Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains is a national journal which published by the Institute of Islamic Studies (IAIN) of Ponorogo managed by Its PGMI department. Ibriez journal, has been publishing both online and print since December 2016. The journal published to facilitate publication of the research result to improve quality and quantity of science. Ibriez journal publishes in twice a year around June and December. This journal also invites the Author who has opus which focus on education, Islam and science to submitted the research result.
Articles by issue : Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
9
Articles
Membumikan Al Qur’an Sejak Dini

Afifah, Anis

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.741 KB)

Abstract

Al-qur’an sebagai pedoman bagi umat Islam hendaknya dipelajari secara kontekstual, bukan sekedar membaca, menulis, dan menghafal secara tekstual. Sebagai pedoman, Al-Qur’an mencakup segala sesuatu yang ada di muka bumi ini baik yang bersifat sosial maupun alam. Dengan mempelajari ilmu sosial dan ilmu alam diharapkan manusia dapat menjadi bertaqwa terhadap Allah SWT dengan melaksanakan segala ketentuan dalam Al Qur’an. Pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an secara terpisah dengan ilmu yang lain mengakibatkan Al-Qur’an hanya dipelajari secara tekstual oleh anak. Pembelajaran terpadu tipe webbed menjadi salah satu alternatif yang diberikan oleh penulis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian awal dari penelitian ini menggunakan hasil observasi empiris dan dokumentasi pembelajaran yang ada di sekolah tingkat dasar di Indonesia. Secara teoritis direplikasikan melalui pencarian terkait dengan pembelajaran terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Membumikan Al-qur’an sejak dini dapat dilaksanakan melalui pengintegrasian dan pengkoneksian al-Qur’an dengan mata pelajaran IPA, IPS, Bahasa Indonesia, PKn, SBdP, Matematika, Pendidikan Jasmani,  Fiqih, Akidah, Sejarah Islam dan Bahasa Arab di sekolah tingkat dasar 2) Desain pembelajaran terpadu tipe webbed dengan strategi pembelajaran inquiry meliputi kegiatan menentukan masalah, menentukan pertanyaan penelitian, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis dan menyimpulkan. Kata Kunci : pembelajaran inquiry,  Al-Qur’an, terpadu, tematik integratif, siklus air.

Nilai-nilai Karakter dalam Novel Hafalan Sholat Delisa

Widada, Dwi Masdi

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.018 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan nilai-nilai pendidikan budaya karakter bangsa. Teknik pengumpulan data menggunaka metode dokumentasi dan metode telaah teks. Metode dokumentasi dilaksanakan untuk mengumpulkan, memilah, mengolah, dan menyampaikan informasi untuk dapat mengkaji data selanjutnya.Analisis data dilakukan secara analisis isi. validitas data yang digunakan menggunakan trianggulasi data untuk mengumpulkan data yang sama. Artinya data yang sama atau sejenis akan lebih mantap kebenaranya bila digali dari beberapa sumber data yang berbeda. Novel HSD ditinjau dari strukturnya menceritakan kehidupan seseorang dari awal sampai meninggal, tema dalam novel ini banyak mengangkat tentang tema motivasi pendidikan dn hidup, rasa kemanuasiaan yang terekam sikap rasa simpati dan empati terhadap sesama. Peristiwa dalam novel ini terjadi di LhokNga dengan alur yang digunakan dalam novel maju. Amanat dalam novel ini adalah pentingnya hafalan bacaan shalat, sikap sabar dalam menghadapi cobaan apa pun, selalu bersyukur kepada Tuhan dalam keadaan suka dan duka. Kebutuhan aktualisasi diri dalam novel ditunjukkan adanya keinginan dalam diri tokoh untuk selalu mengaktualisasikan setiap cita-cita dan keinginannya untuk menghafalkan bacaan shalat dengan sempurna. Novel HSD sarat akan nilai pendidikan untuk pembacanya, terdiri dari nilai pendidikan agama yang menjelaskan hubungan manusia dengan Tuhannya, nilai moral yang mengatur baik buruknya perilaku manusia dalam hubungannya dengan sesama, nilai pendidikan sosial yang menunjukkan rasa peduli antar manusia satu dengan yang lain sesuai peranannya sebagai makhluk sosial; dan nilai pendidikan budaya bangsa yang menunjukkan kebiasaan dan cara pandang masyarakat dalam menjalani kehidupan.

Penerapan Model PBL dan GI Terhadap Kemampuan Menganalisis Fenomena Sosial Berorientasi Pendekatan Interdisipliner

Imron, Ilmawati Fahmi, Aka, Kukuh Andri

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.561 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menganalisis fenomena sosial berorientasi pendekatan interdisipliner pembelajaran IPS, dan mendeskripsikan perbedaan kemampuan menganalisis fenomena sosial berorientasi pendekatan interdisipliner pembelajaran IPS  dengan menerapkan model PBL dan GI pada mahasiswa PGSD UN PGRI Kediri. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan penelitian Nonequivalent Groups Design yakni rancangan ini dilakukan perbandingan perlakuan model yang diterapkan oleh kelompok A dan model kelompok B untuk mengetahui kemampuan menganalisis fenomena sosial pembelajaran IPS pada mahasiswa PGSD UN PGRI Kediri. Kelompok A menggunakan model PBL (Problem Based Learning) dan kelompok B menggunakan GI (Group Investigation). Subjek penelitian adalah mahasiswa UN PGRI Kediri. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian tes. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar penilaian atau lembar tes tulis berbentuk soal uraian yang mengacu pada indikator kemampuan menganalisis fenomena sosial berorientasi pendekatan interdisipliner. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik inferensial. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan menganalisis fenomena sosial pada kelas PBL dan GI ditunjukkan t hitung 6,069 dengan signifikansinya 0,000<0,050. Dari perbedaan tersebut model PBL ditentukan lebih unggul dibandingkan dengan model GI, berdasarkan perbandingan nilai posttest dan pretest. Selisih model PBL yakni 16,08 point, sedangkan model GI yakni 6,56 point.

Pemahaman Penggunaan Ejaan Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Siswa Sekolah Dasar

Sahari, Sutrisno, Rini, Windhi Pangestu

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.575 KB)

Abstract

Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah keterkaitan antara pemahaman penggunaan ejaan pada penulisan karangan siswa kelas V SDN Selodono. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman penggunaan ejaan pada karangan siswa kelas  V SDN Selodono Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  jenis deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas V SDN Selodono sebanyak 36 siswa. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan human instrument atau peneliti itu sendiri. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Tahap selanjutnya adalah pemberian skor untuk mengukur tingkat pemahaman penggunaan ejaan siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: 1) kategori kurang paham (skor <70) sebesar 69,44% yang berarti sebanyak 25 siswa dari total 36 siswa berada pada kategorisasi kurang paham; 2) kategori cukup paham (skor 70-79) adalah sebesar 13,88% yang berarti sebanyak 5 siswa dari total 36 siswa berada pada kategorisasi cukup paham; 3) kategori paham (skor 80-89) adalah sebesar 13,88% yang berarti sebanyak 5 siswa dari total 36 siswa berada pada kategorisasi paham; dan 4) kategori sangat paham (skor 90-100) sebesar 2,77% yang berarti sebanyak 1 siswa dari total 36 siswa berada pada kategorisasi sangat paham. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, tingkat pemahaman penggunaan ejaan pada karangan masih rendah. Dengan demikian, disarakan bagi guru untuk memberikan contoh penggunaan ejaan bagi siswa baik secara lisan maupun tertulis dalam pembelajaran.

Representasi Matematis Pemahaman Geometri Siswa MI

Hadi, Sofwan

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.161 KB)

Abstract

Representasi merupakan salah satu aspek terpenting dalam pemahaman siswa. Representasi matematis siswa pada Geometri dimateri bangun datar persegi panjang merupakan salah kajian yang perlu dikaji. Karena geometri itu merupakan salah satu materi yang mulai mengajak siswa di Madrasah Diniyah untuk berpikir abstrak. Faktor yang mempengaruhi kemampuan komunikasi dan representasi siswa bisa dijadikan bahan kajian untuk mendesain pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif deskriptif. Penelitian ini mengkategorikan subjek menjadi 3 kategori berdasarkan kemampuan pemahamaan. Subjek penelitian sebanyak 24 siswa. Hasil penelitian mendapakan ada 3 faktor yang mempengaruhi representasi matematis siswa.

Pengaruh Metode Membaca PQRST Terhadap Hasil Belajar Menyelesaikan Soal Cerita Mahasiswa PGSD UWKS

Damayanti, Rini, Chamidah, Amalia

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.243 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk membuktikan metode membaca pqrst berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa pada materi soal cerita matematika. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar tes. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Eksperimen Semu (Quasi Experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang terdiri dari 2 kelas. Pemilihan sampel yang digunakan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan teknik nonprabability sampling dengan teknik sampling jenuh dan terpilih semester IV-A sebagai kelas eksperimen dan semester IV-B sebagai kelas kontrol. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen yang diberi perlakuan metode membaca pqrst 80,66, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol yang diberi perlakuan metode pembelajaran konvensional 75,00. Hasil analisis Uji Independent Samples T-test menunjukkan bahwa nilai signifikan 0,008 < 0,05. Artinya H0 ditolak Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pemberian perlakuan berupa metode membaca pqrst terhadap hasil belajar mahasiswa pada materi soal cerita matematika.

Pengembangan Kompetensi Profesional Calon Guru PKn MI: Pemahaman tentang Paradigma Baru PKn

Ulfah, Nufikha

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.211 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah proses dimana guru membantu peserta didik ke dalam sebuah perubahan yang dianggap baik. Inti dari sebuah pendidikan ialah sebuah proses belajar mengajar. Guru sebagai pemegang peranan utama, dimana guru memandu sebuah proses pembelajaran dan menciptakan hubungan timbal balik Antara guru dan peserta didik dalam suasana belajar demi tercapainya tujuan pembelajaran. Pendidikan kewarganegaraan sebagai program kurikuler berfungsi sebagai wahana pengembangan karakter yang demokrasi dan bertanggung jawab. Melalui pembelajaran PKn di sekolah sebagai pusat pengembangan wawasan, sikap, dan keterampilan dalam kehidupan demokratis. Oleh karena itu, agar proses pembelajaran dan bimbingan dapat terarah dan mencapai yujuan yang telah ditetapkan maka seorang calon guru PKn MI harus mulai mengembangkan kompetensi profesionalnya yang berkenaan dengan kemampuan mengemas sebuah pembelajaran yang mencakup penguasaan materi pembelajaran bidang studi dan substansi keilmuan pada kurikulum mata pelajaran (materi, struktur, konsep serta pola pikir keilmuan yang mendukung PKn). Tugas PKn dengan paradigma barunya (paradigma dalam konteks ini merupakan cara berpikir baru tentang PKn yang sifatnya mendasar seperti: materi pokok keilmuan, visi dan misi, serta model atau kerangka berpikir yang digunakan dalam proses pendidikan kewarganegaraan di Indonesia) yaitu mengembangkan pendidikan demokrasi dengan tiga fungsi pokoknya yaitu mengembangkan kecerdasan warga negara (civic intelligence), membina tanggung jawab warga negara (civic responsibility), dan mendorong partisipasi warga negara (civic participation). Seorang calon guru PKn MI wajib mempersiapkan kemampuannya dalam memahami paradigm baru PKn sehingga kelak dalam praktiknya kelak para calon guru PKn MI tidak lagi mengalami kesulitan dalam memilih dan menyusun materi serta menentukan model pembelajaran yang cocok untuk pokok bahasan tertentu.

Pembentukan Karakter Islami dalam Pengelolaan Kelas Aktif

Ikmah, Amit Dana

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.581 KB)

Abstract

Pendidikan karakter merupakan  pendidikan yang melibatkan aspek pengetahuan, perasaan, dan tindakan. Upaya yang harus dilibatkan dalam pendidikan karakter adalah pihak keluarga,  sekolah, lingkungan sekolah, dan juga masyarakat luas. Pembentukan karakter Islami sangat membantu dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat saat ini. Kegiatan belajar dapat berhasil dengan baik jika proses belajar terjadi secara aktif. Dan proses pembelajaran dapat dikatakan aktif jika semua otak dalam kondisi bekerja. Pengelolaan kelas dapat dilakukan secara aktif dengan adanya peraturan, konsekuensi, dan penghargaan.

Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berdasarkan Teori Newman

Sari, Laili Nur Indah, Ferdiani, Rosita Dwi, Yuwono, Timbul

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 3 No 1 (2018): Pendidikan Dasar dan Keislaman
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.253 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam memecahkan masalah linear programming berdasarkan teori Newman, pada siswa kelas XI SMA PGRI Lawang. Subjek penelitian diambil 6 orang dari 22 siswa kelas XI MIA. Dari hasil penelitian yang dilakukan, kesimpulan yang didapat adalah: (1) 16,7% siswa mengalami kesalahan membaca yang tidak dapat berarti makna kata dalam materi. (2) 27,8% siswa salah memahami masalah yang tidak dapat menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan sesuai dengan pertanyaan permintaan. (3) 44,4% siswa membuat kesalahan transformasi yang siswa tidak dapat membuat model matematika. (4) 50% siswa salah mengartikan keterampilan proses yang tidak dapat melakukan perhitungan dengan tepat. (5) Adapun kesalahan menulis jawaban yang dibuat oleh siswa sebanyak 55,6% siswa tidak dapat membuat kesimpulan dari jawaban yang diperoleh. Solusi untuk meminimalkan kesalahan siswa dalam memecahkan masalah cerita matematika adalah dengan memberikan penguatan kepada siswa bagaimana mengubah kalimat menjadi model matematika dan melipatgandakan latihan dalam mengerjakan cerita.