cover
Filter by Year
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY
Published by Universitas Medan Area
Articles by issue : Vol 1, No 1 (2017): EDISI JUNI
5
Articles
ANALISA PENUKAR KALOR SHELL DAN TUBE DENGAN MEMAMFAATKAN GAS BUANG MESIN DIESEL ALIRAN DIDALAM PIPA

jalal, said ( Universitas Medan Area )

JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY Vol 1, No 1 (2017): EDISI JUNI
Publisher : JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat penukar kalor merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menukar energi dalam bentuk panas antara fluida yang berbeda temperatur yang dapat terjadi melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Salah satu tipe dari alat penukar kalor yang banyak dipakaai adalah shell and tube, heat exchanger, alat ini digunakan untuk memindahkan panas dari sistem ke sistem lain tanpa perpindahan massa dan bisa berfungsi sebagai pemanas maupun sebagai pendingin. Untuk mengetahui beda temperatur, koefisien dan efektivitas perpindahan panas pada shell and tube maka dilakukan analisa penukar kalor shell and tube, membandingkan temperatur air keluar dan temperatur gas keluar dengan memamfaatkan gas buang mesin diesel aliran di dalam pipa. Sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu dilakukan beberapa pesiapan agar pengujian yang akan dilakukan dapat berlangsung aman dan lancar, diantaranya adalah persiapan bahan dan alat yang akan digunakan pada penelitian dan melakukan prosedur penelitian. Dari pengujian (analisa) didapat hasil untuk koefisein perpindahan panas didalam shell = 0,000825 m2, koefisien perpindahan panas didalam pipa yang terbesar pada percobaan ke 1= 32,7283 w/m .oC dan yang terkecil pada percobaan ke 6=32,5112 w/m .oC, koefisien perpindahan panas di luar pipa yang terbesar pada percobaan ke 4 =2,83984 w/m .oC dan yang terkecil pada percobaan ke 1=2,78102 w/m .oC. sedangkan efektivitas terbesar terletak pada percobaan ke 1 = 0,8000 dan yang terkecil pada percobaan ke 7 = 0,02013.

RANCANG BANGUN INSTRUMENT UNTUK MENGUKUR GAYA POTONG, KECEPATAN, DAN TEMPERATUR SPESIMEN PADA MESIN BUBUT

umurani, khairul ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara )

JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY Vol 1, No 1 (2017): EDISI JUNI
Publisher : JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengerjaan atau pembuatan komponen-komponen  pada mesin- mesin, tidak lepas dari pada mesin-mesin produksi seperti mesin bubut. Mesin bubut banyak digunakan pada industri maupun laboratorium namun tidak banyak mesin bubut yang menggunakan instrument untuk mengukur parameter pembubutan. Pengaruh pahat potong, material benda kerja, dan kondisi pemotongan (kecepatan potong, kedalam potong dan gerak makan) terhadap keausan pahat bubut. Kecepatan potong (cutting speed) tidak dapat dipilih sembarangan karena akan mempengaruhi kualitas produk dan biaya. Konsep desain dilakukan terlebih dahulu  dengan mempersiapkan  loadcell dan pahat kemudian merekayasa bentuk dudukan loadcell dan pahat yang akan dibuat dengan menggambar manual diatas kertas. Pada  proses pembuatan alat instrument mesin bubut  ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu, pembuatan  alat dan rangkaian  sensor–sensor yang diperlukan. Instrument ini mampu mengukur gaya potong, kecepatan dan temperature spesimen pada proses pembubutan yang sedang berlangsung secara bersamaan.

PERANCANGAN ALAT UJI IMPAK CHARPY SEDERHANA UNTUK MATERIAL LOGAM BAJA ST 30

Fikar, Zul ( Fakultas Teknik, Jurusan T. Mesin, Universitas Medan Area )

JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY Vol 1, No 1 (2017): EDISI JUNI
Publisher : JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penelitian kekuatan bahan telah banyak dilakukan untuk mendapatkan karakteristik suatu bahan terhadap berbagai jenis beban yang diberikan sebelum dipergunakan pada suatu sistem permesinan. Kendala terbesar saat ini khususnya di wilayah Sumatera Utara ialah langkanya alat-alat uji kekuatan bahan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk merancang alat uji kekuatan bahan akibat beban impak (tumbukan) dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan peralatan yang cukup sederhana. Penelitian ini juga diharapkan sebagai suatu usaha inovasi untuk memecahkan masalah kelangkaan alat uji kekuatan bahan untuk jenis-jenis beban uji lainnya. Metode pengujian impak yang dipergunakan dalam perancangan ini ialah jenis uji impak Charpy. Metode ini menggunakan teknik ayunan lengan untuk mendapatkan energi impak suatu bahan. Besarnya energi impak yang dihasilkan dihitung berdasarkan sudut ayunan yang dibentuk setelah proses pengimpakan. Panjang lengan bandul ialah 750 mm dengan berat bandul 15 kg. Untuk mengukur sudut ayunan digunakan skala sudut bulat yang diletakkan tepat satu sumbu dengan sumbu ayunan. Hasilnya diperoleh alat uji impak ayunan bandul dengan spesifikasi seperti telah dijelaskan sebelumnya. Hasil uji coba mpak pada bahan baja ST 30 memperlihatkan energi impak pada bahan tersebut  

UNJUK KERJA DAN PERANCANGAN POROS DAN BANTALAN PADA MESIN DIESEL C 223 78 HP DENGAN MENGGUNAKAN DINAMOMETER

marbun, erickson ( Universitas Medan Area )

JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY Vol 1, No 1 (2017): EDISI JUNI
Publisher : JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur prestasi sebuah mesin. Menurut tipe nya dinamometer dibagi menjadi dinamometer transmisi, dinamometer penggerak dan dinamometer absorsi. Dinamometer tipe water brake adalah salah satu macam dari dinamometer absorsi. Dinamometer tipe water brake adalah bentuk lain sebuah pompa penyerap hidraulik. Konsep dinamometer tipe water brake sama dengan pompa sentrifugal, tetapi yang tidak efisien. Setelah diproduksi maka sebuah dinamometer perlu diuji untuk mengetahui spesifikasi dari dinamometer tersebut. Jarangnya penggunaan chassis dinamometer tipe water brake membuat sebagian besar masyarakat  belum  mengetahui  cara  dan  langkah  kerja  dari  alat  ini,  maka  dibutuhkan  sebuah panduan berupa buku petunjuk operasi yang berisi tentang penjelasan dan langkah-langkah pengukuran daya kendaraan dengan menggunakan chassis dinamometer tipe water brake. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa semakin besar debit air yang dialirkan maka semakin besar daya yang diserap oleh dinamometer. Chassis dinamometer yang dikarakterisasi dapat digunakan untuk mengukur daya sesuai dengan trendline grafik torsi dan daya mesin uji yang digunakan yaitu 29.56 hp/2962 rpm dan torsi hingga 76.03 N.m / 2542 rpm. Daya yang terukur bukan merupakan daya maksimal yang mampu diserap oleh dinamometer, melainkan daya dari mesin yang di uji.

ANALISA MAMPU KERAS BAJA ST 60 DENGAN METODE ALAT JOMINY TEST

yadi, indra ( Universitas Medan Area )

JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY Vol 1, No 1 (2017): EDISI JUNI
Publisher : JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mampu keras baja merupakan petunjuk penting untuk menentukan pola laku panas dan sifat bahan yang akan dilakukan dalam menghasilkan produk komponen. Salah satu cara untuk mengetahui hardenability baja, yaitu dengan menggunakan metode  uji  jominy.  Penelitian  ini,  menggunakan  metode  uji  jominy,  dengan parameter temperature austenisasi, waktu penahanan, media pendingin, kemudian diverifikasikan dengan hasil prediksi menggunakan metodepersamaan numerik tidak linear. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh, bahwa makin tinggi temperatur austenisasi dan makin lama waktu penahanan, nilai kekerasan akan semakin meningkat. Sedangkan untuk baja dengan laju pendiginan cepat kekerasannya lebih tinggi dibanding dengan baja pendinginan lambat.Data dari hasil penelitian ini, dapat digunakan dalam penentuan laku panas yang sesuai dengan sifat mekanik yang diinginkan dan untuk menghindari terjadinya distorsi.terutama menggunakan bahan st  60  sebagai  bahan  uji  dalam  penelitian  ini,  karana  bahan  tersebut  banyak digunakan dalam  konstruksi–kontruksi  maupun  mesin-mesin  industi  sebagai material pembuat alat tersebut.