cover
Filter by Year
JURNAL GALUNG TROPIKA
Jurnal Galung Tropika dengan nomor p-ISSN 2302-4178 (cetak) dan e-ISSN 2407-6279 (online) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil penelitian di bidang Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Biologi Tanaman. Serta menyajikan informasi hasil penelitian dan artikel ilmiah untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia yang dipublikasikan secara elektronik dan cetak.
Articles by issue : Vol 1, No 1 (2012)
7
Articles
PERAN BERAT MOLEKUL PROTEIN ENZIM EKSTRAKSELULER FUSARIUM OXYSPORUM FS.P. CUBENSE SEBAGAI FAKTOR VIRULENSI PADA TANAMAN PISANG

Ambar, Abdul Azis ( Prodi Agroteknologi Fak. Pertanian, Peternakan dan Perikanan Univ. Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.584 KB)

Abstract

The research aims to study the role of extracellular enzymes molecule wight on the virulence of Fusarium oxysporum f.sp. cubence (Foc).  The study was conduvted in the glass house, laboratory of plant pathology.  The isoletd used in this research are Bnt 1 and Bnt 2 from Yogyakarta, Btu 3 from Malang, Wsb 3 from Wonosobo, Lmp 3from Lampung and, Kjg 3 from Kalimantan.  Banana cultivar ambon kuning is used as tested plant.  Pathogenicity test is conducted by using hydroponic system.  The plant roots are injured with a needle and then put into filled with sterile water.  The suspension of Foc conodia is added in to plastic cup up to 106 spore/ml in concentration.  Observation of symptom was conducted at 6 week by counting the score of necrotic symptom (RDI/Rhizome Discoloration Index) on banana cob which cut horizontally.  Analysis extracelluler enzymes is done by using sodium dodecyl sulphate polycrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE).The result of pathogenicity test showed that  the virulence of six isolates of Foc is not significantly different.  Est of extracellular enzyme activity on six isolates of Foc showed that there is significant different between extracellular enzymes activity on isolates of Bnt 2, Wsb 3, Lmp 3, Kjg 3, and control but not for isolates of Bnt 1 and Btu 3.  The six isolates have protein variation both amount and type that is probably related to its patogenisity.  The result of SDS-PAGE showed that the six isolates of Foc have same protein pattern at 55,6 kDa.  Protein pattern of Bnt 1, Bnt 2, Btu 3, Wsb 3, and Lmp 3 is laid on 42.84 kDa.  Isolate of Bnt 2 has protein pattern at 36.5 kDa and Btu 3 has protein pattern at 20 kDa.  The protein pattern that approaches to the pattern of polygalacturonase is Bnt 2 at 36.5 kDa molecule wight.

OPTIMASI KOMBINASI NAA, BAP DAN GA3 PADA PLANLET KENTANG SECARA IN VITRO

Larekeng, Siti Halimah

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.93 KB)

Abstract

The research held in Agricultural Biotechnology Laboratorium of Hasanuddin University Research Center on January-October 2009.  This research aimed to know the effect of NAA, BAP and GA3 combination to potato growth in vitro.  We hope that the result could be use as information to develop qualified potato seed production through in vitro. This research used Complete Randomized Design with NAA, BAP and GA3 combination treatment.  The treatments were  kontrol, NAA 0,01 mg L-1 + BAP 0,05 mg l-1 +  GA3  0,1 mg l-1 , NAA 0,01 mg l-1 + BAP 0,05 mg l-1 +  GA3  0,2 mg l-1 ), R3 (NAA 0,01 mg l-1 + BAP 0,1 mg l-1 +  GA3  0,1 mg l-1 ), R4 (NAA 0,01 mg l-1 + BAP 0,1 mg l-1 +  GA3  0,2 mg l-1 ), R5 (NAA 0,1 mg l-1 + BAP 0,05 mg l-1 +  GA3  0,1 mg l-1 ), R6 (NAA 0,1 mg l-1 + BAP 0,05 mg l-1 +  GA3  0,2 mg l-1 ), R7 (NAA 0,1 mg l-1 + BAP 0,1 mg l-1 +  GA3  0,1 mg l-1 ), R8 (NAA 0,1 mg l-1 + BAP 0,1 mg l-1 +  GA3  0,2 mg l-1 ).  Each treatment consists of 2 experiment units.  Each treatment has 3 replication so there were 54 experiment units. The result showed that NAA 0,1 mg l-1 + BAP 0,1 mg l-1  + GA3 0,1  mg l-1 combination gave the best potato growth in number of twigs, number of leaves and planlet height.

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS. L) YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN UBI KAYU (MANIHOT ESCULENTA) PADA WAKTU TANAM YANG BERBEDA

Akib, Muh. Akhsan ( Prodi Agroteknologi Fak. Pertanian, Peternakan dan Perikanan Univ. Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.703 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (I) Mengetahui tingkat pertumbuhan tanaman jagung sebagai tanaman tumpangsari dengan waktu tanam yang berbeda pada lahan pertanaman ubi kayu, (II) Mengetahui tingkat produksi tanaman jagung sebagai tanaman tumpangsari dengan waktu tanam yang berbeda pada lahan pertanaman ubi kayu (III) Mengatahui waktu tanam tanaman tumpangsari yang dapat memberikan alternatif yang lebih baik sebagai penyangga produksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan dengan menggunakan  Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu jagung ditanam lebih awal 5 hari dari ubi kayu (W1), jagung ditanam lebih awal 10 hari dari ubi kayu.(W2), jagung ditanam lebih awal 15 hari dari ubi kayu (W3), jagung di tanam bersamaan dengan ubi kayu / kontrol (W4), jagung ditanam lebih lambat 5 hari dari ubi kayu (W5), jagung ditanam lebih lambat 10 hari dari ubi kayu (W6), jagung ditanam lebih lambat  15 hari dari ubi kayu (W7). Komponen yang diamati adalah komponen pertumbuhan dan komponen produksi. Hasil percobaan yang dilakukan dengan waktu tanamam jagung yang berbeda di simpulkan: (I) Pertumbuhan jagung yang baik di peroleh pada tanaman jagung yang ditanam lebih awal dari ubi kayu. (II) Produksi jagung yang tinggi di peroleh pada waktu tanam tanamam jagung yang di tanam lebih awal dari ubi kayu. (III) Waktu tanam jagung yang dapat menjadi alternatil sebagai penyangga produksi adalah waktu tanam jagung yang di tanam lebih awal 5 hari dari ubi kayu.

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ADOPSI PETERNAK SAPI PERAH TENTANG TEKNOLOGI BIOGAS DI KABUPATEN ENREKANG SULAWESI SELATAN

Yusriadi, Yusriadi

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.514 KB)

Abstract

This study analysed factors associated with adoption dairy farmer to biogas tecnology. There were 39 dairy cattle farmers in Enrekang Regency, Sulawesi Selatan that used biogas technology as research sample. Data were analysed by multiple correlation procedure using excel 2007 program. Research results showed that factors related to adoption of biogas technology were age, education background, income, experience, number of livestocks, number of families, contact with famers, contact with extension agent, digester distance to the kitchen, ability to obtains information, time gap to knew biogas until application, and motivation. The coefficiants relations of the famers characteristics and their adoption were 0.57 respectively.

ANALISIS UJI TANTANG BENUR WINDU (PENAEUS MONODON FABRICIUS) YANG TELAH DIBERI PERLAKUAN PROBIOTIK DAN ANTIBIOTIK DENGAN DOSIS BERBEDA

Patang, Patang

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.504 KB)

Abstract

Penelitian uji tantang benur windu (Penaeus monodon Fabricius) yang sebelumnya telah mendapatkan perlakuan pemberian probiotik Bacillus dengan dosis 0,75 mg/l, 1,0 mg/l dan 1,25 mg/l, bakteri Vibrio harveyi resisten rifamvicin 6 mg/l, serta antibiotik Oxytetracyclin, dan Erytromicin masing-masing sebesar 1 mg/l dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui ketahanan tubuh larva udang terhadap sintasan larva udang windu (Penaeus monodon Fabricius). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada saat uji tantang larva udang dengan bakteri Vibrio harveyi pada tingkat kepadatan 105, maka perlakuan kontrol memiliki tingkat kematian tertinggi, utamanya pada awal-awal pemberian bakteri Vibrio harveyi. Sedangkan perlakuan terbaik adalah C1 (probiotik 1,25 ppm dan oxytetracycline 1 ppm) dimana pada awal perlakukan tidak banyak mengalami kematian larva, dan kematian larva tersebesar pada jam 84 setelah perlakuan.

STUDI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN SISTEM KOLAM AIR DERAS DI SUNGAI CARAMELE KOTA PAREPARE SULAWESI SELATAN

Khairuddin, Khairuddin, Munir, Munir ( Prodi Ilmu Peternakan Fak. Pertanian, Peternakan dan Perikanan Univ. Muhammadiyah Parepare )

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.915 KB)

Abstract

Caramele river as upper of karajae river in the parepare city potencial development running water fish pond culture and integrated of tourism and environment sustainability resource.  This aimed study to evaluated technical and non technical feasibility aspect arounded karajae river for running water fish pond system.The study  used purpose sampling method and variable investigated include; (1) water quality (temperature, velocity, vegetation, soil texture, bentic organism, oxygen,pH,accesability, etc.), (2) environment and social economic impact for native people in the around area. Investigation area fixed three station.The result of the study revealed that feasibility each stations appromixately are Station I (71,3%), Station II (71,3%) and Station III (71,0%). The stations feasibility for development  of running water fish pond system are Station I and II.

APLIKASI MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merrill)

Suherman, Suherman, Rahim, Iradhatullah, Akib, Akhsan

JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.197 KB)

Abstract

Pertambahan penduduk mengakibatkan pertumbuhan industri menggunakan kedelai turut meningkat, namun tidak diikuti oleh peningkatan produktivitas kedelai sehingga impor kedelai masih dibutuhkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis mikoriza vesikular arbuskular terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan rancangan dasar dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebanyak tiga kelompok, perlakuan mikoriza terdiri dari tiga taraf, yaitu tanpa Mikoriza sebagai kontrol, 4 g.tan-1, dan 8 g.tan-1 yang dilanjutkan dengan uji BNT jika perlakuan berpengaruh nyata. Hasil percobaan menunjukkan tinggi tanaman, ILD, LAN, LTR dan berat biji tidak berpengaruh nyata, sedang jumlah daun berbeda nyata pada α=0.05.