cover
Filter by Year
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Articles by issue : Vol 1, No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
8
Articles
Peluang Pemanfaatan Pembelajaran Berorientasi Teknologi Informasi di Lingkup Madrasah (Mempersiapkan Madrasah Berwawasan Global)

Lubis, Maesaroh

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1, No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Full PDF (528.488 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of information technology and the changing social and political situation around the world brings new challenges to madrasah. Madrasahs are challenged to transform themselves into institutions that are able to adapt to changing society. That means the madrasah must be able to adapt to the globalization process. Therefore, madrasah should be able to identify challenges and formulate strategies. The most important thing to note is that the process of change is not aimed at the institution itself, but rather to help students as the next generation of nations to embrace a different world, a globalized world characterized by constant technological change and different social lives.Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan situasi sosial dan politik di seluruh dunia membawa tantangan baru untuk madrasah. Madrasah ditantang untuk mengubah dirinya menjadi lembaga yang mampu beradapt asi dengan perubahan masyarakat. Itu artinya madrasah harus mampu beradaptasi dengan proses globalisasi. Oleh karena itu,  madrasah harus mampu mengidentifikasi tantangan dan memformulasikan strategi. Yang paling penting untuk dicatat adalah bahwa proses perubahan itu tidak ditujukan pada lembaga itu sendiri, melainkan untuk membantu siswa sebagai generasi penerus bangsa untuk merangkul dunia yang berbeda, dunia yang mengglobal yang ditandai dengan perubahan teknologi yang terus terjadi dan kehidupan sosial yang berbeda. Kata kunci: Madrasah,Pembelajaran,Teknologi Informasi, Globalisasi

Penerapan Pendekatan Pakem untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Mahasiswa dalam Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Guru

Rohaniawati, Dede

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1, No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Full PDF (782.586 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to know the application of PAKEM and the improvement of students thinking skill in the subject of Teacher Personality Development Department PGMI Semester IV / B Faculty of Tarbiyah and Teacher Training UIN Sunan Gunung Djati Bandung in every cycle. This research uses Classroom Action Research methodology (PTK), data collection method is done by observation done to observe student and lecturer activity during learning process and test to know students thinking skill. The tools used in the observations use observation sheets and cognitive test formats. The results showed that with PAKEM approach there was an increase in the students thinking level. Based on the results of analysis on the application of PAKEM in Teacher Personality Development Learning in PGMI majors semester IV / B can be concluded that the activity of lecturers in the learning process expressed very well, this is evident from the results of lecturer activity has increased in each cycle; Cycle 1 percentage of lecturer activity is 82%, in cycle 2 is 91% and in cycle 3 is 100%. While the result of student activity observation in learning process stated very well also, this is proven from result of student activity at cycle 1 equal to 91%, in cycle 2 reach 100% also at cycle 3 reach 100%. As for the result of the analysis of students thinking skill in subject of Teacher Personality Development using PAKEM approach can be concluded, almost increase at every meeting.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan PAKEM dan peningkatan keterampilan berpikir mahasiswa pada mata kuliah Pengembangan Kepribadian Guru Jurusan PGMI Semester IV/B Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung disetiap siklusnya. Penelitian ini memakai metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK), metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi yang dilakukan untuk mengamati aktivitas mahasiswa dan dosen pada saat proses pembelajaran serta tes untuk mengetahui keterampilan berpikir mahasiswa. Alat yang digunakan dalam pengamatan menggunakan lembar observasi dan format tes kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pendekatan PAKEM terjadi peningkatan pada tingkat berpikir mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis pada penerapan PAKEM dalam pembelajaran Pengembangan Kepribadian Guru di jurusan PGMI semester IV/B dapat disimpulkan bahwa aktivitas dosen dalam proses pembelajaran dinyatakan sangat baik, hal ini terbukti dari hasil aktivitas dosen mengalami peningkatan pada setiap siklusnya; siklus 1 persentase aktivitas dosen sebesar 82%, pada siklus 2 sebesar 91% dan pada siklus 3 sebesar 100%. Sedangkan hasil observasi aktivitas mahasiswa dalam proses pembelajaran dinyatakan sangat baik juga, hal ini terbukti dari hasil aktivitas mahasiswa pada siklus 1 sebesar 91%, pada siklus 2 mencapai 100% begitu juga pada siklus 3 mencapai 100%. Sedangkan untuk hasil analisis keterampilan berpikir mahasiswa pada mata kuliah Pengembangan Kepribadian Guru dengan menggunakan pendekatan PAKEM dapat disimpulkan, hampir meningkat pada setiap pertemuannya.  Kata kunci: PAKEM, Keterampilan Berpikir, PTK

Model Brain Based Teaching Sebagai Transformasi Paradigma Pembelajaran di Perguruan Tinggi

Sesmiarni, Zulfani

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1, No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Full PDF (476.827 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brain-based teaching model is a new paradigm that can facilities students in optimal study by using the whole brain function of the students. The common learning that we deal today is concern that all students is equal so that the learning give the same treatment to all students in class. Therefore, with this learning model students are given different stimulus based on their ability and needed. So, based on learning theory of brain-based teaching the learning must give attention on five brain needed on general. Those five factors are the need of comfortable, the need of interact, the need of knowledge, the need of activity and the need of self-reflection. All of those factors can be fulfilled if the lecturer able to apply emotional learning, social learning, cognitive learning, physical learning, and reflection learning.Model pembelajaran brain based teaching adalah sebuah paradigma baru yang dapat memfasilitasi peserta didik dalam optimalisasi pembelajaran dengan menggunakan fungsi keseluruhan otak pada peserta didik. Pembelajaran umum yang kita hadapi saat ini menitik beratkan pada persamaan dalam memandang peserta didik yang kemudian pembelajaran hanya memberikan perlakuan yang sama kepada peserta didik dalam satu kelas. Oleh karena itu, dengan model pembelajaran seperti ini diberikan rangsangan yang berbeda berdasarkan kemampuan mereka dan kebutuh. Jadi, berdasarkan teori brain based teaching pendidik harus memberikan perhatian pada lima aspek yang dibutuhkan secara umum. Kelima faktor tersebut adalah: kebutuhan kenyamanan, kebutuhan bagaimana berinteraksi, kebutuhan ilmu pengetahuan, kebutuhan beraktivitas dan kebutuhan merefleksi diri. Semua faktor tersebut dapat terpenuhi jika pendidik mampu menerapkan pembelajaran emosional, pembelajaran sosial, pembelajaran kognitif, pembelajaran fisik, dan pembelajaran yang bersifat reflektif.Keywords: brain-based teaching, teaching model, a new paradigm

Potensi Media Sosial dalam Mempopulerkan Konten Sains Islam

Irwandani, Irwandani

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1, No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Full PDF (559.645 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of internet users in Indonesia is very rapid. In the last five years the number of internet users increased by 430%. By the end of 2015, internet users in Indonesia have reached 88.1 million people. As many as 90% of internet users are social media users. Based on statistical reports there are about 92% of social media users aged between 13-39 years old. That means that there are about 73 million social media users who have the potential to popularize the content of Islamic science in social media. Islamic science was born out of the spirit of Muslim scientists and academics to integrate Islam and science / science. There is some content of Islamic science that can be packed in social media: 1) Content of science in Islam, 2) Content of Muslim inventors 3) Content review of the latest findings in Islamic view, 3) Content wise words of the Scientists.Perkembangan pengguna internet di Indonesia sangat pesat. Dalam lima tahun terakhir jumlah pengguna internet meningkat sebesar 430%. Pada akhir 2015, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 88,1 juta orang. Sebanyak 90% pengguna internet adalah pengguna media sosial. Berdasarkan laporan statistik ada sekitar 92% pengguna media sosial berusia antara 13-39 tahun. Itu berarti ada sekitar 73 juta pengguna media sosial yang berpotensi mempopulerkan konten sains Islam di media sosial. Sains Islam lahir dari semangat ilmuwan dan akademisi Muslim untuk mengintegrasikan Islam dan sains/sains. Ada beberapa konten sains Islam yang bisa dikemas dalam media sosial: 1) Konten sains dalam Islam, 2) Konten penemu Muslim 3) Kajian isi temuan terbaru dalam pandangan Islam, 3) Konten kata-kata bijak dari Ilmuwan. Kata kunci: media sosial, sains Islam

Potensi Perguruan Tinggi Islam Sebagai Lembaga Ijtihad Jama’i

Hamsyah, Junaidi

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1, No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Full PDF (678.096 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The responsibility of moslem to translate the holy Qur’an and Hadist as the aswers to all life problematics is in the hands of intelectual moslem. Islamic universities are formal institutions that not only play a role in education but also have the potential to become the most authoritative dawah institution to issue legal decisions. Academic community are individuals who have been equipped with adequate tools of ijtihad, that is comprehensive and holistic science disciplines. Islamic universities, moreover, have qualified to become ijtihad jamai institutions that are needed by modern Muslims.Tanggung jawab umat Islam untuk menerjemahkan Alquran dan Hadist sebagai jawaban segala problematika hidup ada di tangan muslim intelek. Perguruan tinggi Islam adalah lembaga formal yang tidak hanya berperan dalam pendidikan, namun juga berpotensi menjadi institusi dakwah paling otoritatif untuk mengeluarkan keputusan hukum. Komunitas akademis adalah individu yang telah dilengkapi dengan peralatan ijtihad yang memadai, yaitu disiplin sains yang komprehensif dan holistik. Universitas Islam, apalagi, telah memenuhi syarat untuk menjadi ijtihad institusi jamai yang dibutuhkan oleh umat Islam modern. Kata kunci: perguruan tinggi, ijtihad jama’i, modernitas.

Perspektif Guru Sebagai Implementasi Pembelajaran Inkuiri Terbuka dan Inkuiri Terbimbing terhadap Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran Sains

Dewi, Pramita Sylvia

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1, No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Full PDF (306.245 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research objective explained the process of the invention taught himself emphasized in an inquiry, recommended for students with the issues that will be analyzed further, the real action is done through a plan experiments, organizing tangible evidence until the decision with logical thinking, systematic, and critical. The entire process of inquiry that is applied in schools. According to the observer perspective in science, who adopted the role to be students understand that berprofesional in the development of scientific activities. It was based on the belief of scientific attitude as science scientist analyzing a problem with an air of confidence to dare argue, and respect the conclusions obtained using inkuri models. Researchers emphasize issues open inquiry learning usage perspective and guided inquiry that teachers against students in a class, starting with step presentation of the material until the difference between the two. The viewpoint of this research method presented by descriptive qualitative data, this method describe, explain and interpret what the object is. The data collection according to some theories of experts on the implementation of inquiry model and reality on the ground about how teachers apply it with a good inquiry. Based on the findings, it is known relationships inquiry learning implementation positively responded to the understanding of the ability of students, especially in science learning.Tujuan penelitian menerangkan proses penemuan belajar sendiri yang ditekankan dalam inkuiri, di anjurkan untuk siswa mengenal masalah yang akan di analisa lebih lanjut, tindakan nyata dilakukan melalui rencana eksperimen, melakukan pengorganisasian bukti nyata sampai kepada pengambilan keputusan dengan pemikiran yang logis, sistematis, dan kritis. Keseluruhan proses inkuiri yang diterapkan di sekolah. Menurut sudut pandang peneliti dalam ilmu sains, yang mengadopsi peranan yang harus siswa pahami yakni berprofesional dalam pengembangan kegiatan ilmiah. Hal tersebut dilandasi pada keyakinan sikap ilmiah seperti ilmuan sains menganalisa suatu permasalahan dengan sikap percaya diri dengan berani berpendapat, dan saling menghargai atas kesimpulan yang diperoleh menggunakan model inkuri. Peneliti menitikberatkan permasalahan perspektif penggunaan pembelajaran inkuiri terbuka dan inkuiri terbimbing yang dilakukan guru terhadap siswa di suatu kelas, mulai dengan langkah penyajian materi sampai kepada perbedaan antar keduanya. Sudut pandang metode penelitian ini deskriptif yang tersaji secara data kualitatif, metode ini menggambarkan, menjelaskan serta menginterpretasikan objek apa adanya. Pengumpulan data menurut beberapa teori ahli mengenai implementasi model inkuiri dan kenyataan di lapangan tentang bagaimana guru mengaplikasikan inkuiri tersebut dengan baik. Berdasarkan penemuan, diketahui hubungan implementasi pembelajaran inkuiri ditanggapi positif terhadap pemahaman kemampuan siswa khususnya dalam pembelajaran sains. Kata kunci: inkuiri terbuka, inkuiri terbimbng, sikap ilmiah, pembelajaran sains

Rekayasa Pendidikan Agama Islam di Daerah Minoritas Muslim

Adawiyah, Rabiatul, Z, Wan Zamaluddin

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1, No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Full PDF (579.196 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education research nowadays still becomes the main concern from majority of Muslim as the development of Islamic education with the high awareness of all its members. However, there is the fact that the Muslim minority is still undergoing educational development on a local scale. Both in the majority and minority, Islam will always animate Islamic struggle constantly on Islamic education within any area it occupy. This study shows that the management of education in Pesantren is always a main concern. Islamic education curriculum developed in Pesantren Nurul Yaqin also pays attention to the students’ needs to face their future. Not only on local scale but it also prepares regional competition and global demands.Penelitian pendidikan Islam akhir-akhir ini masih menjadi perhatian utama dari mayoritas Muslim sebagai pengembangan pendidikan Islam dengan kesadaran yang tinggi dari semua umat. Namun, ada fakta bahwa minoritas Muslim masih memprihatinkan dalam pengembangan pendidikan pada skala lokal. Baik pada mayoritas dan minoritas, Islam selalu menghidupkan perjuangan secara terus-menerus pada pendidikan Islam dalam setiap wilayah. Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pendidikan di Pesantren selalu menjadi perhatian utama. Kurikulum pendidikan Islam yang dikembangkan di Pesantren Nurul Yaqin juga memperhatikan kebutuhan siswa untuk menghadapi masa depan mereka. Tidak hanya pada skala lokal tetapi juga mempersiapkan kompetisi lokal dan tuntutan global. Keywords: education, muslim minority, pesantren, islam

Desain Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam dengan Pendekatan Integratif-Interkonektif antara Religious Studies, Natural Sciences, Social Sciences, dan Humanities

Hanafi, Yusuf

Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 1, No 2 (2016): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Full PDF (621.386 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dicotomy differentiation between religious and general studies affected islamic studies become stiff and rigid. So it is less responsive to the challenge and demand of developing era. This research is aimed to arrange a new handbook of Islamic education which is spirited by ethos and breath of reintegrative epistemology between religious studies and general studies, such as: natural sciences, social sciences, and humanities. Meanwhile the result targeted of this research is: (1) a new islamic education syllabus which is balance with principals of islamic studies through integrative-interconnective approach (interdisciplinary); (2) A new islamic education handbook with integrative-interconnective approach which is accepted both theoretically and practically; (3) The design of Islamic education’s teaching plan in one semester presented in 16 meetings which is tested in teaching and learning process; (4) Islamic education’s teaching scenario through a new teaching material which is able to implement the mission of islamic studies interdisciplinarily.Pemilahan secara dikotomis terhadap studi agama dan studi umum menjadi sulit dan kaku. Sehingga kurang responsif terhadap tantangan dan permintaan pengembangan era. Penelitian ini bertujuan untuk membuat ulang buku pegangan baru pendidikan Islam yang berenergi oleh etos dan napas epistemologi baru antara studi agama dan studi umum, seperti: ilmu alam, ilmu sosial, dan humaniora. Sementara itu hasil yang ditargetkan dari penelitian ini adalah: (1) silabus pendidikan Islam baru yang seimbang pada prinsip studi Islam melalui pendekatan integratif-interkonektif (interdisipliner); (2) sebuah buku pegangan pendidikan islam yang baru dengan pendekatan integratif-interkonektif yang dapat diterima baik secara teoritis dan praktis; (3) Rancangan rencana pengajaran pendidikan Islam dalam satu semester disajikan dalam 16 pertemuan yang diuji dalam proses belajar dan proses pengajaran; (4) Skema pengajaran pendidikan Islam melalui bahan pengajaran baru yang mampu melaksanakan misi studi Islam dengan lintas disiplin.