cover
Filter by Year
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam
Articles by issue : Vol 6, No 1 (2015)
6
Articles
APLIKASI ETOS KERJA DALAM BERBAGAI PROFESI

SOHARI, SOHARI

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.708 KB)

Abstract

Abstract. The Applications of Work Ethic in Different Professions. Islam as a balanced religion gives the principles that are important to regulate all aspects of human life, both concerning worship, social, economic and legal. To discus, muamalah Islam has also give a clear guidance to find and achieve the profit. In trading, Islam has given a very good ethos that a person who buy and sale must use a transparent mekanism and do as they liked. In this regard, it becomes extremely urgent for Muslims business to learn the basic principles of doing business and others behave in a way to have a good work ethic which is blessed by Allah SWT. Good work ethic turned out to be devastating for the economic agents or employees. Mainly in produce, in the life of society, people who are successful and succeed in life are those who constantly use their time for activities that are beneficial and are always serious in doing something, they assume that time is money. In contrast, people who love useless, will not succeed even he will be crushed by the times. Therefore, a Muslim should expend all his ability to seek a job with a vengeance. However, that provision must be earned to seek sustenance kosher, do not put a lot of income alone, without regard to the established, of course, any kind of work is not prohibited as long as not contrary to the Islamic shariah. In the work, he uses his or her ability and in accordance also with expertise, working by hand using their own capabilities as described in the above hadith is the most excellent work.Abstrak. Aplikasi Etos Kerja Dalam Berbagai Profesi. Sebagai agama yang seimbang Islam memberikan prinsip-prinsip yang penting untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia, baik yang menyangkut peribadatan, sosial, ekonomi dan hukum. Dalam membahas muamalah Islam juga telah memberikan pedoman yang jelas dalam mencari dan mencapai keuntungan. Dalam jual beli Islam telah memberikan etos yang sangat baik yaitu seseorang harus melakukan jual beli dengan jalan yang dilakukan secara transparan dan dilakukan suka sama suka. Berkenaan dengan hal tersebut, menjadi sangat urgen bagi para pelaku bisnis muslim untuk mempelajari prinsip-prinsip dasar dalam berbisnis dan berperilaku yang lainnya dengan cara mempunyai etos kerja yang baik yang diridhai oleh Allah SWT. Etos kerja yang baik ternyata akan berpengaruh bagi para pelaku ekonomi atau para karyawan, terutama dalam menghasilkan. Dalam kehidupan di masyarakat, orang-orang yang  sukses dan berhasil dalam hidupnya adalah mereka yang senantiasa menggunakan waktunya untuk kegiatan yang bermanfaat dan selalu serius dalam mengerjakan sesuatu, mereka menganggap bahwa waktu adalah uang (time is money), Sebaliknya, orang-orang yang suka tidak berguna, tidak akan meraih kesuksesan bahkan ia akan tergilas oleh zaman. Oleh karena itu, seorang muslim selayaknya mengeluarkan segala kemampuannya untuk mencari rezeki dengan sekuat tenaga. Akan tetapi, rezeki yang diusahakannya untuk mencari rezeki haruslah halal, tidak mengutamakan penghasilan yang banyak semata, tanpa mengindahkan antara yang telah ditetapkan, tentu saja, pekerjaan apapun tidak dilarang selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Dalam bekerja, ia menggunakan tangannya atau kemampuannya serta sesuai pula dengan keahliannya, Bekerja dengan menggunakan tangan dan kemampuan sendiri sebagaimana dijelaskan dalam hadis di atas adalah pekerjaan yang paling baik.

KONTRIBUSI PERBANKAN SYARIAH TERHADAP PEREKONOMIAN BANTEN

IBRAHIM, ZAINI

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.855 KB)

Abstract

Abstract. The Contribution of Islamic Banking on the Banten Economy. The development of Islamic banking in Banten can be seen from the four aspects, such as amount of assets, DPK, financing and credit risks. Even indicates the good growth, but the performance of Islamic banking from the total banking in Banten region is still relatively small. Until the fourth quarter of 2013, the share of Islamic banking assets in Banten only reached 6.78 percent of total banking assets in the province of Banten. Likewise, the share of Islamic banking on third party funds amounted only 5.20 percent. While the financing extended by the Islamic banking in Banten province amounted  only 7.61 percent of total bank credit in Banten Province. This research was conducted with a view to determine the contribution of Islamic banking to increase PDRB Banten Province. This research uses 60 samples, including monthly data from January 2009 until December 2013 consisted of PDRB Banten, DPK and financing Islamic banking in Banten. The data were analyzed using multiple linear regression with the help of software eviews. The results showed that the DPK data processing and financing not partial effect on PDRB increase in Banten. However DPK and financing jointly/ simultaneous effect on PDRB Banten. Figures determination coefficient of 53% shows the value of the contribution of Islamic banking and finance sector generally, to the economic progress of Banten. The remaining 47% was contributed by other sectors that are not included in this study. The high contribution of Islamic banking to Banten’s economy must be supported by the preparation of adequate infrastructure, especially concerned to improve the quality and quantity of human resources in the Islamic economics and finance area. Beside that, we must give the encouragement to the government of Banten in order to increase the proportion of decentralized funds placement in Islamic financial institutions.Abstrak. Kontribusi Perbankan Syariah Terhadap Perekonomian Banten. Perkembangan perbankan syariah di Banten dapat dilihat dari empat aspek, yaitu jumlah aset, DPK, pembiayaan dan resiko kredit. Meski terus menunjukkan perkembangan yang baik, namun kinerja perbankan syariah terhadap total perbankan di wilayah Banten masih relatif kecil. Sampai triwulan IV 2013, pangsa aset perbankan syariah di Banten baru mencapai 6,78 persen dari total aset perbankan di wilayah Provinsi Banten. Demikian juga dengan pangsa penghimpunan DPK perbankan syariah hanya sebesar 5,20 persen. Sementara itu pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan syariah di Provinsi Banten hanya sebesar 7,61 persen dari total kredit perbankan di Provinsi Banten. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui kontribusi perbankan syariah terhadap peningkatan PDRB Provinsi Banten. Riset ini menggunakan 60 sampel, meliputi data bulanan sejak Januari 2009 sampai Desember 2013 terdiri dari PDRB Banten, DPK dan pembiayaan perbankan syariah di Banten. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan software eviews. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa DPK dan pembiayaan tidak berpengaruh secara parsial terhadap peningkatan PDRB Banten. Namun DPK dan pembiayaan secara bersama-sama/ simultan berpengaruh terhadap PDRB Banten. Angka koefisien determinasi sebesar 53% menunjukkan nilai kontribusi perbankan syariah, dan umumnya sektor keuangan, terhadap kemajuan perekonomian Banten. Sisanya 47% disumbangkan oleh sektor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Tingginya kontribusi perbankan syariah terhadap perekonomian Banten harus direspon dengan penyiapan infrastruktur yang memadai, terutama berkaitan dengan peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang menguasai bidang ekonomi dan keuangan Islam. Diperlukan juga dorongan untuk Pemprov Banten agar meningkatkan proporsi penempatan dana desentralisasi di lembaga keuangan syariah.

PARADIGMA MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS SPIRITUAL (SPIRITUAL BASED HUMAN RESOURCES MANAGEMENT) TERHADAP KORPORASI

PERISTIWO, HADI

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.131 KB)

Abstract

Abstract. Spiritual Based Human Resources Management Paradigm to Corporation. Management comes into the world as a basic necessity on the individual relationship in the society. Every activity always have main aim to be reached in the present and future. Crystallization of management thinking begins on a certain time to develop and expand experiences renewal. The existence of the company becomes main source of people’s live. The potential of the Muslim community into company resources (employee) can be utilized to increase the employee’s performance religious. But, the reality still happen today that the employee’s attitude far from religious behaviour. For the example: still a lot of woman employee which undress well as order as religion instruction, furthermore the behaviour and lifestyle become secular and materialistic. Spiritual Based Human Resources Management is one of coherent concept between modern management and spirituals values. There are two phases of Developing spiritualitass meaning, first on spiritual aspect developing (inner growths phase) and the second phase is manifestation of the first phase results in everyday real life. Furthermore, self-actualization based on internal motivation will be reflected as a framework of spiritual based human resources management, including personal behavior of people in work, business or organization. Abstrak. Paradigma Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Spiritual (Spiritual Based Human Resources Management) Terhadap Korporasi. Manajemen lahir sebagai tuntunan perlunya pengaturan hubungan antara individu dalam lingkungan masyarakat serta pada dasarnya setiap aktifitas atau kegiatan selalu memiliki tujuan yang ingin dicapai. Kristalisasi pemikiran manajemen mulai berkembang  pada kurun waktu tertentu dan berkembang serta mengalami berbagai pembaruan. Keberadaan perusahaan menjadi sumber utama kehidupan  masyarakat.  Potensi masyarakat muslim yang menjadi sumber daya perusahaan (karyawan) diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawannya secara religius. Akan tetapi kenyataan yang terjadi adalah masih banyak perilaku karyawan perusahaan yang  tidak religius, misalnya: masih banyak karyawan perusahaan khususnya wanita yang menggunakan pakaian yang tidak menutup aurat (pakaian mini), perilaku maupun pandangan hidup karyawan yang sekuler serta materialistis. Manajemen sumber daya manusia berbasis spiritual (Spiritual Based Human Resources Management) adalah sebuah konsep terpadu antara manajemen modern dengan nilai-nilai spiritual. Makna spiritualitas berkembang sedemikian rupa, spiritualitas dilihat sebagai sebuah proses dalam dua fase perkembangan, pertama pada fase perkembangan aspek batin (inner growth) dan kedua pada fase manifestasi hasil batin tersebut dalam kehidupan sehari-hari di dunia nyata. Dalam kerangka manajemen sumber daya manusia berbasis spiritual, perilaku orang dalam bekerja, berbisnis atau berorganisasi adalah aktualisasi diri yang bersumber pada  internal motivation.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGAGALAN USAHA

JANNAH, MUKHLISHOTUL

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.409 KB)

Abstract

Abstract. The Factors of Business Failure.  The changes in macroeconomic conditions may affect the survival of a company. There are many companies which struck a snag financially when economic crisis on middle year 1997, and some of them into bankruptcy. On the year end of 2008, global financial crisis at various states caused on company viability. The viability of a company not only based on the external factors, but also caused by internal company management. An enterprise is not always good developed as expected but in practice many companies have failed on business. Business failure is not limited to one industry or a particular company, but can be experienced by all industries or companies. There are various factors can cause business failure, such as economic factors, management fault, and natural disasters. The failure of companies will have an impact on the companys financial difficulties. There are many factors that lead the companies into financial difficulties, but most of factor either directly or indirectly is due to management errors happen repeatedly. Lastly, the accumulation of management incompetence in managing the company that finally resulted in the failure of company.Abstrak. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kegagalan Usaha. Perubahan kondisi ekonomi makro dapat mempengaruhi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Ketika terjadi krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997, banyak perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan dan bahkan beberapa diantaranya mengalami kebangkrutan. Krisis keuangan global yang terjadi pada akhir tahun 2008 pun berdampak pada kelangsungan hidup perusahaan diberbagai negara. Kelangsungan hidup suatu perusahaan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi di luar perusahaan, tetapi juga oleh pengelolaan perusahaan yang kurang baik. Suatu perusahaan tidak selalu berkembang dengan baik sebagaimana diharapkan. Dalam praktik, banyak perusahaan yang mengalami kegagalan. Kegagalan bisnis tidak terbatas pada satu industri atau perusahaan tertentu, tapi dapat dialami oleh semua industri atau perusahaan. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan perusahaan mengalami kegagalan, diantaranya adalah faktor ekonomi, kesalahan manajemen, dan bencana alam. Perusahaan yang mengalami kegagalan dalam operasinya akan berdampak pada kesulitan keuangan perusahaan. Ada banyak faktor yang mengakibatkan perusahaan mengalami kesulitan keuangan, tapi kebanyakan penyebabnya, baik langsung atau tidak langsung adalah karena kesalahan manajemen yang terjadi berulang-ulang. Akumulasi ketidakmampuan manajemen dalam mengelola perusahaan inilah yang akhirnya mengakibatkan kegagalan perusahaan.

ANALISIS TEORI BAI’ TAWARRUQ DALAM MUAMALAH MALIYAH

SUGANDA, ASEP DADAN

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.406 KB)

Abstract

Pesatnya perkembangan berbagai macam transaksi dalam muamalah maliyah menjadikan perdebatan dikalangan para ulama. Sebagian pihak memperbolehkan transaksi tersebut, sebagian lainnya melarangnya. Dalam bai’ tawarruq misalnya, beberapa ulama membolehkan transaksinya dan sebagian lainnya melarang pelaksanaannya. Diantara ulama yang membolehkan bai’ tawarruq yaitu para ulama klasik dari madzhab Hanafi, Syafi’i dan Hambali seperti Abdul Aziz bin Baz dan Muhammad ibn Shaleh al-Uthaymin. Sementara ulama yang melarang transaksi ini adalah Ibnu Taimiyah dan Abu Hanifah. Sebagian dari mazhab Maliki juga menganggap tawarruq menyerupai transaksi al-innah. Demikian pula dengan Umar bin Abdul ‘Aziz, Muhammad bin al-Hasan, Ibnul Qayim, dan Ibnu Taimiyah dari mazhab Hambali juga menolak transaksi tawarruq.

ANALISA HUKUM ISLAM TERHADAP MASALAH PERLINDUNGAN KONSUMEN YANG TERJADI ATAS JUAL BELI E-COMMERCE

HUMAEMAH, RATU

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.73 KB)

Abstract

Abstract. Analysis of Islamic Law on Problems of Consumer Protection in E-Commerce Trading.  Nowadays, trading through internet which named by e-commerce is growing rapidly. This practice of trade is involved between Moslem circle and also non Moslem. Therefore, the discussion based on normative philosophical and practical for those who want to conduct the transactions using e-commerce. In general, the concept of e-commerce is buying and selling goods orders known and practiced during the early generations of Islam as Bai’ as-Salam. Futhermore, trading orders today made through media of internet technology. In the advanced technology it is possible come problems that could harm the consumers. So, in this study present the trading rights to protect all consumer e-commerce in terms of UUPK in Islamic view. From the analysis, e-commerce transactions UUPK not violate consumer rights at all, and if there is a problem in the trading of e-commerce, the principle of giving freedom khiyar rights in Islam and to the parties agreed to establish an agreement to determine its own form and content of a agreement. Therefore, the parties who make an agreement can set up their own legal relationship between them and affirmed article 1320 of the Civil Code says that the condition is the occurrence of an engagement with the agreement, skills, and because certain things are lawful, if all of these conditions are met then the electronic commerce considered legally.Abstrak. Analisa Hukum Islam Terhadap Masalah Perlindungan Konsumen Yang Terjadi Atas Jual Beli E-Commerce. Saat ini trend Jual beli dengan menggunakan internet yang dinamakan dengan e-commerce sangat berkembang pesat. Dan yang terlibat dalam penggunaannya kalangan muslim maupun non muslim. Maka dari itu dilakukan pembahasan untuk menjadi dasar normatif filosofis dan praktis bagi mereka yang ingin melakukan transaksi dengan menggunakan e-commerce. Secara umum konsep e-commerce, yaitu membeli dan menjual pesanan barang telah dikenal dan dipraktekkan selama generasi awal Islam, namanya Bai as-Salam, di masa kontemporer ini jual beli pesanan dilakukan melalui media tekhnologi internet. Dalam tekhnologi canggih tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi permasalahan yang dapat merugikan konsumen. Jadi Pembahasan ini menyajikan perlindungan hak-hak konsumen e-commerce yang ditinjau dari UUPK dalam pandangan islam. Dari hasil analisis dalam UUPK transaksi e-commerce tidak melanggar hak konsumen sama sekali dan bila terjadi permasalahan dalam jual beli e commerce terdapat hak Khiyar di dalam Islam dan asas memberi kebebasan kepada para pihak yang sepakat untuk membentuk suatu perjanjian untuk menentukan sendiri bentuk serta isi suatu perjanjian. Dengan demikian para pihak yang membuat perjanjian dapat mengatur sendiri hubungan hukum diantara mereka dan di pertegas dalam pasal 1320 KUHPerdata dikatakan bahwa syarat terjadinya suatu perikatan adalah dengan adanya kesepakatan, kecakapan, hal tertentu dan sebab yang halal, apabila kesemua syarat tersebut terpenuhi maka perdagangan elektronik dianggap sah secara hukum.