cover
Filter by Year
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area
Published by Universitas Medan Area
Articles by issue : Vol 1, No 1 (2013): JPPUMA JUNI
7
Articles
Persepsi Orang Tua terhadap Pentingnya Pendidikan bagi Anak

Siti Salmaniah Siregar, Nina

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 1, No 1 (2013): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.076 KB)

Abstract

Persepsi orang tua dalam mewujudkan kepribadian dan pendidikan anak dan untuk memahami sebab orang tua harus lebih terlibat dalam pendidikan anak. Pendidikan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya adalah merupakan pendidikan yang akan selalu berjalan seiring dengan pembentukan kepribadian anak tersebut dan peran orang tua dalam menunjang pendidikan anak terbatas pada persoalan dana. Persepsi orang tua bertanggung jawab juga memikirkan dan mengusahakan agar senantiasa terciptakan dan terpelihara suatu hubungan antara orang tua dengan anak yang baik, efektif dan menambah kebaikan dan keharmonisan hidup dalam keluarga, sebab telah menjadi bahan kesadaran para orang tua bahwa hanya dengan hubungan yang baik kegiatan pendidikan dapat dilaksanakan dengan efektif dan dapat menunjang terciptanya kehidupan keluarga yang harmonis. Persepsi orang tua diharapkan dapat melakukan semua itu dengan niat yang tulus untuk menciptakan generasi yang mempunyai moral yang luhur dan wawasan yang tinggi serta semangat pantang menyerah dan sikap apatis orang tua yang peduli terhadap pendidikan anak akan menambah jumlah mutu pendidikan yang baik.

Peran Badan Permusyawaratan Daerah dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat

Kusmanto, Heri

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 1, No 1 (2013): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.979 KB)

Abstract

Pada dasarnya Pemerintahan Desa bukan hanya sebagai kegiatan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang dilaksanakan oleh organisasi terendah langsung dibawah Camat dan memiliki hak menyelenggarakan rumah tangga sendiri, pemerintahan desa juga merupakan pembina, pengayom dan pelayan kepada masyarakat sangat berperan dalam menunjang mudahnya masyarakat digerakkan untuk berpartisipasi dalam politik desa.Anggota Badan Permusyawaratan Desa mengerti akan tugas-tugasnya dan dekat dengan masyarakat Desa.Akan tetapi masih ada sebagian kecil yang kurang paham akan tugas-tugasnya karena anggota Badan Permusyawaratan Desa sering tidak mengikuti rapat yang telah diadakan dan kurang memberikan perhatian terhadap masyarakat yang merupakan salah satu tugasnya. Akan tetapi sebagian besar anggota BPD memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana berpartisipasi yang baik dalam partisipasi politik. Memang, masyarakat banyak yang tidak mengerti bagaimana berpartisipasi politik dengan baik bahkan masyarakat tidak tahu apa pengertian dari politik itu karena pendidikan masyarakat tergolong relatif rendah. Dengan adanya BPD, dan mereka telah mensosialisasikan dan melakukan penyuluhan kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat berpartisipasi dalam partisipasi politik. Dapat disimpulkan bahwa Badan Permusyawaratan Desa berperan dalam meningkatkan partisipasi politik, karena telah mensosialisasikan dan melakukan penyuluhan kepada masyarakat dengan baik

Analisis Perubahan Karakteristik Desa Bandar Klippa – Percut Sei Tuan – Deli Serdang Tahun 2005-2010

Kumala Sari, Vivi, Simanungkalit, Nahor ( Universitas Negeri Medan )

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 1, No 1 (2013): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.958 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1). Perubahan bentuk penggunaan lahan yang dilihat dari jenis, luas, dan perubahan yang paling dominan yang terjadi, 2). pertambahan sarana dan prasarana akibat dari perubahan bentuk penggunaan lahan 3). Aktifitas penduduk akibat dari bentuk perubahan penggunaan lahan di Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2005-2010. Populasi dan sampel dalam penelitian ini merupakan seluruh masyarakat yang berjumlah 8.736 jiwa dan 2.347 KK. Teknik pengumpulan data menggunakan Tehnik Dokumenter, Tehnik Observasi Langsung, dan Komunikasi Langsung. Tehnik analisis data yang digunakan adalah Analisis Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1). Perubahan karakteristik desa terkait perubahan lahan yang paling dominan adalah pemukiman dan persawahan, 2). Dilihat dari Sarana dan Prasarana yang berkembang dan cukup lengkap dengan memiliki Gedung Pemerintahan Desa;. Gedung Sekolah, Gedung Peribadatan (Masjid/Mussholah/Gereja/Vihara), Gedung Kesehatan (RS/Klinik/Apotik/Posyandu), 3). Dilihat dari aktivitas masyarakat akibat perubahan bentuk penggunaan lahan Desa Bandar Klippa sudah mengalami banyak perkembangan yang mengarah kepada arah positif dilihat dari tingkat pendidikan, kesehatan, adat istiadat

Peranan Partai Politik dalam Menanggulangi Golongan Putih (Golput) pada Pemilihan Legislatif 2009

Kadir, Abdul ( Universitas Medan Area )

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 1, No 1 (2013): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.903 KB)

Abstract

Fokus dari tulisan ini adalah peranan partai politik dalam menanggulangi golongan putih pada pemilihan Legislatif 2009. Pengurus partai politik yang ada menjalankan peranannya dengan berusaha sesuai UU No. 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik. Adapun usaha- usaha yang dilakukan adalah dengan cara sosialisasi di desa-desa, sosialisasi politik, pendidikan politik, kampanye dan mengajak masyarakat untuk menghadiri acara kampanye. Sebagai Negara yang demokrasi sudah sepantasnya golongan putih (Golput) tidak lagi mewarnai sistem pemilihan Legislatif Indonesia, akan tetapi karena partai politik belum menjalankan fungsinya dengan maksimal dan bertanggung jawab. Partai politik sebagai organisasi yang terorganisir dan memiliki tujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan melakukan pendidikan politik dan juga sosialisasi politik sehingga masyarakat memiliki kesadaran politik yang tinggi dan menggunakan hak pilihnya pada pemilihan Legislatif 2009. Untuk mengurangi intensitas golongan putih diperlukan keikutsertaan pengurus partai politik dan bekerjasama dengan masyarakat, karena pemilihan umum bertujuan untuk menciptakan pemerintahan demokratis dan untuk mewujudkannya dibutuhkan peranan partai politik dan masyarakat Indonesia sehingga menggunakan hak pilihnnya pada penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut. Dengan demikian dibutuhkan partai politik yang benar-benar menjalankan fungsinya

Hubungan Komunikasi Badan Perwakilan Desa terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan

Batubara, Bebby Masithoh

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 1, No 1 (2013): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.216 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui hubungan komunikasi BPD dan masyarakat dengan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2011. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota BPD sebanyak 5 orang dan seluruh masyarakat desa Pergajahan Hulu sebanyak 65 kk. Sampel dalam penelitian ini merupakan sampel total yaitu 65kk. Pengambilan sampel dilakukan secara keseluruhan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik studi dokumentasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hubungan antara komunikasi Badan Perwakilan Desa (BPD) dan Masyarakat terhadap Partisipasi Masyarakat dalam pembangunan setelah diketahui bahwa koefisien korelasi lebih besar yaitu 0,57 dari r tabel yaitu 0,297 maka terdapat korelasi positif yang signifikan antara Komunikasi Badan Perwakilan Desa (BPD) dengan Partisipasi Masyarakat dalam pembangunan. Dilihat dari tabel Interpretasi nilai r maka koefisien korelasi 0,57 masuk dalam interpretasi cukup, yaitu antara 0,40 sampai dengan 0,60 maka diperoleh korelasi cukup yang berarti diantara kedua variabel tersebut terdapat korelasi yang positif

Analisis Sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah sebagai Modal Pembangunan

Sitompul, Maradona ( Universitas Medan Area ) , Atmey Lubis, Anggreini ( Universitas Medan Area )

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 1, No 1 (2013): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.434 KB)

Abstract

Tulisan ini menyajikan apa-apa saja yang menjadi sumber-sumber pendapatan asli daerah yang mendukung perealisasian pembangunan di Kota Medan. Berupa pajak daerah, retribusi daerah yang terbagi atas retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, retribusi perizinan tertentu, dan lain-lain PAD yang sah. PAD merupakan salah satu modal dasar pemerintah daerah dalam mendapatkan dana pembangunan. Setiap daerah dalam hal ini perlu dan jeli dalam membudayakan sumber potensi keuangan setempat. Agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah yang memang salah satu kriteria dalam pemantapan otonomi daerah. Kesempatan yang diberikan untuk mengelola sumber pendapatan daerah khususnya mengelola pendapatan asli daerah dan merupakan salah satu tujuan pembangunan otonomi daerah untuk menciptakan kemandirian suatu daerah untuk membiayai rumah tangganya sendiri dan juga usaha suatu daerah untuk memperkecil ketergantungan dalam mendapatkan dana dari pemerintah pusat atas subsidi. Dengan adanya kemandirian tersebut, maka suatu daerah bebas menggunakan pendapatan asli daerah tersebut untuk pendanaan pembangunan daerah, karena pembangunan merupakan langkah yang harus ditempuh utnuk mengembangkan seluruh potensi daerah termasuk potensi manusia, potensi alam, teknologi dan mencakup semua aspek kehidupan serta penghidupan yang ada di daerah tersebut dilakukan secara berencana untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Analisis Potensi Kecamatan Sipirok sebagai Ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan

Mujahid, Syukri, P. Lubis, Darwin ( Universitas Negeri Medan )

JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area Vol 1, No 1 (2013): JPPUMA JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.516 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi potensi fisik di Kecamatan Sipirok, untuk mengetahui kondisi potensi nonfisik di Kecamatan Sipirok dan untuk mengetahui kesesuaian/kelayakan kecamatan Sipirok menjadi ibukota dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah potensi-potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Sipirok, mencakup potensi fisik dan potensi nonfisik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Sipirok sesuai/layak untuk menjadi ibukota dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Dilihat dari segi faktor fisik, kondisi fisik yang dimiliki Kecamatan Sipirok tidak mendukung kecamatan ini untuk menjadi ibukota dari Kabupaten Tapanuli Selatan, terutama dari segi topografi kecamatan ini yang lebih didominasi oleh dataran tinggi dengan kemiringan ≥ 40%. Dinilai dari segi faktor nonfisik, kondisi nonfisik Kecamatan Sipirok tidak semuanya mendukung kecamatan ini menjadi kota/ibukota dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Dari beberapa indikator aspek nonfisik hanya jumlah penduduk, tenaga kerja dan fasilitas kesehatan yang menunjukkan Kecamatan Sipirok sesuai/layak menjadi ibukota dari Kabupaten Tapanuli Selatan. Secara umum, Kecamatan Sipirok tidak sesuai/layak menjadi ibukota dari Kabupaten Tapanuli Selatan