cover
Filter by Year
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area
Published by Universitas Medan Area
Articles by issue : Vol 5, No 1 (2017): JPPUMA JUNI
8
Articles
Peranan Partai Politik dalam Melaksanakan Pendidikan Politik

Pasaribu, Payerli ( Program Studi Pendidikan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan )

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 5, No 1 (2017): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.217 KB)

Abstract

Political parties are organized groups and their members have an orientation, values of the same ideals. The aim is to gain political power and to seize political positions, usually by constitutional means to implement their policies. Thus it can be said that political parties are one of the core instructions and modern democracy. Modern democracy relies on a system called representation (repressentif), whether the representation of formal state institutions such as parliament (DPRD / DPR) and representation of community aspirations in party instructions. Political parties function to seek and teach talented persons to actively participate in political activities as party members thus participate in politics. This is an important role in political parties to provide political education for the community.

PENANGGULANGAN TERHADAP ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN

Jamillah, Jamillah ( Universitas Medan Area )

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 5, No 1 (2017): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.435 KB)

Abstract

Tindak Pidana Penganiayaan yang dilakukan oleh anak yang masih di bawah umur atau anak yang masih dalam lindungan Undang-Undang adalah suatu tindakan yang tidak terpuji, sikap jahat anak itu timbul atau datang dari abad ke abad tidak perna hilang atau lepas dari dari kehidupan anak itu sendiri. Kejahatan anak itu sendiri datang dari pergaulan dalam lingkuan rumah tempat tinggal atau adanya faktor-faktor yang datang dari luar seperti modernisasi. Penanggulangan terhadap anak berhadapan dengan hukum dalam tindak pidana penganiayaan dilakukan sedini mungkin melalui tindakan-tindakan yang bijaksana setelah mengetahui sebab-sebab terhadap anak berhadapan dengan hukum dalam tindak pidana penganiayaan yang sebagian besar adalah kaum anak/remaja. Disamping itu perlu diungkapkan sebab-sebab munculnya para pelaku tindak pidana serta beberapa sebab yang ada kaitannya dengan bidang sosial, ekonomi kultural dan mental. Kemudian perlu dipahami akibat-akibat negatif yang membahayakan bagi pelakunya serta dampak yang pasti merugikan dan meresahkan kehidupan masyarakat. Secara global upaya penanggulangan terhadap anak berhadapan dengan hukum dalam tindak pidana penganiayaan dapat dilakukan secara moralistik dan abolionistik.

Pohon Hanau Dan Perempuan Siladang Di Kampung Aek Banir

Matondang, Armansyah ( Universitas Medan Area )

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 5, No 1 (2017): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.358 KB)

Abstract

Artikel ini menjelaskan dan memahami aktivitas perempuan Siladang dalam mengusahakan pohon Hanau di kampung Aek Banir”. Pohon-pohon Enau merupakan sumber mata pencaharian utama (Primer) bagi penduduk Aek Banir yang di samping juga mengusahakan tanaman karet. Pohon enau juga merupakan sumber tambahan pendapat bagi penduduk Aek Banir juga tak jauh dari pemanfaatan keberadaan pohon Hanau (Enau), yaitu membuat sapu ijuk dan tali dari ijuk. Pohon Hanau diusahakan atau disadap bukan hanya oleh kaum laki-laki saja, tetapi perempuan di Aek Banir juga turut menjadi penyadap pohon Enau di Aek Banir memiliki jumlah yang tidak sedikit. Bahkan dengan sekilas saja, terlihat jumlah perempuan yang terlibah mengusahakan penyadap pohon Enau di Aek Banir memiliki jumlah yang tidak sedikit. Perempuan Aek Banir terkadang mengendong anak-anak mereka memanjat pohon-pohon Hanau ketika sedang menyadap maupun ketika hendak mengambil tuok (nira) hasil dari sadapan mayang-mayang Hanau.

Pemahaman Penanaman Empat Pilar Kebangsaan terdahap Siswa SMA Negeri 4 Medan

Angelia, Nina ( Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Medan Area )

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 5, No 1 (2017): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.082 KB)

Abstract

This research is to explain the understanding of four pillars of nationality with students attitudes facing the development of the growing era. The formulation of the problem of this research is how the relationship of understanding the four pillars of nationality with the attitude of students. The research method used in this research is correlational descriptive method. The sample of research is 44 respondents. Data collection techniques used in this study are interviews and documentation. Based on the results of research that has been done can be seen that there is degree flatness. 

Memahami Tingkatan Spiritual Manusia Dalam Mendeteksi Krisis Nilai Moral

Jumala, Nirwani ( MTS Negeri 2 Aceh Besar )

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 5, No 1 (2017): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.604 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatan spiritual manusia yang mempengaruhi nilai moral, penyebab krisis moral, dan solusi terhadap permasalahan nilai moral. Nilai moral adalah sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusian yang dilakukan secara terencana untuk mengubah sikap, perilaku, tindakan, kelakuan agar mampu berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya sesuai dengan nilai agama dan moral serta kebudayaan masyarakat setempat. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi kemerosotan moral saat ini dan hal itu perlu diketahui sehingga kita mampu menemukan solusi yang terbaik dan membantu dalam penyelesaian masalah tersebut. Dalam pandangan Islam, terdapat tujuh tingkatan spiritualitas manusia dari yang bersifat egoistik sampai yang suci menurut perintah Allah. Tingkatan itu terdiri dari nafs amarah, nafs lawwamah, nafs mulhimma, nafs muthmainnah, nafs radhiyah, nafs mardhiah dan nafs safiyah. Penyebab krisis nilai moral tersebut antara lain: longgarnya pegangan terhadap agama, kurangnya internalisasi nilai moral melalui pendidikan karakter, derasnya arus budaya materialistis, hedonistis dan sekularististis dan penyalalahgunaan sebagian ajaran moral serta.perkembangan Teknologi. Beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisi nilai moral ini adalah menghargai sesama manusia,  mendekatkan diri kepada Allah dan menguatkan fungsi pendidikan.

Perkawinan Bajapuik dan Konsekwensinya dalam Keluarga

Sitompul, Roswita ( Universitas Islam Sumatera Utara )

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 5, No 1 (2017): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.254 KB)

Abstract

Marriage is a way for people to develop offspring, therefore every marriage must meet certain requirements both based on positive law, religion and besides that there is a customary law that is not less important in the process of each crisis rites of human life, which is different but always maintained by community, this research is a normative research which sourced from primary and secondary data that is book, law, journal, research result. The result of the study that the position of men in Minangkabau adat is low and physically he has no place in his mothers house and does not have any rights as father in the household, even the boys are not paid attention, if there is divorce of men who come out of the house, on the property of the gonogini except the property of origin and if the wife dies the husbands relatives must immediately pick up the widower to return to his family, if there is a conflict of womens families who have the right to speak, this position that raises the character of Minangkabau women is always arrogant and dominating

HAK ASUH ANAK YANG BELUM DEWASA SETELAH PERCERAIAN

Maswandi, Maswandi ( Universitas Medan Area )

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 5, No 1 (2017): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.796 KB)

Abstract

Jika rumah tangga memiliki kondisi yang tidak selaras lagi, maka kemungkinan timbulnya perselisihan dan pertengkaran cukup besar. Perselisihan besar tidak bisa dipecahkan sehingga peluang kondisi rumah tangga menyebabkan perceraian. Hak anak di bawah umur setelah perceraian, Orang tua wajib memelihara dan mendidik anak mereka sebaik-baiknya. Dalam Pasal 41 Undang-undang Perkawinan menjelaskan bahwa ayah bertanggung jawab atas semua biaya perawatan dan pendidikan anak-anak yang diperlukan, bila ayah tersebut pada kenyataannya tidak dapat memenuhi kewajibannya, pengadilan dapat menentukan bahwa ibu ikut menanggung biaya perawatan dan pendidikan anak yang dibutuhkan, kewajiban tetap berlaku meski orang tuanya telah bercerai.

Analisis Perbandingan Isi Tajuk Rencana Surat Kabar Harian Analisa dan Waspada Edisi 1-31 Agustus 2016

Nurainun, Ade ( Universitas Medan Area ) , Ritonga, Syafruddin ( Universitas Medan Area )

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 5, No 1 (2017): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.138 KB)

Abstract

Daily Newspaper Analysis and Alert have the same marketing and news coverage area in their own city of course. So the two newspapers will always continue to compete in obtaining news. It also allows both of them to share the same news. It may be that both of them raise the same event but are written in different angles. The difference between the two newspapers is the content of the editorial, as the content of the editorial is an opinion written by the editor of the editor himself. So it is only natural that the content of the editorial differs from newspaper to newspaper, even though it raises the same problem. Through editorials, the editor can provide both criticism and suggestions to the government as well as those with an interest to the community. This is because an editorial contains information on issues that are going on in the community. Research on the differences in the content of the editorial because there are differences in newspaper tendencies. Therefore, to see this the researcher chose to use content analysis method. Using this method, the researcher can prove that Daily Analysis and Alert do have differences in published writing and viewed from the content of the editorial.