cover
Filter by Year
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam
Articles by issue : Vol 7, No 1 (2016)
6
Articles
BADAN USAHA KOPERASI DAN BADAN USAHA NON KOPERASI (Studi Komparatif)

ITANG, ITANG

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.767 KB)

Abstract

Abstrak. The Comparative Study on Cooperative Enterprise and Non-Cooperative Enterprises. This paper would like to learn deeply on cooperative business enterprise and non-cooperative enterprises. Cooperative is a pillar of the Indonesian economy. In fact cooperative business entity does not exist as non-cooperative enterprises. The difference can be found from several aspects; firstly, Institutional aspects (1. In terms of membership, 2. The meeting of members, 3. The management of the Board of Directors, 4. the Board of Commissioners, 5. The management, 6. The education) and secondly, Business aspects (1. The purpose, 2. The capital, 3. The legality, 3. Advantages).Abstrak. Badan Usaha Koperasi dan Badan Usaha Non-Koperasi (Studi Komparatif). Tulisan ini ingin melihat dari dekat badan usaha koperasi dan badan usaha non koperasi. Koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia yang mesti dipertahankan keberadaannya, pada kenyataannya badan usaha koperasi ini tidak eksis keberadaannya seperti badan usaha non koperasi. Adapun perbedaannya adalah  dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu: a. Aspek kelembagaan, yaitu: 1. Dilihat dari segi keanggotaan, 2. Dilihat dari rapat anggota, 3. Dilihat dari kepengurusan Direksi, 4. Dilihat dari Dewan Komisaris, 5. Dilihat dari manajemen, 6. Dilihat dari pendidikan. b. Aspek usaha, yaitu: 1. Tujuan, 2. Modal, 3. Badan Hukum, 3. Aspek Keuntungan.

ANALISIS MINAT INVESTOR DI KOTA SERANG TERHADAP INVESTASI SYARIAH PADA PASAR MODAL SYARIAH

PERISTIWO, HADI

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.389 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang bahwa untuk lebih mengenalkan dan mengembangkan pasar modal syariah, maka diperlukan adanya kekuatan suatu basis investor lokal (daerah) serta ketersediaan produk investasi syariah dalam jangka panjang. Kajian penelitian ini dilakukan terhadap investor yang yang berdomisili di Kota Serang Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif yaitu data penelitian yang disajikan dalam bentuk grafik atau tabel. Analisis serta interpretasi lebih lanjut dilakukan atas faktor-faktor yang sangat berpengaruh signifikan terhadap minat investor untuk berinvestasi syariah. Terdapat 2 (dua) faktor yang paling menentukan (signifikan) terhadap minat investor untuk berinvestasi syariah. Pertama adalah kehalalan terhadap imbal hasil yang akan diperoleh dalam berinvestasi efek-efek syariah. Kedua adalah keyakinan bahwa efek syariah tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Berdasarkan atas hasil serta analisis kajian penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar investor di Kota Serang berminat untuk berinvestasi syariah pada pasar modal syariah

MENGGAGAS PENDIDIKAN BERWAWASAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI ISLAM: STUDI KASUS FAKULTAS SYARI`AH DAN EKONOMI ISLAM IAIN “SMH” BANTEN 2014-2015

HIDAYAH, NUR

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.301 KB)

Abstract

Abstract. Initiating the Education based on Entrepreneurship in Islamic College: a Study at Syariah and Islamic Economic Faculty IAIN "SMH" Banten 2014-2015. There has been a concern over a high unemployment rate among graduates of Islamic higher education and a low proportion of entrepreneurs in Indonesia. In fact, a high proportion of entrepreneurs is one of indicators of a country’s welfare. This has generated a question: to what extent do Islamic values cultivate entrepreneurial culture among its adherents? How to cultivate entrepreneurial culture in Islamic higher education? This paper will investigate this matter using a case study of Faculty of Islamic Law and Economics at Banten State Institute for Islamic Studies. The paper argues that the curriculum at the faculty of Islamic Law and Economics has not been oriented towards building entrepreneurial culture. The curriculum consists of subjects to enhance the students’ competence and skills to prepare them as bachelors of syari`ah economics for the professions such as manager, lecturer, researcher, syari`ah auditor, etc, instead of preparing them for entrepreneurs who are capable to build his or her own business from the scratch. To propose Islamic entrepreneurship study program at the FSEI of IAIN SMHB, it is important to havea strong political will not only from the internal IAIN but also higher authoritative body such as the Ministry of Religious Affairs to facilitate this from not only the accreditation process but also financial support. A further feasibility study needs to be undertaken to build its infrastructure such as qualified lecturers, appropriate curriculum structure, and recruitment student system. Since this field has a strong link with a ‘real sector’, there has been an urgent need to build cooperations with business sector to enable the students to undertake their apprentice and build their networks to facilitate their ability to develop their own business. Abstrak. Menggagas Pendidikan Berwawasan Kewirausahaan Di Perguruan Tinggi Islam: Studi Kasus Fakultas Syari`Ah Dan Ekonomi Islam Iain “Smh” Banten 2014-2015. Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya tingkat pengangguran di kalangan para sarjana lulusan perguruan tinggi (Islam) dan masih rendahnya proporsi pengusaha di Indonesia. Padahal tingginya proporsi pengusaha dapat menjadi salah satu indikator kemakmuran sebuah negara. Oleh karena itu timbul pertanyaan sejauh mana nilai-nilai Islam mendorong budaya wirausaha di kalangan umatnya? Dan bagaimana budaya wirausaha ditumbuh-kembangkan di lembaga pendidikan tinggi Islam? Penelitian ini bersifat deskriptif eskploratif dengan studi kasus pendidikan kewirausahaan di Fakultas Syari`ah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN “SMH” Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum prodi-prodi yang ada di FSEI belum sepenuhnya berwawasan kewirausahaan. Mahasiswa umumnya banyak dibekali dengan kompetensi dan ketrampilan yang mempersiapkan mereka sebagai sarjana ekonomi syari`ah yang akan mengisi profesi-profesi yang membutuhkan kompetensi di bidang ini seperti manajer, dosen, peneliti, dewan pengawas syariah, dan sebagainya, ketimbang profesi wirausahawan yang berkompetensi untuk merintis usaha dari bawah. Untuk membangun prodi kewirausahaan Islam/bisnis syari`ah di FSEI IAIN SMHB dibutuhkan political will yang kuat dari tidak hanya pihak kampus tetapi juga lembaga otoritas seperti Diktis Kemenag untuk memfasilitasi berdirinya prodi ini baik dari segi perizinan maupun pendanaan. Studi kelayakan awal yang lebih komprehensif perlu dilakukan untuk memetakan kebutuhan sarana dan prasarana seperti kebutuhan formasi dosen yang qualified di bidangnya, struktur kurikulum yang dapat membekali mahasiswa dengan berbagai karakter dan ketrampilan sebagai (calon) pengusaha handal, dan sistem perekrutan untuk menjaring calon mahasiswa unggul. Mengingat profesi ini sangat berhubungan erat dengan sektor rill, perlu dibangun berbagai kerjasama dengan dunia usaha yang dapat digunakan oleh mahasiswa tidak hanya sebagai ‘laboratorium hidup’ dari ilmu yang digelutinya, tetapi juga sarana membangun networking yang dapat memfasilitasi mereka berjejaring sehingga lebih memudahkan ketika akan memulai usahanya kelak

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP RETURN SAHAM SYARIAH PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK. PERIODE 2011-2013

SUNAYAH, SITI, IBRAHIM, ZAINI

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.594 KB)

Abstract

Abstract. Analysis on Effect of Changes in Macroeconomic Variables Return against Sharia Stock at PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. 2011-2013. Macroeconomic variables used in this study is the exchange rate, interest rates and inflation. These variables tried measurable macroeconomic impact on the level of sharia stock returns from PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. during 2011-2013. The data of exchange rate, inflation, and interest rates obtained from the site of Bank Indonesia (BI), and the data of sharia stock returns PT. Telekomunikasi Indonesia from the site of Indonesia Stock Exchange (BEI) as well as on the site of Bank Indonesia (BI). The instrument used in this research is multiple linear regression and software eviews 7. The results obtained that all independent variables have no effect on the dependent variable partially (alone), but simultaneously (together) three independent variables affect the dependent variable. With fault tolerance of 5% exchange rate, interest rates and inflation are able to explain changes in stock return of sharia PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk amounted to 8.6%. Every increase in the exchange rate of 1% would increase the amount of return PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk as much as 1.76%, whereas any increase in interest rates by 1% will increase the stock return of sharia PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk as much as 31.4%, then any increase in inflation of 1% would raise the stock return of sharia PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk as much as 0.086%. Thus, the independent variables are more dominant on stock returns PT. Telkom is in bank interest rates.Abstrak. Analisis Pengaruh Perubahan Variabel Makroekonomi Terhadap Return Saham Syariah PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Periode 2011-2013. Variabel makroekonomi yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi nilai tukar rupiah, suku bunga dan inflasi. Ketiga variabel makroekonomi tersebut dicoba diukur pengaruhnya terhadap tingkat return saham syariah dari PT. Telekomunikasi Indonesia, tbk. selama periode 2011-2013. Data kurs, inflasi, dan suku bunga diperoleh dari situs Bank Indonesia (BI), dan data return saham syariah PT. Telekomunikasi Indonesia diambil dari situs Bursa Efek Indonesia (BEI) serta dari situs Bank Indonesia (BI). Alat analisis yang digunakan yaitu regresi linier berganda dengan bantuan software eviews 7. Hasil yang diperoleh menyatakan semua variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat secara parsial (sendiri-sendiri), namun secara simultan (bersama-sama) ketiga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. Dengan toleransi kesalahan sebesar 5% nilai tukar rupiah, suku bunga dan inflasi mampu menjelaskan perubahan return saham syariah PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebesar 8,6%. Setiap peningkatan nilai tukar rupiah sebesar 1% akan menaikan besarnya return PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebanyak 1,76%, sedangkan setiap peningkatan suku bunga sebesar 1% akan menaikan return saham syariah PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebanyak 31,4%, selanjutnya setiap peningkatan inflasi sebesar 1% akan menaikan return saham syariah PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebanyak 0,086%. Dengan demikian, variabel bebas yang lebih dominan terhadap return saham PT. Telkom adalah suku bunga perbankan.

DIGITALISASI EKONOMI SYARIAH

ANSORI, AAN

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.472 KB)

Abstract

Abstract. Digitalization of Islamic Economics. Digitizing sharia economy can be expanded in various economic aspects of both microeconomics and macroeconomics. Now, the role of digital is very unusual, almost all economies using information and communication technologies or digitalisation, both in packaging products or in marketing the product, making it easier and quicker distribution of information used to make economic growth more quickly and there is no limit to the support digital technology and information technology. Information technology has penetrated keindividu (personal) can support the digitization era of information and communication in the conventional economy and sharia economy, the technology is now in the palm of your hand gadgets such as mobile applications that can be downloaded and installed with features easily understood by the user. Similarly, in the world of banking, Islamic banking in conducting its activities in cooperation with information technology to establish Islamic banking information system by creating a special application (app) that can simplify all the processes of ownership in the existing transaction. Establishment of the digital society as a result of the accelerated by the development and application of information and communication technology is very intensive in all fields of economy, marketing, finance, services, education and so forth. Thus, digitization is formed to allow users in the transaction, so that the economy increased.Abstrak. Digitalisasi Ekonomi Syariah. Digitalisasi ekonomi syariah dapat merambah dalam berbagai aspek ekonomi baik ekonomi mikro maupun ekonomi makro. Sekarang ini peran digital sangat luar biasa, hampir semua perekonomian menggunakan teknologi informasi dan komunikasi atau digitalisasi, baik dalam mengemas produk ataupun dalam memasarkan produk, sehingga lebih  mudah dan  lebih cepat dalam distribusi informasi yang digunakan untuk membuat pertumbuhan ekonomi semakin cepat dan tiada batas dengan dukungan teknologi digital dan teknologi informasi. Teknologi informasi yang sudah merambah keindividu (personal) dapat mendukung era digitalisasi informasi dan komunikasi pada ekonomi konvensional maupun ekonomi syariah, teknologi tersebut sekarang sudah dalam genggaman tangan pengguna gadget seperti aplikasi mobile yang dapat diunduh dan dipasang dengan fitur mudah dimengerti oleh user. Demikian pula di dunia perbankan, dalam melakukan kegiatannya perbankan syariah bekerja sama dengan bidang teknologi informasi untuk membangun sistem informasi perbankan syariah dengan membuat aplikasi khusus (app) yang dapat mempermudah semua proses-proses transaksi yang ada diperbankan. Terbentuknya masyarakat digital akibat dari tersebut dipacu oleh perkembangan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat intensif di semua bidang baik ekonomi, pemasaran, keuangan, jasa, pendidikan dan sebagainya. Maka, digitalisasi terbentuk untuk memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi, sehingga perekonomian meningkat.

FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR) SEBAGAI SALAH SATU PENILAIAN KESEHATAN BANK UMUM SYARIAH (Study Kasus Pada Bank BJB Syariah Cabang Serang)

RASYIDIN, DIDIN

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.073 KB)

Abstract

Abstract. Study on Assessment the Commercial Islamic Bank by Financing to Deposit Ratio (FDR) at BJB Syariah Serang. Islamic bank is a bank that operates without relying on interest. Islamic banks can also be interpreted as financial institutions/ banks operations and products are developed based on the Quran and Hadith. Antonio and Perwataatmadja distinguish two senses, namely the Islamic banks and banks operating with Islamic Sharia principles. Islamic Bank is a bank that operates with Islamic Sharia and an ordinance operating refers to the provisions of the Quran and hadith. The purpose of this study is to determine how percentage and how does the calculation of Financing to Deposit Ratio of Bank Jawa Barat Syariah at the end of 2013. The method used in this research is descriptive cualitative method. Qualitative research method is a method to investigate an object that can not be measured by numbers or other sizes that are exact. The conclusion of the study is the Financing to Deposit Ratio (FDR) at Bank BJB Syariah is 104.28%. This means that banks liquidity ability to anticipate the needs of liquidity and liquidity risk management is weak is ranked fourth compositeAbstrak. Financing to Deposit Ratio (FDR) Sebagai Salah Satu Penilaian Kesehatan Bank Umum Syariah (Study Kasus Pada Bank BJB Syariah Cabang Serang). Bank syariah adalah bank yang beroperasi tanpa mengandalkan bunga. bank syariah juga dapat diartikan sebagai lembaga keuangan yang operasional dan produknya dikembangkan berdasarkan Al-Quran dan Hadis. Antonio dan Perwataatmadja membedakan dua pengertian, yaitu bank syariah dan bank yang beroperasi dengan prinsip syariat Islam. Bank syariah adalah bank yang beroperasi dengan syariat dan tata cara Islam yang mengacu pada ketentuan Al-Quran dan hadits. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana persentase dan bagaimana perhitungan Financing to Deposit Ratio Bank Jawa Barat Syariah pada akhir 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pembiayaan to Deposit Ratio (FDR) di Bank BJB Syariah adalah 104,28%. Ini berarti bahwa kemampuan likuiditas bank untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas dan manajemen risiko likuiditas lemah berada di peringkat keempat.