cover
Filter by Year
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Published by Universitas Medan Area
Articles by issue : Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
7
Articles
Mengenal Teori Kultivasi dalam Ilmu Komunikasi

Junaidi, Junaidi ( Program Studi Pemikiran Politik Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori kultivasi memusatkan perhatian pada dampak menonton tayangan televisi pada perilaku penonton televisi dalam jangka waktu yang panjang. Teori ini beranggapan bahwa manusia yang selalu menonton tayangan tertentu dengan waktu yang lama maka akan memiliki sebuah pemahaman bahwa dunia di sekelilingnya seperti yang ditayangkan di televisi. Misalnya saja seseorang yang selalu menonton acara-acara yang mengandung tayangan kekerasan (baik film maupun berita) dengan durasi lama dan frekuensi yang sering, maka akan memiliki pola pikir bahwa perilaku kekerasan seperti yang ditunjukkan di televisi mencerminkan kejadian di sekitarnya. Kekerasan yang dipresentasikan di televisi dianggap sebagai kekerasan yang terjadi di dunia.

Persepsi Kontributor Televisi Tentang Keberadaan Citizen Journalism

Hasanah, Nurul ( Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” Medan ) , Pohan, Ramdeswati ( Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” Medan )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, yang pertama adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi  dan komunikasi yang terbentuk antara kontributor televisi dan Citizen Journalism. Kedua adalah untuk mengetahui bagaimana faktor dan dampak yang ditimbulkan dari keberadaan Citizen Journalism, dan bagaimana etika Citizen Journalism di lapangan peliputan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif desktiftif dengan pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, serta studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teori Behaviorisme dari Gage dan Berliner,  dimana teori Behaviorisme ini mendasarkan perubahan tingkah laku pada pengalaman, perilaku, dan respon. Pada dasarnya inti pemikiran Behaviorisme adalah bagaimana memahami perilaku yang dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan. Selain itu peneliti juga menggunakan teori Persepsi, yang mengkaji bagaimana komunikasi terjalin berdasarkan penginderaan, atensi dan interpretasi. Teori ini berasumsi bahwa persepsi menentukan seseorang bagaimana sikapnya berkomunikasi, semakin tinggi derajat kesamaan persepsi antar individu maka semakin mudah dan sering mereka berkomunikasi yang kemudian memiliki pengaruh yang instrumental  terhadap hasil-hasil kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat adalah faktor-faktor yang terjadi dengan keberadaan Citizen Journalism yang di peroleh dari  informasi berupa pengalaman dan pengetahuan melalui kesadaran mereka dan bagaimana mereka memaknai pengalaman tersebut dalam berinteraksi.

Analisis Deiksis Waktu Pada Tuturan Dosen yang Berlatar Belakang Budaya Berbeda

Effendi, Desy Irafadillah ( Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Samudra ) , Safhida, Maya ( Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Samudra ) , Hariadi, Joko ( Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Samudra )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuturan dosen FKIP Universitas Samudra yang mengandung deiksis sering salah ditafsirkan oleh mahasiswa. Kesalahtafsiran tersebut berkaitan dengan pemahaman makna tuturan/ujaran dengan acuannya. Salah satu faktor penyebab kesalahtafsiran itu adalah latar belakang budaya yang berbeda sehingga mempengaruhi bentuk-bentuk bahasa yang digunakan. Hal ini mengakibatkan komunikasi tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan hal tersebut, permasalahan dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimanakah deiksis waktu pada tuturan dosen FKIP yang berlatar belakang budaya berbeda di Universitas Samudra. Sumber data dalam penelitian ini adalah dosen FKIP yang memiliki latar belakang budaya berbeda dan data yang mengandung diambil pada saat proses perkuliahan berlangsung dan didokumentasikan dalam bentuk rekaman. Adapun tuturan dosen yang dimaksud adalah tuturan dosen yang berlatar budaya Minangkabau, Tapanuli Selatan, dan Jawa Tengah. Selanjutnya, data tersebut diklasifikasi berdasarkan deiksis waktu, kemudian dianalisis dan disimpulkan. Dari hasil penelitian ini  ditemukan bentuk deiksis waktu dosen Minangkabau adalah kemarin itu, nanti siang, munggu lalu, minggu yang lalu, tadi, nanti, kemarin, dan sekarang. Dosen yang berlatar belakang budaya Tapanuli Selatan adalah sekarang, nanti, hari ini, bulan depan, minggu depan, dan kemarin sore. Dosen yang berlatar belakang budaya Jawa adalah hari ini, kemarin, nanti, sekarang, minggu depan, dan dari tadi.

Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Budaya

Setiawan, Daryanto ( universitas muhammadiyah sumatera utara )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Komunikasi dan Informasi adalah aplikasi pengetahuan dan keterampilan yang digunakan manusia dalam mengalirkan informasi atau pesan dengan tujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan manusia agar tercapai tujuan komunikasi. Perkembangan teknologi informasi berawal dari kemajuan dibidang komputerisasi. Pengguanaan komputer pada masa awal untuk sekedar menulis, membuat grafik dan gambar serta alat menyimpan data yang luar biasa telah berubah menjadi alat komunikasi dengan jaringan yang lunak dan bisa mencakup seluruh dunia. Dengan kemajuan teknologi maka proses interaksi antar manusia mampu menjangkau lapisan masyarakat dibelahan dunia manapun menjadi semakin terbuka. Internet sebagai salah satu dampak dari perkembangan teknologi baru pada dasarnya tidak hanya bisa menjadi pintu untuk mengetahui bagaimana budaya yang ada pada masyarakat di daerah tertentu, melainkan menjadi perangkat dalam ekspresi budaya itu sendiri. Karena begitu cepatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi mangakibatkan dampak dan pengaruh terhadap budaya pada masyarakat, baik berupa dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu aspek kehidupan yang paling terpengaruh dengan perkembangan ini adalah aspek kebudayaan masyarakat yang sedikit demi sedikit mengalami pergeseran.

Persepsi Masyarakat Terhadap Program Acara Pesbukers Di Antv

Ginting, Rini Syafrida ( Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan, Medan ) , Pohan, Ramdeswati ( Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan, Medan )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan persepsi serta faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakatdi Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, terhadap kekerasan verbal dan nonverbal program acara Pesbukers di ANTV. Ruang lingkup penelitian ini adalah seluruh kata-kata atau kalimat yang termasuk dalam kategori persepsi masyarakat terhadap kekerasan verbal dan nonverbal.Metode penelitian kualitatif deskriptif dan teori Uses and Gratification serta teori kultivasi yangdigunakan untuk dijadikan landasan penelitian.Hasil wawancara dari keempat informan mengungkapkan bahwakekerasan verbal dan nonverbalterjadi, dan hanya informan kedua yang memperhatikan hiburannya saja. Keempat informan sepakat bahwa hal itu tidak patut dijadikan bahan hiburan, sedangkan informan ketiga setuju apabila hal tersebut tidak menyakiti orang lain dan sudah ada kesepakatan sebelumnya.Kelima informan menyatakan bahwa program acara Pesbukerslebih banyak memiliki dampak negatif daripada positifnya dan tidak baik untuk ditonton anak-anak. Persepsi kelima informan menyatakan acara tersebut bagus tetapi ada beberapa hal yang harus diperbaiki seperti, cara berpakaian danpenyampaikan komedi disesuaikan dengan norma masyarakat.Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan jawaban informan adalah usia, pendidikan, motif, pengetahuan, suka atau tidak sukanya pada program tersebut dan lingkungan. Hasil wawancara menyatakan tiga dari lima informan merasa tidak terhibur dengan penyajian lelucon yang diberikan oleh para pemain Pesbukers.

Pengaruh Komunikasi Massa Terhadap Audiens

Tambunan, Nurhalima ( Universitas Pembangunan Panca Budi Medan )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan tekhnologi telah mempengaruhi pola kehidupan manusia baik secara negative maupun positif. Dengan beraneka ragamnya jenis tekhnologi komunikasi massa pada manusiasaat ini telah mampu mempengaruhi khalayak dan individu. Pengaruh media massa terhadap individu dapat melaui jalur satu tahap (one step folow) dan jalur dua tahap. Pengaruh komunikasi melalui satu tahap (one step follow) dimana komunikasi massa dapat mempengaruhi individu secara langsung tampa melaui pemuka pendapat atau opinion leader. Sedangkan komunikasi melalui dua tahap (Two step Flow) adalah dimana media massa mempengaruhi individu melalui open leader atau pemuka pendapat. Model aliran dua tahap sebagai suatu studi tentang bagaimana memilih berorientasi pada efek. Model aliran dua tahap berpendapat, efektivitas komunikasi massa terjadi setelah tahap pertama yang melalui opinion leader. Tanpa opinion leader, komunikasi massa terbatas sekali efektivitasnya terhadap masa audience. Tahap-tahap terjadinya model komunikasi aliran dua tahap adalah sebagai Seseorang yang memperoleh suatu ide atau gagasan baru dari media massa akan terjalin dalam suatu interaksi dengan orang lain. Adanya peranan aktif dari pemuka–pemuka pendapat dengan cara berkomunikasi. Tatap muka khusunya bagi masyarakat desa ataupun masyarakat yang sedang membangun maupun masyarakat pasif.

Teori Agenda Setting dalam Ilmu Komunikasi

Ritonga, Elfi Yanti ( Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara )

JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi massa merupakan sumber kajian potensial yang memiliki bidang bahasan yang cukup luas dan mendalam, dan juga didukung oleh teori yang lumayan banyak jumlahnya. Hal ini bisa dipahami sebab ilmu komunikasi yang kita kenal sekarang ini, merupakan proses evaluasi panjang dari ilmu komunikasi massa, yang awalnya hanya dikenal sebagai ilmu media massa atau ilmu pers yang juga merupakan hasil elaborasi dari ilmu publisistik (ilmu persurat-kabaran) yang berpusat di Jerman dan ilmu Jurnalistik yang berbasis di AS. Baru dinamakan ilmu komunikasi pasca Perang Dunia II oleh para ilmuan Barat, tujuan utamanya adalah untuk mencover semua bidang kajian dalam komunikasi yang semakin luas dan berkembang. Komunikasi massa sendiri kerap didefinisikan sebagai komunikasi melalui media massa (modern) pada awalnya hanya mencakup media cetak (surat kabar, majalah atau tabloid) dan media elektronik (TV dan radio), baru belakangan termasuk kajian multimedia yang juga sering disebut media dot com (internet). Pada era ini, kajian komunikasi massa berkembang menjadi semakin luas, selain mencakup tiga jenis media (media cetak, media elektronik, dan multimedia), peran dan proses komunikasi massa,  juga efek media bagi masyarakat dan budaya, sehingga semakin banyak dijadikan sebagai objek studi.  Dalam tinjauan komunikasi massa, paling tidak teori-teori yang muncul dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang, yaitu teori-teori awal komunikasi massa, pengaruh komunikasi massa terhadap individu, pengaruh komunikasi massa terhadap masyarakat dan  budaya, dan audiens pengaruhnya terhadap komunikasi massa. Teori Agenda Setting misalnya, masih saja sangat relevan hingga saat ini sekalipun dengan catatan-catatan tertentu harus dibubuhkan di sana, seperti pada masyarakat dan budaya seperti apa, atau pada kondisi kapan, dan seterusnya. Komunikasi massa merupakan sumber kajian potensial yang memiliki bidang bahasan yang cukup luas dan mendalam, dan juga didukung oleh teori yang lumayan banyak jumlahnya. Hal ini bisa dipahami sebab ilmu komunikasi yang kita kenal sekarang ini, merupakan proses evaluasi panjang dari ilmu komunikasi massa, yang awalnya hanya dikenal sebagai ilmu media massa atau ilmu pers yang juga merupakan hasil elaborasi dari ilmu publisistik (ilmu persurat-kabaran) yang berpusat di Jerman dan ilmu Jurnalistik yang berbasis di AS. Baru dinamakan ilmu komunikasi pasca Perang Dunia II oleh para ilmuan Barat, tujuan utamanya adalah untuk mencover semua bidang kajian dalam komunikasi yang semakin luas dan berkembang. Komunikasi massa sendiri kerap didefinisikan sebagai komunikasi melalui media massa (modern) pada awalnya hanya mencakup media cetak (surat kabar, majalah atau tabloid) dan media elektronik (TV dan radio), baru belakangan termasuk kajian multimedia yang juga sering disebut media dot com (internet). Pada era ini, kajian komunikasi massa berkembang menjadi semakin luas, selain mencakup tiga jenis media (media cetak, media elektronik, dan multimedia), peran dan proses komunikasi massa,  juga efek media bagi masyarakat dan budaya, sehingga semakin banyak dijadikan sebagai objek studi.  Dalam tinjauan komunikasi massa, paling tidak teori-teori yang muncul dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang, yaitu teori-teori awal komunikasi massa, pengaruh komunikasi massa terhadap individu, pengaruh komunikasi massa terhadap masyarakat dan  budaya, dan audiens pengaruhnya terhadap komunikasi massa. Teori Agenda Setting misalnya, masih saja sangat relevan hingga saat ini sekalipun dengan catatan-catatan tertentu harus dibubuhkan di sana, seperti pada masyarakat dan budaya seperti apa, atau pada kondisi kapan, dan seterusnya.