JURNAL SAINS INFORMASI GEOGRAFI
Vol 1, No 1 (2018): Edisi Mei

ANALISIS SPASIO-TEMPORAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN GORONTALO (Spatio-Temporal Analysis of Dengue Health Fever (DBD) In Gorontalo District)

Melangi, Masrin (Unknown)
Koto, Arthur Gani (Unknown)
Taslim, Ivan (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 May 2018

Abstract

Abstract - This research was conducted in Kabupaten Gorontalo. The purpose of this research is to analyze data and information of DHF incidence in Kabupaten Gorontalo spasiotemporal. An ArcGIS 10.1 software was applied in this research to look at descriptive epidemiology which will be presented in the form of maps, and the tables will then be described in an overlap with DHF incidence data through geographic information systems (GIS). The results of this study indicate that in the last six years, from 2010 to 2016 Gorontalo District has DHF outbreaks in Limboto sub-district, then in 2013-2016 there are 9 sub-districts that have DHF outbreak of Telaga District, Telaga Jaya, Telaga Biru, West Limboto , Tilango, Tibawa, Bilato and Tabongo marked by an increase in cases every year in the Eastern Region of Gorontalo Regency precisely located in the area of Lake Limboto Area. if it is verified using Rainfall data, DHF incidence in Gorontalo District in 2011 until 2015 is not affected by rainfall but will be different from dengue fever case in 2016 which is influenced by high rainfall amount. Keywords: spatio-temporal, gis, dengue health fever, gorontalo Abstrak – Data dan informasi secara spasial dan temporal sangat berguna dalam upaya mengurangi jumlah kejadain DBD di setiap Daerah, dan Kabupaten Gorontalo belum memiliki informasi secara spasial dan temporal mengenai kejadian DBD, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis data dan informasi kejadian DBD di Kabupaten Gorontalo secara spasiotemporal. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Gorontalo.Sebuah perangkat lunak ArcGIS 10.1 diaplikasikan dalam penelitian ini untuk melihat secara epidemiologi deskriptif yang disajikan dalam bentuk peta, dan tabel yang kemudian digambarkan secara tumpang susun dengan data kejadian DBD melalui sistem informasi geografis (SIG). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam enam tahun terakhir, sejak Tahun 2010 hingga Tahun 2016 Kabupaten Gorontalo mengalami KLB DBD di Kecamatan Limboto, kemudian pada tahun 2013-2016 terdapat 9 Kecamatan yang mengalami KLB DBD yakni Kecamatan Telaga, Telaga Jaya, Telaga Biru, Limboto Barat, Tilango, Tibawa, Bilato dan Tabongo yang ditandai oleh peningkatan kasus pada setiap tahun di Wilayah bagian Timur Kabupaten Gorontalo tepatnya berada di area Kawasan Danau Limboto. jika diverivikasi menggunakan data Curah Hujan, Kejadian DBD di Kabupaten Gorontalo pada tahun 2011 hingga tahun 2015 tidak dipengaruhi oleh jumlah Curah Hujan akan tetapi berbeda dengan kejadian DBD pada tahun 2016 yang justru dipengaruhi oleh jumlah Curah Hujan yang tinggi. Kata kunci: spasio-temporal, sig, demam berdarah dengue, gorontalo

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

GEOUMGo

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Earth & Planetary Sciences Energy Environmental Science

Description

Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Mei dan November (2 Nomor dalam 1 Volume) yang pada setiap terbitan berisi maksimal 6 artikel/paper. Publikasi dalam jurnal ini menggunakan Bahasa Indonesia meski juga diperbolehkan dengan menggunakan Bahasa Inggris ...