Bina Hukum Lingkungan
Vol 3, No 1 (2018): Bina Hukum Lingkungan

PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TIGA MEKANISME FLEKSIBEL DALAM PROTOKOL KYOTO


Jane, Heidy, Gianova, Gabriella, Firdaus, Linny, Reinhard, Zoar



Article Info

Publish Date
31 Oct 2018

Abstract

ABSTRAKSalah satu tonggak penting dari perjanjian terkait perubahan iklim adalah Protokol Kyoto tahun 1997. Protokol ini tidak hanya menentukan tingkat pengurangan atau pembatasan emisi gas rumah kaca dari negara maju (negara Annex I), tetapi juga memberikan kesempatan kepada negara tersebut untuk menurunkan emisi melalui mekanisme fleksibel (flexible mechanisms) sebagai tambahan dari penurunan emisi di negaranya masing-masing. Tiga mekanisme ini adalah mekanisme perdagangan emisi/karbon (emission/carbon trading), mekanisme Joint Implementation, dan Clean Development Mechanism. Seiring dengan berjalannya waktu, timbul berbagai masalah dalam pelaksanaan ketiga mekanisme fleksibel tersebut. Salah satu masalah terbesar dan pertanda kegagalan dari ketiga mekanisme tersebut adalah Negara Annex I bahkan jauh dari target pengurangan emisi yang telah ditentukan. Persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan Protokol Kyoto dan mekanisme fleksibelnya merupakan pelajaran berharga bagi pelaksanaan perjanjian pasca Kyoto, termasuk Perjanjian Paris 2015.Kata kunci: protokol kyoto; perdagangan emisi; joint implementataion; mekanisme pembangunan bersih.ABSTRACTProtocol Kyoto, established in 1997, is one of the most important milestones for agreement on climate change. This Protocol not only determines the level of reduction or limitation of greenhouse gas (GHG) emission from developed countries (Annex I countries) but also provides an opportunity to reduce the emission through flexible mechanisms as addition to reduced emission in their countries. There are three mechanisms of flexible mechanisms: Emission/Carbon Trading, Joint Implementation, and Clean Development Mechanism. As time goes by, problems arise in the implementation of those three flexible mechanisms. One of the major problem and the sign of a failure of those Kyoto mechanisms is that the Annex I countries are not even close to the target of emissions reduction the protocol has set. However, the implementation of Protocol Kyoto and its flexible mechanisms are precious lessons to the agreement after Kyoto established in 2015, namely the Paris Agreement.Keywords: kyoto protocol; emission trading; joint implementation; clean development mechanism.


Copyrights © 2018






Download : Full PDF (740.543 KB)
Original Source : http://bhl-jurnal.or.id/index.php/bhl/article/view/bhl.v3n1.2
Google Scholar : Check in googleschoolar

Journal Info

Abbrev

bhl

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Bina Hukum Lingkungan adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala setiap tahunnya pada bulan April dan Oktober yang di terbitkan oleh Perkumpulan Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI) Artikel yang dimuat pada jurnal Bina Hukum Lingkungan akan di publikasikan dalam bentuk cetak dan ...