetisi, memproduksi zat pengatur tumbuh yang dapat meningkatkan perkembangan sistem perakaran tanaman, peningkatan aktivitas mikroba tanah heterotrof yang bermanfaat. Peran mikroba dalam siklus berbagai unsur hara di dalam tanah sangat penting, sehingga bila salah satu jenis mikroba tidak berfungsi maka akan terjadi ketimpangan dalam daur unsur hara di tanah. Ketersediaan unsur hara sangat berkaitan dengan aktivitas mikroba yang terlibat di dalamnya.Mikroorganisme di alam dapat dibagi menjadi mikroorganisme simbiotik dan mikroorganisme nonsimbiotik, yang hidup bebas dan mandiri dalam tanah dan memfiksasi nitrogen seperti Clostridium pasturianum dan Azotobacter .Mikroorganisme simbiotik berinteraksi dengan tanaman seperti bakteri rhizosfer dan endofit.Hasil isolasi   identifikasi   bakteri rhizpsfer kacang tanah   isolat KCT3, KCT4, dan KCT5  tergolong kedalam bakteri Bacillus sp. Bakteri ini  mempunyai ciri-ciri menampakkan warna koloni putih, gram positif, pertumbuhan anaerob negatif dan pembentukan endospora positif.. Berdasarkan uji morfologi dan fisikakimia diperoleh hasil bahwa isolat KCT4 masuk ke dalam kelompok Clostridium.Bakteri Clostridium sp. menampakkan warna koloni putih, reaksi gram positif, pertumbuhan anaerob positif, pembentukan endospora positif.

KUALITAS KARKAS DAN BOBOT KARKAS AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK (KUB) PADA PEMBERIAN FITOBIOTIK DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA

Asyari, Hasyim, Nurhaedah, Nurhaedah, Semaun, Rahmawati

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.406 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan fitobiotik pada air minum terhadap kualitas dan berat karkas ayam KUB. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak tiga kali dan tiga taraf perlakuan yaitu K0 = kontrol, K1= Fitobiotik 10 cc/ liter air, K2 = Fitobiotik 15 cc/ liter air,K3 = Fitobiotik 20 cc/ liter air.Berat Karkas perlakuan K3 lebih tinggi dibanding dengan yang lainnya, perlakuan K3berpengaruh nyata dengan perlakuan K0, K1 dan K2.  Rata-rata data secara biologis pada perlakuan K0, K1, K2 dan K3 yaitu masing-masing 0.43 (Kg), 0,47 (Kg), 0,48 (Kg), 0,53 (Kg). Pemberian fitobiotik pada air minum dengan konsentrasi yang berbeda, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas karkas ayam KUB.  Perlakuan Fitobiotik 20 cc/l berpengaruh dibanding perlakuan lainnya.  Nilai rata – Rata kualitas karkas tertinggi ke terendah adalah pada pemberian 20 cc/l (66,42 %), 15 cc/l (63,52 %), 10 cc/l(61,71 %) dan kontrol (60,28 %). Kualitas karkas terdiri dari persentase dan komposisi karkas (lemak sub kutan, serat dan daging).  Perlemakan dibawah kulit relatif sedikit, aroma daging tidak amis, serat daging halus, padat, mengkilat dan karkas berwarna putih kekuning-kuningan serta bulu jarum yang sedikit.Hati nampak mengkilat, dan warna karkas segar kemerahan.

DAYA SAING INDUSTRI BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii)

Abdullah, Abdullah ( Jurusan Agribisnis Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Asriani, Asriani ( Jurusan Agribisnis Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Astanti, Warnika Febri ( Jurusan Agribisnis Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.612 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di kabupaten pangkep, Barru, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba dengan pertimbangan bahwa kabupaten tersebut merupakan sentra pengembangan rumput laut di Sulawesi Selatan. Populasi dalam penelitian adalah petani yang mengusahan budidaya rumput laut Eucheunema cottonii di kabupaten pangkep, Barru, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah petani yang berusaha dalam industri budidaya rumput laut Eucheuma cottonii.  Sampel diambil dengan dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Setelah penetapan sampel, selanjunya diberikan penomoran pada petani yang berusaha pada industri budiadaya rumput laut Eucheuma cottonii pada masing masing kabupaten. Cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) Observasi, yaitu pengambilan data  pada  saat penelitian dengan pencatatan secara sistematik; (2) Interview, yaitu wawancara langsung dengan teknisi maupun bagian administrasi perusahaan; (3) Dokumentasi, adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengambil dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Beberapa Indikator Hasil Analisis dari Matriks PAM diantaranya adalah: (1) Analisis Keuntungan terdiri dari (a) Private Provitability (PP) (b) Social Provitability (SP); (2) Keunggulan Kompetitif (Private Cost Ratio, PCR) dan Komparatif (Domestic Resource Cost Ratio, DRCR); dan (3) Dampak Kebijakan Pemerintah.

PENGARUH KEPADATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN HIAS GIRU (Amphiprion clarkii) PADA AKUARIUM

Kasmi, Mauli ( Jurusan Agribisnis Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Yunarti, Yunarti ( Jurusan Agribisnis Perikanan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.822 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan Giru Amphiprion clarkii. Penelitian ini dapat berguna sebagai sumber informasi mengenai pemeliharaan dan pengembangan ikan hias laut. Metode Penelitian ini menggunakan wadah yang digunakan berupa akuarium ukuran 139 cm panjang total, dan dibagi menjadi 6 unit masing-masing dengan akuarium nya - masing-masing ukuran dari panjang 20 cm, lebar 20 cm, dan tinggi 20 cm unit. Kapal dilengkapi dengan pompa air untuk media air resirkulasi, unit blower untuk aerasi, dan unit filter. Berdasarkan analisis ragam pertumbuhan berat mutlak bahwa kepadatan yang berbeda memberikan efek yang sangat nyata. Dari hasil uji LSD menunjukkan bahwa perlakuan ikan 1 ekor/liter tidak berbeda nyata (P> 0,05) pada perlakuan ikan 2 ekor/liter, sedangkan perlakuan ikan 2 ekor/liter berbeda nyata dengan perlakuan ikan 3 ekor/liter secara signifikan menuju perlakuan ikan 4 ekor/liter. Selanjutnya, perlakuan ikan 3 ekor/liter tidak berbeda nyata dengan perlakuan 4 ekor/liter. Sedangkan pada pertumbuhan spesifik harian yang kerapatan yang berbeda juga memberikan efek yang sangat nyata. Dari hasil uji LSD menunjukkan bahwa perlakuan ikan 1 ekor/liter secara signifikan berbeda pada perlakuan ikan 2 ekor/liter, ikan 3 ekor/liter, dan ikan 4 ekor/liter. Sedangkan perlakuan ikan 2 ekor/liter tidak berbeda nyata dengan perlakuan ikan 3 ekor/liter. Selain itu, perlakuan ikan 3 ekor/litertidak berbeda nyata dengan perlakuan ikan 4 ekor/liter.

PENINGKATAN DAYA SAING DAN APLIKASI MUTU PADA INDUSTRI AYAM PEDAGING

Badron, Rivaldi ( Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep ) , Attahmid, Nur Fitriani Usdyana ( Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Program Studi Agroindustri Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.46 KB)

Abstract

Dalam krisis moneter seperti saat ini, pengembangan agroindustri yang mempunyai peluang dan berpotensi adalah agroindustri yang memanfaatkan bahan baku utama produk hasil pertanian dalam negeri, mengandung komponen bahan impor sekecil mungkin, dan produk yang dihasilkannya mempunyai mutu yang mampu bersaing di pasar internasional. Agroindustri yang dibangun dengan kandungan impor yang cukup tinggi ternyata merupakan industri yang rapuh karena sangat tergantung dari kuat/lemahnya nilai rupiah terhadap nilai dolar, sehingga ketika dolar menguat industri tidak sanggup membeli bahan baku impor tersebut. Keamanan pangan, masalah dan dampak penyimpangan mutu, serta kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan sistem mutu industri pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri dan konsumen, yang saat ini sudah harus memulai mengantisipasinya dengan implementasi sistem mutu pangan. Karena di era pasar bebas ini industri pangan Indonesia mau tidak mau sudah harus mampu bersaing dengan derasnya arus masuk produk industri pangan negara lain yang telah mapan dalam sistem mutunya.Manajemen mutu merupakan faktor penting bagi suatu perusahaan untuk menjaga konsistensi mutu produk yang dihasilkan sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar, sehingga perlu dilakukan strategi manajemen mutu untuk semua tahapan proses produksi. Untuk mencapai keunggulan daya saing industri pemotongan ayam pedaging melalui keunggulan produktivitas mutu, diperlukan perumusan strategi  yang tepat. Metode analisis data untuk mengidentifikasi dan menentukan faktor-faktor bahaya pada tahapan proses produksi karkas ayam pedaging di perusahaan yang digunakan dalam manajemen mutu dilakukan dengan menggunakan metode hazard analysis critical control point (HACCP). Metode analisis data untuk menentukan prioritas alternatif strategi manajemen mutu proses produksi karkas ayam pedaging berdasarkan sistem  manajemen mutu (SMM) dan  sistem manajemen kemanan pangan (SMKP) untuk menciptakan daya saing mutu dalam industri pemotongan ayam yang berdaya saing tinggi dilakukan dengan menggunakan metode analytical hierarchy proses (AHP). Berdasarkan analisis self assessment terhadap penerapan sistem manajemen mutu menunjukkan bahwa perusahaan hanya memenuhi sebagian dari keseluruhan unsur-unsur yang terkait dengan SMM (ISO 9001:2000), yakni pada manajemen umum, manajemen sumber daya manusia dan infrastruktur, serta manajemen operasional. Di lain pihak, analisis self assessment terhadap SMKP, menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi sebagian besar dari keseluruhan unsur-unsur yang terkait dengan SMKP, yakni pada kebijakan mutu, deskripsi produk, persyaratan dasar, bagan alir produksi, prosedur verifikasi, penetapan dokumentasi dan pemeliharaan pencatatan, prosedur penanganan konsumen, dan prosedur recall.

STRATEGI PENGEMBANGAN RUMPUT LAUT (Kappahycus Alvarezii) DI KECAMATAN MANDALLE KABUPATEN PANGKEP

Patang, Patang

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.596 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Kabupaten Pangkep. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Setember 2013 di Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep. Metode pengumpulan data terdiri atas observasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan strategi Strength-Opportunity (SO) yang digunakan adalah memanfaatkan seluruh potensi laut yang dimiliki menjadi usaha budidaya rumput laut, pengolahan, menerapkan metode yang sesuai, mencari peluang pasar yang lebih besar serta memanfaatkan sumber tenaga kerja keluarga secara optimal. Strategi Strength-Treath (ST)  yang digunakan  adalah meningkatkan produksi dengan melakukan budidaya rumput laut tepat waktu dan metode untuk menghindari penyakit ais-ais serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan budidaya rumput laut di tingkat petani.Strategi Weakness-Opportunity (WO)  yang digunakan dengan meningkatkan kerjasama dengan lembaga penelitian dan pemerintah untuk mendapatkan bibit tahan penyakit, berbagai sumber permodalan meningkatkan kinerja kelompok.Sedangkan strategi Weakness-Treath (WT)  yang digunakan adalah memanfaatkan dukungan pemerintah serta memperbanyak mengikuti penyuluhan dan/atau pelatihan budidaya rumput laut.

PENGARUH PENAMBAHAN MADU PADA PAKAN TERHADAP NISBAH KELAMIN, PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis Niloticus)

Panar, Pangky, Khairuddin, Khairuddin, Malik, Andi Adam ( Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.284 KB)

Abstract

Umumnya maskulinisasi ikan menggunakan horman 17α - methyltestosteron (17α - MT), karena berbahaya bagi lingkungan dan para penggunanya, tidak lagi dianjurkan digunakan. Untuk  itu  dibutuhkan  bahan  alami  sebagai  alternatif  pengganti  hormon  dalam  proses jantanisasi yaitu madu. Madu adalah substansi organik yang mengandung senyawa aromatase inhibitor seperti chrysin dan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan madu pada pakan terhadap nisbah kelamin, pertumbuhan dan sintasan benih ikan nila. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Metode perendaman pakan dengan dosis pemberian 0 ml / kg (kontrol), 100 ml / kg, 200 ml / kg, dan 300 ml / kg. Jenis kelamin ikan nila diidentifikasi dengan metode histologi gonad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis madu memberikan efek rasio nisbah kelamin, pertumbuhan dan sintasan benih ikan nila, di mana persentase jantan cenderung meningkat dengan meningkatnya dosis madu yang diberikan. Persentase tertinggi ikan nila jantan diperoleh pada perlakuan 300 ml / kg (88,33%), lebih tinggi daripada kontrol 51,67%. Jadi semakin tinggi dosis madu yang diberikan diferensiasi kelamin ke arah jantan akan meningkatan.