RIHLAH
Vol 6, No 1 (2018): RIHLAH

Perjanjian Hudaibiyah (suatu Analisis Historis tentang Penyebaran Agama Islam di Jazirah Arab)


Difinubun, Rafli



Article Info

Publish Date
26 Jul 2018

Abstract

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana perkembangan penyebaran agama Islam di Jazirah Arab Pasca perjanjian Hudaibiyah, kemudian pokok masalah ini dapat dirumuskan dalam beberapa sub masalah yaitu: 1). Bagaimana sejarah atau proses perjanjian Hudaibiyah?2). Bagaimana konsekuensi atau hasil dari perjanjian Hudaibiyah  terhadap penyebaran agama Islam di Jazirah Arab?Hasil penelitian menunjukan bahwa pada Bulan Dzulqa’dah tahun ke-6 H, Rasulullah saw. bersama rombongan kaum muslimin berangkat ke Makkah dengan maksud untuk melaksanakan ibadah umrah, bukan untuk berperang, dalam perjalanan menuju Makkah Rasulullah berusaha menampakkan dengan gamblang niat merekauntuk menghormati Ka’bah. Ketika mereka sampai di sebuah tempat bernama Dzu al-Halifah mereka berihram umrah agar orang-orang Makkah mengetahui bahwa kedatangan Rasulullah ke Makkah bersama romobongan kaum Muslimin tidak bermaksud lain kecuali hendak berziarah ke Baitullah.Perjanjian Hudaibiyah membuahkan beberapa keberhasilan yang sangat gemilang  diantaranya adalah berkembang syiar Islam, kehidupan masyarakat menjadi lebih aman dan damai, membuka jalan kepada pembebasan kota Mekah dari Musyrikin Quraisy, dan orang Islam dapat berhubungan dengan kabilah Arab yang lain. Dengan demikian agama Islam mudah tersebar ke beberapa wilayah Arab bahkan Islam dan ajarannya dapat tersebar ke seluruh penjuru dunia, sekalipun reaksi dan ancaman bermacam-macam diterima Nabi dan para sahabat dan pengikutnya, namun hasil dari perjanjian Hudaibiyah menunjukkan bahwa misi Nabi semakin terbuka dan diterima oleh masyarakat luas.Menganalisa setiap butir isi perjanjian Hudaibiyah tersebut dan implikasinya, maka tidaklah terlalu berlebihan kalau dinilai bahwa Rasulullah saw. telah menggores sejarah diplomasi luar biasa di muka bumi. Goresan sejarah tersebut perlu digarisbawahi sebagai goresan diplomasi yang sangat penting untuk ditelaah dan diambil nilai-nilai yang melandasinya dan kalau perlu diaplikasikan untuk warna sebuah pergumulan diplomasi saat ini. Perjanjian Hudaibiyah telah mencatatkan diri Rasulullah saw. sebagai diplomat atau juru runding yang sangat cemerlang dan layak diikuti, minimal ditelaah sebagai sebuah ilmu yang menambah khazanah ilmu diplomasi.


Copyrights © 2018






Download : Full PDF (477.925 KB)
Original Source : http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/rihlah/article/view/5457
Google Scholar : Check in googleschoolar