Majalah Kedokteran Bandung
Vol 50, No 2 (2018)

Old Mice Epididymal Sperm Quality After Short Term Gavage of Cogon Grass Root Ethanol Extract


Lubis, Alkaustariyah, Widyastuti, Rini, Robianto, Sondi, Priscilla, Madeleine, Syamsunarno, Mas Rizky A. A.



Article Info

Publish Date
10 Jun 2018

Abstract

Cogon grass (Imperata cylindrica) has been known as traditional herb because of its antioxidant activity. The oxidant level in the body increases linearly with age. Antioxidant works by decreasing the vulnerability of mammalian spermatozoa towards free radical attack. This study aimed to determine whether the active compound of Imperata cyclindrica root extract improved or damaged  sperm function in old mice. This was a complete randomized study performed in the Mouse Animal Laboratory Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran during the period of August to December 2017. This study was carried out by oral administration of three different doses i.e 115, 230, and 345 mg/kg body weight of cogon grass root ethanol extract into 24- weeks-old DDY strain mice for 14 days. Results showed no significant difference in body weight  and testicular index before and after treatment (p<0.05). Interestingly, sperm concentration decreased significantly in 345 mg/kgBW group when compared  to control (2.03x106 and 6.43x106 respectively, p<0.05). On the other hand, sperm motility and sperm with normal morphology increased following dose pattern, although not significantly, when compared to control (p<0.05). Hence, cogon grass root ethanol extract cannot maintain optimum epididymal sperm quality in old mice.  Key words: Aging, Imperata cylindrica, sperm quality Kualitas Sperma Epididimis Mencit Tua setelah Pemberian Ekstrak Akar Alang-Alang secara Oral Jangka PendekAlang-alang (Imperata cylindrica) dikenal sebagai obat tradisional karena efek antioksidan yang dimiliki. Kadar oksidan pada tubuh meningkat seiring pertambahan usia. Antioksidan bekerja dengan cara mengurangi kerentanan spermatozoa terhadap radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah komponen aktif ekstrak akar alang-alang dapat memperbaiki atau merusak fungsi sperma pada mencit tua. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hewan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran periode Agustus hingga Desember 2017. Eksperimen dibagi menjadi satu grup kontrol dan tiga grup perlakuan dengan dosis 115, 230 dan 345 mg/kgBB selama 14 hari. Hasil menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada berat badan dan index testis sebelum dan sesudah perlakuan. Menariknya, jumlah sperma menurun dengan signifikan pada kosentrasi tertinggi 345 mg/kgBB dibanding kontrol, yaitu 2,03x106 dan 6,43x106 (p<0.05). Selain itu, terjadi peningkatan motilitas sperma dan morfologi normal secara gradual hingga dosis tertinggi dibanding dengan kontrol walaupun tidak signifikan. Berdasar atas hasil yang didapat, ekstrak akar alang-alang dapat menjaga kualitas sperma pada mencit tua walaupun tidak optimal.Kata kunci: Imperata cylindrica, kualitas sperma, penuaan 


Copyrights © 2018






Download : Full PDF (678.672 KB)
Original Source : http://journal.fk.unpad.ac.id/index.php/mkb/article/view/1238
Google Scholar : Check in googleschoolar