VIDYA SAMHITA
Vol 1, No 1 (2015): RELASI KUASA GENDER DAN IDENTITAS BERAGAMA

CILI DALAM UPACARA DEWA YADNYA DI DESA PEJATEN, KEDIRI, TABANAN (Kajian Teologi Perempuan)


Tary Puspa, Ida Ayu



Article Info

Publish Date
05 Oct 2015

Abstract

Cili adalah pantun nini sebagai perwujudan dari Dewa Wisnu, Dewi Sri. Penyembahan dewi kesuburan diwujudkan oleh petani di Desa Pejaten Kediri, Kabupaten Tabanan. Untuk petani / agraris maka mereka berada di pertanian setiap hari.Dengan latar belakang tersebut, maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut: 1) bagaimana membentuk Cili jender adalah upacara Dewa Yadnya di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan? , 2) Apa fungsi dari Cili dalam upacara dewa yadnya di desa Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan ?, dan 3) Apa arti dari teologi perempuan di Cili dalam upacara dewa yadnya di desa  Pejaten , kecamatan Kediri Kabupaten , Tabanan? Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk memperkaya dan melestarikan tradisi dalam upacara dan menghormati perempuan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi 1) teori agama, 2) teori fungsionalisme struktural, teori simbol, dan 4) teori gender.Dalam penelitian ini hasil dapat disajikan; berikut: 1) Cili dalam gender upacara Dewa yadnya adalah upacara di pertanian mulai dari penanaman benih , mengambil padi, diupacarai di jineng, dan upacara negtegang padi dalam upacara Ngenteg Linggih, 2) Fungsi Cili dalam upacara Dewa Yadnya antara agama lainnya fungsi, etika, dan pelestarian sosial budaya, 3) arti teologi, kesetaraan gender, estetika, dan simbolis.Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Cili adalah perwujudan dari Dewi Sri Vishnu disembah dalam upacara Yadnya dewa suci yang memberi arti bahwa umat Hindu juga menyembah feminisme dewi. Kata kunci: Cili, Upacara Dewa Yadnya, Teologi Feminim


Copyrights © 2015






Download : Full PDF (225.904 KB)
Original Source : http://ejournal.ihdn.ac.id/index.php/vs/article/view/2
Google Scholar : Check in googleschoolar