cover
Filter by Year
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam
Articles by issue : Vol 5, No 2 (2014)
5
Articles
PRODUKSI, DISTRIBUSI, DAN KONSUMSI DALAM ISLAM

SARI, WIDYA

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola konsumsi dan perilaku produksi menentukan roda perekonomian. Al-Qur’an sebagai sumber ajaran, memiliki ajaran tentang konsumsi, produksi dan distribusi disamping aktivitas-aktivitas perekonomian lainnya. Dalam konteks produksi, tentu saja produsen muslim sama sekali sebaiknya tidak tergoda oleh kebiasaan dan perilaku ekonom-ekonomi yang bersifat menjalankan dosa, memakan harta terlarang, menyebarkan permusuhan, berlawanan dengan sunnatullah, dan menimbulkan kerusakan di muka bumi. Walau bagaimanapun, secanggih alat untuk menghitung nikmat Allah pasti tidak akan menghitungnya.Dalam konseptual konsumsi ada beberapa prinsip yang harus dipatuhi oleh konsumen muslim, yang antara lain : prinsip halal dan baik, prinsip ketiadaan mengikuti hawa nafsu, prinsip sukur.Sistem  ekonomi  Islam menawarkan  sistem  penditribusian  ekonomi  yang mengedepankan  nilai  kebebasan  dalam  bertindak  dan  berbuat  dengan  dilandasi oleh ajaran agama serta nilai keadilan dalam kepemilikan yang disandarkan pada dua  sendi,  yaitu  kebebasan  dan  keadilan

KONSEP WAKAF TUNAI

SUGANDA, ASEP DADAN

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata wakaf (jamaknya: awqaf) mengandung arti mencegah atau penahanan. Lebih jauh dapat dikatakan juga bahwa wakaf sebagai sesuatu yang substansi (wujud aktiva) dipertahankan, sementara hasil atau manfaatnya digunakan sesuai dengan keinginan dari orang yang menyerahkan (waqif) dengan proses legal sesuai dengan fungsi wakaf yang disebutkan dalam UU No.41 Tahun 2004 Pasal 5 yang menyatakan wakaf berfungsi untuk mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Wakaf tunai merupakan dana yang dihimpun oleh pengelola wakaf (nadzir) melalui penerbitan sertifikat wakaf tunai yang dibeli oleh masyarakat. Wakaf tunai dapat juga diartikan mewakafkan harta berupa uang atau surat berharga yang dikelola oleh institusi (perbankkan atau lembaga keuangan syari’ah) yang keuntungannya akan disedekahkan, dengan syarat modalnya tidak bisa dikurangi untuk sedekahnya, sedangkan dana wakaf yang terkumpul selanjutnya dapat digulirkan dan diinvestasikan oleh nadzir ke dalam berbagai sektor usaha yang halal dan produktif, sehingga keuntungannya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan umat dan bangsa secara keseluruhan. Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan fatwa berkenaan dengan wakaf tunai yang menyatakan bahwa (1) wakaf uang (cash wakaf atau waqf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai, (2) termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga, (3) wakaf uang hukumnya boleh (jawaz),  (4) wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’i, dan (5) nilai pokok wakaf uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan dan atau diwariskan.

DASAR HUKUM EKONOMI ISLAM

ITANG, ITANG

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi Islam terbangun dari dasar hukum Naqli dan Aqli. Dalil Naqli adalah dalil yang di ambil dari  Al-qur’an atau hadits Nabi Muhammad SAW. Dalil Naqli bisa diartikan juga seperti tanda bukti atau petunjuk dari teks ayat Al-Quran, yang tertera dalam mushaf al-Qur’an atau Hadis mutawatir, yang tertera didalam kitab-kitab hadis, lalu diambil dan disalin dari tulisan yang telah baku. Dalil tersebut kebenarannya merupakan kebenaran yang haqiqi/mutlak. Sedang dalil Aqli adalah dalil yang bisa di nalar oleh akal. Dalil aqli bisa diartikan juga seperti petunjuk dan pertimbangan akal fikiran yang sehat dan obyektif, tidak dipengaruhi oleh keinginan, ambisi atau kebencian dari emosi. Tegasnya dalil aqli adalah penerimaan akal secara murni dan bebas, kebenarannya merupakan nisbi (relatif), karena merupakan prodak manusia. Adapun bentuk dalil aqli berupa Ijtihad: ijma dan qiyas. Dari dua dasar hukum tersebut, bahwa prinsip prinsip ekonomi Islam tidak boleh menyimpang dari al-Quran dan al-Hadits. Sedang dalam pengembangan pemikiran ekonomi Islam tidak lepas dari dasar hukum aqli berupa Ijti

REKAYASA PEMBANGUNAN APLIKASI INDEK KINERJA DOSEN (IKD) BERBASIS WEB DI IAIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN

ANSORI, AAN

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekayasa pembangunan aplikasi IKD merupakan merancang, mendesain aplikasi yang akan dibangun berdasarkan ketentuan dan alur kerja (SOP) dosen yang sudah berlaku secara aturan di dalam organisasi atau instansi yang di implementasikan dalam bentuk logika algoritman yang di terjemahkan dalam bahasa pemrogram (coding program) aplikasi perangkat lunak IKD yang dibentuk dan dapat mengolah data kinerja secara otomatis dalam formulasi aturan perhitungan secara nilai sehingga menghasilkan katagori-katagori penilai dosen secara objektif.Dosen merupakan pengerak dan pencetak yang akan mewarnai pemikiran dan pengetahuan yang dibentuk pada mahasiswa (transfer knowladge) tentunya dosen harus mempunyai kinerja yang baik dan terukur dalam bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, untuk dapat mentransferkan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa dalam bidang keilmuan masing-masing dosen untuk dapat meningkatkan dan menghasilkan mahasiswa/mahasiswi yang dapat berkompetisi dan bersaing pada bidangnya di dunia kerja atau di pendidikan selanjutnya.Penelitian ini dilakukan untuk merekayasa pembanguna sistem aplikasi IKD yang dibentuk dari buku panduan peraturan dosen yang ada dan berlaku di kampus IAIN SMH Banten dan kinerja dosen yang harus dikontrol semua aktifitas kegiatan tridarma dosen dan didokemtasikan melalu aplikasi IKD ini, sehingga semua aktifitas dosen terekam pada database IKD untuk memudahkan pengolahan data kinerja dosen dari awal sampai dengan akhir kegiatan/aktifitas dosen yang bersangkutan dengan cara mengisi username dan passwordnya saja sudah dapat melihat semua kegiatan dosen yang bersangkutan.Hasil penelitian diperoleh bahwa rekayasa pembanguan aplikasi IKD yang dibentuk sebagai perangkat lunak dapat mendatabasekan semua aktifitas kinerja dosen yang sudah diformulasikan berdasarkan aturan yang berlaku, dosen atau pimpinan dapat memantau/mengetahui data kinerja dosen disetiap semster atau tahun akademik, cukup login pada aplikasi IKD, sudah dapat mengetahui profil dosen dan kinerja dosennya, berdasarkan bukti-bukti akurat yang diisi dan diupload oleh dosen yang bersangkutan

PROSPEK EKONOMI SYARIAH DI TENGAH PERSAINGAN EKONOMI ASEAN

NOOR, MOHAMMAD SOLIHIN

ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan ekonomi ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perbaikan ekonomi diharapkan dapat menetes dan meresap ke semua lapisan masyarakat bawah (trickle down theory) terlebih untuk masyarakat di pedesaan. Dengan meningkatnya kesejahteraan, maka dengan sendirinya akan berangsur dapat menanggulangi kesenjangan sosial.Pembangunan ekonomi yang tidak memihak pada rakyat tingkat bawah, akan membuat kecemburuan sosial dan berpeluang untuk memperlebar kesenjangan sosial, yang pada gilirannya akan timbul ketimpangan pendapatan. Ketimpangan pendapatan akan berakibat pada kemiskinan. Oleh karena itu berbicara tentang kemiskinan tidak terlepas dari masalah kesenjangan sosial, karena keduanya merupakan aspek yang saling keterkaitan (interdependensi) dari tingkat kebutuhan manusia dalam meningkatkan kesejahteraan. Oleh karenanya pemerintah mengupayakan untuk mengurangi kesenjangan dengan menurunkan angka kemiskinan dan menghapuskan tingkat pengangguran. Untuk mewujudkan hal di atas perlu didampingi dengan konsep pembangunan ekonomi syariah yang memiliki sifat komprehensif dan berbasis moral spiritual. Karena ekonomi syariah melibatkan segala komponen masyarakat partisipasif, integratif dan akomodatif berdasarkan prinsip-prinsip keadilan dan pemerataan.Sistem ekonomi Islam memiliki konsekuensi duniawi dan ukhrawi, karena pada saat akad dilakukan berdasarkan hukum Islam. Tidak sedikit orang yang berani melanggar suatu kesepakatan atau perjanjian, bila hukum itu hanya berdasarkan hukum positif, akan tetapi tidak demikian bila dibarengi dengan perjanjian yang melibatkan masalah agama. Hal ini akan mampu meningkatkan kepercayaan diri yang memiliki kekuatan untuk bangkit menjaga kesinambungan stabilitas ekonomi yang cukup signifikan, yang pada gilirannya akan dapat mewujudkan dan merealisasikan komunitas ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Comunity 2015) nanti. Di samping itu, sistem perekonomian syariah yang notebone mampu meminimalisir angka kemiskinan yakni dapat ditekan seminim mungkin dari beberapa kemajuan dan perkembangan ekonomi, akan menjadi sebuah opportunity dimana Indonesia akan menjadi sebuah kekuatan dalam menghadapi tantangan ekonomi ASEAN 2015 ke depan