cover
Filter by Year
Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area
Published by Universitas Medan Area
Articles by issue : Vol 5, No 2 (2017): PUBLIKAUMA: DESEMBER
5
Articles
ANALISIS SUMBERDAYA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN DELI SERDANG

Zaki, Tengku Muhammad

Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol 5, No 2 (2017): PUBLIKAUMA: DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis permasalahan sumberdaya kelautan dan perikanan Kabupaten Deli Serdang yang tidak terlepas dari peran pemerintah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Metode penulisan menggunakan studi kepustakaan dengan menelaah sumber-sumber bacaan, dokumen, dan data-data terkait dengan topik penulisan serta mereview kembali kebijakan publik di Kabupaten Deli Serdang pada sektor kelautan dan perikanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk memberikan solusi yang tepat dalam menyusun strategi dan menghadapi tantangan atau permasalahan sumberdaya dan strategi pengembangan perikanan dan kelautan di Kabupeten Deli Serdang perlu rencana dan rancangan yang bersifat tindakan langsung maupun tidak langsung seperti penyediaan sarana dan prasarana tangkap dan budidaya. Selain pentingnya melakukan reformasi birokrasi dan paradigma pembangunan kelautan dan perikanan yang meliputi kebijakan yang bersifat teknis dan pengaturan seperti pengaturan bidang usaha di kawasan PPK (Pusat Pelayanan Kawasan), pengaturan konservasi dan pengaturan PWP (Pengelolaan Wilayah Pesisir). Penggunaan alat-alat tangkap yang diberikan pemerintah maupun swasta melalui APBD maupun hibah menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dengan memberikan pendidikan, pembinaan dan pelatihan. Selanjutnya strategi dan pengelolaan jangka panjang perlu untuk dirumuskan berdasarkan skala perioritas.

REVIEW PENURUNAN FERTILITAS DI NEGARA BERKEMBANG : TREN DAN PENJELASAN

Kusyanto, Heri ( BKKBN Provinsi Jawa Tengah )

Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol 5, No 2 (2017): PUBLIKAUMA: DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan fertilitas banyak digembor-gemborkan di Negara-negara maju namun banyak yang tidak sepihak. Penyebab fisiologis utama langsung dari perbedaan-perbedaan ini harus dikaitkan dengan perbedaan dalam penggunaan kontrasepsi, dilengkapi dengan penundaan perkawinan. Penyebab ketiga terbesar dari meningkatnya penggunaan kontrasepsi adalah karena : perkembangan sosial ekonomi, modernisasi, intervensi perencanaan untuk keluarga berencana. Peningkatan penggunaan kontrasepsi dengan pertumbuhan yang lambat merupakan kontribusi dari modernisasi dan perkembangan ekonomi. Penolakan atau ketidakikutsertaan dalam keluarga berencana muncul menjadi satu penyebab utama “titik masalah” bangsa dengan fertilitas yang tinggi secara terus menerus. 

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN HABITAT BENTIK DI SEBAGIAN PULAU WEH TAHUN 2010 dan 2015

Rahmadi, M.Taufik ( Universitas Samudera Langsa )

Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol 5, No 2 (2017): PUBLIKAUMA: DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IntisariWilayah pesisir dan kelautan Indonesia merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan. Sebagai sebuah negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki 17.508 pulau yang sebagian yaitu 13.466 pulau telah berkoordinat dan bernama, garis pantai sepanjang 99.093 km2, dan luas wilayah perairan 6.315.222 km2 (BIG, 2015).Kelestarian habitat bentikdapatmengalamiperubahan yang disebabkanolehberbagaifaktorsepertikecerahan, suhu, salinitas, sedimentasi, pH, danbencanaalam. Faktor-faktortersebutmenjadikan habitat bentikmengalamidegradasihinggamencapaikondisi yang tidakmemungkinkanbagi habitat bentikuntukmemulihkankondisinyasecaraalami.Dahuriet al., 1996 dalamSupriharyono, 2000 mengemukakankadarkualitasyang mampu diterima oleh habitat bentik yaitu pH (6,8-7,5), suhu (250-300), dansalinitas (340/00-360/0).Penelitian ini memberikan hasil yaitu kadar pH memiliki nilai rata-rata yaitu 8.14, suhu permukaan laut memiliki nilai rata-rata yaitu 29.260C, salinitas air laut memiliki nilai rata-rata yaitu 360/00, dimana nilai rata-rata kadar kualitas air tersebut merupakan nilai maksimal yang dapat ditoleransi oleh habitat bentik. 

DESKRIPSI KEBIJAKAN DAN PERMASALAHAN KEPENDUDUKAN DI INDONESIA

Thomas, Riko ( Sekolah Pascasarjana Universitas Gajah Mada )

Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol 5, No 2 (2017): PUBLIKAUMA: DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang makin cepat, mendorong perkembangan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan. Kebijakan kependudukan ditujukan untuk mempengaruhi besar, komposisi, distribusi dan tingkat perkembangan penduduk. sebagai tindakan-tindakan pemerintah untuk mencapai suatu tujuan dimana didalamnya termasuk pengaruh dan karakteristik penduduk. Pemecahan masalah kependudukan dengan pengendalian kelahiran saja tidak menjamin bahwa hasilnya secara otomatis akan meningkatkan kualitas hidup penduduk yang bersangkutan atau generasi yang akan datang. Permasalahan kependudukan di Indonesia. Hasil analisis secara deskriptif menunjukkan bahwa permasalahan kependudukan saat ini adalah kurangnya kepeduliah terhadap program KB, laju pertambahan penduduk yang menyebabkan pengangguran dan timbulnya pengangguran dan permasalahan lingkungan yaitu Semakin banyak penduduk berarti semakin banyak areal persawahan dan hutan yang berubah fungsimenjadi pemukiman penduduk. Menyikapi permasalahan kependudukan tersebut pemerintah perlu melaksanakan berbagai kebijakan kependudukan seperti kebijakan publik yaitu kebijakan pemerintah yang berlandaskan hukum, dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek sosiologis dan kebijakan pendidikan. Kebijakan pendidikan adalah konsep yang sering kita dengar, kita  ucapkan, kita lakukan, tetapi sering kali tidak kita pahami sepenuhnya. Kebijakan pendidikan termasuk pendidikan kependudukan, motivasi menuju keluarga sejahtera dan menetukan jumlah anak. 

PARTISIPASI WANITA PEKERJA SEKTOR INFORMAL DALAM KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN TEMON KABUPATEN KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Damayanti, Nina ( Universitas PGRI Palembang )

Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol 5, No 2 (2017): PUBLIKAUMA: DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Masalah dalam penelitian ini adalah apakah wanita yang bekerja dalam bidang sektor informal berpartisipasi dalam program keluarga berencana. Apakah jenjang pendidikan pada wanita pekerja sektor informal mempengaruhi partisipasi program keluarga berencana, dan apakah pendapatan wanita pekerja sektor informal mempengaruhi partisipasi dalam program keluarga berencana.            Jenis penelitian ini menggunakan metode Survei untuk sampling dan menggunakan metode deskriptif kuantitatif  untuk analisisnya yang lebih menekan pada produk. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data tabel frekuensi, crosstab.Hasil penelitian sebanyak 58% wanita yang bekerja dalam sektor informal ikut serta dalam keluarga berencana, dan sebanyak 42% tidak mengikut keluarga berencana jumlah yang tidak ikud dalam keluarga berencana masih sangat banyak, namun saat dilakukan wawancara dengan beberapa responden mengatakan bahwa alasan mereka tidak ikut KB karena ada yang belum mempunyai anak dan ada juga yang sedang program hamil untuk menambah anak lagi, dan ada juga yang mengunakan KB secara alami. Terkait partisipasi wanita pekerja sektor informal  dalam keluarga berencana dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan tidak mempengaruhi partisipasi wanita pekerja sektor informal dalam keluarga berencana (menggunakan KB). Korelasi crostab partisipasi KB dengan pendidikan didapat angka probabilitas 0.10 ( 0.10 > 0.05). Tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan partisipasi KB di desa Sindutan karena program keluarga berencana di Desa sindutan sudah baik, dinas kesehatan setempat sudah memberikan pelayanan KB dengan  maksimal ini terbukti dengan program KB jangka panjang yang diberikan secara gratis. Hubungan antar tingkat pendapatan dan partisipasi KB  menghasilkan angkat 0.05 menunjukan sangat lemahnya korelasi. Korelasi tingkat pendapatan responden dengan partisipasi didapat angka probabilitas 0.94 (0.95 >0.05), artinya tidak ada hubungan yang signifikan dan saling mempengaruhi antara tingkat pendapatan dan partisipasi dalam KB