cover
Filter by Year
JURNAL GALUNG TROPIKA
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Articles by issue : Vol 2, No 2 (2013)
8
Articles
PENGGUNAAN LAPISAN EDIBEL DARI KARAGENAN SEBAGAI BAHAN PENGAWET IKAN SEGAR

Mursida, Mursida ( Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.354 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan lapisan edibel dari karagenan pada ikan segar untuk mempertahankan mutu selama penyimpanan. Pada penelitian ini diterapkan tiga perlakuan (peubah) yaitu;  (1) bentuk ikan segar (utuh dan fillet); (2) Lama pencelupan (1 menit, 3 menit dan 5 menit); (3) Suhu penyimpanan (suhu ruang dan suhu dingin). Setiap peubah dibandingkan dengan kontrol (tanpa lapisan). Pengujian mutu dilakukan pada akhir penyimpanan yaitu 8 jam untuk suhu ruang dan 30 hari untuk penyimpanan suhu dingin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan ikan utuh segar (A1) dengan lama pencelupan 5 menit untuk membentuk lapisan edibel (B3) dan penyimpanan suhu dingin (C2) merupakan perlakuan yang terbaik untuk dapat mempertahankan sifat kesegaran ikan. Penggunaan lapisan edibel dari karagenan pada ikan segar dapat mencegah terjadinya penurunan mutu terutama jika dikombinasikan dengan penyimpanan suhu dingin. Hal ini disebabkan karena lapisan edibel dari karagenan mampu mengurangi terjadinya kehilangan air dari daging ikan dan absorbsi air dari udara, penguraian protein, dan oksidasi lemak.Demikian pula dengan nilai pH yang relatif stabil selama penyimpanan.

PENGGUNAAN SISTEM BIOREMEDIASI PADA MEDIA BUDIDAYA IKAN SIDAT (Anguilla sp)

Nawawi, Nawawi ( Jurusan Budidaya Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.791 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh komponen (bakteri) probiotik  terhadap laju pertumbuhan ikan sidat (Anguilla sp) pada stadium glass eels. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2011 di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep. Jenis bakteri yang digunakan sebagai komponen probiotik uji adalah Azotobacter 25 x 106-105, Bacillus sp3,5 x 107-104  cfu/ml; Pseudomonas sp 7,0 x 105-104  cfu/ml; Azospirillum 3,0 x 107-105  cfu/ml; Cythophaga sp 1,5 x 104-103  cfu/ml (Biobost). Probiotik tersebut ditambahkan ke dalam air media pemeliharaan. Percobaan dilakukan dalam wadah akuarium berukuran 30 x 40 x 40 cm3 dengan ketinggian air 30 cm pada setiap wadah dan tempatkan secara acak. Untuk mengetahui efektifitas komponen probiotik sebagai bioremediasi, dilakukan penambahan komponen probiotik sebagai perlakuan ke dalam air media yang terdiri atas 3 taraf (dosis) yaitu A (5,0 ml/liter); B (10 ml/liter) dan C (15 ml/liter). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing-masing 3 ulangan. Tingkat kelangsungan hidup larva ikan sidat uji diamati setiap minggu secara sampling. Tingkat kelangsungan hidup ikan sidat uji yang tertinggi diperoleh pada perlakuan D (48,3%) disusul pada perlakuan C (42,3%) dan B (32,0) serta yang terendah diperoleh pada perlakuan A (9,1%). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup  larva ikan sidat uji pada setiap perlakuan berbeda  nyata (P>0,05).

ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN PEMANGKASAN

Usman, Usman ( Penyuluh BPP Panca Rijang Kabupaten Sidrap ) , Rahim, Iradhatullah ( Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Univ. Muhammadiyah Parepare ) , Ambar, Abdul Azis ( Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Univ. Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.597 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman kacang koro pedang pada berbagai konsentrasi pupuk organik cair (POC) dan waktu pemangkasan.Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak tiga kali. Petak utama adalah konsentrasi POC (C) terdiri dari empat taraf, yaitu: 0 ml/l air (C0), 10 ml/l air (C1), 20 ml/l air (C3) dan 30 ml/l air (C4). Sedangkan anak petak adalah waktu pemangkasan terdiri dari tiga taraf, yaitu: tanpa pemangkasan (P0), 30 hari setelah tanam (hst) (P1) dan 60 hst (P2), yang dilanjutkan dengan uji BNT jika perlakuan berpengaruh nyata.Hasil percobaan menunjukkan Indeks Luas Daun (ILD), Laju Asimilasi Netto (LAN), Laju Tumbuh Pertanaman (LTP), dan produksi tertinggi tanaman kacang koro pedang diperoleh pada konsentrasi POC 30 ml/l air. Waktu pemangkasan yang memberikan hasil tertinggi pada pertumbuhan dan produksi tanaman kacang koro pedang adalah 60 hst. Interaksi antara POC dan pemangkasan yang memberikan hasil terbaik adalah konsentrasi POC 30 ml/l air dan pemangkasan saat tanaman berumur 60 hst, dengan produksi 3,9 ton/ha.

KECERNAAN IN-VITRO KOMBINASI FERMENTASI JERAMI JAGUNG DAN DEDAK KASAR DENGAN PENAMBAHAN Aspergillus niger

Semaun, Rahmawati ( Program Studi Ilmu Peternakan, Fakultas Pertanian Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.727 KB)

Abstract

Penelitian mengenai kecernaan in-vitro dari kombinasi fermentasi jerami jagung dan dedak kasar dengan penambahan Aspergillus niger dilaksanakan di kelurahan Ujung Baru kecamatan Ssoreang Kota Parepare, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian jerami jagung dan dedak kasar dengan penambahan Aspergillus niger terhadap kecernaan in-vitro bahan kering dan bahan organik pada pakan ruminansia. Percobaan disusun berdasarkan rancangan faktorial dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah kombinasi jerami jagung dan dedak kasar (dedak kasar 25% + jerami jagung 75%, dedak kasar 50% + jerami jagung 50% dan  dedak kasar 75% + jerami jagung 25%) dan faktor kedua adalah penambahan berbagai taraf mikroba Aspergillus niger (level mikroba 0,5%, 0,75% dan 1%). Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaaan.  Hasil yang diperoleh adalah pemberian kombinasi jerami jagung dan dedak kasar dengan penambahan Aspergillus niger berpengaruh nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik.  Adapun kombinasi perlakuan yang terbaik adalah pada perlakuan A1B3 (dedak kasar 25% + jerami jagung 75% dengan level mikroba 1%)

PENGARUH BERBAGAI METODE BUDIDAYA DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (KASUS DI KECAMATAN MANDALLE KABUPATEN PANGKEP)

Patang, Patang, Yunarti, Yunarti

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.791 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai metode budidaya dalam meningkatkan produksi rumput laut Kappaphycus alvarezii di Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode bentangan memiliki produksi lebih tinggi dibandingkan dengan metode rakit, dimana produksi tertinggi pada metode bentangan sebesar 279,75 kg lebih tinggi dibandingkan dengan metode rakit dengan produksi tertinggi sebesar 124 kg. Hal ini diduga disebabkan karena pada metode bentangan aspek lingkungan terutama arus dan gelombang relatif lebih baik dibandingkan metode rakit

PENGARUH TEMPAT DEPOSISI SEMEN DENGAN METODE INSEMINASI BUATAN TERHADAP FERTILITAS TELUR AYAM BURAS

Nurhaeda, Nurhaeda ( Jurusan Ilmu Peternakan Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan UniversitasMuhammadiyahParepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.924 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tempat deposisi semen terhadap fertelitas telur ayam buras.  Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental sesuai pola rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan, perlakuan A1 = kawin alam, perlakuan A2 = IB intra vagina, perlakuan A3 = intra uterin.Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa metode perkawinan Insemninasi Buatan (IB) tidak berpengaruh  nyata pada taraf <0,05terhadap fertelits telur ayam buras.  Hal ini menunjukkanmetode perkawinan yang diterapkandalam penelitian ini tidak berpengaruh nyata terhadap fertelitas telur ayam buras, tetapi secara empiris memperlihatkan bahwa dengan menerapkan IB intra vagina dan  IB intra uteri lebih tinggi dibandingkan dengan metode kawin alam.

KAJIAN SIFAT FISIKO-KIMIA KARAGINAN DARI RUMPUT LAUT JENIS Eucheuma sp. DI PERAIRAN SULAWESI SELATAN

Fitri, Muhammad ( Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Mandalle Pangkep Poros Makassar )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.465 KB)

Abstract

The aim of this research is for determine the carrageenan physics-chemistry characteristic which resulted from seaweed Eucheuma sp. The based on region  and   season and identification carrageenan quality who resulted based on region and season. This research stage who applied is survey stage the cultivation locate seaweed Eucheuma sp. The observation stage and datum withdrawal appropriate with parameter who decided.  Variable of  factor A  = The sampling withdrawal treatment with season difference is A1=  The dry season (withdrawal sampling’s of Eucheuma cottoniiin June) and A 2 =  The rain season (withdrawal sampling’s ofEucheuma cottoniiin November) ; Variable of factor B = the sampling withdrawal treatment with location difference, which B1 = The Bone waters, B2 = The Luwu waters, and B 3 = The Takalar waters. The concludearewithdrawalEucheuma cottonii seaweed based on dry season time  the best carrageenan quality. The Bone waters where ash contents, sulfate ion contents, viscosity, sulfate contents, melting points (oC) and Pb , Cu, and Zn  heavy metal the lowest while gel strength carrageenan the highest.  In the rain season where ash contents, viscosity, sulfate contents, melting points (oC) and Zn heavy metal the lowest in Bone lowest, while gel strength carrageenan the highest.

KOMPOSISI NUTRIEN DAN PERTUMBUHAN MIKROALGAE Chaetoceros gracilis YANG DIKULTURKAN PADA BERBAGAI KONSENTRASI KARBONDIOKSIDA

Khairuddin, Khairuddin, Sahabuddin, Sahabuddin

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.816 KB)

Abstract

This research aimed at observing the influence of the additional carbondioxide concentrations in cultured media to quantity and quality of microalgae Chaetoceros gracilis.The research container was a polyethylene line of 50 l volume which initial stocking density 105 cel/mlof C.gracilis and polycarbonate tank 100 l volume for tiger shrimp larvae rearing with stocking density of 100 naupli /l. The carbondioxide used were commercial carbondioxide injected in aeration system  ofC. gracilis culture media. The experiments tried with different carbondioxide concentrations were, A = 0% (Non additional CO2), B = 2%, C = 4% and D = 6% with three repetition times.     The result of the research revealed that  experiment of the additional carbondioxide in culture media increasing protein and BETN,but decreasing of fat, ash and crude fibre C.gracilis. The best carbondioxide concentrations to growth rate C. gracilis obtained in 2% (v/v) carbondioxide concentrations.