VIDYA SAMHITA
Vol 1, No 1 (2015): RELASI KUASA GENDER DAN IDENTITAS BERAGAMA

IMPLEMENTASI AJARAN BAKTI DALAM MEMBENTUK ETIKA MASYARAKAT DESA SONGAN A DAN B KINTAMANI, BANGLI


Rai Parsua, Gede



Article Info

Publish Date
06 Jun 2015

Abstract

Masyarakat  songan  percaya  dengan  adanya pupun, yang oleh desa songan dipercaya sebagai parhyangan ratu sakti madue. Hal ini dapat dilihat dari masyarakat  yang  akan mengaturkan banten / upacara  di  pupun  yang  memuput  adalah  jro  dasaran  (sejenis jro mangku).Jro dasaran itu adalahjro dasaran ratu sakti madue, kedudukan ajaran bakti sangat berperan dalam membentuk etika masyarakat songan. Pada umumnya ajaran bakti otomatis sudah ada dalam kepercayaan masyarakat karena kepercayaan di desa songan di ibarat kan seperti layaknya manusia yaitu bersaudara (kakak-adik), bersepupu, anak, orang tua, sehinggaantara yang satu dengan yang lainnya saling  menghormatiNilai Pendidikan Bakti terlihat adanya pemujaan kepada Bhatara Satimaan atau Ratu Satimaan ada yang bersaudara bersuami istri maka keakraban tersebut ditiru oleh masyarakat Songan. Pendidikan filsafat dalam penelitian ini terlihat dalam Bhatara/Ratu Satiamaan diantaranya ; Sa itu satu sebutan Ratu Sakti Nunggal, Ti itu tiga sebutan Ratu Sakti Tiga, Maan itu Manca yaitu lima. Pendidikan kebersamaan dapat dilihat  dalam setiap odalan/upacara di masing-masing pura dimana antara ratu/bhatara yang satu dengan yang lainnya ketika ngiring (berjalan) berurutan yang lebih tua duluan begitu juga masyarakat Songan ada istilah Kubayan, Jro Gede, Bau, Panyarikan saling menghormati dalam berbagai kegiatan. Nilai Etika dari  Kepercayaan  Songan dapat dilihat masing-masing pratima Bhatara Satimaan dan Bhatara Manca ditempatkan dengan berurutan sesuai dengan yang lebih tua yang mana urutannya yang lebih tua sampai yang paling muda. Kata Kunci  : Implementasi, Ajaran Bakti, Membentuk Etika


Copyrights © 2015







Original Source : http://ejournal.ihdn.ac.id/index.php/vs/article/view/10
Google Scholar : Check in googleschoolar