Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains is a national journal which published by the Institute of Islamic Studies (IAIN) of Ponorogo managed by Its PGMI department. Ibriez journal, has been publishing both online and print since December 2016. The journal published to facilitate publication of the research result to improve quality and quantity of science. Ibriez journal publishes in twice a year around June and December. This journal also invites the Author who has opus which focus on education, Islam and science to submitted the research result.
Articles by issue : Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
10
Articles
Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Islam (Tinjauan Pedagogis Komunikasi Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail dalam Al-Quran)

Mizani, Zeni Murtafiati

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.553 KB)

Abstract

Komunikasi merupakan proses penyampaian suatu pesan dalam bentuk lambang bermakna sebagai pikiran dan perasaan berupa ide, informasi, kepercayaan, harapan, himbauan, dan sebagai panduan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain. Orang tua dan anak adalah komponen yang paling penting dalam sebuah keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak-anaknya melalui proses komunikasi. Al-Qur’an sebagai sumber pertama dan utama pendidikan Islam memberikan beberapa gambaran kisah tentang komunikasi orang tua dan anak. Salah satu kisah tersebut adalah kisan Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il dalam Q.S. al-Sha>ffa>t ayat 102-107. Berdasarkan ayat-ayat dari surat tersebut dapat disimpulkan komunikasi orang tua dan anak (berdasarkan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail) sebagai berikut: 1) Komunikasi yang terjadi adalah komunikasi interaktif-dialogis-humanis. Dikatakan interaksional karena komunikasi yang dilakukan tidak sepihak. Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il saling aktif, reflektif dalam memaknai dan menafsirkan pesan dalam mimpi Nabi Ibrahim. Dialogis karena komunikasi tersebut dapat membuka jalur informasi antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Komunikasi dialogis juga membantu untuk melatih berargumentasi, kesabaran, ketangguhan, dan keteguhan untuk patuh kepada Allah dan taat pada orang tua, seperti yang terjadi pada komunikasi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Humanis karena Pendidikan Ibrahim terhadap Ismail bertujuan untuk memanusiakan manusia agar patuh kepada Allah; 2) Komunikasi yang dilakukan Nabi Ibrahim dengan Nabi Isma’il memberikan gambaran bahwa Nabi Ibrahim merupakan sosok yang demokratis dan Nabi Isma’il adalah sosok yang patuh. Kedua sifat ini memiliki peran penting dalam kesuksesan sebuah pendidikan; 3)  Terdapat dua materi pendidikan dalam komunikasi antara Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il, yaitu aspek keimanan dan emosional. Keimanan kaitannya dengan uji kepatuhan terhadap konsep keimanan yang telah diberikan oleh Nabi Ibrahim, sedangkan aspek emosional ditunjukkan ketegaran dan kesabaran dalam menerima perintah tersebut.

Konsep Authentic Happiness pada Remaja dalam Perspektif Teori Myers

Rusdiana, Ika

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.087 KB)

Abstract

Fase remaja memiliki keunikan dalam menggambarkan diri mereka sendiri. Gambaran-gambaran remaja tentang dirinya sendiri kerap menimbulkan kerumitan dan sensitifitas emosional dalam hidup mereka, perluasan minat mengenai potret diri dan pencarian identitas selama masa remaja menjadikan remaja sebagai individu yang rawan mengalami konflik personal, interpersonal, dan sosial. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan bagaimana konsep authentic happiness remaja ditinjau dari perspektif teori Myers.  konsep authentic happiness remaja diukur berdasarkan empat indikator kebahagiaan menurut Myers yaitu: 1) mampu menghargai diri sendiri sepenuhnya, 2) sikap optimis, 3) sikap terbuka dan kemampuan bersosialisasi, dan 4)kemampuan mengontrol dan mengendalikan diri sendiri sepenuhnya. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa IAIN Ponorogo dengan rentang usia antara 17-21 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11% (4 orang) remaja telah memiliki konsep authentic happiness positif (tinggi) sesuai indikator kebahagiaan Myers. 30% (11 orang) remaja telah memiliki konsep authentic happiness tingkat sedang, sementara 59% remaja memiliki konsep authentic happiness negatif. Dengan prosentase tersebut, remaja masih sangat rentan terhadap ancaman permasalahan-permasalahan, baik personal, interpersonal, dan sosial.

Pengaruh Model Pembelajaran Student Active Learning dan Motivasi Berprestasi terhadap Kemampuan Menulis Karya tulis Ilmiah Mahasiswa (Eksperimen pada Mahasiswa Prodi Muamalah IAIN Ponorogo)

Hakim, Lukman

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.344 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Metode Active Learning dan Motivasi Berprestasi terhadap Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Mahasiswa (Eksperimen pada mahasiswa Prodi Muamalah IAIN Ponorogo). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan faktorial 2×2. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa Prodi Muamalah IAIN Ponorogo. Sampel diambil dengan teknik two stage random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu tes dan nontes.Teknik analisis data yang digunakan adalah ANAVA Dua Jalan. Berdasarkan analisis data disimpulkan, pertama, kemampuan menulis karya ilmiah siswa yang diajar dengan metode Active Learning lebih baik daripada yang diajar dengan metode TCL (Teacher Centered Learning). Dari hasil Fh 8.31 > Ft sebesar 4.03 dengan db pembilang I dan db penyebut 50  pada taraf nyata 0.05. Kedua, kemampuan menulis karya ilmiah siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi lebihbaik daripada kemampuan menulis karya ilmiah siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Dari hasil Fhsebesar 13.53 >Ftsebesar 4.03 dengan db pembilang I dan db penyebut 50  pada taraf nyata 0.05. Ketiga, ada interaksi antara metode pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap kemampuan menulis karya ilmiah. Dari hasil Fhsebesar 5.82 > Ft sebesar 4.03 dengan db pembilang I dan db penyebut50  pada taraf nyata 0.05.

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif dengan Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas IV SDN Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo

Kusumawati, Naniek

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.777 KB)

Abstract

Pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar membutuhkan suatu inovasi baru yang mampu untuk mengaktifkan dan membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan agar para siswa mampu untuk memahami materi yang dipelajari. Hal ini menuntut guru untuk dapat menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam memilih model pembelajaran yang akan digunakan. Salah satu contoh model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran kooperatif Snowball Throwing. Dalam pembelajaran Snowball Throwing siswa akan belajar secara berkelompok dan bekerjasama dengan teman sekelompoknya dalam memecahkan masalah. Sehingga siswa akan lebih mudah dalam memahami materi dan juga dalam mengemukakan ide yang dapat memaksimalkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan Snowball Throwing terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SDN Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Bondrang dan siswa kelas IV SDN 2 Bondrang. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan sampling jenuh. Sedangkan dalam rangka pengumpulan data peneliti menggunakan metode tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji prasyarat dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat mempengaruhi hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Bondrang Kabupaten Ponorogo, dimana diperoleh hasil nilai rata-rata pada kelas eksperimen adalah 83,23 dan pada kelas kontrol adalah 71,47. Simpulan pada penelitian ini adalah ada pengaruh dari penerapan model pembelajaran kooperatif dengan Snowball Throwing terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SDN Bondrang Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017.

Eksistensi Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Dalam Memperkokoh karakter Bangsa Indonesia

Pahlevi, Farida Sekti

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.954 KB)

Abstract

Citizenship education is an integral part of the national education system.Therefore the civic education process needs to be addressed in the curriculum and learning on all paths and levels of education.Functions and roles in the context of achieving national educational objectives, civic education are designed, developed, implemented and evaluated in the context of the embodiment of national education objectives.They are the foundation and frame of mind for understanding and applying civic education.Citizenship education is a very urgent need for the nation in building a safe, comfortable, peaceful, prosperous life.In building a civilized democracy, it needs a generation of intelligent, strong-minded nation.There are several reasons why civic education is urgently needed, firstly, the rise in political literacy and not political literacy and not knowing the workings of democracy and its institutions;Secondly, the increased politichal apathism is demonstrated by the lack of citizen involvement in political processes.The intellectual, emotional, social, and spiritual formation of intelligent citizens is really a demand and necessity.This is where the existence of civic education becomes a very important tool for democratic countries including the state of Indonesia in order to give birth to a generation of nations who know the values of nationality based on Pancasila and have the necessary skills in transforming, actualizing and preserving everything that is owned by NKRI.

Efektivitas Model Pembelajaran Fisika “PRODUKSI” terhadap Peningkatan Aspek-aspek Keterampilan Berkomunikasi Sains

Fadly, Wirawan

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.454 KB)

Abstract

This research to determine the effectiveness of the application of PRODUKSI learning model to improve aspects of scientific communication skills. The research method used was experiment with one-group pretest-posttet design which replicated at three schools. The sample was chosen by purposive sampling. Data were collected by using tests that were then analyzed based on data characteristics. The analysis used is descriptive quantitative using N-Gain analysis and inferential statistics. The results showed that learning model of PRODUKSI efectively and significantly helped to improve the scientific communication skill, including aspects of scientific writing, scientific reading, observation, knowledge representation, and presentation in a moderate level.

Analisis Psikologi Tokoh dalam Filosofi Kopi untuk Menentukan Materi Pembelajaran Sastra

Puspita, Ayunda Riska

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.865 KB)

Abstract

Karya sastra merupakan salah satu media untuk memotivasi siswa. Motivasi tersebut biasanya disampaikan dalam pesan yang terkandung dalam karya sastra. Salah satu pembawa pesan dalam karya sastra adalah melalui tokoh yang digambarkan oleh pengarang. Untuk mengetahui pesan yang terkandung dalam karya sastra melalui tokohnya, dapat dianalisis melalui psikologi tokoh dengan pendekatan psikoanalisa yang disampiakan oleh Freud. Psikoanalisa Freud menganalisis tiga unsur dalam diri manusi, yakni id, ego, dan super ego. Ketiga sistem tersebut bekerja secara seimbang pada diri Ben. Semula Ben dikuasai oleh id, dan ego selalu berjalan dengan id. Kemudian sedikit demi sedikit konflik-konflik yang dialami oleh Ben mengakibatkan ego tak sejalan lagi dengan id. Hal ini mengakibatkan superego muncul pada diri Ben, dan menjalankan fungsinya. Analisis ini berkontribusi dalam pembelajaran sastra, yakni kontribusi pada aspek afektif dan kognisi. Pada aspek afektif, analisis ini dapat memberi motivasi peserta didik agar menjadi manusia yang tidak ambisi dalam mengejar kesempurnaan karena tidak ada yang sempurna di dunia ini.  Pada aspek kognitif, kajian ini dapat memberikan kontribusi untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang analisis karya sastra, khususnya cerpen.

Pendidikan Islam Indonesia dan Tantangan Globalisasi: Perspektif Sosio-Historis

Gaus, Djulaiha

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.45 KB)

Abstract

Tantangan nasional dan global yang dihadapi oleh pendidikan Islam semakin kompleks, khususnya di Indonesia di era global ini, dihadapkan pada problematika filosofis-sosial yang tidak kunjung usai. Ada dua masalah yang dihadapi oleh pendidikan Islam pada tantangan Globalisasi. 1). Sebagai peluang, (globalisasi) satu sisi akan memudahkan pendidikan Islam untuk mengakses berbagai informasi dengan mudah. Juga memudahkan pendidikan Islam untuk menyebarluaskan (diseminasi) produk-produk keilmuan yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. 2). Sebagai tantangan, ternyata globalisasi tidak hanya mempengaruhi tatanan kehidupan pada tataran makro, tetapi juga mengubah tata kehidupan pada tataran mikro, misalnya terhadap ikatan kehidupan sosial masyarakat. Yaitu, Fenomena disintegrasi sosial, hilangnya nilai-nilai tradisi, lunturnya adat-istiadat, sopan santun, dan penyimpangan sosial lainya Dalam tulisan ini, berkesimpulan bahwa, lembaga-lembaga pendidikan Islam secara keseluruhan tetap menjalankan perannya dalam tiga hal pokok:  transmisi ilmu-ilmu dan pengetahuan Islam (transmission of Islamic knowlwdge); kedua, pemeliharaan tradisi Islam (maintenance of Islamic tradition); ketiga, kaderisasi calon-calon ulama. Peserta didik tidak hanya menggetahui ilmu-ilmu agama, atau sebaliknya tidak hanya mengetahui pengetahuan umum, dengan demikian, dapat melakukan mobilisasi pendidikan. Disamping itu, para anak didik memiliki keterampilan, keahlian atau life skills khususnya dalam bidang sains dan teknologi yang menjadi karakter dan ciri globalisasi, yang pada gilirannya membuat mereka  memiliki dasar-dasar dalam lapangan kerja sebagaimana dituntut di alam globalisasi.

Pengaruh Metode Pemberian Tugas (Resitasi) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PKN Kelas IV SDN Mojoroto Kota Kediri

Wiguna, Frans Aditia

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1597.115 KB)

Abstract

Konsep pembelajaran berakar pada pihak pendidik dan konsep belajar berakar pada pihak peserta didik. Pendidik sebagai pengelola kegiatan belajar mengajar yang efektif. harus mengetahui dan menguasai setiap metode atau model pembelajaran. Guru dapat menggunakan metode tanya jawab, pemberian tugas (resitasi), metode diskusi, dan masih banyak pilihan metode yang dapat digunakan untuk keberhasilan suatu tujuan pendidikan. Oleh karena adanya kesenjangan antara teori dan praktik serta eratnya pemilihan metode pembelajaran yang harus relevan dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa maka menjadi penting untuk memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang relevan dan efektif.  Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode pemberian tugas (resitasi) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PKn. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan menggunakan Pretest-Postest yang dilaksanakan di SDN 3 Mojoroto Kota Kediri (Kel. Eksperimen) dan SDN 6 Mojoroto Kota Kediri (Kel. Kontrol), dengan sasaran penelitian adalah siswa kelas IV, selanjutnya teknik analisis t-test digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil temuan penelitian adalah: pretest rerata nilai pada kelas kontrol yaitu 51, dan rerata nilai pada kelas eksperimen yaitu 54.  Mean pada tabel statistik Pretest kelompok eksperimen adalah 54,38 dengan Std.  deviation 7,497, dan Std.  deviation 7,594. Sedangkan Mean kelompok kontrol pada tabel statistik Pretest adalah 51,94 dengan Std.  Deviation 8,532 dan kelas kontrol pada tabel statistik postest adalah 66,94 dengan Std.  Deviation 8,234. Nilai rerata hasil belajar menggunakan metode pemberian tugas (resitasi) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa untuk menyelesaikan soal PKn tentang globalisasi dengan menggunakan metode resitasi rerata pada kelas kontrol yaitu 66 dan Mean pada kelas eksperimen yaitu 74. Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh yang signifikan metode pemberian tugas (resitasi) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PKn kelas IV SDN Mojoroto Kota Kediri.

Asesmen Portofolio dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

Muna, Izza Aliyatul

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 1 (2017): Pendidikan dalam Pembelajaran
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.175 KB)

Abstract

Pentingnya sistem penilaian yang dapat mengukur kemampuan siswa secara kognitif, afektif, dan psikomotorik maka diperlukan suatu asesmen yang dapat mengukur hasil belajar siswa yang tidak hanya bisa diukur dengan nilai melalui tes tertulis, jadi agar kualitas pembelajaran dapat berkembang lebih baik maka dibutuhkan asesmen portofolio yang merupakan bagian dari penilaian kelas yang saat ini dikembangkan. Portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa yang membutuhkan kinerja sesuai konteks, adapun contoh-contoh hal apa saja yang dapat dimasukkan siswa ke dalam portofolio adalah tes, hasil karya yang telah dievaluasi untuk tugas wajib siswa, tugas-tugas kinerja, dan proyek kerja seperti makalah atau tugas lainnya yang dibuat oleh siswa sendiri. Dengan menerapkan penilaian alternatif yaitu salah satunya penilaian portofolio terhadap siswa, dapat dikumpulkan bukti-bukti kemajuan siswa secara aktual yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya.Selain itu penilaian seperti ini dirasakan lebih adil dan transparan bagi siswa serta dapat meningkatkan motivasi siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.