cover
Filter by Year
ANALITIKA
Published by Universitas Medan Area
Articles by issue : Vol 1, No 2 (2009): ANALITIKA DESEMBER
5
Articles
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN KOMITMEN KERJA KARYAWAN PDAM TIRTANADI PROVINSI SUMATERA UTARA

Thamrin, Akhmad

ANALITIKA Vol 1, No 2 (2009): ANALITIKA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2032.863 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan natara persepsi gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi dengan komitmen kerja pada karyawan PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel purposive random sampling subjek. Subjek penelitian ini sebanyak 99 orang karyawan PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket komitmen kerja, kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi. Analisis data menjelaskan dan memperkaya hasil data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi dengan komitmen kerha tang ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R²) = 0,982 artinya komitmen kerja karyawan diperngaruhi oleh gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi sebesar 98,2%, 2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan komitmen kerja yang ditunjukkan melalui nilai koefisien regresi sebesar 0,274 artinya semakin baik gaya kepemimpinan transformasional maka semakin tinggi komitmen kerja karyawan, 3) terdapat hubungan yang positif yang signifikan antara budaya organisasi dengan komitmen kerja yang ditunjukkan melalui nilai koefisien regresi sebesar 0,850 artinya semakin baik budaya organisasi maka semakin tinggi komitmen kerja para karyawan.

HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG FASILITAS DAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN PADA RUMAH SAKIT SARAH MEDAN

Mustika, Mustika

ANALITIKA Vol 1, No 2 (2009): ANALITIKA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2014.155 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang hubungan persepsi tentang fasilitas dengan kepuasan pelanggan di Rumah Sakit Sarah Medan, hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan dan hubungan persepsi tenang fasiltas dan kualitas pelayanan secara bersama – sama dengan kepuasan pelanggan di Rumah Sakit Sarah Medan. Populasi penelitian adalah pasien sebagai pelanggan Rumah Sakit Sarah Medan. Teknik pengambian sampel dengan cara purpsoive sampling. Besarnya sampel penelitian yang diambil dari populasi sebanyak 60 orang pasien yang mendapatkan pelayanan operasi. Data penelitian ini dianalisis dengan dua tahap yaitu uji persyaratan dan pengujian hipotesis. Selanjutnya seluruh data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis korelasional untuk melihat hubungan antar variabel dan menggunakan statistik analisis regresi yaitu regresi ganda. Berdasarkan hasil analisis dengan metode regresi berganda didapatkan main effect dan interaction effect. Untuk interaction effect  didapatkan hubungan signifikan positif antara persepsi terhadap fasilitas, kualitas layanan dengan kepuasan pelanggan, dimana koefisien R = 0,640 ; dengan p = 0.00 berarti p ˂ 0.01. koefisien determinan (r²) dari hubungan antara prediktor persepsi tentang fasilitas, kualitas pelayanan dengan variabel terikat kepuasan pelanggan adalag sebesar r² = 0,410. Ini menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan dibentuk oleh persepsi terhadap fasilitas dan kualitas layanan sebesar 41,0%. Hasil main effect dari kedua predictor menunjukkan vagwa ada hubungan signifikan positif antara persepsi terhadap fasilitas dengan kepuasan pelanggan, dimana koefisien rxly = 0.553 dengan p = 0.00. hal ini berarti semakin positif persepsi terhadap fasilitas maka semakin tinggi kepuasan pelanggan dan ada hubungan signifikan positif antara kualitas layanan dengan kepuasan pelanggan, dimana koefisien rx2y = 0.476 dengan p = 0.00. dengan demikian dapat dikatakan semakin tinggi kualitas layanan maka semakin tinggi kepuasan pelanggan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap fasilitas dan kualitas layanan dengan kepuasan pelanggan. Hasil ini dibuktikan dengan koefisien korelasi rxy = 0,640 ; p ˂ 0,010. Artinya semakin positif persepsi terhadap fasilitas dan kualitas layanan, maka kepuasan pelanggan akan semakin meningkta. Dengan demikian hipotesis tang telah diajukan dalam penelitia ini, dinyatakn diterima. Demikian juga untuk main efek dari masing-masing variabel bebasnya, dimana ada hubungan yang signifikan positif antara persepsi tentang fasilitas dengan kepuasan pelanggan, dibuktikan dengan koefisien korelasi sebesar 0.553, dengan harga p = 0.000, hipotesis diterima berarti semakin positif persepsi terhadap fasilitas maka semakin meningkat kepuasan pelanggan. Untuk variabel kualitas layana juga terjadi gal yang sama, didapatkan harga koefisien korelasi sebesar 0.476 , dan harga p sebesar 0.000, maka dapat disimpulkan hipotesis diterima berarti semakin tinggi kualitas layaan, maka semakin meninggat kepuasan pelanggan.

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN EEFEKTIFITAS KEPEMIMPINAN PADA RSUP H. ADAM MALIK MEDAN

Roslina, Demi

ANALITIKA Vol 1, No 2 (2009): ANALITIKA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1422.417 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kecerdasan emosi dan komunikasi interpersonal terhadap efektifitas kepemimpinan di RSUP H. Adam Malik Medan. Sejalan dengan landasan teori yang ada, diajukan hipotesis: 1) Ada hubungan antara kecerdasan emosi dengan efektifitas kepemimpian, 2) Ada hubungan antara komunikasi interpersonal dengan efektifitas kepemimpinan, 3) Ada hubungan antara kecerdasan emosi dan komunikasi interpersonal dengan efektifitas kepemimpinan. Dalam membuktikan hipotesis di atas, maka digunakan metode analisis dua predikot. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil: 1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosi dan komunikasi interpersonal terhadap efektifitas kepemimpinan. Hal ini ditujukan dengan koefisien Freg = 2,000 dimana p ˂ 0,010. 2) Adapun sumbangan dari variabel kecerdasan emosi memberikan kontribusi 47 % terhadap efektifitas kepemimpinan. Sementara itu variabel komunikasi interpersonal berpengaruh atau memiliki peran terhadap efektifitas kepemimpinan sebesar 24,5 %. Total sumbangan efektif dari kedua variabel bebas (kecerdasan emosi dan komunikasi interpersonal) terhadap efektifitas kepemimpinan adalah sebesar 71,5 %. Secara umum, hasil penelitian ini menggambarkan bahwa subjek penelitian ini memiliki kecerdasan emosi yang sangat tinggi dan memiliki komunikasi interpersonal yang sangat tinggi juga, sedangkan efektifitas kepemimpinan yang diperoleh tergolong sedang

KEKELIRUAN WICARA PADA ANAK USIA DINI DAN RESPON LINGKUNGAN

Yus, Anita

ANALITIKA Vol 1, No 2 (2009): ANALITIKA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.35 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang bentuk – bentuk kekeliruan wicara (speech error) atau kilir lidah (tongue slips) pada anak, waktu dan kondisi munculnya kekeliruan serta respon lingkungan terhadap kekeliruan wicara. Penelitian kuantitatif ini dilakukan pada keluarga yang memiliki seorang anak yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi verbal namun anak mudah menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa anak mengalami kesulitan berkomunikasi verbal dalam bentuk kekeliruan wicara dan terutama muncul pada saat anak tertekan secara emosional. Belum pernah dilakukan diagnosa oleh ahlinya apakah berkaitan dengan neurologis. Kekeliruan wicara menjadi berkembang karena respon lingkungan (orang tua, pengasuh dan orang disekitarnya) berlebihan yang akhirnya membuat anak semakin tertekan.

PENGARUH LINGKUNGAN SOSIALISASI TERHADAP MUNCULNYA PERILAKU PROSOSIAL ANAK

Simare-mare, Aman

ANALITIKA Vol 1, No 2 (2009): ANALITIKA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1564.747 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang dominan yang mempengaruhi munculnya motivasi perilaku prososial anak di lingkungan panti asuhan; dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan mengenai motivasi perilaku prososial antara anak yang diasuh di lingkungan panti asuhan dengan anak yang diasuh di lingkungan keluarga. Penelitian dilakukan di lingkungan panti asuhan “Bait Allah” jl. Binjai KM. 7,5 Medan dan keluarga di lingkungannya, dengan mengambil sampel masing – masing 30 orang. Data diperoleh dengan menggunakan skala motif proposional. Kemudian datra dianalisis secara deskriptif dan uji X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor yang lebih dominan mempengaruhi munculnya perilaku prososial pada anak yang diasuh di lingkungan panti asuan adalah didorong oleh dorongan hati atau dengan hati yang tulus (86,67%), sedangkan pada anak yang diasuh di lingkungan keluarga lebih dominan dipengaruhi oleh faktor situasi suatu kejadian (53,33%) atau jika tidak ada orang lain yang bersedia untuk menolong atau jika waktu mengijinkan, atau jika cuaca mendukung, ataupun jika pada situasi kejadian ada ornag yang jelas memintabantuanng, 2) terdapat perbedaan yang signifikan megenai motivasi perilaku prososial antara anak yang diasuk di lingkungan panti asuhan dengan anak yang diasuh di lingkungan eluarg adengan X hitung = 23,34 dan X hipotetik 5,99 pada α 0,05. Dengan demikian disimpulkan bahwa lingkungan sosialisasi anak berpengaruh terhadap munculnya motivasi perilaku prososial anak.