Jurnal Ilmiah Peternakan
Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Peternakan

IMBANGAN PUCUK TEBU DAN AMPAS TEBU YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN Phanerochaete chrysosporium PENGARUHNYA TERHADAP PRODUK FERMENTASI RUMEN


Prasetyo, Dwi ( Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman ) , FM Suhartati, FM Suhartati ( Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman ) , Suryapratama, Wardhana ( Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman )



Article Info

Publish Date
04 Sep 2013

Abstract

Penelitian berjudul imbangan pucuk tebu dan ampas tebu yang difermentasi menggunakan Phanerochaete chrysosporium pengaruhnya terhadap produk fermentasi rumen telah dilaksanakan pada Desember 2012 sampai Maret 2013. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah cairan rumen sapi potong dan pakan terdiri atas konsentrat dan campuran pucuk tebu dan ampas tebu dengan imbangan 60:40. Campuran pucuk tebu dan ampas tebu difermentasi menggunakan jamur Phanerochaete chrysosporium 10g/kg campuran pucuk tebu dan ampas tebu. Konsentrat tersusun dari14% jagung giling, 40% dedak, 5% onggok, 20% bungkil kelapa, 20% pollard, dan 1% urea. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P1: Pucuk tebu 0% dan ampas tebu 100% yang difermentasi menggunakan jamur Phanerochaete chrysosporium, P2: Pucuk tebu 25% dan ampas tebu 75% yang difermentasi menggunakan jamur Phanerochaete chrysosporium, P3: Pucuk tebu 50% dan ampas tebu 50% yang difermentasi menggunakan jamur Phanerochaete chrysosporium, P4: Pucuk tebu 75% dan ampas tebu 25% yang difermentasi menggunakan jamur Phanerochaete chrysosporium, P5: Pucuk tebu 100% dan ampas tebu 0% yang difermentasi menggunakan jamur Phanerochaete chrysosporium. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Orthogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa imbangan pucuk dan ampas tebu yang difermentasi menggunakan Phanerochaete chrysosporium berpengaruh secara linier terhadap konsentrasi VFA (P<0,01) dengan persamaan Y = -13x + 165 r2 = 0,75, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi NH3 dan sintesis protein mikroba (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian adalah semakin tinggi taraf ampas tebu yang difermentasi menggunakan Phanerochaete chrysosporium 10 g/kg konsentrasi VFA semakin meningkat namun tidak memberikan makna terhadap konsentrasi NH3 dan sintesis protein mikroba, meskipun cenderung meningkat selaras dengan meningkatnya taraf ampas tebu serta penggunaan pucuk tebu dapat diganti sepenuhnya oleh ampas tebu.   Kata Kunci : Phanerochaete chrysosporium, Fermentasi, Konsentrasi VFA Total, NH3 serta Sintesis Protein Mikroba Rumen. A research entitled the ratio of cane top-bagasse fermented with Phanerochaete chrysosporium, it’s effect on rumen fermented product was conducted from December until March 2013. The materials used in this research were rumen fluid of beef cattle had been slaughtered and consisted of concentrate and the mixture ofcane top and bagasse in 60:40 ratio scale. The mixture was fermented with Phanerochaete chrysosporiumin 10 g/kg of cane top and bagasse mixture. The concentrate consist of 14% ground corn, 40% ricebran, 5% tapioca-by product, 20% coconut meal, 20% pollard and 1% urea. This research was conducted experimentally using Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replicates. The treatments in this method were P1 = 0% cane top and 100% bagasse fermented with Phanerochaete chrysosporium, P2 = 25% cane top and 75% bagasse fermented with Phanerochaete chrysosporium, P3 = 50% cane top and 50% bagasse fermented with Phanerochaete chrysosporium, P4 = 75% cane top and 25% bagasse fermented with Phanerochaete chrysosporium, P5 = 100% cane top and 0% bagasse fermented with Phanerochaete chrysosporium. Data were analyzed using analysis of variance and continued by orthogonal polinomial test. The results showed that the fermented cane top and bagasse resulted in a linear highly significant effect on VFA concentration, Y = -13.76× + 165 r2 = 0.75, but showed no significant effect on NH3 and microbial protein synthesis. The conclusions of the research is the higher the level of bagasse using Phanerochaete chrysosporium10 g/kg of cane top and bagasse mixture, the higher total VFA concentration but not give meaning to the NH3 concentration and microbial protein synthesis, although it tended to increase in line with increasing levels of bagasse and cane tops usage can be replaced entirely by bagasse.   Keywords : Phanerochaete chrysosporium, Fermentation, Total VFA Concentration, NH3 and rumen microbial protein synthesis.


Copyrights © 2013







Original Source : http://jos.unsoed.ac.id/index.php/jip/article/view/615
Google Scholar : Check in googleschoolar