cover
Filter by Year
Tazkia Islamic Finance and Business Review
Tazkia Islamic Finance and Business Review (TIFBR) is a peer-reviewed journal published by the Institute for Research and Community Empowerment (IRCE), Tazkia University College of Islamic Economics in collaboration with Association of Islamic Economics Lecturers (ADESY). The Journal is semi-annual journal issued in July and December. The aim of the journal is to disseminate Islamic Economics, finance and business researches done by researchers both from Indonesia and overseas.
Articles by issue : Vol 4, No 1 (2009)
5
Articles
Analisis Konsumen Berpindah Merek (BrandSwitcher) Pada Bank Syariah Dan Bank Konvensional (Studi Kasus Pada Nasabah Di Wilayah Darmaga Bogor)

Najib, Mukhamad ( Tazkia University College of Islamic Economics )

Tazkia Islamic Finance and Business Review Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Institute for Research and Community Empowerment (LPPM TAZKIA)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.682 KB)

Abstract

Dalam situasi hypercompetition seperti saat ini, dimana konsumen dibanjiri oleh berbagai alternatif produk yang menarik, perubahan perilaku membeli akan mempermudah konsumen berpindah ke produk atau merek lainnya. Hal ini dapat terjadi pada nasabah bank di Indonesia. Munculnya perbankan syariah dengan pertumbuhan yang begitu cepat merupakan fenomena yang menggambarkan terjadinya perpindahan merek pada konsumen, dalam hal ini nasabah bank Penelitian dilakukan untuk menganalisis prilaku perpindahan merek pada nasabah bank di wilayah Darmaga. Pengambilan data primer melalui pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Sementara analisa dilakukan secara deskriptif. Di wilayah demaga ada empat buah bank umum, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI)46, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Muammalat Indonesia (BMI) dan Bank Syariah Mandiri. Hasil penelitian menunjukkan BNI46 merupakan bank yang memiliki brand awareness paling tinggi diantara bank yang ada di Darmaga. Konsumen berpindah merek tidak hanya terjadi pada bank konvensional, tetapi juga bank syariah. Hal ini berarti bank syariah maupun bank konvensional berpotensi memiliki pelanggan yang tidak loyal. BNI46 memiliki konsumen yang paling tidak loyal bila dibanding dengan BRI, BSM dan BMI. Jika dibandingkan sesama bank syariah, maka BMI memiliki konsumen yang paling loyal. Faktor yang memiliki pengaruh paling tinggi terhadap konsumen dalam melakukan perpindahan merek adalah factor internal dan diiukti oleh faktor eksternal. Sementara faktor kekecewaan terhadap bank sebelumnya merupakan faktor yang paling kecil pengaruhnya terhadap konsumen dalam melakukan perpindahan merek.Keywords: Brand Awareness, Perpindahan Merek, Loyalitas

Perilaku Menabung Ibu Rumah Tangga Keluarga Miskin Peserta Program Ikhtiar Lembaga Keuangan Mikro Syariah Berbasis Kelompok Di Bogor, Jawa Barat

Yasid, Mukhamad ( Tazkia University College of Islamic Economics )

Tazkia Islamic Finance and Business Review Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Institute for Research and Community Empowerment (LPPM TAZKIA)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.473 KB)

Abstract

Tabungan merupakan salah satu sarana penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Hubungan antara pendapatan dan tabungan keluarga digambarkan oleh Sherraden (2006) sebagai sumber/mata air dan kolam (danau) untuk menyesuaikan pendapatan keluarga dengan kebutuhan di masa yang akan datang. Penelitian ini mencoba untuk mengungkapkan perilaku menabung ibu-ibu rumah tangga keluarga miskin setelah mengikuti Program Ikhtiar Yayasan Peramu dan Baitul mal Bogor. Tabungan rata-rata anggota pada Program Ikhtiar cenderung naik, baik dari sisi nominal maupunrasio tabungan dengan pendapatan walaupun dengan frekuensi menabungyang masih rendah. Sikap yang paling positif atas kegunaan menabung adalah untuk biaya pendidikan, berjaga-jaga dalam menghadapi musibah dan menghadapi hari tua atau saat menganggur. Sedangkan yang paling rendah adalah untuk hiburan, membeli perabot rumah tangga dan memperbaiki atau membeli rumah. Norma subyektif yang paling berpengaruh terhadap keputusan ibu-ibu untuk menabung adalah suami, orang tua, anak dan tenaga pendamping lapangan (TPL). Norma agama yang paling dipertimbangkan ibu-ibu untuk menabung adalah agar dapat berinfaq, shodaqah dan mambayar zakat, dilanjutkan dengan dalam rangka hidup hemat. Keyakinan atas kemampuannya menabung secara rutin dalam kategori tinggi, namun kemampuannya untuk tidak segera menarik tabungan sebelumnya jumlahnya memaai berada pada kategori sedang. Keyakinan kemampuan menabung, niat dan perilaku menabung dipengaruhi secara nyata oleh sikap menabung, norma subyektif, norma agama dan Program Ikhtiar. Program Ikhtiar berpengaruh nyata terhadap keyakinan, niat dan perilaku menabung baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sikap, norma subyektif dan norma agama. Dengan demikian, Program Ikhtiar berhasil mendorong keyakinan kemampuan menabung, niat dan perilaku menabung ibu-ibu rumah tangga keluarga miskin peserta Program Ikhtiar.JEL Classification : D91, G21Keywords : Ibu rumah tangga keluarga miskin, menabung, sikap, norma subyektif, norma agama, keyakinan menabung, niat dan perilaku.

Analisis Opini Auditor Sebagai Sinyal Kepailitan Suatu Perusahaan: Tinjauan Terhadap Perlunya Kode Etik Syariah Akuntan Publik

Laela, Sugiyarti Fatma ( Accounting Department of Tazkia University College of Islamic Economics ) , Meikhati, Dewi Lestari ( Tazkia University College of Islamic Economics )

Tazkia Islamic Finance and Business Review Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Institute for Research and Community Empowerment (LPPM TAZKIA)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.254 KB)

Abstract

Auditor is a professional who has credibility in auditing financial report and company’s activities. This research’s purpose is to figure out; does the company’s bankruptcy can be predicted from the auditor’s opinion. The data used in this research are taken from 33 companies which have announced to bankruptcy by state justice of Central Jakarta, and the recent three years auditor’s opinions before the companies’ bankruptcy. After the data have been analyzed with T-test and Friedman test, it goes to the result that there is no significant different between the whole auditor’s opinions in last three years before the companies’ bankruptcy. This research concludes that the bankruptcy cannot be predicted from the auditor’s opinion. Theoretically, the auditor’s opinion can be a tool in predicting the company’s bankruptcy. The deviation of auditor’s ethical codes causes to such this matter happen. Based on that fact, the shariah based ethical codes for auditor is needed. After deep learning from many literatures, the writer formulates shariah ethical codes for auditor which divides into two; relationship between Allah and Human, it performed with the faith (Iman), and the other one is relationship among all humans, it involves the objectivity, independency, professionalism, and integrity.JEL Classification : M40, M42Keywords : auditor, auditor’s opinion, Islamic auditor’s ethical codes

Hubungan Antara Perdagangan Internasional, Pertumbuhan Ekonomi Dan Perkembangan Industri Keuangan Syariah Di Indonesia

Rusydiana, Aam Slamet ( Tazkia University College of Islamic Economics )

Tazkia Islamic Finance and Business Review Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Institute for Research and Community Empowerment (LPPM TAZKIA)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.923 KB)

Abstract

Di dalam konteks ekonomi terbuka, perdagangan internasional dalam hal ini adalah ekspor dan impor, dan aliran dana antarnegara menjadi sesuatu yang tidak dapat dinafikan perannya dalam pemberian kontribusi bagi pertumbuhan. Sedangkan untuk hubungan keduanya terhadap perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia nampaknya hingga saat ini belum ada yang mencoba menelisik lebih jauh. Studi ini mencoba menganalisis pola hubungan antara perdagangan internasional, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri keuangan dan bisnis syariah di Indonesia dengan menggunakan metode Vector Auto Regression (VAR) dan Vector Error Correction Model (VECM).Hasilnya menunjukkan bahwa pola hubungan antara ekspor dan growth adalah bi-directional causation yakni growth driven export dan export led growth. Begitu pula variabel impor. Temuan lain yang menarik adalah bahwa ternyata booming industri syariah belakangan ini tidak berkorelasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara makro. Begitu pula fakta bahwa semakin besar growth Indonesia tidak diiringi dengan semakin suburnya industri keuangan syariah. Oleh karena itu, syarat utama agar share industri syariah Indonesia dapat tumbuh dan berkembang signifikan adalah perlu political will dari pemerintah.JEL Classification : F40, F43, G20, G21Keywords : Perdagangan Internasional, Growth, Keuangan Syariah, VAR/VECM

Menggagas Laporan Keuangan Syari’ah Berbasis Trilogi Ma’isyah-Rizq-Maal

Mulawarman, Aji Dedi ( Lembaga Riset Keuangan Syari’ah Universitas Cokroaminoto Yogyakarta )

Tazkia Islamic Finance and Business Review Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Institute for Research and Community Empowerment (LPPM TAZKIA)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.603 KB)

Abstract

The objective of this research to formulate Shari’ate Financial Statements from the real transaction and business habitus of Indonesian Moslem Society. Formulation is conducted by utilising Two-Steps Tazkiyah Methodology. Step one in that methodology, conventional concept of financial statements and Baydoun and Willett’s (1994) Islamic Corporate Report’s are refined by Shari’ate Accounting (derived from Islamic Values and Maqashid Asy- Syari’ah). Step two, the result is then refined by (Islamic) Technosystem and Constructivist Structuralism to generate Shari’ate Financial Statements. The first result shows that ma’isyah-rizq-maal trilogy are the substance’s of shari’ate financial statements. Ma’isyah is a representation of Islamic business transaction. Rizq is a representation of Islamic value added creation. Maal is a representation of Islamic wealth. The consequence of the first results shows that formulation of: (1) shari’ate cash flow statement is based on ma’isyah concept; (2) shari’ate value added statements is based on rizq concept; and (3) shari’ate balance sheet is based on maal concept.Keywords: Maisyah-Rizq-Maal Trilogy, Shari’ate Financial Statements, Shari’ate Cash Flow