Vol 1, No 1 (2011): Edisi Khusus Simposium Nasional Otonomi Daerah 2011

Dari Birokratis Menjadi ”Biro Jasa”: Contoh Kota Jerman


Wibawa, Samodra ( Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada Bulaksumur, Jogja 55281 E-mail: samodra03@yahoo.com, samodra@ugm.ac.id )



Article Info

Publish Date
22 Jan 2013

Abstract

Jerman bukanlah negara pioneer dalam hal pembaharuan atau reformasi birokrasi. Penyebabnya barangkali adalah: negeri ini lebih makmur, sistem hukumnya lebih kompleks, dan ideologinya lebih sosialis/kekeluargaan dibandingkan para negara pembaharu Anglo Saxon. Namun pemerintah kota-kota Jerman pada awal 1990-an mulai melakukan perombakan sistem birokrasinya menuju “biro jasa”, lebih ramah kepada “konsumen” dan meninggalkan wajah buruknya sebagai suatu “sistem ketidakbertanggungjawaban yang terorganisir”. Mengapa mereka melakukannya? Bagaimana ini semua dilakukan? Kepada siapa mereka belajar? Bagaimana belajarnya? Bagaimana memulai perombakan itu? Apa hasilnya? Apa saja kekuarangan atau kelemahannya? Makalah ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, untuk dijadikan bahan pembanding dan pelajaran bagi para bupati dan walikota di Indonesia pada khususnya serta gubernur, menteri dan presiden pada umumnya dalam menyempurnakan birokrasi mereka. Kata kunci: reformasi birokrasi, Jerman, biro jasa, sosialis.


Copyrights © 2013






Download : Full PDF (144.56 KB)
Original Source :
Google Scholar : Check in googleschoolar