Jurnal Penyakit Dalam Indonesia
Vol 5, No 3 (2018)

Hubungan antara Konsentrasi D-Dimer dengan Parameter Laboratorium Kebocoran Plasma pada Infeksi Dengue


Suwarto, Suhendro, Diahtantri, Riyanti Astrid, Hudiya, Elian



Article Info

Publish Date
30 Sep 2018

Abstract

Pendahuluan. Salah satu petanda demam berdarah dengue adalah kebocoran plasma dan aktivasi sistem koagulasi yang menyebabkan peningkatan konsentrasi D-dimer akibat degradasi bekuan fibrin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan D-dimer dengan parameter laboratorium kebocoran plasma yaitu: trombositopenia, hipoalbuminemia, hemokonsentrasi, dan peningkatan serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT).  Metode. Penelitian retrospektif dilakukan di rumah sakit swasta di Jakarta pada bulan Desember 2016 sampai dengan Maret 2018. Penderita berusia >14 tahun dengan infeksi dengue dan NS-1 positif diikutsertakan ke dalam penelitian ini dan dibagi menjadi kelompok demam dengue (DD) atau demam berdarah dengue (DBD).  Uji Mann Whitney digunakan untuk variabel non parametrik, sedangkan uji Spearman digunakan untuk korelasi antara variabel numerik yang tidak terdistribusi normal. Hasil. Tujuh puluh tiga penderita infeksi dengue yang terdiri atas 29 (39,7%) wanita dan 44 (60,3%) pria ikut dalam penelitian ini. Sebanyak 43 (58,9%) merupakan kelompok penderita DD, sedangkan 30 (41,1%) kelompok penderita DBD. Konsentrasi D-dimer fase demam kelompok DBD lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok DD (p = 0,004). Didapatkan korelasi lemah antara konsentrasi D-dimer fase demam dengan derajat penurunan trombosit (r = 0,35; p = 0,003) dan korelasi terbalik lemah antara konsentrasi D-dimer fase demam dengan konsentrasi albumin (r = -0,34; p = 0,049). Didapatkan korelasi lemah antara konsentrasi D-dimer fase kritis dengan derajat penurunan trombosit (r = 0,39; p = 0,034) dan korelasi terbalik sedang antara konsentrasi D-dimer fase kritis dengan konsentrasi albumin (r = -0,43; p = 0,032).Simpulan. Konsentrasi D-dimer pada penderita DBD pada fase demam lebih tinggi dibandingkan penderita DD. Konsentrasi D-dimer berkorelasi dengan derajat penurunan trombosit dan hipoalbuminemia.Kata Kunci: D-dimer, Hemokonsentrasi, Hipoalbuminemia, Infeksi dengue, SGOT, TrombositThe Association between D-dimer Concentration and Laboratory Parameters for Plasma Leakage in Dengue InfectionIntroduction. Plasma leakage and activation of the coagulation system are the pathological hallmark of dengue hemorrhagic fever (DHF) that causes an increase in D-dimer concentration due to the degradation of fibrin clots. This study was conducted to determine the association between of D-dimer and laboratory parameters of plasma leakage, namely: thrombocytopenia, hypoalbuminemia, hemoconcentration and concentration of serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) in dengue infected patients.Methods. A retrospective study was conducted at private hospitals in Jakarta, from December 2016 to March 2018. Patients >14 years with dengue infection and positive NS-1 were included in this study, and were classified into dengue fever (DF) group or DHF group. The Mann Whitney test was used for non-parametric variables and the Spearman test was used for the correlation for non-normally distributed numeric variables.Results. Seventy-three dengue infected patients included in this study consists of 29 (39.7%) female and 44 (60.3%) male. Total of 43 (58.9%) were classified as DD group, 30 (41.1%) were classified as DHF group. The D-dimer concentration of the DHF group in the fever phase was higher compared to the DD group (p = 0.004). There was a weak correlation in the fever phase between D-dimer concentration and the degree of thrombocytopenia (r = 0.35; p = 0.003) and weak inverse correlation in the fever phase between D-dimer concentration and albumin concentration (r = -0.34; p = 0.049). We found a weak correlation in the critical phase between D-dimer concentration and the degree of thrombocytopenia (r = 0.39; p = 0.034) and the moderate inverse correlation in the critical phase between the D-dimer concentration and albumin concentration (r = -0.43; p = 0.032).Conclusions. D-dimer concentrations in DHF patients in the fever phase are higher compare to DD patients. D-dimer concentration correlates with the degree of thrombocytopenia and hypoalbuminemia.


Copyrights © 2018






Download : Full PDF (449.924 KB)
Original Source : http://www.jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id/index.php/jpdi/article/view/197
Google Scholar : Check in googleschoolar

Journal Info

Abbrev

jpdi

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Penyakit Dalam Indonesia adalah jurnal kedokteran penyakit dalam yang dikelola secara elektronik dengan standar peer-review yang profesional. Jurnal ini diterbitkan oleh Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sejak tahun 2014. Misi utama kami adalah untuk ...