Jurnal Penyakit Dalam Indonesia
Vol 5, No 4 (2018)

Gambaran Penyebab Rendahnya Positivitas Hasil Kultur Darah pada Penderita Sepsis


Yana, Krishna, Alisjahbana, Bachti, Hartantri, Yovita



Article Info

Publish Date
31 Dec 2018

Abstract

Pendahuluan. Sepsis dengan penyebab infeksi bakteri menjadi salah satu penyebab utama tingginya morbiditas dan mortalitas penyakit. Pada penatalaksanaan sepsis, deteksi adanya bakteriemi dengan pemeriksaan kultur darah mempunyai peranan penting, namun hingga saat ini positivitas hasil kultur darah di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) masih rendah (13,45%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penyebab rendahnya positivitas hasil kultur darah pada pasien sepsis di RSHS.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan studi potong lintang pada penderita sepsis yang dirawat di unit gawat darurat (UGD) dan ruang rawat inap Ilmu Penyakit Dalam RSHS dari bulan Desember 2016 sampai dengan bulan April 2017. Penelitian ini mengumpulkan informasi klinis pasien, laboratorium, riwayat pemberian antibiotika, dan teknik pelaksanaan pemeriksaan kultur darah bakteri pada penderita sepsis.Hasil. Selama periode penelitian diperoleh 179 subjek. Subjek terutama menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) untuk pembiayaan. Positivitas kultur darah ditemukan sebesar 24%. Rerata jumlah leukosit pada hasil kultur darah positif adalah 18.100/mm3 dan 79,07% kultur disertai nilai Neutrofil Limfosit Count Ratio (NLCR) >10. Waktu pengambilan kultur darah terutama dilakukan pada >6 jam sejak masuk perawatan. Jumlah pengambilan kultur darah paling banyak dilakukan 1 kali. Jumlah volume darah pada masing-masing tabung kultur sebagian besar adalah 5 cc. Pengambilan kultur darah terutama dilakukan oleh perawat berkompeten yang belum mendapatkan pelatihan pengambilan kultur darah.Simpulan. Positivitas hasil kultur darah pada penderita sepsis di RSHS masih rendah. Pengambilan kultur darah sebaiknya dilakukan sesuai dengan pedoman, yaitu tidak memberikan antibiotik sebelum pengambilan darah, waktu pengambilan darah dilakukan pada <6 jam sejak masuk perawatan, jumlah pengambilan darah untuk kultur dilakukan >1 kali, jumlah volume darah pada tabung kultur minimal 10 cc, penggunaan 2 macam antiseptik, penggunaan antiseptik pada tutup botol kultur, adanya jeda waktu antara tindakan antiseptik dengan pengambilan darah untuk kultur. Perlu dilakukan pemantauan terhadap faktor-faktor yang memengaruhi positivitas kultur darah pada penderita sepsis. Peneliti juga merekomendasikan pelatihan dan perbaikan kebijakan untuk meningkatkan positivitas kultur darah.Kata Kunci: Kultur darah positif, Sepsis Cause of The Low Positivity of Blood Culture in Septic PatientsIntroduction. Sepsis due to bacterial infection is one of the main causes of high disease morbidity and mortality. Management of sepsis, the detection of bacteriemia by examination of blood cultures has an important role, but until now the positivity of blood culture results at Hasan Sadikin Hospital (RSHS) is still low (13.45%). The purpose of this study was to determine profile the causes of low positivity of blood culture results in sepsis patients in RSHS.Methods. A cross sectional study was conducted on sepsis patient treated in Emergency Un it (ER) and inpatient of Hasan Sadikin hospital Internal Medicine from December 2016 until April 2017. This study collects patient clinical information, laboratory, history Administration of antibiotics, and techniques of examination of bacterial blood cultures in sepsis patients.Results. During the study period 179 subjects were obtained. The subject mainly uses the Health Guarantee Agency (BPJS) for financing. The positivity of blood cultures was found to be 24%. The mean leukocyte count on positive blood culture results was 18,100 / mm3 and there were 79.07% cultures with Neutrofil Limfosit Count Ratio (NLCR) >10. The time for taking blood cultures is mainly done at> 6 hours after admission. The number of blood cultures is taken at least once. The amount of blood volume in each culture tube is mostly 5 cc. Taking blood cultures is mainly carried out by competent nurses who have not received blood culture taking training.Conclusions. The positive results of blood culture in septic patients in RSHS are still low. Taking blood cultures should be carried out in accordance with the guidelines, which consist ofnot giving antibiotics before taking blood culture, taking blood time at <6 hours after admission, the number of blood taken for culture >1 time, the amount of blood volume in a culture tube is at least 10 cc, use 2 types of antiseptics, the use of antiseptics on culture bottle caps, the time lag between antiseptic action and blood collection for culture. It is necessary to monitor the factors that influence the positivity of blood cultures in septic patients. Researchers also recommend training and policy improvements to improve blood culture positivity. 


Copyrights © 2018






Download : Full PDF (464.041 KB)
Original Source : http://www.jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id/index.php/jpdi/article/view/235
Google Scholar : Check in googleschoolar

Journal Info

Abbrev

jpdi

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Penyakit Dalam Indonesia adalah jurnal kedokteran penyakit dalam yang dikelola secara elektronik dengan standar peer-review yang profesional. Jurnal ini diterbitkan oleh Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sejak tahun 2014. Misi utama kami adalah untuk ...