cover
Filter by Year
Tazkia Islamic Finance and Business Review
Tazkia Islamic Finance and Business Review (TIFBR) is a peer-reviewed journal published by the Institute for Research and Community Empowerment (IRCE), Tazkia University College of Islamic Economics in collaboration with Association of Islamic Economics Lecturers (ADESY). The Journal is semi-annual journal issued in July and December. The aim of the journal is to disseminate Islamic Economics, finance and business researches done by researchers both from Indonesia and overseas.
Articles by issue : Vol 6, No 1 (2011)
5
Articles
Analisis Komparasi Pembentukan Gap Sensitivitas Sebagai Instrumen Manajemen Risiko (Studi Pada Bank Umum Konvensional Dan Bank Umum Syari`ah)

Akmalia, Alin ( Tazkia University College of Islamic Economics ) , Mahfud, Akhmad Affandi ( Tazkia University College of Islamic Economics )

Tazkia Islamic Finance and Business Review Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Institute for Research and Community Empowerment (LPPM TAZKIA)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.144 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan studi komparatif yang bertujuan untuk mengetahui posisi gap yang terbentuk pada Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syari`ah serta membadingkan dampaknya terhadap perubahan suku bunga sehingga dapat ditentukan gap terbaik. Posisi gap terbentuk oleh struktur gap dengan metode gap sensitivitas, Analisis korelasi dan volatilitas digunakan untuk mengetahui sejauhmana variabel-variabel suku bunga mempengaruhi suku bunga benchmark (SBI dan SWBI) serta Uji F statistik untuk menguji hipotesis. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah tahun 2004-2008 serta suku bunga domestic periode Januari 2004-Desember 2008. Hasil penelitian menujukkan bahwa Gap terbaik pada BUK terbentuk oleh Bank Mayapada, untuk BUS pada Bank Syari`ah Mandiri, sementara secara keseluruhan pembentukan gap terbaik adalah Bank Syari`ah Mandiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bank syariah memiliki pembentukan posisi gap yang lebih baik dari pada bank konvensional selama periode 2004-2008.JEL Classification : E5, G21Kata Kunci : Manajemen Risiko, Gap Sensitivitas

Preferensi Masyarakat Pesantren Terhadap Bank Syariah (Studi Kasus DKI Jakarta)

Noor, Fahd ( Tazkia University College of Islamic Economics ) , Sanrego, Yulizar Djamaluddin ( Tazkia University College of Islamic Economics )

Tazkia Islamic Finance and Business Review Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Institute for Research and Community Empowerment (LPPM TAZKIA)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.633 KB)

Abstract

Sebagai basis pendidikan Islam, pondok pesantren berpotensi besar dalam pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia khususnya di DKI Jakarta. Namun potensi tersebut belum diperhatikan secara maksimal oleh praktisi perbankan syariah. Hal ini dapat diindikasikan dengan masih minimnya masyarakat pesantren yang menjadi nasabah bank syariah. Tulisan ini ingin melihat sejauh mana preferensi masyarakat pesantren terhadap bank syariah khususnya di DKI Jakarta, dengan menggunakan metode regresi logistik (Logit) yang terdiri dari variable dependen ( Y0 = Non-nasabah dan Y1 = Nasabah) dan beberapa variable independen yang terdiri dari pendidikan, penghasilan, pengetahuan, akses, profesionalitas, fasilitas, popularitas dan bunga bank. Dari hasil hasill analisis yang dilakukan diketahui bahwa pengetahuan dan akses sanggat berpengaruh positif terhadap masyarakat pesantren. Sementara profesionalitas dan fasilitas justru berpengaruh negatif, hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan masyarakat pesantren terhadap bank syariah sehingga mereka tidak berminat menggunakan bank syariah bahkan lebih cenderung menggunakan bank konvensional. Sosialisasi akan perbankan syariah di indonesia khususnya di DKI Jakarta terhadap masyarakat masih sangat minim khususnya masyarakat pesantren, dibutuhkannya peran dari seluruh stake holder untuk mendukung serta mensosialisasikan perbankan syariah secara berkelanjutan dan tepat sasaran.JEL Classification : G21Kata Kunci : Perbankan syariah, Masyarakat pesantren, Preferensi

Analisis Perbandingan Kinerja Portofolio Saham - Saham Jakarta Islamic Index Pada Pasar Bullish Dan Bearish

Hadita, Jose ( Tazkia University College of Islamic Economics ) , Taufiqurrahman, Muhammad Rizal ( Tazkia University College of Islamic Economics )

Tazkia Islamic Finance and Business Review Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Institute for Research and Community Empowerment (LPPM TAZKIA)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.894 KB)

Abstract

Perkembangan ekonomi yang berbasiskan syariah Islam di Indonesia merupakan suatu realita yang menggembirakan bagi umat muslim. PT. BEI telah mewadahi sarana investasi syariah dalam Jakarta Islamic Index (JII). Sebagaimana indeks yang lain, JII dalam perjalanannya juga mengalami fluktuasi dan dapat dikatakan mengalami kondisi bullish dan kondisi bearish. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah dalam setiap perubahan kondisi pasar perlu disusun portofolio saham baru agar mempunyai kinerja yang optimal. Dengan menggunakan portofolio optimal berbasiskan single index model disusunlah 3 buah portofolio saham untuk 3 kondisi pasar yang berbeda, yaitu: (1) portofolio yang disusun untuk menghadapi kondisi pasar apapun, (2) portofolio yang disusun untuk menghadapi kondisi pasar bullish, dan (3) portofolio yang disusun untuk menghadapi kondisi pasar bearish. Kinerja ketiga portofolio saham diukur dalam Treynor Index. Dari uji beda rata-rata kinerja yang dilakukan pada tiga periode yang berbeda ternyata untuk menghadapi kondisi pasar yang berubah (bullish/bearish) perlu dilakukan penyesuaian portofolio agar diperoleh kinerja yang optimal. Portofolio saham yang dipersiapkan untuk menghadapi pasar bullish mempunyai kinerja yang lebih baik dibanding 2 portofolio lainnya. Kondisi paradok terjadi justru ketika portofolio yang dipersiapkan untuk menghadapi pasar bearish ternyata tidak mempunyai kinerja yang superior ketika kondisi pasar bearish. Model portofolio optimal berbasiskan single index model dapat menghasilkan portofolio optimal dengan kinerja yang baik ketika diterapkan untuk pasar bullish, namun tidak cocok untuk membuat portofolio yang digunakan untuk menghadapi pasar bearish.JEL Classification : G10, G11Kata kunci: pasar bullish, pasar bearish, portofolio optimal, kinerja portofolio,Treynor Index.

Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Praktik Manajemen Laba: Studi Pada Perusahaan Yang Termasuk Dalam CGPI

Hazri, Muhammad ( Tazkia University College of Islamic Economics ) , Laela, Sugiyarti Fatma ( Tazkia University College of Islamic Economics )

Tazkia Islamic Finance and Business Review Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Institute for Research and Community Empowerment (LPPM TAZKIA)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.779 KB)

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tiga mekanisme GCG berpengaruh atau tidak terhadap manajemen laba yang diproksikan dengan discretionary accrual (DACC). Mekanisme GCG tersebut adalah Kepemilikan Manajerial (KI), Komite Audit (KA) dan Komisaris Independen (KI). Data yang digunakan adalah data panel sepuluh perusahaan yang termasuk dalam penilaian CGPI selama tiga tahun mulai dari tahun 2006 sampai tahun 2008. Untuk mengetahui apakah variabel-variabel GCG di atas berpengaruh terhadap praktik manajemen laba dilakukan uji regresi berganda dengan pendekatan pooled least square. Dari analisis yang dilakukan dengan menggunakan alpha lima persen diketahui bahwa mekanisme GCG yaitu kepemilikan manajerial berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba. 27,45% artinya bahwa keragaman dari variabel dependen mampu diterangkan oleh variabel-variabel independen sebesar prosentase tersebut dan sisanya sebesar 72,55% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model. Sedangkan mekanisme lain seperti komite audit dan komisaris independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba.JEL Classification : G3, G30, L10Kata kunci: Discretionary Accrual (DACC), Kepemilikan Manajerial (KM), Komite Audit (KA), dan Komisaris Independen (KI).

An Overview: Forest Carbon Accounting (Case Study Ulu Masen Ecosystem Aceh Province, Indonesia)

Anggilia, Merlinta ( Research Program Center for International Forestry Research Indonesia ) , Djazuli, Achmad ( Tazkia University College of Islamic Economics )

Tazkia Islamic Finance and Business Review Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Institute for Research and Community Empowerment (LPPM TAZKIA)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.734 KB)

Abstract

This thesis is descriptive qualitative research of forest carbon accounting and Ulu Masen Ecosystem of Aceh Province where included in REDD projects for Carbon Trading scenario. The data which is applied in this research are primary data from the field in Ulu Masen Ecosystem Aceh Province and secondary data of International references worldwide related to this issue. The main purpose of this research is to reveal further overview of forest carbon accounting, REDD issues and promote them into publics, accountants, economist as the main role of accountants are not focusing in financial, banking, insurance only but also as social and environment accountants. To probe the Islamic outlook towards these issues and acknowledge local community where REDD projects upcoming to. The research gained information of Aceh Government initiative to have carbon trading of carbon offsets as REDD scheme scenario based on both in Voluntary Carbon Offsets (VCO) and Clean Development Mechanism (CDM) market. Nowadays, both Aceh Government and Merrill Lynch have committed to get carbon trading for 750,000 hectares of Aceh forests in Ulu Masen Ecosystem in total of US $ 9 Million over next 30 years, right after Aceh Government gain verification audit of carbon storage in the ecosystem internationally.JEL Classification : M0, M41, N55, L31Key words: Forest carbon accounting, carbon trading, REDD, Ulu Masen ecosystem