JURNAL AMPERE
Vol 3, No 2 (2018): JURNAL AMPERE

EVALUASI KETERSEDIAAN DAYA PADA PT. PLN (PERSERO) GARDU INDUK BUNGARAN PALEMBANG

Azis, Abdul ( Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI palembang )
Febrianti, Irine Kartika ( Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Palembang )



Article Info

Publish Date
24 Jan 2019

Abstract

Power losses are the loss of electrical power in the network and the load where the lost power is not used by the load, so the power available on the network will be reduced. Power losses in the distribution network are caused by the presence of prisoners in the carrier. The lost power can be in the form of heat energy generated on the channel, and unused heat energy is called active power losses. Power losses in each channel are very important to take into account because power losses in the network can cause a reduction in electrical energy after arriving at the load. Power requirements that must be supplied by the source to the load depend on the absorption of power by the load and power losses on the network. Large capacity of power requirements is influenced by the amount of power losses, so it can be said that the capacity of power needs is the amount of absorption of power by the load and power losses on the network. One of the substations in the city of Palembang is the Bungaran Substation which has the function of delivering electrical energy to consumers through a medium voltage distribution system. To serve consumers electrical energy needs, currently the Bungaran Palembang Substation has a Transformer 1, 30 MVA 70/20 kV which has a load of four feeders, namely: Akasia Feeder, Sungkai Feeder, Tembesu Feeder, and Cendana Feeder. The results showed that Transformer 1 had an installed power capacity of 30 MVA or 255,000,000 Watts. While the capacity of the total power requirements of the four feeders is 18,786,167.4264 W. So the availability of transformer 1 power is still sufficient to serve the load of four feeders, because only 7.3671% of the installed power capacity is absorbed by the load. Rugi-rugi daya adalah kehilangan daya listrik di jaringan dan beban dimana daya yang hilang tersebut tidak terpakai oleh beban, sehingga daya yang tersedia di jaringan akan berkurang. Rugi-rugi daya pada jaringan distribusi disebabkan oleh adanya tahanan pada penghantar. Daya yang hilang dapat berupa energi panas yang ditimbulkan pada saluran, dan energi panas yang tidak terpakai disebut sebagai rugi-rugi daya aktif. Rugi-rugi daya disetiap saluran sangatlah penting untuk diperhitungkan karena rugi-rugi daya di jaringan dapat menyebabkan berkurangnya energi listrik setelah sampai di beban. Kebutuhan daya yang harus disuplai oleh sumber ke beban tergantung pada penyerapan daya oleh beban dan rugi-rugi daya di jaringan. Besar kapasitas kebutuhan daya dipengaruhi oleh besarnya rugi-rugi daya, sehingga dapat dikatakan bahwa kapasitas kebutuhan daya merupakan jumlah penyerapan daya oleh beban dan rugi-rugi daya di jaringan. Salah satu gardu induk di Kota Palembang adalah Gardu Induk Bungaran yang mempunyai fungsi menyalurkan energi listrik ke konsumen melalui sistem distribusi tegangan menengah. Untuk melayani kebutuhan energi listrik konsumen, saat ini Gardu Induk Bungaran Palembang mempunyai Transformator 1, 30 MVA 70/20 kV yang mempunyai beban empat buah penyulang, yaitu: Penyulang Akasia, Penyulang Sungkai, Penyulang Tembesu, dan Penyulang Cendana. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa Transformator 1 mempunyai kapasitas daya terpasang sebesar 30 MVA atau 255.000.000 Watt. Sedangkan kapasitas kebutuhan daya total dari empat penyulang adalah 18.786.167,4264 W. Jadi ketersediaan daya Transformator 1 masih mencukupi untuk melayani beban dari empat penyulang, karena hanya 7,3671 % dari kapasitas daya terpasang daya yang diserap oleh beban.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

ampere

Publisher

Subject

Electrical & Electronics Engineering

Description

Jurnal AMPERE is a peer-reviewed journal which is published by Department of Electrical Engineering, Universitas PGRI Palembang. The printing ISSN number (p-ISSN) is 2477-2755 and the elektronic ISSN (e-ISSN) is 2622-2981. The prefix Digital Object Identifier (DOI) is 10.31851 OAI: ...