Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Vol 9, No 1 (2016)

KONSEP MᾹQᾹṢID AL-SYᾹRĪAH MENURUT ṬᾹHᾹ JᾹBIR AL-‘ALWᾹNĪ

Najidah, Chasnak (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Mar 2017

Abstract

One discourse which is receiving considerable attention from scholars of Islam is about the objectives of Islamic law (maqasid al-shari'ah). Taha Jabir al-'Alwānī as one reviewer of Maqasid al-shari'ah contemporary formulate the concept of maqasid al-shari'ah different from previous scholars. This article describes the concept of maqasid al-shari'ah by Taha Jabir al-'Alwānī. According to him, there are three levels of hierarchical of Maqasid al-Sharia. The highest value of maqasid al-shari'ah says is what he describes as al-Maqasid al-'ulyā al-Hakimah (intentions of the highest shari'ah and a legal basis), which consists of three main elements, namely al-Tawhid ( Onesess of God), al-Tazkiyah (purification) and al-'umrān (prosperity). The position of the second al-shari'ah Maqasid are universal values such as justice, freedom, and equality. While the third position is the formulation of the previous scholars regarding maqasid al-shari'ah consisting of ḍarūriyyat, ḥājiyyāt, and taḥsīniyyāt. In terms of methodological, Taha Jabir al-'Alwānī basing the new system for Maqasid al-syarī'ahnya on the methods of al-jam'u Baina al-qirā'atain, a reading of the two entities: the revelation of God and the universe. With this basis, he argues that the maqasid al-shari'ah formulations are qaṭ'ī, so it can be a reference to the scholars in solving the problems of contemporary law. [Salah satu diskursus yang mendapat perhatian cukup besar dari para akademisi Islam adalah seputar tujuan-tujuan hukum islam  (maqāṣid al-syarī'ah). Ṭāhā Jābir al-‘Alwānī sebagai salah satu ulama pengkaji maqāṣid asy-syarī’ahkontemporer merumuskan konsep maqāṣid asy-syarī’ahyang berbeda dari ulama sebelumnya. Artikel ini mendeskripsikan konsep maqāṣid asy-syarī’ahmenurut Ṭāhā Jābir al-‘Alwānī. Menurutnya, ada tiga tingkatan hierarkis maqāṣid al-syarī'ah. Nilai tertinggi maqāṣid asy-syarī’ahmenurutnya adalah apa yang disebutnya sebagai al-maqāṣid al-‘ulyā al-ḥākimah (maksud-maksud syari’at yang tertinggi dan menjadi landasan hukum) yang terdiri dari tiga unsur pokok, yaitu al-tauḥīd (pengesaan Allah), al-tazkiyah (penyucian) dan al-‘umrān (pemakmuran). Posisi maqāṣid asy-syarī’ah kedua yaitu nilai-nilai universal seperti keadilan, kebebasan, dan persamaan. Sementara posisi ketiga adalah rumusan ulama terdahulu mengenai maqāṣid asy-syarī’ahyang terdiri dari ḍarūriyyat, ḥājiyyāt, dan taḥsīniyyāt. Dari segi metodologis, Ṭāhā Jābir al-‘Alwānī mendasarkan sistem baru maqāṣid al-syarī'ahnya pada metode al-jam’u baina al-qirā’atain, yaitu sebuah pembacaan terhadap dua entitas: wahyu Allah dan alam semesta. Dengan dasar inilah, ia berpendapat bahwa maqāṣid asy-syarī’ahrumusannya bersifat qaṭ’ī, sehingga dapat menjadi rujukan para ulama dalam menyelesaikan problematika hukum kontemporer.]

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

Ahwal

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

The subject of Al-Ahwal covers textual and fieldwork with various perspectives of Islamic Family Law, Islam and gender discourse, and legal drafting of Islamic civil law. ...