Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM
Vol 25, No 3: SEPTEMBER 2018

Penafsiran Hukum tentang “Partisipasi Langsung dalam Permusuhan” dalam Kasus-kasus Kejahatan Perang


Permanasari, Arlina



Article Info

Publish Date
17 Jan 2019

Abstract

Istilah “Partisipasi Langsung dalam Permusuhan” merupakan istilah yang terdapat dalam Konvensi Jenewa 1949 dan Protokol-protokol Tambahan 1977 yang menimbulkan berbagai penafsiran hukum, karena kedua perjanjian internasional tersebut tidak memberikan definisi maupun penjelasan lebih lanjut. Masalah yang timbul dari ketiadaan pengertian ini adalah bagaimana hakim menafsirkan apakah seseorang dapat dianggap berpartisipasi dalam suatu tindakan permusuhan dalam suatu konflik bersenjata dalam kasus-kasus kejahatan perang. Penelitian ini bersifat normatif dengan pendekatan deskriptif analitis terhadap bahan-bahan hukum primer dan sekunder yang didapatkan dari studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif berdasarkan hukum humaniter internasional.  Dalam mengatasi tidak adanya pemahaman tentang istilah tersebut, ICRC mengeluarkan suatu “pedoman penafsiran” (Interpretive Guidance) yang bersifat tidak mengikat secara hukum. Walaupun menimbulkan kontroversi dan bukan merupakan dokumen hukum, pendekatan yang diusung dalam “pedoman penafsiran” ternyata telah digunakan sebagai pembahasan dalam putusan-putusan, namun belum sepenuhnya digunakan oleh hakim sebagai suatu dasar hukum yang mengikat dalam kasus kejahatan perang.


Copyrights © 2019







Original Source : http://journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/view/11439
Google Scholar : Check in googleschoolar