JURNAL PANGAN
Vol 24, No 3 (2015): PANGAN

Akselerasi Implementasi Hasil Penelitian dan Pengembangan untuk Swasembada Kedelai (Acceleration of Implementation of Research and Development Results for Soybean Self-Supporting)

Pawiroharsono, Suyanto (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2015

Abstract

Program swasembada kedelai telah berlangsung lebih dari dua dekade, namun sampai dengan tahun 2014, belum dapat diwujudkan. Berbagai permasalahan mendasar belum dapat diselesaikan, sehingga produksi kedelai justru cenderung menurun dan impor terus meningkat. Penelitian dan pengembangan kedelai sudah banyak dilakukan dan telah menghasilkan teknologi dan produk teknologi yang berpotensi untuk mendukung peningkatan produksi kedelai. Teknologi dan produk teknologi yang dimaksud utamanya adalah benih unggul dan pupuk hayati. Sejumlah benih unggul (sekitar 25 varietas) berpotensi untuk produksi kedelai dengan produktivitas lebih dari 2,5 ton per hektar, dan mempunyai sifat toleran terhadap berbagai cekaman di lahan sub-optimal dan akibat perubahan iklim. Demikian pula berbagai jenis pupuk hayati dan pupuk organik yang secara khusus diperuntukkan untuk peningkatan produksi kedelai di berbagai jenis lahan sub-optimal. Namun kenyataan di lapangan teknologi dan produk teknologi tersebut baru sedikit yang dapat diimplementasikan di tingkat petani dan digunakan untuk produksi komersial. Oleh karena itu, diperlukan akselerasi implementasi hasil litbang melalui media intermediasi yang dapat memfasilitasi terciptanya jalinan komunikasi, kerjasama antar pihak-pihak terkait, yaitu peneliti, petani, mitra usaha dan pemerintah untuk bersinergi dalam upaya peningkatan produksi kedelai dan swasemda kedelai. Pola budidaya kedelai ke depan perlu diarahkan pada pola budidaya yang ekonomis dan maju yang antara lain menerapkan model “estate crop” di lahan sub-optimal yang didukung dengan mekanisasi yang memadai.Soybean self-supporting programs have been carried out for more than two decades, however, they were just realized in 2014. A number of basic constraints (such as functional shift of soybean field, and availability of superiority of soybean seeds) have not been overcome, so that the soybean production tends to decline and the soybean import tends to increase. A lot of research and development programs have been done and have resulted in potential technologies and technological products, which are potencially increasing soybean productivity. The technologies and technological products are mainly superior soybean seeds and biofertilizers. A number of superior soybean seeds (about 25 varieties) are potential to produce more than 2.5 ton per hectar, and are tolerant vis a vis to many types of stresses in sub-optimal land and climate changes. Several biofertilizers and organic ferlilizers are also specially used for soybean plant productivity in sub-optimal land. In fact, the technologies and technological product are still limited to be implemented by soybean farmers and to be used in commercial production. Consequently, the implementation of research and development needs to be accelerated by intermediation which could facilitate networking, communication and collaboration among stakeholders (researchers, farmers, enterpreneurs and government) for sinergizing in increasing soybean productivity and soybean selfsupporting. Further, the soybean farming should be done to economic farming model in form of “estate crop” in sub-optimal land and supported by appropriate mechanization.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

pangan

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Social Sciences

Description

PANGAN merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum BULOG, terbit secara berkala tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan ...